16 Februari 2023

7 Vitamin untuk Anak Stunting, Yuk Penuhi Kebutuhannya!

Apa saja yang harus diberikan untuk anak yang terhambat pertumbuhannya?
7 Vitamin untuk Anak Stunting, Yuk Penuhi Kebutuhannya!

Foto: Orami Photo Stocks

Adakah vitamin untuk anak stunting?

Sebelum mengetahui jawabannya, ada baiknya Mom mengenal masalah kesehatan tersebut.

Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan akibat kekurangan gizi yang kronis atau berulang ketika masih di dalam kandungan dan pada masa anak-anak.

Vitamin untuk anak stunting bisa membantu mengatasi masalah pertumbuhan ini, Moms.

Di Indonesia, angka stunting masih 30%, lebih tinggi dari batas yang ditentukan oleh WHO (20%).

Berkaitan dengan kondisi tersebut, WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

World Health Organization (WHO) mendefinisikan stunting sebagai kegagalan untuk mencapai potensi pertumbuhan linier (tinggi) seseorang.

Mungkin Moms menyadari Si Kecil tidak tumbuh setinggi anak seusianya, namun jangan buru-buru mengambil kesimpulan Si Kecil stunting, Moms.

Sebab, tinggi badan dapat dipengaruhi berbagai faktor, terlebih lagi jika Moms telah berusaha memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil dengan makan-makanan yang sehat dan seimbang.

Lalu, adakah vitamin untuk anak stunting?

Baca Juga: 12 Rekomendasi ASI Booster untuk Melancarkan Produksi ASI

Vitamin untuk Anak Stunting

Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang paling umum di dunia.

Kondisi ini memengaruhi seperempat dari semua anak di bawah usia 5 tahun, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurut dr. Cut Hafiah Halidha M.Gizi, SpGK, pada sesi KulWap di Orami Parenting, mengatakan bahwa stunting pada anak menjadi masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama."

"Hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) di standar usianya," tambahnya.

Indikator stunting dinilai berdasarkan tinggi badan atau panjang badan terhadap umur berdasarkan kurva pertumbuhan standar sesuai jenis kelamin.

dr. Cut juga menjelaskan bahwa kondisi stunting tentunya akan memberikan dampak buruk bagi seorang anak, baik dampak jangka pendek dan jangka panjang.

Mulai dari perkembangan otaknya terhambat, kemampuan kecerdasan dan performanya pun bisa lebih rendah dibanding anak yang tidak stunting.

Selain itu, pertumbuhan tinggi dan komposisi otot tubuhnya pun akan terhambat, yang pada akhirnya akan menurunkan sistem kekebalan tubuh, misalnya jadi mudah sakit dan performa kerja di masa dewasanya.

Jika Si Kecil telah melalui pemeriksaan tenaga ahli dan didiagnosis stunting, maka Moms dapat meminta rekomendasi suplemen dan vitamin untuk anak stunting yang sesuai.

Berikut ini adalah beberapa suplemen mineral dan vitamin untuk anak stunting.

Baca Juga: 11 Sumber Vitamin A yang Penting untuk Bayi

1. Vitamin A

Vitamin A untuk Anak Stunting
Foto: Vitamin A untuk Anak Stunting (Freepik.com)

Pemberian vitamin untuk anak stunting dapat dimulai dengan memeriksa kembali kecukupan vitamin A Si Kecil.

Karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin A, maka asupan vitamin ini datang dari makanan atau suplemen.

Peran vitamin A dalam pertumbuhan anak beberapa di antaranya yaitu:

  • Menjaga kesehatan gigi, tulang, dan jaringan lunak.
  • Menjaga struktural semua jaringan permukaan, seperti kulit, agar dapat memerangi infeksi dan membantu penyembuhan luka.
  • Mendukung fungsi penglihatan dan kesehatan mata.
  • Karena sifat antioksidan, vitamin A menjaga sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
  • Membantu jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya agar berfungsi normal.

Di Indonesia angka kekurangan vitamin A masih tinggi.

Kondisi ini membuat pemerintah mengadakan program bulan vitamin A, yaitu bulan Februari dan Agustus.

Pada bulan tersebut, posyandu dan puskesmas setempat memberikan suplemen vitamin A gratis untuk Si Kecil yang berusia 6-59 bulan.

Jenis suplemen ini bisa jadi vitamin untuk anak stunting

2. Vitamin D dan Kalsium

Vitamin D dari Susu
Foto: Vitamin D dari Susu (Freepik.com)

Pada salah satu penelitian di Afrika Selatan, ditemukan bahwa anak-anak berumur 2-5 tahun yang mengalami stunting kekurangan vitamin D, kalsium, dan vitamin E.

Hal ini diduga akibat kurangnya minum susu setelah masa ASI.

Ini disebabkan nutrisi, seperti lemak, kalsium, fosfor, vitamin D dan B12, serta riboflavin yang biasanya didapat dari susu, ditemukan sangat rendah pada anak-anak yang stunting.

Bermain di luar dan minum susu saja belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil.

Untuk itu, kondisi ini memerlukan vitamin untuk anak stunting.

Vitamin D berperan untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan membangun tulang dan gigi yang kokoh.

Selain itu, vitamin D juga bertindak sebagai hormon dan membantu mengatur sistem imun dan pertumbuhan sel tubuh.

Vitamin untuk anak stunting sebaiknya tetap diberikan sesuai dosis.

Untuk mencegah kekurangan vitamin D, dosis yang dibutuhkan Si Kecil setiap hari pada umur di bawah 12 bulan adalah sebanyak 400 IU atau sekitar 10 mikrogram.

Sedangkan pada anak di atas 12 bulan, membutuhkan 600 IU vitamin D atau sekitar 15 mikrogram setiap harinya.

Baca Juga: Kekurangan Kalsium Saat Hamil, Waspada Risiko Osteoporosis!

3. Vitamin B12

Produk Hewani Dapat Mencegah Stunting
Foto: Produk Hewani Dapat Mencegah Stunting (Freepik.com)

Ketika memilih vitamin untuk anak stunting, Moms sebaiknya juga memperhatikan apakah vitamin B12 termasuk di dalamnya.

Salah satu kasus kekurangan vitamin untuk anak stunting adalah kekurangan vitamin B12 atau kobalamin.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, otot yang lemah dan rapuh, serta terhambatnya pertumbuhan.

Jika Si Kecil mendapatkan makanan yang seimbang, maka kebutuhan vitamin B12 akan terpenuhi dari produk hewani, namun karena beberapa penyebab, kekurangan vitamin B12 dapat terjadi.

Misalnya saja, menu makanan vegetarian, memiliki masalah atau kondisi kesehatan yang menyebabkan penyerapan nutrisi berkurang.

Bisa juga sistem pencernaan terganggu bakteri H. pylori, adalah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kekurangan vitamin B12.

4. Vitamin C

Vitamin C dari Buah dan Sayur
Foto: Vitamin C dari Buah dan Sayur (Freepik.com)

Dengan menu makanan sayur dan buah yang cukup, kebutuhan vitamin C dapat dipenuhi.

Namun, karena berbagai alasan, Si Kecil kekurangan vitamin C dan membutuhkan asupan dari suplemen.

Vitamin untuk anak stunting biasanya juga akan dilengkapi dengan vitamin C.

Vitamin C juga berperan membantu tubuh memproduksi kolagen, yang mendukung kesehatan dan kepadatan tulang.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam metabolisme protein, membantu menyerap zat besi, serta memperkuat imun.

Dengan kekebalan tubuh yang baik, tubuh Si Kecil dapat melawan berbagai penyakit dan patogen yang dapat menyebabkan stunting.

Itu sebabnya perlu vitamin untuk anak stunting.

Baca Juga: 8 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit

5. Vitamin B Lainnya

Vitamin B dari Sayuran
Foto: Vitamin B dari Sayuran (Freepik.com)

Vitamin B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), B6 (Pyridoxine), dan B9 (Folat) juga dapat menjadi bagian dari tambahan vitamin untuk anak stunting.

Semuanya berperan penting dalam proses pertumbuhan anak.

Masing-masing vitamin ini memiliki tugas dan perannya masing-masing.

Misalnya saja, vitamin B1 melindungi sistem saraf dari kerusakan atau degenerasi.

Kemudian vitamin B6 berperan dalam membantu kinerja jantung, sistem saraf, sistem pencernaan, perkembangan sistem imun, dan fungsi otak.

Secara umum, vitamin B kompleks diperlukan tubuh agar dapat berfungsi secara optimal, berkembang dengan baik, dan menjaga kesehatan Si Kecil secara keseluruhan.

Ketika tubuh kekurangan vitamin B, perkembangan tubuh anak akan terganggu dan tidak berkembang sebagaimana mestinya, serta merasakan sakit di seluruh tubuh.

6. Zat Besi

Sumber Zat Besi
Foto: Sumber Zat Besi (Freepik.com)

Zat besi berperan untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen.

Walaupun kekurangan zat besi adalah hal yang umum terjadi di berbagai usia, kekurangan zat besi yang ekstrim dapat menyebabkan anemia dan berkontribusi terhadap stunting.

Penelitian tahun 2011 di Bangladesh mengasosiasikan anak-anak yang stunting dengan anemia.

Penelitian ini juga menemukan anak-anak stunting yang lahir dari ibu yang anemia memiliki risiko lebih tinggi ikut mengidap anemia.

Tentu saja ada faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi yang ikut mempengaruhi.

Kekurangan zat besi dapat terjadi karena berbagai alasan.

Jika pemeriksaan darah menunjukkan Si Kecil anemia, maka pemberian suplemen zat besi bersama vitamin untuk anak stunting yang lainnya dapat dipertimbangkan atau sesuai dengan rekomendasi dokter.

Baca Juga: Simak Sumber Makanan Mengandung Zat Besi, Cegah Anemia!

7. Seng

Makanan Pencegah Stunting
Foto: Makanan Pencegah Stunting (Freepik.com)

Mengutip salah satu artikel yang dirilis WHO, suplementasi vitamin untuk anak stunting dan seng (zinc) menunjukkan hubungan yang positif dengan pertumbuhan anak-anak.

Analisis dari salah satu studi, menunjukkan dosis 10 mg per hari untuk 24 minggu menghasilkan kenaikan tinggi badan rata-rata 0.25 cm.

Seng diketahui berperan krusial dalam proses biologis seperti pertumbuhan sel, pertumbuhan tubuh secara keseluruhan, resistensi tubuh terhadap infeksi, dan lain-lain.

Karena manfaatnya untuk pertumbuhan anak, seng sebaiknya dimasukkan ke dalam daftar pemberian suplemen dan vitamin anak stunting.

Terutama jika menu makanannya sehari-hari masih kurang dari asupan seng.

Sejak menginjak umur 6 bulan, Si Kecil membutuhkan nutrisi tambahan selain ASI.

Mulai memperkenalkan makanan padat pada Si Kecil, adalah kunci untuk mencegah kekurangan nutrisi.

Menu makanan yang memenuhi frekuensi dan keragaman jenis nutrisi, sangat penting untuk mencegah kekurangan gizi dan stunting.

Baca Juga: 8 Vitamin Pra Kehamilan Terbaik Rekomendasi Dokter

Cara Mengenali Stunting

Ciri-Ciri Stunting
Foto: Ciri-Ciri Stunting (Freepik.com)

Stunting memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan anak hingga mereka dewasa.

Maka dari itu, Moms perlu mengenali ciri-ciri anak yang terindikasi stunting seperti yang dijelaskan oleh dr. Cut.

"Ciri-ciri stunting pada anak diantaranya adalah pertambahan tinggi badannya tidak sesuai kurva pertumbuhan standar berdasarkan umur dan jenis kelamin," ucapnya.

Dengan kata lain, tinggi badannya lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya pada populasi yang sama atau laju pertambahan tinggi badannya lebih lambat dari anak lain seusianya pada populasi yang sama.

Maka dari itu Moms, tumbuh kembang anak harus selalu dipantau dan diukur tinggi badannya setiap dua bulan sampai ia berusia dua tahun, ya.

Pemantauan juga terus belanjut secara berkala selama 6-12 bulan setelah usia dua tahun.

Mengatasi stunting pada anak tentunya dengan memberikannya nutrisi yang tepat dan bisa dilakukan semenjak masa kehamilan.

Mengonsumsi makanan bergizi, terutama sayur dan buah saat hamil berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin.

Dokter Cut lanjut menjelaskan bahwa Moms bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan asam folat tinggi, seperti bayam, jeruk, kacang-kacangan, beras, pasta, dan roti. Lalu, hindari merokok dan minum alkohol.

Selain dalam masa kehamilan, pemenuhan gizi untuk mencegah stunting pada anak pada masa kanak-kanak sampai usia dua tahun sangatlah penting.

"Pada usia 0-6 bulan, usahakan Moms memberi ASI eksklusif. Jika sudah di atas 6 bulan, maka pastikan MPASI-nya terbuat dari berbagai macam bahan makanan. Ini karena semakin beragam, maka kebutuhan gizinya akan semakin terpenuhi," jelas dr. Cut.

Moms bisa memberinya sesuai porsi yang dibutuhkan bayi dan nutrisi tepat seperti karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup.

Menurut UNICEF, menjaga kebersihan air dan sanitasi juga menjadi cara mencegah stunting pada anak.

Baca Juga: Pengganti Susu Sapi, Ini 6 Manfaat Susu Beras Bagi Kesehatan

Itulah penjelasan cara mengenali stunting dan beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mencegahnya. Semoga Si Kecil selalu dalam keadaan sehat ya, Moms!

  • https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
  • https://www.herminahospitals.com/en/articles/5-cara-ampuh-cegah-stunting-pada-anak
  • https://pkgm.fk.ugm.ac.id/en/2022/04/05/getting-to-know-detection-impact-and-prevention-of-stunting/
  • https://www.unicef.org/esa/reduce-stunting

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.