2-3 tahun

2-3 TAHUN
2 Desember 2020

7 Vitamin untuk Anak Stunting, Yuk Penuhi Kebutuhannya!

Apa saja yang harus diberikan untuk anak yang terhambat pertumbuhannya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan akibat kekurangan gizi yang kronis atau berulang ketika masih di dalam kandungan dan pada masa anak-anak.

Di Indonesia, angka stunting masih 30%, lebih tinggi dari batas yang ditentukan oleh WHO (20%).

Baca Juga: ASI Eksklusif Dapat Cegah Stunting, Benarkah?

Mungkin Moms menyadari Si Kecil tidak tumbuh setinggi anak seusianya, namun jangan buru-buru mengambil kesimpulan Si Kecil stunting, karena tinggi badan dapat dipengaruhi berbagai faktor, terlebih lagi jika Moms telah berusaha memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil dengan makan-makanan yang sehat dan seimbang.

Vitamin untuk Anak Stunting

Jika Si Kecil telah melalui pemeriksaan tenaga ahli dan didiagnosa stunting, Moms dapat meminta rekomendasi suplemen dan vitamin untuk anak stunting yang sesuai.

Berikut ini adalah beberapa suplemen mineral dan vitamin untuk anak stunting.

1. Vitamin A

Vitamin A untuk anak stunting

Foto: freepik.com

Pemberian vitamin untuk anak stunting dapat dimulai dengan memeriksa kembali kecukupan vitamin A Si Kecil.

Karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin A, maka asupan vitamin ini datang dari makanan atau suplemen.

Peran vitamin A dalam pertumbuhan anak beberapa di antaranya yaitu:

  • Menjaga kesehatan gigi, tulang, dan jaringan lunak.
  • Menjaga struktural semua jaringan permukaan, seperti kulit, agar dapat memerangi infeksi dan membantu penyembuhan luka.
  • Mendukung fungsi penglihatan dan kesehatan mata.
  • Karena sifat antioksidan, vitamin A menjaga sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
  • Membantu jantung, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya agar berfungsi normal.

Di Indonesia angka kekurangan vitamin A masih tinggi, sehingga pemerintah mengadakan program bulan vitamin A, yaitu bulan Februari dan Agustus, di mana Posyandu dan Puskesmas setempat memberikan suplemen vitamin A gratis untuk Si Kecil yang berusia 6-59 bulan.

2. Vitamin D dan Kalsium

Vitamin D untuk anak bisa didapat dari susu

Foto: freepik.com

Pada salah satu penelitian di Afrika Selatan, ditemukan bahwa anak-anak berumur 2-5 tahun yang mengalami stunting kekurangan vitamin D, kalsium, dan vitamin E.

Hal ini diduga akibat kurangnya minum susu setelah masa ASI, karena nutrisi seperti lemak, kalsium, fosfor, vitamin D dan B12, serta riboflavin yang biasanya didapat dari susu, ditemukan sangat rendah pada anak-anak yang stunting.

Bermain di luar dan minum susu saja belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil.

Vitamin D berperan untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan membangun tulang dan gigi yang kokoh.

Selain itu, vitamin D juga bertindak sebagai hormon dan membantu mengatur sistem imun dan pertumbuhan sel tubuh.

Vitamin untuk anak stunting sebaiknya tetap diberikan sesuai dosis. Untuk mencegah kekurangan vitamin D, dosis yang dibutuhkan Si Kecil setiap hari pada umur di bawah 12 bulan adalah sebanyak 400 IU atau sekitar 10 mikrogram.

Sedangkan pada anak di atas 12 bulan, membutuhkan 600 IU vitamin D atau sekitar 15 mikrogram setiap harinya.

Baca Juga: Cara Membaca Tabel Tinggi Badan Anak Menurut Usia 2-5 Tahun

3. Vitamin B12

Produk hewani dapat mencegah stunting

Foto: freepik.com

Ketika memilih vitamin untuk anak stunting, Moms sebaiknya juga memperhatikan apakah vitamin B12 termasuk di dalamnya.

Salah satu kasus kekurangan vitamin yang juga sering terjadi adalah kekurangan vitamin B12 atau kobalamin, yang dapat berkontribusi terhadap stunting.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, otot yang lemah dan rapuh, serta terhambatnya pertumbuhan.

Pada dasarnya jika Si Kecil mendapatkan makanan yang seimbang, kebutuhan vitamin B12 akan terpenuhi dari produk hewani, namun karena beberapa penyebab, kekurangan vitamin B12 dapat terjadi.

Misalnya saja menu makanan vegetarian, memiliki masalah atau kondisi kesehatan yang menyebabkan penyerapan nutrisi berkurang, atau sistem pencernaan terganggu bakteri H. pylori, adalah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kekurangan vitamin B12.

4. Vitamin C

Vitamin C dari buah dan sayur dapat mencegah stunting

Foto: freepik.com

Dengan menu makanan sayur dan buah yang cukup, kebutuhan vitamin C dapat dipenuhi. Tetapi karena berbagai alasan, Si Kecil kekurangan vitamin C dan membutuhkan asupan dari suplemen.

Vitamin untuk anak stunting biasanya juga akan dilengkapi dengan vitamin C.

Vitamin C juga berperan membantu tubuh memproduksi kolagen, yang mendukung kesehatan dan kepadatan tulang.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam metabolisme protein, membantu menyerap zat besi, serta memperkuat imun.

Dengan kekebalan tubuh yang baik, tubuh Si Kecil dapat melawan berbagai penyakit dan patogen yang dapat menyebabkan stunting.

Baca Juga: 5 Tips Memenuhi Kebutuhan Vitamin Anak Agar Tumbuh Optimal

5. Vitamin B Lainnya

Kekurangan vitamin B kompleks dapat menyebabkan stunting

Foto: freepik.com

Vitamin B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), B6 (Pyridoxine), dan B9 (Folat) juga dapat menjadi bagian dari tambahan vitamin untuk anak stunting. Semuanya berperan penting dalam proses pertumbuhan anak.

Masing-masing vitamin ini memiliki tugas dan perannya masing-masing. Misalnya saja, vitamin B1 melindungi sistem saraf dari kerusakan atau degenerasi.

Kemudian vitamin B6 berperan dalam membantu kinerja jantung, sistem saraf, sistem pencernaan, perkembangan sistem imun, dan fungsi otak.

Secara umum, vitamin B kompleks diperlukan tubuh agar dapat berfungsi secara optimal, berkembang dengan baik, dan menjaga kesehatan Si Kecil secara keseluruhan.

Ketika tubuh kekurangan vitamin B, perkembangan tubuh anak akan terganggu dan tidak berkembang sebagaimana mestinya, serta merasakan sakit di seluruh tubuh.

6. Zat Besi

Zat besi dapat dipenuhi dari sayur-sayuran

Foto: freepik.com

Zat besi berperan untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen.

Walaupun kekurangan zat besi adalah hal yang umum terjadi di berbagai usia, kekurangan zat besi yang ekstrim dapat menyebabkan anemia dan berkontribusi terhadap stunting.

Penelitian tahun 2011 di Bangladesh mengasosiasikan anak-anak yang stunting dengan anemia.

Penelitian ini juga menemukan anak-anak stunting yang lahir dari ibu yang anemia memiliki risiko lebih tinggi ikut mengidap anemia.

Tentu saja ada faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi yang ikut mempengaruhi.

Kekurangan zat besi dapat terjadi karena berbagai alasan. Jika pemeriksaan darah menunjukkan Si Kecil anemia, pemberian suplemen zat besi bersama vitamin untuk anak stunting yang lainnya dapat dipertimbangkan atau sesuai dengan rekomendasi dokter.

Baca Juga: Kapan Anak Harus Diberikan Vitamin Zat Besi?

7. Seng

Makanan yang beragam jenis mencegah stunting

Foto: freepik.com

Mengutip salah satu artikel yang dirilis WHO, suplementasi vitamin untuk anak stunting dan seng (zinc) menunjukkan hubungan yang positif dengan pertumbuhan anak-anak.

Analisis dari salah satu studi, menunjukkan dosis 10 mg per hari untuk 24 minggu menghasilkan kenaikan tinggi badan rata-rata 0.25 cm.

Seng diketahui berperan krusial dalam proses biologis seperti pertumbuhan sel, pertumbuhan tubuh secara keseluruhan, resistensi tubuh terhadap infeksi, dan lain-lain.

Karena manfaatnya untuk pertumbuhan anak, seng sebaiknya dimasukkan ke dalam daftar pemberian suplemen dan vitamin anak stunting, terutama jika menu makanannya sehari-hari masih kurang dari asupan seng.

Baca Juga: 5 Resep Masakan untuk Anak 5 Tahun, Gampang Dibuat!

Sejak menginjak umur 6 bulan, Si Kecil membutuhkan nutrisi tambahan selain ASI. Mulai memperkenalkan makanan padat pada Si Kecil, adalah kunci untuk mencegah kekurangan nutrisi.

Menu makanan yang memenuhi frekuensi dan keragaman jenis nutrisi, sangat penting untuk mencegah kekurangan gizi dan stunting.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait