06 Juni 2023

Batuk Kering pada Anak: Penyebab Hingga Pengobatan

Batuk kering bisa sangat mengganggu aktivitas Si Kecil
Batuk Kering pada Anak: Penyebab Hingga Pengobatan

Batuk kering pada anak merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh.

Ini adalah cara untuk membantu menghilangkan mikroba dan iritasi yang berpotensi membahayakan tubuh.

Menurut dr. A.A.A. Putu Indah Pratiwi, Sp.A Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah Bintaro Jaya, batuk kering pada anak biasanya disebabkan karena proses iritasi di saluran napas atas atau dari hidung sampai kerongkongan.

Penyebabnya yang paling sering saat ini adalah karena infeksi virus, seperti COVID-19, infeksi bakteri atau whooping cough atau pertusis.

"Selain itu, penyebab lainnya adalah bakteri bordetella pertusis, alergi, refluks asam lambung, atau ada benda asing yang sengaja atau tidak sengaja masuk ke saluran napas anak." jelas dr. A.A.A. Putu Indah Pratiwi.

Banyak hal yang dapat menyebabkan batuk kering pada anak-anak, mulai dari flu biasa hingga benda yang terhirup.

Untuk tahu lebih lanjut mengenai batuk kering pada anak, simak penjelasan berikut ini yuk, Moms.

Baca Juga: Sakit Perut pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Batuk Kering pada Anak

Anak Batuk Kering (Orami Photo Stock)
Foto: Anak Batuk Kering (Orami Photo Stock)

Penting bagi orang tua atau pengasuh untuk memperhatikan gejala lain yang mengikuti batuk kering pada anak.

Jika Si Kecil terdengar seperti kesulitan bernapas, sebaiknya segera membawa anak ke dokter.

Batuk adalah gejala dari kondisi yang mendasarinya.

Tentu saja, hal ini perlu dilakukan pengobatan sedini mungkin untuk mencegah risiko.

Moms bisa membantu mengurangi gejala batuk kering pada anak dengan mengambil tindakan pencegahan.

Hal ini termasuk dengan memberikan vaksinasi yang sesuai untuk anak atau mencegah mereka terpapar alergen atau iritan.

Berikut ini beberapa penyebab batuk kering pada anak, disimak ya Moms.

1. Flu atau Infeksi Virus

Menurut American Academy of Allergy, Asma and Immunology, anak-anak prasekolah yang dititipkan ke tempat penitipan anak dapat berisiko terinfeksi virus pernapasan dalam setahun.

Biasanya, setiap infeksi akan berlangsung selama 8-10 hari.

Jika batuk anak terjadi menjelang akhir infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, dan hilang dalam 1-2 minggu, orang tua tidak perlu melakukan tindakan khusus untuk mengatasinya.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batuk saat pilek dapat membantu tubuh mengeluarkan lendir dari saluran udara. Selain itu juga bisa membantu melindungi paru-paru.

Namun, jika batuknya kering atau tidak produktif, Moms harus memastikan bahwa anak minum banyak cairan dan minuman hangat untuk membantu melegakan tenggorokannya.

Metode lain yang dapat dicoba oleh Moms untuk membantu anak, meliputi:

  • Menggunakan pelembap udara di kamar anak.
  • Menggunakan pancuran air panas dengan pintu dan jendela atau ventilasi tertutup dan minta anak duduk di kamar mandi untuk uap.
  • Membuka jendela atau lemari es untuk memberikan udara dingin bagi anak untuk dihirup jika croup menyebabkan batuk.

Baca Juga: Mengenal Bisolvon, Obat Batuk Berdahak yang Bisa Diminum Anak dan Dewasa

Moms juga dapat mencoba memberikan madu kepada anak, tetapi hanya jika anak Moms sudah berusia 12 bulan atau lebih, ya.

Menurut jurnal Honey for Acute Cough in Children, ditemukan bahwa madu dapat mengurangi gejala batuk secara alami pada anak tanpa pengobatan.

Penting untuk diperhatikan bahwa Moms sebaiknya tidak memberikan madu kepada bayi di bawah usia 12 bulan.

Ini karena bayi pada usia ini belum memiliki kekebalan terhadap bakteri yang mungkin ada di dalam madu.

2. Pertusis

Penyebab batuk kering pada anak selanjutnya adalah pertusis.

Pertusis atau batuk rejan, adalah infeksi bakteri yang dapat mematikan pada anak-anak di bawah usia 12 bulan yang tidak divaksinasi atau tidak divaksinasi lengkap.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada bayi berusia di atas 12 bulan, dokter dapat mengobati pertusis dengan antibiotik dan terapi pendukung.

Jika terjadi asma juga, perlu dikhawatirkan, karena bisa mengancam nyawa.

Moms dan Dads harus segera mencari pertolongan medis jika gejala batuk pada anak tampak memburuk.

Moms juga harus mencari bantuan medis darurat jika hal berikut terjadi:

  • Retraksi, atau pernapasan cepat dengan kulit yang seperti terhisap di sekitar pelat dada atau tulang rusuk saat anak bernapas.
  • Warna biru di wajah, kuku, dan bibir.
  • Flaring, yaitu saat lubang hidung bergerak cepat.
  • Dada mengembang yang tidak mengempis saat menghembuskan napas.
  • Bayi tidak mengenali atau menanggapi Moms, seperti tidak fokus.
  • Tulang rusuk atau perut bergerak masuk dan keluar dengan cepat.

Anak-anak dengan asma harus mendapatkan vaksinasi flu tahunan.

Untuk mengobati asma pada anak-anak, dokter atau ahli alergi mungkin meresepkan obat untuk menghilangkan gejala dengan cepat dan meredakan jangka panjang.

Obat biasanya datang dalam bentuk inhaler.

Seseorang juga dapat menggunakan nebulizer. Dokter atau suster dapat mengajari Moms dan anak cara menggunakan perangkat ini.

Baca Juga: Serba-serbi Batuk pada Anak: Jenis, Penyebab, Cara Mengatasi

3. Alergi

Alergi bisa menyebabkan batuk kering pada anak.

Jika anak terserang batuk karena penyebab satu ini, Moms dapat membantu anak mengatasinya dengan:

  • Antihistamin tanpa resep dokter
  • Semprotan hidung
  • Dekongestan

Namun, jika alerginya terlihat parah, seorang anak mungkin memerlukan suntikan alergi.

Moms diharuskan segera mencari bantuan medis darurat jika Si Kecil memperlihatkan gejala-gejala berikut ini:

  • Gatal-gatal
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sulit bernapas
  • Sesak di tenggorokan
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat

4. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah refluks asam kronis menyebabkan regurgitasi yang terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Para penderita GERD, pasien umumnya merasakan sensasi terbakar atau perut yang sakit.

Namun, dalam beberapa kasus, beberapa anak dengan GERD juga bisa mengalami batuk terus-menerus, suara serak, atau mengi.

Beberapa penyebab GERD pada anak-anak mungkin termasuk paparan perokok pasif, obesitas, dan kondisi lain yang mempengaruhi paru-paru atau sistem saraf.

5. Menghirup atau Menelan Benda Asing

Penyebab batu kering pada anak selanjutnya adalah ketika Si Kecil menghirup atau menelan benda asing secara tidak sengaja.

Bukan hal yang aneh bagi anak kecil untuk memasukkan benda ke dalam mulut atau hidung mereka, termasuk kancing, manik-manik, dan benda kecil lainnya.

Ketika benda kecil tersebut masuk ke dalam tubuh dan mereka menarik napas terlalu dalam, benda tersebut dapat tersangkut di jalan napas mereka.

Selain itu, masalah ini juga bisa terjadi ketika mereka menelan benda asing, menyebabkannya tersangkut di kerongkongan.

Bronkoskopi mungkin diperlukan untuk menemukan dan mengeluarkan objek.

Baca Juga: 6 Macam Hufagripp, Obat untuk Atasi Flu, Batuk, serta Demam pada Anak dan Dewasa

Cara Mengatasi Batuk Kering pada Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), The American Academy of Pediatric (AAP), dan World Health Organization (WHO) tidak menyarankan pemberian obat batuk bebas (over the counter-OTC).

Ini khususnya untuk anak di bawah 4 tahun, terutama untuk bayi-bayi kurang dari 6 bulan.

Moms bisa melakukan pertolongan yang dapat diberikan di rumah:

  • Membuat udara di rumah tidak kering, hal ini dapat dilakukan dengan memasang pelembab ruangan (humidifier).
  • Saat mandi, siapkan air panas di baskom atau nyalakan keran air panas dan ajak anak duduk di dalam ruangan selama 20 menit.
  • Ajak anak berjemur, menghirup udara di luar rumah selama 10-15 menit.
  • Berikan anak banyak minum atau makanan cair berkuah. Minuman dan makanan hangat berkuah biasanya lebih membantu.
  • Anak-anak di atas usia 1 tahun dapat diberikan air lemon dicampur madu hangat 1-2 sendok.
  • Saat tidur, posisikan kepala anak lebih tinggi. Posisi ini membantu terutama pada batuk kering yang disebabkan refluks.
  • Saat batuk, sebaiknya hindari minuman bersoda atau minuman yang mengandung gula tambahan.

Namun, tidak ada salahnya mencoba perawatan di rumah dengan menggunakan bahan alami ini, ya. Cara ini juga sama efektifnya kok, Moms.

Berikut beberapa bahan alami untuk mengatasi batuk kering pada anak yang bisa dicoba di rumah. Yuk, simak!

1. Madu

Madu
Foto: Madu (Freepik.com)

Jika Moms mencari pereda batuk kering pada anak yang alami, madu dapat menjadi salah satu solusinya.

"Penelitian menemukan bahwa madu adalah pereda batuk yang efektif, kemungkinan karena efeknya yang menenangkan," jelas Neeta Ogden, MD, ahli alergi anak dan dewasa, spesialis asma, dan imunologi, mengutip The Healthy.

Menurut penelitian dari National Institute fo Health and Core Excellence (NICE) dan Public Health England (PHE), madu sangat efektif untuk mengobati segala jenis batuk, mulai dari batuk akut hingga batuk akibat infeksi saluran pernapasan.

Berikan satu sendok madu sebelum tidur untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

Namun, jangan gunakan madu untuk meredakan batuk untuk anak-anak di bawah usia 1 tahun.

Baca Juga: 11+ Manfaat Minum Madu sebelum Tidur, Berkhasiat Banget!

2. Kunyit

Kunyit
Foto: Kunyit (Pulse.ng)

Siapa bilang kunyit hanya bisa dijadikan sebagai bumbu masakan?

Jenis bumbu satu ini juga bisa dijadikan sebagai obat untuk batuk kering pada anak lho, Moms.

Kunyit memiliki kandungan curcumin dan senyawa yang dipercaya memiliki sifat anti-inflamasi, antivirus dan juga antibakteri.

Sifat-sifat ini dapat bermanfaat untuk mengobati banyak penyakit termasuk batuk kering.

Untuk pengobatan, Moms bisa menambahkan 1 sendok teh madu yang dilarutkan dengan air hangat saat akan diminum Si Kecil.

3. Peppermint

Peppermint
Foto: Peppermint (Verywellfit.com)

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan nama satu ini.

Peppermint mengandung mentol yang dapat membantu mengobati syaraf tenggorokan yang iritasi karena batuk.

Selain itu, peppermint juga dapat meredakan nyeri dan mengurangi intensitas batuk kering pada anak.

Mengonsumsi peppermint bisa dengan diseduh dengan teh dan disajikan di malam hari sebelum tidur.

4. Sup Hangat

Ilustrasi Sup Sayur (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Sup Sayur (Orami Photo Stock)

Sup hangat seperti kaldu sangat baik untuk dapat meredakan batuk kering pada anak. Ini karena sup hangat menjaga Si Kecil tetap terhidrasi.

"Sesuatu yang hangat menjaga agar anak tetap terhidrasi, sehingga membantu mengencerkan lendir, dan membuatnya lebih mudah batuk," kata Dr. Ogden.

Untuk anak di bawah 6 bulan, Moms bisa menggunakan ASI atau susu formula untuk meredakan batuk.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Batuk pada Anak, Bisa dengan Bahan Alami Seperti Madu dan Jahe, Moms!

5. Minuman Panas

Teh Kamomil
Foto: Teh Kamomil (Orami Photo Stock)

Cairan hangat dapat menjadi obat alami pereda batuk kering pada anak.

Ini cukup ideal karena dapat mengencerkan lendir, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Mengonsumsi cairan panas dapat menenangkan tenggorokan dan membuat Si Kecil tetap terhidrasi.

Berikan Si Kecil air hangat, atau teh tanpa kafein yang dicampur dengan madu sebagai obat alami pereda batuk kering pada anak.

6. Berkumur dengan Air Garam

Berkumur dengan air garam hangat adalah cara efektif untuk meredakan batuk anak.

Cara ini cocok untuk Si Kecil yang sudah cukup besar dan mengerti untuk tidak menelan air garam tersebut.

Tambahkan seperempat hingga setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, aduk hingga larut, langsung kumur larutan air garam sekitar satu menit.

7. Aromaterapi

Aromaterapi
Foto: Aromaterapi (Freepik.com/pvproductions)

Minyak esensial memang sedang banyak digandrungi, khususnya di kalangan para ibu rumah tangga.

Selain memberikan ketenangan dan relaksasi, nyatanya minyak esesial memiliki beragam manfaat lain.

Menggunakan minyak esensial untuk meringankan dan menenangkan batuk kering pada anak adalah salah satu cara yang dapat dicoba di rumah, Moms.

Cukup campurkan minyak kayu putih atau jenis oil lainnya dengan air hangat ke dalam diffuser.

Maka uap dari oil tersebut dapat membantu membantu meringankan batuk Si Kecil.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Penularan Batuk Pilek dari Orang Tua ke Anak

8. Akar Marshmallow

Akar marshmallow adalah sejenis ramuan. Ini digunakan dalam sirop obat batuk dan tablet hisap untuk menenangkan batuk kering.

Sebuah penelitian dalam U.S. National Library of Medicine menemukan bahwa, ini merupakan cara pengobatan yang efektif untuk menenangkan tenggorokan dan mengurangi iritasi yang disebabkan oleh batuk kering.

Akar marshmallow mungkin juga memiliki sifat antibakteri.

9. Teh Masala Chai

Teh Masala (allergictosalad.com)
Foto: Teh Masala (allergictosalad.com)

Rasa teh chai menjadi sangat populer di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Di India, chai digunakan untuk mengobati kondisi seperti sakit tenggorokan dan batuk kering.

Masala chai mengandung beberapa bahan antioksidan, antara lain cengkeh dan kapulaga. Cengkeh juga efektif sebagai ekspektoran.

Teh chai juga mengandung kayu manis, yang memiliki sifat anti-inflamasi.

10. Makanan yang Menenangkan

Anak-anak usia 4 tahun ke atas dapat diberikan es loli atau es serut untuk mengatasi batuk keringnya.

Kedua makanan ini bisa membantu menenangkan tenggorokan.

Ini adalah pilihan yang bagus untuk anak yang lebih kecil dengan tenggorokan gatal yang menyebabkan batuk.

11. Menggunakan Pelembap Ruangan

Alat Humidifier
Foto: Alat Humidifier (Bustle.com)

Udara yang kering dan kotor dapat menyebabkan batuk kering pada anak.

Solusinya, Moms bisa menyiapkan pelembap udara seperti air humidifier yang membuat udara jadi sejuk, sehingga Si Kecil dapat bernapas dengan nyaman.

Air humidifier ini bisa Moms pasang saat Si Kecil tidur atau saat sedang bermain.

12. Gunakan Alat Pembersih Udara

Penjernih udara dapat membantu membersihkan rumah dari penyebab iritasi udara, seperti debu dan asap.

Mereka juga mengurangi alergen, seperti bulu hewan peliharaan dan serbuk sari.

Baik itu batuk disebabkan oleh racun lingkungan atau kondisi yang mendasari.

Menghirup udara bersih dapat membantu mengurangi iritasi tenggorokan dan keinginan untuk batuk.

Baca Juga: Ketahui Triaminic, Obat Batuk dan Flu untuk Anak

Kapan Harus Bawa Anak ke Dokter?

Ilustrasi Dokter (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Dokter (Orami Photo Stocks)

Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak perlu dilakukan segera apabila batuk kering disertai:

  • Demam tinggi
  • Batuk disertai mengi
  • Batuk berdarah atau berdahak hijau
  • Sesak
  • Dehidrasi (anak lemas, mata cekung, mulut kering, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam)
  • Batuk berlanjut lebih dari 1 minggu

Baca Juga: 14 Manfaat Air Kelapa, Bisa Bikin Kulit Awet Muda Lho!

Itulah Moms penyebab dan cara mengobati batuk kering pada anak.

Kalau Moms, paling suka pakai cara yang mana? Semoga dapat membantu, ya!

  • https://www.healthline.com/health/kids-dry-cough#relief-tips
  • https://www.nhs.uk/news/heart-and-lungs/honey-not-antibiotics-recommended-coughs/
  • https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/when-give-kids-medicine-coughs-and-colds
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6513626/
  • https://www.nhs.uk/news/heart-and-lungs/honey-not-antibiotics-recommended-coughs/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb