06 Januari 2023

Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasi

Bisa berbahaya jika menginfeksi orang yang rentan

Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah penyakit yang sering dianggap sepele.

Memang, menurut National Health Service, kondisi ini bisa sembuh tanpa perawatan khusus jika gejalanya tidak berat.

Tapi, pada kelompok yang rentan, seperti bayi, balita, lansia, atau orang dengan gangguan imun, infeksi saluran pernapasan adalah penyakit yang sangat berbahaya.

Perlu Moms tahu, infeksi saluran pernapasan akut dibagi menjadi 2 jenis yang berbeda.

Pertama, yaitu infeksi saluran pernapasan bagian atas atau upper respiratory tract infections (URI/URTI).

Kedua, yaitu infeksi saluran pernapasan bagian atau lower respiratory tract infections (LRI/LRTI).

URI bisa memengaruhi rongga hidung, sinus, dan tenggorokan.

Sementara itu, LRTI bisa terjadi di bronkus, bronkiolus, atau paru-paru.

Sebagai informasi tambahan, infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah juga bisa terjadi secara tiba-tiba (akut), lho.

Pada kasus tersebut, medis menyebutnya dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Yuk, Moms simak selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Kenali Ventolin Nebulizer untuk Mengatasi Masalah pada Saluran Pernapasan

Pengertian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Ilustrasi Infeksi Saluran Pernapasan (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Infeksi Saluran Pernapasan (Orami Photo Stocks)

Secara umum, ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan di bagian hidung, sinus, faring, dan laring.

Artinya, radang tenggorokan, faringitis, dan sinusitis juga termasuk sebagai penyakit ISPA.

Penyakit tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri yang masuk dan menginfeksi sistem pernapasan.

Mikroorganisme ini bisa menginfeksi, misalnya akibat tidak menjaga kebersihan tangan dengan saksama.

Jika tangan yang kotor menyentuh mulut, hidung, atau mata, maka akan berisiko menyebabkan ISPA.

Kondisi ini pun bisa menular melalui droplet yang keluar saat penderita batuk atau bersin, Moms.

Moms atau Si Kecil bisa tertular ISPA melalui paparan droplet, khususnya di saat:

  • Penderita bersin atau batuk tanpa menutup hidung dan mulut
  • Orang sehat dan menghirup udara yang terkontaminasi dengan droplet dari penderita bersin atau batuk
  • Penderita bersin dan batuk ke tangan, kemudian menyentuh orang lain

Dalam studi PLOS One dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang membuat seorang lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan akut.

Faktor-faktor tersebut, yaitu:

  • Bayi yang lahir prematur
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru

Jika bayi dan anak-anak berada di tempat ramai, besar kemungkinan mereka akan tertular infeksi saluran pernapasan akut dari orang lain.

Biasanya, bayi dan anak yang terkena ISPA akan mengalami gejala yang terlihat seperti flu.

Baca Juga: Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak: Jenis, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Flu dan Batuk (Orami Photo Stocks)
Foto: Flu dan Batuk (Orami Photo Stocks)

"Penyebab infeksi saluran pernapasan bisa akibat infeksi bakteri, virus, ataupun jamur," kata dr. Astri Indah.

Lebih detail, berikut ini penjelasannya:

1. Virus Adenovirus

Dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Adenovirus termasuk dalam kelas mikroorganisme yang bisa menyebabkan ISPA.

Adenovirus terdiri atas lebih dari 50 virus berbeda yang diketahui menjadi penyebab flu, demam, bronkitis akut, sakit tenggorokan, diare, pink eye, dan pneumonia.

Adenovirus bisa menyerang semua orang di segala usia.

Orang dengan sistem imun lemah bisa mengalami keadaan yang parah jika terinfeksi adenovirus.

2. Bakteri Pneumococcus

Pneumococcus adalah jenis bakteri yang menyebabkan meningitis.

Meski begitu, bakteri ini juga bisa memicu gangguan pernapasan lainnya, seperti pneumonia dan sinusitis.

Dokter menganggap bahwa bakteri ini bersifat menguasai. Artinya, bakteri berkuasa penuh atas bagian tubuh yang biasanya bebas kuman.

Infeksi bakteri Pneumococcus biasanya menyebabkan kondisi yang sangat parah dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dalam kasus yang jarang, penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri ini berujung pada kematian.

3. Rhinovirus

Rhinovirus adalah sumber dari penyakit flu, yang dalam kebanyakan kasus tidak begitu parah.

Walau begitu, untuk orang yang memiliki sistem imun yang lemah, flu biasa bisa berkembang menjadi infeksi pernapasan akut.

ISPA pada balita yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bisa menjadi sangat serius dan menyebabkan gangguan permanen, bahkan kematian.

Maka dari itu, jika Si Kecil mengalami flu, segera periksakan dan lakukan pengobatan sebaik mungkin hingga tuntas.

Baca Juga: Oxycan, Tabung Oksigen untuk Pertolongan Pertama Sesak Napas

Selain yang telah disebutkan, penyebab ISPa juga bisa karena tertular dari pasien lain.

Misalnya, orang dengan kondisi ISPA bersin atau batuk. Kemudian, ia menyebarkan droplet berisi patogen yang ke udara.

Orang yang berada di sekitar pasien berisiko menghirup udara yang terkontaminasi, hingga akhirnya tertular.

Risiko tertular bisa meningkat apabila sistem kekebalan tubuh sedang rendah.

Ada pun faktor risiko dari infeksi saluran pernapasan menurut dr. Astri Indah Prameswari, yaitu:

Faktor risiko lainnya, meliputi:

  • Jarang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer
  • Berada di tempat ramai dan tertutup, seperti pesawat, bus, atau transportasi umum lainnya
  • Tertular di klinik, rumah sakit, atau tempat pelayanan kesehatan lainnya
  • Stres dan mengalami masalah tidur
  • Kerusakan pada saluran udara atau rongga hidung
  • Pengangkatan kelenjar gondok atau amandel, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh
  • Kondisi autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan malah menyerang organ sehat

Baca Juga: 15+ Obat Batuk Alami untuk Anak, serta Minuman Pereda Batuk yang Ampuh dan Mudah Didapatkan!

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Ilustrasi Batuk
Foto: Ilustrasi Batuk (Freepik.com/8photo)

Gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bisa berbeda-beda, tergantung virus dan bakteri yang menyebabkannya.

Secara umum, gejala awalnya terlihat mirip dengan pilek biasa. Namun, perbedaannya adalah penderita ISPA mungkin bernapas lebih cepat.

Gejala lain yang mungkin terjadi, termasuk adanya suara "ngik-ngik" atau mengi ketika bernapas.

Tidak berhenti di situ, ISPA secara umum juga biasanya memicu munculnya gejala-gejala berikut:

  • Sakit Tenggorokan
  • Nafsu makan berkurang
  • Mudah tersinggung
  • Demam
  • Badan lemas dan lesu
  • Timbul rasa sakit sakit (malaise)
  • Sakit kepala dan tubuh
  • Pilek
  • Anak menjadi rewel dan merasa tidak nyaman

Lebih lanjut, gejala ISPA juga bisa berbeda, tergantung lokasi saluran pernapasan yang terinfeksi (atas atau bawah).

Hal ini senada dengan penjelasan dr. Astri Indah Prameswari, Sp.P - Dokter Spesialis Paru & Pernapasan RS Pondok Indah - Puri Indah.

"Gejalanya bisa berupa batuk, baik kering atau berdahak, pilek, nyeri tenggorokan, demam, bahkan bisa sampai dengan nyeri dada," kata dr. Astri.

Baca Juga: Mengenal Croup, Gejala Batuk Keras Seperti Menggonggong

Lebih jelasnya, berikut ini perbedaan gejala dari masing-masing infeksi saluran pernapasan, baik atas maupun bawah:

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (URI/URTI)

  • Batuk
  • Rasa tidak nyaman di saluran hidung
  • Demam dari ringan hingga berat
  • Adanya lendir berlebihan di saluran pernapasan
  • Hidung tersumbat
  • Rasa tertekan di wajah dan bisa timbul rasa sakit
  • Pilek
  • Gatal dan sakit di tenggorokan
  • Bersin-bersin

Ada pula gejala lainnya yang jarang terjadi, yaitu:

  • Bau mulut
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Hiposmia atau kehilangan indra penciuman
  • Mata gatal

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (LRI/LRTI)

  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Batuk kering
  • Demam rendah
  • Sakit tenggorokan ringan
  • Sakit kepala tumpul

Gejala yang lebih parah, meliputi:

  • Batuk parah dan kuat yang bisa menimbulkan dahak
  • Demam
  • Kesulitan bernapas
  • Kulit berubah warna menjadi kebiruan
  • Pernapasan menjadi cepat
  • Sakit dada
  • Mengi

Baca Juga: Ketahui Pengertian Penularan Penyakit Secara Airborne, Droplet, dan Aerosol

Cara Mengobati Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Obat obatan
Foto: Obat obatan (Orami Photo Stock)

Mungkin Moms bertanya-tanya, apakah infeksi saluran pernapasan bisa sembuh sepenuhnya?

Jawabannya adalah bisa, ya, Moms.

"Yang namanya infeksi pasti dapat disembuhkan. Tapi, tentu, pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasari sehingga pasien akan lebih cepat sembuh," jelas dr. Astri.

Pengobatannya memang berbeda-beda di setiap kondisi. Tapi, umumnya, penyakit ini diatasi dengan obat-obatan untuk mengurangi gejala.

Berikut beberapa obat-obatan tersebut:

  • Antibiotik, seperti amoxicillin. Guna menangani infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri
  • Antihistamin, seperti diphenhydramine. Guna mengurangi produksi lendir dari hidung dan tenggorokan
  • Dekongestan, seperti pseudoefedrin atau phenylephrin. Guna membantu meredakan hidung tersumbat
  • Kortikosteroid, seperti dexamethason atau prednison. Guna mengurangi peradangan di saluran napas sekaligus mencegah pembengkakan di pipa bronkus
  • Ibuprofen, untuk mengurangi demam dan nyeri.

Baca Juga: Infeksi Bakteri: Penyebab, Gejala Setiap Infeksi, dan Pengobatannya

Apakah Infeksi Saluran Pernapasan Berbahaya?

Wanita Flu (Orami Photo Stocks)
Foto: Wanita Flu (Orami Photo Stocks)

Infeksi saluran pernapasan bisa berbahaya, khususnya bagi kelompok rentan.

"Infeksi saluran pernapasan bisa berbahaya, terutama pada bayi, balita, lansia, dan pasien dalam gangguan imunitas atau kekebalan tubuh," pungkas dr. Astri .

Oleh karena itu, Moms sebaiknya tidak menganggap sepele infeksi saluran pernapasan atas.

Dikutip dari OneHealth, berikut ini komplikasi penyakit ISPA yang bisa terjadi pada anak dan orang dewasa:

1. Pertusis

Pertusis atau batuk rejan adalah batuk yang tak terkendali dan keras.

Batuk ini bahkan membuat penderitanya sulit bernapas. Batuk Rejan disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertusis.

Penyakit yang disebut batuk 100 hari ini bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia.

Namun, bayi memiliki risiko komplikasi yang cukup tinggi, bahkan hingga mengancam jiwa.

Ada baiknya Moms memberikan vaksin DPT mulai dari usia 2 bulan untuk tindakan pencegahan komplikasi penyakit ISPA pada anak.

2. Pneumonia

Salah satu penyebab umum pneumonia adalah infeksi bakteri.

Pneumonia bakteri biasanya menyebabkan batuk yang menghasilkan lendir dari paru-paru (dahak).

Siapa saja dapat terinfeksi, terutama mereka yang menderita penyakit pernapasan atau baru pulih dari operasi.

Batuk yang menetap sering terjadi pada penyakit ISPA, sehingga keluhannya menjadi produktif dan memungkinkan tubuh mengeluarkan lendir.

“Batuk pneumonia biasanya muncul dengan demam dan dahak,” kata dr. Nicholas Pantaleo, MD, dokter pengobatan keluarga Westmed Medical Group, Yonkers, New York.

Baca Juga: 5 Resep Sop Kaki Sapi Ala Pedagang Kaki Lima, Dijamin Bikin Ketagihan!

3. Bronkitis

Bronkitis adalah kondisi di mana bronkus (saluran udara di dalam paru-paru) meradang. Terkadang, kondisi ini juga disebut dengan dada dingin.

Dalam keadaan komplikasi penyakit ISPA, paru-paru bisa membengkak dan menghasilkan lendir yang menyebabkan batuk-batuk.

Pada anak, Si Kecil juga mungkin merasa lelah, dengan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan mata berair.

Bronkitis akut bisa bertahan dari 5 hari hingga 3 minggu lamanya, tergantung kondisi tubuh dan seberapa parah infeksi terjadi.

Jika termasuk kronis, penyakit ini akan berlangsung setidaknya 3 bulan dan selama 2 tahun berturut-turut.

Debu, alergen, dan gas beracun juga dapat berkontribusi terhadap kejadian bronkitis, baik pada anak maupun orang dewasa.

Tetapi, untuk bronkitis akut, kondisi ini biasanya disebabkan oleh virus yang masuk ke paru-paru akibat ISPA.

Apabila mengalaminya dan gejala tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, Moms sebaiknya segera berobat ke dokter, ya.

Baca Juga: 5 Makanan Penyembuh Infeksi Saluran Kemih, Catat Moms!

Cara Mencegah ISPA yang Tepat

Cuci Tangan
Foto: Cuci Tangan (Freepik.com/freepik)

Virus ISPA dapat menyerang siapa saja dan tidak mengenal waktu atau kesempatan.

Bahkan, jika sebelumnya Si Kecil pernah sakit ISPA, tidak menutup kemungkinan dia akan kembali tertular.

Nah, tindakan yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah ISPA adalah sebagai berikut:

1. Hindari Menggunakan Barang Pribadi Bersamaan

Jangan berbagi gelas dan peralatan pribadi, seperti peralatan makan dan sikat gigi dengan orang lain.

Moms tidak akan pernah tahu dari mana virus tersebut berasal.

Cuci tangan sebelum menyentuh bayi dan ajak orang lain berbuat hal yang sama, ya, Moms.

Moms juga mesti menjauhkan diri dan Si Kecil dari penderita pilek. Ini menjadi tindakan utama untuk mencegah ISPA yang tepat.

2. Terapkan Etika Batuk dan Bersin

Jika bersin, biasakan untuk selalu menutup hidung dan mulut dengan saputangan atau tisu.

Meski hal ini tidak akan meredakan gejala ISPA, namun setidaknya dapat mencegah penularan penyakit kepada orang lain.

Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin ketika sedang di dalam ataupun luar ruangan, ya, Moms.

Jangan lupa cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelahnya.

3. Hindari Menyentuh Wajah dengan Tangan Kotor

Jauhkan tangan yang kotor dari wajah.

Artinya, Moms sebaiknya tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, terutama jika belum mencuci tangan.

Kuman bisa masuk ke dalam tubuh melalui bagian tubuh tersebut.

Karena sangat penting dalam mencegah ISPA, pastikan untuk mengajarkan hal serupa kepada Si Kecil, ya, Moms!

Baca Juga: Alergi Sinar Matahari, Cari Tahu Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

4. Hindari Area Publik yang Berisiko

Hindari area yang ramai, seperti mal, lift, pasar, dan ruang terbatas lainnya, di mana Moms mungkin akan bersentuhan dengan orang sakit.

Perkuat antibodi juga penting sebagai salah satu cara mencegah ISPA.

Bersihkan dan desinfeksi permukaan benda-benda yang ada di rumah Moms, seperti meja.

Jika memungkinkan, jauhkan bayi dari siapa pun, termasuk saudaranya yang memiliki gejala flu atau pilek.

Jangan lupa menghindari asap rokok di mana pun, terutama di rumah. Asap rokok terbukti bisa memperburuk gejala ISPA, lho!

5. Selalu Cuci Tangan

Cuci tangan, terutama setelah bepergian atau bermain di luar rumah.

Pastikan untuk mencuci tangan dengan cara yang benar, menggunakan sabun dan air mengalir, ya.

Jika tidak ada sabun, Moms bisa menggunakan hand sanitizer.

Ajak Si Kecil untuk menjaga kebersihan tangan, khususnya setelah pulang dari bepergian, keluar dari toilet, dan sebelum makan.

Penyebaran ISPA pada anak biasanya terjadi karena penularan virus dan bakteri lewat sentuhan.

Bisa karena Si Kecil menyentuh mainan yang telah terkontaminasi, atau bersentuhan dengan temannya yang sudah terjangkit virus tersebut.

6. Konsumsi Makanan Sehat dan Bergizi Seimbang

Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan memiliki kandungan gizi seimbang.

Pilih makanan yang mengandung nutrisi tinggi seperti sayuran dan buah-buahan.

Kurangi makanan tinggi gula dan lemak yang bisa membuat antibodi jadi menurun.

Baca Juga: 7+ Potret Rumah Irwansyah, Ada Kolam Renang di Rooftop!

7. Melakukan Vaksinasi

Ada beberapa jenis vaksin yang wajib diterima Si Kecil saat menginjak usia balita.

Sebagai orang tua, Moms harus memastikan Si Kecil menerima vaksin yang lengkap agar ia tidak mudah tertular penyakit.

Cukupi juga kebutuhan gizi dan vitamin Si Kecil untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.

8. Hindari Asap dan Polusi Udara

Paparan polusi udara kian buruk dan semakin meluas di Indonesia.

Terutama, dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, beberapa daerah di Kalimantan, juga di DKI Jakarta.

Ketika kualitas udara memburuk, hal ini tentu akan memengaruhi kesehatan penduduk yang tinggal di daerah tersebut.

Salah satu penyakit yang bisa terjadi adalah ISPA infeksi saluran pernapasan akut.

Sebisa mungkin, hindari juga paparan asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, dan sejenisnya agar tidak terkena ISPA.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Vitamin Otak untuk Meningkatkan Kecerdasan, Fokus dan Daya Ingat

Demikian serba serbi infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Dengan mengetahuinya sampai detail, diharapkan Moms dan Si Kecil bisa terhindar dari penyakit ini.

Jika nantinya menemukan ciri-ciri atau gejala ISPA, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter, ya, Moms.

Cepat cepat dideteksi dan diatasi, semakin besar pula peluang untuk sembuh dan terhindar dari komplikasi.

Semoga Moms dan keluarga selalu terjaga kesehatannya, ya!

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/301632#treatment
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323886#causes
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324413#causes-and-risk-factors
  • https://www.healthline.com/health/acute-upper-respiratory-infection#What-is-acute-upper-respiratory-infection?
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/upper-respiratory-infection-uri-or-common-cold
  • https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/#:~:text=Respiratory%20tract%20infections%20(RTIs)%20are,need%20to%20see%20a%20GP.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/4022-upper-respiratory-infection

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.