21 Februari 2020

Ketahui 5 Cara Alami Mengatasi Bayi Pilek

Ada banyak obat rumah yang aman yang patut dicoba

Moms dan Dads, bayi yang baru lahir mulai membangun sistem kekebalan sejak dini.

Tetapi, sebelum kekebalan awal ini berkembang, Si Kecil mungkin mudah terserang dan harus melawan virus seperti pilek.

Biasanya, pilek jarang terjadi pada bayi yang baru lahir karena mereka kekebalan dari ibu. Akan tetapi, kekebalan ini hilang sekitar 6 bulan, dan mudah terserang pilek.

Untuk itu, Moms dan Dads akan melakukan berbagai cara guna meringankan penyakit pilek. Praktisi perawat di Ottawa, Hoda Mankal menyarankan agar melakukan pengobatan rumahan daripada obat-obatan pilek.

"Obat-obatan yang dijual bebas tidak benar-benar direkomendasikan untuk anak-anak. Tak ada bukti pula mereka bekerja, dan beberapa memiliki efek samping yang berbahaya,” ujarnya.

Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) sangat tidak merekomendasikan untuk memberikan obat-obatan pilek kepada anak di bawah 2 tahun. Oleh sebab itu, lebih baik Moms menggunakan beberapa cara tradisional dalam mengatasi bayi pilek.

Baca Juga: 5 Cara Menenangkan Anak Rewel Karena Sakit Radang Tenggorokan

Cara Alami Mengatasi Bayi Pilek

Berikut ini beberapa obat alami untuk mengatasi bayi pilek yang bisa Moms berikan pada Si Kecil:

1. Hirup Udara Lembap

humidifier pelembap udara
Foto: humidifier pelembap udara

Dilansir dari Mayo Clinic, menghirup udara lembap membantu buah hati melonggarkan lender di saluran hidung. Mandi air hangat juga sangat menenangkan.

Caranya, gunakan pelembap udara atau vaporizer di malam hari dan saat tidur siang serta waktu bermain di kamar tidur.

Biarkan mandi air panas beberapa menit. Kemudian beri bayi waktu mandi air hangat atau salah satu orang tua bisa duduk bersamanya di kamar mandi beruap.

2. Tetes Garam

Cara alami mengatasi bayi pilek selanjutnya adalah tetes garam. Moms dan Dads, tetes garam dapat membersihkan hidung ketika Si Kecil kesulitan membuang ingus.

Caranya yaitu telentangkan kepalanya, tekan dua atau tiga tetes air garam ke setiap lubang hidung untuk mengencerkan dan mengendurkan lendir. Usahakan kepalanya tetap diam setelah 15 hingga 30 detik.

4. Banyak Istirahat

tidur 5
Foto: tidur 5

Memerangi infeksi membutuhkan energi dan dapat membuat buah hati lelah.

Saat ia tengah beristirahat maka dirinya sedang berusaha untuk sembuh dan hal itulah yang Si Kecil butuhkan .

5. Berikan Tambahan Cairan (6 Bulan ke Atas)

Dokter anak, Dr. Karen Gill, MD mengungkapkan ada baiknya ketika Si Kecil terkena pilek untuk terus diberikan cairan, yakni ASI.

Bila bayi berusia di bawah 6 bulan maka perbanyaklah ASI atau susu formula karena bayi yang masih muda tidak membutuhkan air dan bisa berbahaya untuk kesehatan,” terangnya.

5. Sup Ayam atau Teh (6 Bulan ke Atas)

teh.jpg
Foto: teh.jpg

Cairan hangat bisa sangat menyejukkan dan membantu mengurangi pilek. Oleh sebab itu, berikan sup hangat dalam meredakan pilek pada bayi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sup ayam benar-benar meredakan gejala pilek seperti mual, mampet, dan sakit tenggorokan.

Sajikan sup hangat (tidak panas) untuk buah hati. Sup kalengan juga berfungsi sebagai buatan sendiri, menurut para peneliti di Universitas Nebraska.

Alternatif lain yang menenangkan adalah teh chamomile yang hangat. Akan tetapi, tetap hanya berikan ASI atau susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan kecuali dokter memperbolehkannya.

Baca Juga: 7 Teh Terbaik untuk Mengatasi Radang Tenggorokan

American Academy of Pediatrics mengingatkan bahwa bayi yang sedang pilek tidak selalu membutuhkan obat dokter atau obat tradisional.

Banyak anak yang batuk atau mengalami hidung mampet tetap ceria, bisa bermain seperti biasa, dan tidur dengan nyenyak.

Moms bisa melakukan perawatan bila pilek membuat anak tidak nyaman, tidak bisa tidur, atau mengganggu aktivitasnya.

Demam akan membantu tubuh anak melawan infeksi, cukup redakan demam bila demam tersebut membuatnya tidak nyaman. Biasanya demam yang mengganggu adalah pada suhu 39°C atau lebih.

Jika bayi pilek tanpa komplikasi, ia akan sembuh dalam 10 hingga 14 hari. Akan tetapi bila Si Kecil lebih muda dari 3 bulan, maka baiknya hubungi dokter.

Pada bayi baru lahir, sangat penting untuk memastikan bahwa penyakit yang lebih serius tidak ada, terutama jika bayi Moms dan Dads terkena demam.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.