3-5 tahun

3-5 TAHUN
3 Desember 2020

7 Ide Stimulasi Otak Anak untuk Mendukung Kemampuan Berpikir dan Belajarnya

Yuk, bantu tumbuh kembang si kecil dengan memberikan stimulasi otak anak yang maksimal.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Di atas usia 2 tahun, kemampuan otak anak sudah meningkat dengan tajam. Mungkin Moms menganggapnya masih bayi, tetapi si kecil sudah mencapai tonggak perkembangan penting dan harus menerima rangsangan positif di tahap ini. Itulah mengapa Moms wajib memberikan stimulasi otak anak untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya di masa depan.

Otak anak akan menangkap semua informasi yang diberikan oleh sekelilingnya. Semuanya diambil dan diproses dengan sangat cepat. Faktanya, pada usia lima tahun, otak anak sudah 90% berkembang.

"Anak-anak, terutama di tahun-tahun awalnya, seperti spons kecil, menyerap semua informasi di sekitar mereka dan kemudian secara aktif memahaminya," ungkap Dr Eva Lloyd, Profesor Anak Usia Dini di Sekolah Pendidikan dan Komunitas Cass, Universitas London Timur, Inggris, dikutip dari Their World.

Untuk itu, Moms perlu memberikan stimulasi otak anak yang tepat untuk memberikan pondasi yang sempurna di tahun-tahun awal supaya bisa membantu mereka jadi lebih cerdas, pintar, dan terampil.

7 Ide Stimulasi Otak Anak untuk Kemampuan Berpikir dan Belajarnya

Berikut 7 ide stimulasi otak anak untuk mendukung kemampuan berpikir dan belajarnya yang bisa Moms terapkan mulai sekarang.

Baca Juga: 5 Olahraga Ringan untuk Stimulasi Otak Anak

1. Aktif Bergerak

tips mengajak balita salat Tarawih di rumah, Berinteraksi dengan Si Kecil di Sela Salat.jpg

Foto: shutterstock.com

Ketika si kecil sudah semakin gesit dan aktif, ajari dia menyalurkan semua energinya itu dengan melakukan berbagai kegiatan yang menarik.

Asah kemampuan motorik kasarnya dengan mengajak dia berlari pagi, belajar mengendarai sepeda roda tiga, hingga belajar menaiki tangga dengan bertumpu pada salah satu kakinya, tentu dengan pendampingan ketat.

Pada usia ini, menstimulasi keterampilan motorik halusnya juga menjadi penting. Ajak dia memegang krayon atau pensil warna untuk menulis, menggambar, dan menciptakan bentuk baru yang diperintahkan otaknya.

Jangan dimarahi jika si kecil membuat gambar di tembok atau lantai rumah. Akali dengan menyediakan area khusus untuk menyalurkan kemampuan sekaligus menstimulasi otak anak.

2. Perdengarkan Beragam Musik

4 Manfaat Terapi Musik Untuk Balita Autis, Seru dan Menyenangkan!.jpg

Foto: shutterstock.com

Menurut Dr. Baltagi, pakar musik sekaligus mantan profesor pendidikan musik di Baldwin Wallace College dan menjabat sebagai pengajar di The Ohio State University, Amerika Serikat, musik menstimulasi semua bidang perkembangan anak dan keterampilannya untuk kesiapan sekolah, terutama di bidang penguasaan bahasa dan keterampilan membaca. "Bahkan belajar alat musik mampu meningkatkan kemampuan anak belajar berhitung," jelas Dr. Baltagi.

Selain dengan memperdengarkan beragam musik pada si kecil, orang tua juga bisa menciptakan musik bersama dengan anak menggunakan tubuh.

Caranya adalah dengan bertepuk tangan, menjentikkan jari, menghentakkan kaki, hingga menepuk paha. Moms juga bisa memanfaatkan benda yang bisa menjadi sumber bunyi, seperti ember plastik dan sendok kayu.

Baca Juga: Apa Manfaat Balita Belajar Bermain Alat Musik Sejak Dini?

3. Bacakan Buku dengan Ekspresi

Ternyata, Membaca Bermanfaat untuk Kesehatan, Lho-5.jpg

Foto: shutterstock.com

Membaca buku bersama dengan si kecil adalah stimulasi otak anak yang wajib dilakukan. Dikutip dari First Book, dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carolyn B. Cates, profesor di departemen Psikologi di Purchase College (SUNY Purchase), Amerika Serikat, ditemukan bahwa kualitas dan kuantitas membaca buku pada si kecil baik untuk perkembangan bahasa dan kognitifnya, meningkatkan kosa kata dan keterampilan pra-membaca, serta mengasah perkembangan konseptual.

Apalagi ketika Moms membacakan buku dengan beragam ekspresi dan intonasi yang berbeda. Selain membuat ceritanya terdengar menarik, si kecil juga banyak belajar mengenal beragam ekspresi, seperti marah, kesal, senang, bahagia, dan tawa.

4. Rajin Ajak Bicara dan Bertanya

7 cara untuk mendorong kemampuan bicara balita 3

Foto: shutterstock.com

Mengajak anak bicara dan memberikan pertanyaan mudah padanya akan merangsang proses berpikir mereka. Stimulasi otak anak yang satu ini bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Misalnya, setelah membaca buku Moms bisa kembali bertanya siapa nama tokoh dalam cerita, perasaan tokoh yang jahat, dan aneka pertanyaan lainnya.

Dibandingkan bertanya, "Ini apa?", ada baiknya bantu si kecil berpikir dengan membantu mendeskripsikan hal-hal yang akan membantunya berpikir dan menemukan jawaban.

Moms bisa bertanya, "Kalau hewan yang warnanya kuning, kakinya dua, dan bisa berenang namanya apa?" Hal itu pasti akan terasa menyenangkan dan membuat si kecil banyak belajar.

Baca Juga: 6 Cerita Dongeng yang Bisa Dikenalkan Pada Anak

5. Kenalkan Alam dan Bereksplorasi

outdoor 2.jpg

Foto: shutterstock.com

Ketika jalan-jalan keliling komplek rumah atau taman, stimulasi otak anak dengan memperkenalkannya pada alam. Jangan hentikan ketika si kecil bermain dengan batu, menyentuh lumpur, memegang daun, dan meraba pohon. Dengan begitu dia belajar bahwa ada banyak teksur di sekelilingnya. Batu keras, lumpur lembek, daun bisa dirobek, dan pohon bertekstur kasar.

Berinteraksi dengan alam memungkinkan si kecil untuk belajar sambil melakukan dan bereksperimen dengan ide yang ada di kepalanya. Di alam, anak berpikir, mempertanyakan, dan membuat hipotesis sehingga mengembangkan pikiran ingin tahu.

"Tambahannya, udara segar dan bermain di alam mampu mengurangi level stres anak," jelas Dr. Danae Lund, dokter spesialis kesehatan perilaku anak dan remaja di Sanford Health, Amerika Serikat.

6. Tidur Cukup

Penyebab Gangguan Tidur Balita.jpg

Foto: shutterstock.com

Walaupun banyak orang tua sudah tahu pentingnya tidur untuk anaknya, tetapi tak bisa dipungkiri kalau masih banyak yang belum menerapkan jadwal tidur teratur pada si kecil.

Kesibukan kerja orang tua, jadwal kegiatan anak, atau kondisi mendadak lainnya seringkali membuat si kecil melewatkan tidur siang. Tentunya semua itu tidak baik untuk stimulasi otak anak.

"Masalah tidur tidak hanya mengganggu aktivitas anak di malam hari, tetapi juga di siang hari. Anda jadi kurang sadar secara mental, lebih lalai, tidak dapat berkonsentrasi, dan mudah terganggu. Anak juga jadi lebih impulsif secara fisik, hiperaktif, atau malas," jelas Marc Weissbluth, MD, psikolog anak sekaligus penulis buku Healthy Sleep Habits, Happy Child.

Jadi, buatlah jadwal tidur yang jelas dan apa pun yang terjadi, usahakan untuk si kecil mengikuti jadwal tersebut.

Baca Juga: Kenapa Anak Susah Tidur?

7. Berikan Asupan Pelengkap

Memilih Susu Formula Paling Tepat untuk Anak, Simak 6 Tipsnya di Sini!.jpg

Foto: shutterstock.com

Makanan yang baik adalah kunci perkembangan otak yang baik dan bisa membangun suasana hati si kecil dengan sempurna untuk memulai hari. Sajikan menu makanan yang menggugah selera anak dan tentu saja kaya nutrisi seimbang yang penting untuk perkembangan otak.

Selain makanan utama, berikan tambahan asupan pelengkap yang mampu memperkuat daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir anak. Salah satu pilihan yang bisa Moms coba adalah Nutrilon Royal 4 dengan ActiDuobio+.

Asupan pelengkap ini merupakan satu-satunya susu formula dengan kombinasi FOS : GOS yang dipatenkan untuk dukung daya tahan tubuh, tanpa gula tambahan, dan dengan kandungan Omega 3 dan 6 yang lebih tinggi.

Kandungan Vitamin C dan E di dalam Nutrilon Royal 4 dengan ActiDuobio+ membantu pembentukan serta pemeliharaan jaringan kolagen dan penyerapan zat besi yang maksimal.

Moms cukup berikan Nutrilon Royal 4 tiga kali sehari, usai makan dan sebelum tidur. untuk Semua kandungannya akan membantu proses stimulasi otak anak yang Moms terapkan sehingga hasilnya bisa semakin maksimal.

Baca Juga: Dukung Perkembangan Otak Anak Dengan 5 Nutrisi Ini

Itu dia 7 ide stimulasi otak anak untuk mendukung kemampuan berpikir dan belajarnya yang bisa Moms terapkan untuk tumbuh kembang maksimal si kecil. Dampingi juga supaya Moms selalu bisa memerhatikan tiap fase pertumbuhan si kecil.

(ADV)

Artikel Terkait