30 Oktober 2022

Dikenal Sebagai Suplemen Tidur, Yuk Kenali Melatonin Lebih Dalam!

Mengenal manfaat dan efek samping dari suplemen melatonin

Moms, pernah mendengar tentang melatonin? Apakah itu termasuk obat tidur? Mari simak dulu pembahasan berikut ini sebelum salah kaprah, ya.

Dilansir dari National Center for Complementary and Integrative Health, melatonin sebenarnya adalah hormon yang diproduksi otak sebagai respons terhadap kegelapan.

Fungsi dari hormon ini untuk membantu waktu ritme sirkadian dengan tidur.

Adapun ritme sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur dan bangun seseorang, yang diulang setiap 24 jam.

Ketika ritme sirkadian kita teratur, maka waktu tidur dan bangun juga teratur serta mampu menjaga kualitas hidup dengan baik.

Perlu dipahami, terkena cahaya di malam hari dapat memblokir produksi melatonin.

“Tubuh memproduksi melatonin secara alami. Melatonin bukan hormon yang membuat tidur. Namun, ketika kadar melatonin meningkat di malam hari, itu yang akan membantu meningkatkan kualitas tidur, ”jelas pakar tidur Luis F. Buenaver.

Namun, pada beberapa kondisi seseorang membutuhkan suplemen melatonin untuk menjaga ritme sirkadian mereka.

Meski ada beberapa manfaat suplemen melatonin, tetap perlu diketahui risiko yang mengintai dan efek samping yang mungkin terjadi.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehat sebelum Tidur

Fungsi Suplemen Melatonin

Melatonin adalah hormon yang ditemukan secara alami di dalam tubuh.

Suplemen melatonin juga dikenal dengan nama merek Circadin.

Suplemen makanan melatonin dapat dibuat dari hewan atau mikroorganisme, tetapi paling sering dibuat secara sintetis.

Melatonin yang digunakan sebagai obat biasanya dibuat secara sintetis di laboratorium.

Suplemen melatonin ini paling sering tersedia dalam bentuk pil.

Namun, ada juga melatonin yang tersedia dalam bentuk yang dapat ditempatkan di pipi atau di bawah lidah.

Hal ini memungkinkan melatonin untuk diserap langsung ke dalam tubuh.

Beberapa orang mengonsumsi melatonin melalui mulut untuk menyesuaikan jam internal tubuh.

Fungsi suplemen melatonin ini digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur dan menyesuaikan ritme sirkadian tubuh.

Melansir dari laman National Sleep Foundation, ritme sirkadian adalah perubahan perilaku, fisik, dan mental yang mengikuti siklus 24 jam.

Fungsi utama ritme sirkadian adalah menentukan apakah tubuh siap untuk tidur atau tidak.

Beberapa orang dengan kondisi ini membutuhkan suplemen melatonin, di antaranya, yaitu:

1. Insomnia

Insomnia (Orami Photo Stock)
Foto: Insomnia (Orami Photo Stock)

Siapa dari Moms yang saat ini masih berjuang untuk melawan insomnia? Gangguan tidur ini memang cukup sering terjadi, ya.

Dilansir dari WebMD, beberapa orang yang mengalami kesulitan tidur memiliki kadar melatonin yang rendah.

Diperkirakan bahwa menambahkan melatonin dari suplemen dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Namun, perlu dipahami bahwa suplemen melatonin harus berdasarkan resep dari dokter, ya.

Jika Moms mengalami insomnia, biasanya akan mengonsumsi melatonin hanya beberapa minggu untuk membantu mengatasi masalah tidur jangka pendek (insomnia).

Namun, pada beberapa kasus tertentu, kadang-kadang dokter akan meresepkan untuk mengonsumsi suplemen melatonin hingga 13 minggu.

Beberapa cara lainnya yang bisa membantu Moms untuk mengatasi insomnia, di antaranya:

  • Mengatur waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya.
  • Membuat suasana kamar lebih gelap dan redup, serta suhunya dingin.
  • Hindari bermain gadget apa pun itu menjelang waktu tidur.
  • Mandi air hangat juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
  • Hindari mengonsumsi kafein dan makanan berat menjelang waktu tidur.

Baca Juga: Bagaimana Cara Ampuh Mengatasi Insomnia?

2. Pekerja Shift

Pekerja Shift (Orami Photo Stock)
Foto: Pekerja Shift (Orami Photo Stock)

Bagi mereka yang bekerja dengan sistem shifting atau memiliki jadwal kerja yang berubah, hal tersebut dapat mengganggu waktu tidur dan bangun setiap harinya.

Shift kerja yang melibatkan shift malam dapat menyebabkan orang merasa mengantuk di tempat kerja dan membuat sulit untuk tidur di siang hari setelah shift berakhir.

Untuk itu, mereka mungkin saja membutuhkan suplemen melatonin untuk meningkatkan kualitas tidurnya dan membantu menetapkan siklus siang dan malam.

Jika sistem kerja shifting ini sudah mengganggu, mungkin ada baiknya Moms segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mungkin saja, Moms membutuhkan konsumsi suplemen melatonin. Perlu dipahami, hindari mengonsumsi minuman beralkohol atau merokok saat mengonsumsi melatonin.

Sebab, hal tersebut dapat menghentikan obat bekerja sebagaimana mestinya.

Itulah kondisi orang yang membutuhkan konsumsi suplemen melatonin.

Mereka yang mengalami jet lag setelah menempuh perjalanan udara yang panjang juga umumnya membutuhkan suplemen melatonin.

Beberapa orang mungkin mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi melatonin, atau merasa lelah, sakit, atau mudah tersinggung keesokan harinya.

Namun, umumnya suplemen melatonin ini aman untuk dikonsumsi, selama masih berada pada dosis yang tepat.

Baca Juga: Info dan Tips untuk Moms yang Bekerja Shift saat Hamil

Siapa Saja yang Boleh Konsumsi Suplemen Melatonin?

Siapa Saja yang Boleh Konsumsi Suplemen Melatonin? (Orami Photo Stock)
Foto: Siapa Saja yang Boleh Konsumsi Suplemen Melatonin? (Orami Photo Stock)

Dilansir dari National Health Service, suplemen melatonin sering digunakan untuk mengobati masalah tidur pada orang dewasa berusia 55 tahun atau lebih.

Namun, suplemen melatonin belum tentu cocok untuk semua orang. Jika Moms sedang hamil atau menyusui, ada baiknya konsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum mengonsumsi melatonin atau jenis obat lainnya.

Sedangkan pada anak-anak, sebenarnya suplemen melatonin dapat diberikan.

Melatonin dapat membantu pada anak-anak dengan masalah tidur.

Namun, para ahli umumnya setuju bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami penggunaan optimalnya pada anak-anak.

Jika Moms memiliki beberapa kondisi berikut ini juga perlu memastikan ke dokter tentang keamanan minum suplemen melatonin, yaitu:

  • Memiliki reaksi alergi terhadap melatonin atau jenis obat lainnya sebelumnya.
  • Memiliki gangguan pada kesehatan hati atau ginjal.
  • Memiliki rheumatoid arthritis, multiple sclerosis atau lupus, atau kondisi autoimun lainnya.

Baca Juga: Kenali 6 Penyebab Gangguan Tidur saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Risiko Suplemen Melatonin yang Perlu Diperhatikan

Risiko Suplemen Melatonin yang Perlu Diperhatikan (Orami Photo Stock)
Foto: Risiko Suplemen Melatonin yang Perlu Diperhatikan (Orami Photo Stock)

Sebenarnya, konsumsi suplemen melatonin minim risiko, apabila dikonsumsi dalam jangka pendek dan sesuai dengan resep dokter.

Selain itu, kebanyakan orang tidak memiliki efek samping saat mengonsumsi melatonin.

Namun, tetap ada beberapa efek samping yang bisa saja terjadi dan mungkin akan mengganggu Moms, seperti:

Efek samping yang serius bisa saja dapat terjadi apabila Moms mengonsumsi suplemen melatonin dalam jangka waktu yang panjang dan dosis berlebihan.

Bicaralah dengan dokter apabila Moms mengalami beberapa tanda, seperti:

  • Merasa sedih tanpa sebab yang jelas
  • Penglihatan kabur atau mata menjadi lebih berair dari biasanya
  • Sering mengalami pingsan
  • Mengalami psoriasis
  • Mengalami vertigo
  • Mengalami perdarahan yang tidak berhenti, memar yang tidak dapat dijelaskan, atau darah dalam urine

Baca Juga: Cari Tahu Macam-macam Gangguan Tidur, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Meningkatkan Melatonin secara Alami

Cara Meningkatkan Melatonin secara Alami (Orami Photo Stock)
Foto: Cara Meningkatkan Melatonin secara Alami (Orami Photo Stock)

Jika Moms tidak ingin mengonsumsi suplemen melatonin, coba lakukan beberapa hal ini untuk meningkatkan melatonin secara alami, yaitu:

  • Menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang menjelang tidur.
  • Berjemur di pagi hari untuk mendapatkan manfaat dari sinar matahari.
  • Hindari berlebihan bermain media sosial.
  • Menjaga keseimbangan antara screen time dan aktivitas yang nyata di luar ruangan.
  • Melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi, mendengarkan musik, yoga, membaca buku, dan lainnya.
  • Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan melatonin, seperti telur, asparagus, ubi, tomat, buah delima, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Suplemen melatonin memang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, namun ada baiknya Moms memahami cara meningkatkan melatonin secara alami, ya!

Semoga informasi ini membantu Moms mendapatkan kualitas tidur yang jauh lebih baik.

  • https://www.nhs.uk/medicines/melatonin/
  • https://www.sleepfoundation.org/melatonin
  • https://www.sleepfoundation.org/circadian-rhythm
  • https://www.ourpaleolife.com/how-to-increase-melatonin/
  • https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-940/melatonin
  • https://www.nccih.nih.gov/health/melatonin-what-you-need-to-know
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/melatonin-for-sleep-does-it-work

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.