08 Mei 2024

Teknik Hypnobirthing dan Manfaatnya dalam Persalinan

Apakah hypnobirthing cocok untuk semua bumil?

Hypnobirthing adalah metode untuk membantu mempersiapkan ibu hamil melewati proses persalinan yang tenang dan nyaman.

Caranya adalah dengan self-hypnosis atau hipnotis diri sendiri, dengan mengendalikan pikiran bawah sadar.

Hal tersebut dilakukan dengan mengirimkan kata-kata positif untuk membangun kepercayaan diri dan ketenangan selama persalinan.

Metode ini menggunakan teknik relaksasi, visualisasi, dan kesadaran untuk membantu Moms berkonsentrasi pada tubuh dan kelahiran calon bayi.

Namun, apakah hypnobirthing ini benar-benar mempermudah kelahiran? Bagaimana dengan keamanannya?

Yuk, kenali lebih jauh seputar metode hypnobirthing!

Baca Juga: Aturan Cuti Istri Melahirkan dan 20 Aktivitas Pereda Stres Pasca Melahirkan

Sejarah Hypnobirthing

Bayi Tidur (Pixabay.com)
Foto: Bayi Tidur (Pixabay.com)

Hypnobirthing muncul tahun 1950-an dan dipopulerkan pada tahun 1980-an.

Menurut Dr. Kathleen Beebe, Ph.D., RN, seorang profesor keperawatan di Dominika Universitas California, daya tarik hypnobirthing cukup besar di Inggris, Eropa, dan Amerika.

Ada beberapa penelitian tentang popularitas hypnobirthing.

Salah satunya adalah survei representatif nasional yang melibatkan 2.400 ibu di Amerika Serikat.

Ibu-ibu tersebut melahirkan antara tahun 2011 dan 2012.

Hasilnya, ditemukan lebih dari seperlima ibu yang menggunakan strategi mental untuk melahirkan, seperti relaksasi, visualisasi atau hipnosis.

Semakin ke sini, metode hypnobirthing semakin populer di kalangan ibu hamil yang ingin persalinannya lancar dan normal tanpa rasa sakit maupun nyeri.

Baca Juga: 4 Artis yang Melahirkan di Bumi Sehat Bali dengan Cara Gentle Birth

Manfaat Hypnobirthing

Bayi Baru Lahir (Pixabay.com)
Foto: Bayi Baru Lahir (Pixabay.com)

Hipnosis telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati hampir semua hal, mulai dari penyakit mental hingga nyeri operasi.

Akan tetapi, pada 1950-an, hipnoterapis mulai mempromosikan penggunaannya untuk meringankan rasa sakit persalinan dan kelahiran.

Pada tahun 1989, ahli hipnoterapis Marie Mongan mengembangkan sebuah program yang disebut hypnobirthing.

Ia percaya, ketakutan dan kecemasan dapat meningkatkan rasa sakit.

Dikutip dari Journal of Maternal and Child Health, teknik-teknik seperti meditasi, perumpamaan terpandu, pernapasan dalam, dan hipnosis dapat mengarahkan ibu hamil ke dalam keadaan relaks.

Untuk tujuan ini, wanita di kelas hypnobirthing diajarkan untuk memikirkan aspek-aspek persalinan secara berbeda.

Dengan 'membingkai' ulang proses ini dalam istilah yang lebih menyenangkan, proses melahirkan konon tidak terasa begitu menyakitkan.

Selain itu, ada pula manfaat hypnobirthing lainnya. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Persalinan Menjadi Lebih Cepat

Secara khusus, hipnosis selama kelahiran dapat membantu mempersingkat tahap pertama.

Metode ini mempermudah persalinan awal, saat kontraksi menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih dekat saat serviks terbuka.

2. Kelola Rasa Sakit Secara Alami

Jika Moms mencari persalinan bebas obat, hipnosis dapat membantu.

Melansir NCT's Journal, ibu hamil yang melakukan hypnobirthing tidak menggunakan obat penghilang rasa sakit apa pun.

Mereka melaporkan tingkat nyeri maksimal hanya 5,8 dari skala 10.

Baca Juga: Melahirkan Normal Setelah Caesar (VBAC)? Bisa!

3. Perasaan Lebih Terkendali

Melansir sebuah studi yang dikutip Mayo Clinic, melaporkan bahwa ibu hamil lebih merasa rileks dan terkendali.

Sehingga, ketegangan mereka tentang persalinan dan kelahiran berkurang.

4. Menghasilkan Bayi yang Sehat

Teknik hypnobirthing memungkinkan melahirkan bayi yang sehat daripada yang tidak melakukan metode ini.

5. Lebih Ramah untuk Ibu dengan Trauma

Hypnobirthing secara khusus dapat membantu persalinan ibu hamil yang pernah mengalami trauma seputar persalinan atau yang secara umum takut akan persalinan.

Ini karena sekitar 40% metode ini berfokus secara khusus pada masalah mengendalikan trauma.

Selain ikatan batin yang tercipta antara ibu dan bayi, metode hypnobirthing juga melibatkan peran ayah untuk membantu ibu tetap fokus dan tenang saat persalinan.

Hal ini membuat sang ayah juga dapat memahami lebih baik apa yang dialami pasangan mereka, secara fisik dan emosional.

Dads ikut menjadi bagian yang aktif dalam proses persalinan, sehingga tercipta pula ikatan batin antara ibu, ayah, dan bayi baru lahir.

Baca Juga: Sarwendah Terbang ke Singapura untuk Melahirkan, Ketahui Batas Usia Kandungan Agar Aman Naik Pesawat!

Apakah Benar Memudahkan Persalinan?

Tangan Bayi (Pixabay.com)
Foto: Tangan Bayi (Pixabay.com)

Sebuah ulasan Cochrane tahun 2016 dari sembilan uji klinis yang melibatkan hampir 3.000 ibu melahirkan, melaporkan bahwa mereka yang menggunakan hipnosis merasa sakit sedikit dan lebih banyak kepuasan dengan pengalaman kelahiran mereka.

Beberapa program mengklaim bahwa self-hypnosis tidak hanya dapat menjadi obat mujarab untuk rasa sakit dan ketakutan.

Tetapi juga dapat mengurangi jumlah intervensi medis yang diperlukan selama persalinan.

Hypnobirthing Institute melaporkan pada tahun 2011, bahwa mereka yang melakukan hipnoterapi lebih kecil kemungkinannya untuk menjalani operasi caesar.

Ini juga berlaku pada episiotomi (bedah untuk memperbesar pembukaan vagina) atau pemantauan janin terus menerus selama persalinan jika dibandingkan dengan yang belum pernah menggunakan hypnobirthing.

Dalam uji klinis 2015 yang melibatkan 680 wanita, para peneliti menemukan bahwa mereka yang self-hypnosis merasa tidak takut dan cemas selama persalinan.

Mereka juga mengatakan bahwa hipnosis membantu mereka merasa tenang, percaya diri, dan lebih kuat sebelum dan selama proses melahirkan.

“Awalnya mereka skeptis, tetapi akhirnya menjadi sangat positif tentang teknik ini, seperti halnya pasangan mereka,” tutup Dr. Soo Downe, Ph.D., salah satu penulis uji klinis dan profesor dalam studi kebidanan di University of Central Lancashire di Inggris.

Hypnobirthing adalah metode persalinan yang menggunakan teknik self-hypnosis dan relaksasi.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb