08 Juni 2022

Mengenal Microgest, Obat untuk Memperlancar Menstruasi

Microgest bukan hanya untuk perlancar siklus menstruasi saja. Cek, yuk!

Pernahkah Moms berhenti menstruasi padahal belum jatuh masa menopause? Jika pernah, Moms bisa mengonsumsi Microgest untuk bantu melancarkan siklus menstruasi kembali.

Lantas, bagaimana cara kerja obat ini di dalam tubuh?Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Apa Itu Microgest?

Microgest
Foto: Microgest (Canva.com)

Foto: Orami Photo Stock

Microgest adalah obat yang mengandung progesteron termikronisasi. Pada umumnya, obat ini digunakan untuk gangguan akibat kurangnya hormon progesteron pada tubuh.

Gangguan-gangguan tersebut bisa berupa:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Keguguran
  • Kelahiran bayi secara prematur
  • Mengurangi kesuburan
  • Kanker payudara
  • Gejala PMS
  • Pendarahan uretra yang tidak normal.

Pada dasarnya hormon progesteron diproduksi secara alami di dalam ovarium. Namun, terkadang jumlahnya bisa berkurang hingga mempengaruhi kondisi kesehatan.

Nah, kandungan progesteron pada Microgest ini diyakini mampu membantu meningkatkan jumlah progesteron pada tubuh supaya normal kembali.

Microgest yang beredar di pasaran, termasuk apotek dan praktek dokter, terdiri dari 2 jenis, yaitu Microgest 100 mg dan Microgest 200 mg.

Dalam satu kemasan terdiri dari 15 kapsul dengan kandungan micronised progesteron sebanyak 100 mg dan 200 mg, tergantung jenisnya.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Menstruasi Tidak Teratur

Fungsi Microgest

Microgest
Foto: Microgest

Foto: Orami Photo Stock

Kandungan progesteron dalam Microgest memiliki manfaat untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan akibat perubahan level hormon progesteron.

Beberapa fungsi Microgest yang bisa Moms dapatkan antara lain:

  • Membantu mengatasi amenorrhea, yaitu kondisi dimana siklus menstruasi berhenti selama 3 bulan atau lebih secara berturut-turut, padahal belum jatuh masa menopause
  • Membantu mengatasi pendarahan yang tidak normal akibat ketidakseimbangan hormon
  • Membantu mengatasi gejala PMS
  • Sebagai terapi penggantian hormon, yakni dengan mengurangi jumlah hormon estrogen di dalam uterus, kemudian diganti dengan hormon progesteron untuk melancarkan menstruasi
  • Membantu memperkuat kandungan
  • Membantu meningkatkan potensi hamil
  • Membantu mengurangi rasa nyeri pada payudara (bukan akibat kanker payudara)
  • Membantu mengurangi gejala menopause seperti wajah memerah dan berkeringat
  • Membantu mengurangi resiko kelahiran bayi secara prematur menurut beberapa penelitian

Baca Juga: 10+ Manfaat Daun Sereh, Bisa Meringankan Gejala PMS Lho!

Dosis dan Aturan Pakai Microgest

Microgest
Foto: Microgest (Shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Microgest termasuk dalam kategori obat yang harus diresepkan oleh dokter. Oleh karena itu, Moms perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan konsumsi sesuai arahannya.

Dosis pemakaian Microgest pada tiap orang berbeda-beda tergantung indikasi dan kebutuhannya.

Adapun dosis umum yang dianjurkan yaitu:

  • Microgest 100 mg sebanyak 2-3 kapsul/hari dalam dosis terbagi
  • Microgest 200 mg sebanyak 1-2 kapsul/hari dalam dosis terbagi

Dosis terbagi artinya konsumsi obat dibagi dalam beberapa sesi sehari. Misalnya, dosis 100 mg dalam 3 dosis terbagi, artinya Moms bisa minum obat tersebut 3 kali sehari.

Sementara itu, pemakaian Microgest bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu diminum melalui mulut dan dimasukkan ke dalam vagina.

Cara pemakaian ini juga tergantung pada gangguan yang Moms alami.

Penggunaan dengan cara diminum biasanya dilakukan untuk terapi penggantian hormon, meningkatkan kesuburan, dan mencegah kelahiran bayi secara prematur.

Sedangkan penggunaan melalui vagina untuk kondisi seperti:

  • Sakit payudara (mastalgia)
  • Siklus menstruasi tidak lancar
  • Penebalan dinding rahim
  • Ketidaksuburan
  • Kelahiran bayi secara prematur

Baca Juga: 11 Penyebab Kelahiran Prematur yang Harus Moms Ketahui

Lalu kapan Microgest sebaiknya diminum? Moms dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini sebelum tidur saat perut kosong.

Selain itu, durasi penggunaan Microgest juga bervariasi tergantung tujuannya untuk apa.

Apabila untuk memperlancar siklus menstruasi, Moms bisa menggunakan Microgest tiap 2 hari sekali selama 6 hari setiap bulannya.

Sedangkan untuk tujuan yang lain, Moms mungkin perlu memperhitungkan siklus dengan lebih teliti lagi.

Efek Samping Microgest

Microgest
Foto: Microgest (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Penggunaan obat pada umumnya memiliki efek samping terhadap penggunanya, tak terkecuali Microgest.

Melansir WebMD, berikut ini beberapa efek samping yang bisa Moms alami setelah mengonsumsi Microgest:

  • Sakit perut
  • Perubahan nafsu makan
  • Berat badan naik
  • Edema (pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh)
  • Pegal-pegal
  • Jerawat
  • Insomnia
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Payudara tidak nyaman dan membesar
  • Gejala PMS
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Pendarahan yang tidak normal

Selain itu, penelitian NCBI juga menyebutkan bahwa penggunaan obat dengan kandungan progesteron secara terus-menerus berpotensi mengalami efek samping sebagai berikut:

  • Sakit pinggang
  • Kram perut
  • Nyeri payudara
  • Pendarahan pada vagina
  • Hypercoagulant state (naiknya trombosit dalam darah)
  • Pusing dan tekanan darah menurun

Microgest untuk Ibu Hamil

Microgest
Foto: Microgest (https://www.irishexaminer.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Penggunaan obat pada ibu hamil memang perlu perhatian lebih ketimbang wanita pada umumnya.

Mengonsumsi obat tertentu tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi janin.

Nah, kabar baik untuk Moms nih ternyata Microgest ini diyakini aman bagi ibu hamil dengan tujuan mencegah kelahiran bayi secara prematur dan upaya meningkatkan kesuburan.

Sayangnya, jika dikonsumsi untuk tujuan yang lain nampaknya Microgest dinilai kurang aman untuk ibu hamil.

Jika memungkinkan, Moms bisa konsultasikan pada dokter untuk menggunakan obat atau treatment lain yang lebih aman ketimbang menggunakan Microgest.

Harga Microgest

Microgest
Foto: Microgest (katestravel.com)

Foto: Orami Photo Stock

Harga Microgest jenis 100 mg dan 200 mg tentunya berbeda. Berikut ini rinciannya:

  • Microgest 100 mg 15 kapsul berkisar Rp216.900-Rp256.100/box
  • Microgest 200 mg 15 kapsul berkisar Rp240.200-Rp473.700/box

Moms bisa membeli obat ini di apotek-apotek terdekat. Namun, perlu diingat pula bahwa harga Microgest di tiap apotek bisa saja berbeda.

  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a604017.html
  • https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-760/progesterone
  • https://www.webmd.com/menopause/guide/menopause-hot-flashes
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558960/#!po=94.6809
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538251/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.