01 April 2022

Clotrimazole, Obat untuk Atasi Beragam Infeksi Jamur di Kulit

Clotrimazole merupakan obat anti jamur golongan azole yang memiliki berbagai sediaan

Clotrimazole merupakan obat infeksi kulit yang disebabkan jamur dan bekerja dengan cara merusak struktur membran sel jamur.

Clotrimazole merupakan obat anti jamur golongan azole, yang tersedia dalam bentuk tablet vaginal dan juga krim.

Krim obat biasanya digunakan untuk infeksi kulit yang umum seperti kaki kutu air, gatal di selangkangan, dan kurap.

Sementara tablet vaginal digunakan untuk mengobati infeksi jamur di vagina.

Selain itu, Clotrimazole juga digunakan untuk mengobati kondisi kulit yang dikenal sebagai pityriasis versicolor, juga disebut tinea versikolor, atau infeksi jamur yang menyebabkan penipisan atau penggelapan kulit leher, dada, lengan, atau kaki.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Clotrimazole harus digunakan dengan teratur, tepat di area-area infeksi kulit atau gatal.

Namun sebaiknya, gunakan sesuai dengan petunjuk dalam kemasan atau anjuran dokter untuk menghindari efek samping.

Meski berbentuk krim lembut, Clotrimazole juga bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Terutama jika digunakan secara berlebihan.

Salah satu efek samping yang ditimbulkan dari obat kulit yang satu ini adalah munculnya rasa terbakar.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan Clotrimazole lewat ulasan berikut.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Infeksi Kulit yang Bisa Sangat Mengganggu Keseharian Moms

Fungsi Clotrimazole

Clotrimazole
Foto: Clotrimazole (ubuy.co.id)

Foto: ubuy.co.id

Melansir Medicine Net, Clotrimazole adalah obat antijamur yang berhubungan dengan fluconazol (Diflucan), Cetoconazole (Nizoral), itraconazole (Sporanox), dan miconazole (Micatin, Monistat).

Obat salep ini tersedia juga sebagai obat generik dengan beberapa merek, termasuk Lotrimin AF, Mycelex, dan Trivagizole.

Obat-obat tersebut dijual bebas untuk menyembuhkan berbagai infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida albicans.

Beberapa penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, termasuk:

  • Kutu air
  • Sariawan
  • Panu
  • Infeksi jamur vagina
  • Kurap
  • Gatal di selangkangan
  • Infeksi jamur yang menyebabkan penggelapan kulit leher, dada, lengan, atau kaki

Setiap gram Clotrimazole mengandung 10 mg Clotrimazole USP, didispersikan dalam vanishing cream base sorbitan monostearate, polysorbate 60, cetyl esters wax, cetostearyl alcohol, octyldodecanol, purified water, dan benzyl alcohol (1%) sebagai pengawet.

Dosis dan Cara Pakai Clotrimazole

salep medis.jpg
Foto: salep medis.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Clotrimazol tersedia dalam bentuk krim dan tablet vaginal. Dosis keduanya berbeda, namun biasanya terdapat dalam kemasan obat.

Namun, untuk memastikannya, Moms bisa melakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Biasanya, krim obat Clotrimazole digunakan dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Namun, gunakan obat ini pada kulit saja.

Oleskan obat ini ke kulit yang terinfeksi, biasanya dua kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter.

Umumnya, dosis dan lama pengobatan tergantung pada jenis infeksi yang diobati. Jangan menerapkan ini lebih sering dari yang ditentukan.

Kondisi kulit tidak akan sembuh lebih cepat, tetapi efek sampingnya mungkin meningkat.

Pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat, untuk menghindari sisa obat terkena mata, hidung, mulut, atau vagina.

Gunakan Clotrimazole secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal darinya.

Sebaiknya obat ini terus digunakan sampai jamur benar-benar menghilang, karena menghentikan pengobatan terlalu dini dapat membuat jamur terus tumbuh, yang dapat menyebabkan kekambuhan infeksi.

Selain itu, ingatlah untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.

Namun, jika kondisi tetap tidak membaik selama empat minggu perawatan atau semakin memburuk, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

Sementara dosis yang dianjurkan dokter untuk Clotrimazole tablet vaginal adalah satu tablet setiap hari dan untuk digunakan pada malam hari.

Baca Juga: Desoximetasone Obat Gatal dan Ruam Kulit, Ketahui Aturan Pakainya

Efek Samping

Kulit gatal
Foto: Kulit gatal (Freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Obat kulit ini juga bisa menimbulkan efek samping. Terutama jika digunakan secara berlebihan atau ketika Moms memiliki alergi. Maka sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya tanpa persetujuan dari dokter kulit.

Kecuali dokter telah menyarankan penggunaan Clotrimazole untuk menyembuhkan infeksi kulit di tubuh Moms. Namun jika setelah pemakaian muncul efek samping, pastikan untuk segera menghubungi dokter.

Efek samping Clotrimazole paling umum adalah rasa terbakar dan menyengat. Namun ada beberapa efek samping lainnya, yang mungkin terjadi.

  • Melepuh parah pada kulit yang dirawat
  • Bengkak, kemerahan, atau berair
  • Terbakar parah, gatal, atau iritasi
  • Pengelupasan kulit yang dirawat
  • Muncul benjolan seperti jerawat

Selain itu, reaksi alergi yang sangat serius terhadap Clotrimazole juga jarang terjadi. Namun, di beberapa kasus, reaksi alergi bisa saja muncul.

Segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter jika muncul beberapa gejala alergi serius seperti:

  • Ruam
  • Gatal
  • Bengkak, terutama pada wajah, lidah, tenggorokan
  • Pusing parah
  • Kesulitan bernapas

Baca Juga: 6 Pilihan Obat Alergi, Pertimbangkan Sesuai Kebutuhan, ya!

Itulah informasi yang perlu Moms ketahui tentang obat infeksi jamur, Clotrimazole. Yang perlu diingat, obat gatal ini tersedia dalam bentuk krim dan tablet vagina.

Keduanya sama-sama mengobati infeksi jamur, namun di dua tempat yang berbeda. Jadi, sebaiknya pastikan untuk membeli sesuai kebutuhan, ya.

Selain itu, penting juga untuk menghindari infeksi jamur, yang pasti akan sangat mengganggu. Jamur membutuhkan lingkungan yang hangat dan lembab untuk tumbuh.

Banyak berkeringat atau bekerja di lingkungan yang hangat dan lembab dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.

Berjalan tanpa alas kaki di tempat lembab, seperti gym, ruang ganti, dan kamar mandi, juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur. Tempat-tempat umum ini sering kaya akan spora jamur.

Untuk mencegahnya, pastikan Moms menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan setiap hari.

Namun, jika terkena infeksi jamur di kulit atau vagina, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait dosis penggunaan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan, ya Moms!

  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-174032/lotrimin-af-clotrimazole-topical/details
  • https://www.pharmacytimes.com/view/new-genetic-risk-factors-discovered-in-migraine-study
  • https://www.medicinenet.com/clotrimazole/article.htm#what_is_the_dosage_for_clotrimazole
  • https://www.drugs.com/pro/clotrimazole-cream.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.