03 Mei 2023

10+ Jenis Ruam pada Bayi serta Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Umumnya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya

Kebanyakan bayi baru lahir sering mengalami berbagai masalah kulit, salah satunya adalah ruam pada bayi.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Maedica: A Journal of Clinical Medicine, dijelaskan bahwa ruam sangat umum terjadi pada bayi baru lahir, dan dapat terjadi selama 4 minggu pertama kehidupannya.

Sebagian besar ruam pada bayi tidak berbahaya dan cenderung dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, adanya ruam pada tubuh dapat sangat menganggu bayi dan membuatnya merasa tidak nyaman akibat iritasi.

Terdapat beberapa penyebab yang dapat menimbulkan ruam pada bayi. Penyebabnya dapat berbeda-beda berdasarkan jenis ruamnya.

Baca Juga: 10 Tips Mudah Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir, Bantu Cegah Iritasi Kulit!

Jenis Ruam pada Bayi

Ruam di Pipi Bayi
Foto: Ruam di Pipi Bayi (Orami Photo Stock)

Berikut beberapa jenis ruam pada bayi yang sangat umum terjadi selama beberapa bulan pertama kehidupannya, simak selengkapnya.

1. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik atau cradle cap adalah dermatitis yang terjadi pada kulit kepala bayi.

Bayi dapat mengalami dermatitis seboroik ketika mereka berusia antara 2 minggu hingga 12 bulan.

Bayi dengan masalah ini akan memiliki bercak kuning atau merah yang sedikit bersisik di kulit kepala mereka.

Kondisi ini juga dapat dimulai pada bagian wajah atau area popok dan menyebar ke bagian lain di tubuh bayi.

2. Miliaria

Miliaria juga dikenal sebagai biang keringat atau ruam panas.

Jenis ruam pada bayi ini terjadi akibat dari kelenjar keringat bayi yang belum sepenuhnya berkembang sehingga membuatnya mudah tersumbat di kulit.

Kondisi ini sering terjadi pada daerah yang beriklim panas dan lembap.

3. Ruam Popok

Ruam popok merupakan peradangan kulit di area selangkangan bayi yang ditandai dengan kulit memerah dan meradang.

Jenis ruam pada bayi ini disebabkan oleh beberapa hal, termasuk air seni atau kotoran yang mengiritasi kulit bayi.

Ruam popok bayi dapat diobati dengan krim khusus. Jangan gunakan bedak atau antiseptik untuk mengobati ruam popok.

Jika kulit bayi menderita infeksi jamur, gunakan salep antijamur untuk mengobatinya. Namun, untuk penanganan yang lebih tepat, lakukanlah pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga: Iritasi Kulit pada Bayi, Ini Penyebab dan Pengobatannya!

4. Eksim (Dermatitis Atopik)

Eksim atau dermatitis atopik merupakan kondisi yang ditandai dengan kulit menjadi kering, gatal, dan pecah-pecah.

Pemicu umum dari kondisi ini, yaitu rasa panas, bahan kimia dalam sabun, wewangian, dan pelembap.

Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi dan lebih dari setengah pasien mengalami gejala pada tahun pertama kehidupan hingga usia 5 tahun.

5. Jerawat Bayi

Jerawat pada Bayi
Foto: Jerawat pada Bayi (Todaysparent.com)

Jerawat bayi ditandai dengan munculnya benjolan merah atau putih yang umumnya timbul pada area pipi, hidung, dagu atau dahi bayi.

Jenis ruam pada bayi ini disebabkan oleh paparan hormon sang ibu selama bayi berada di dalam kandungan.

Kondisi ini tidak memerlukan perawatan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

6. Impetigo

Impetigo adalah infeksi bakteri yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan gatal dan lecet pada kulit.

Masalah kulit ini sangat menular dan membutuhkan perawatan khusus. Penularan impetigo dapat berhenti setelah 24 jam pasca pengobatan antibiotik.

Baca Juga: 4 Bentuk Alergi Kulit Bayi yang Harus Moms Waspadai

7. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh adanya kontak dengan benda asing.

Bahan tersebut bisa berupa zat kimia dari produk apa pun, seperti sabun, detergen, dan pelembut kain.

Reaksi yang bisa terlihat seperti kulit akan tampak seperti luka bakar. Bayi yang mengalami dermatitis kontak iritan biasanya akan menjadi rewel.

Selain dari zat kimia produk, jenis ruam pada bayi yang satu ini dapat terjadi di sekitar mulut, karena adanya kontak kulit dengan makanan bayi atau air liur.

8. Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (Flu Singapura)

Kondisi ini merupakan infeksi yang sangat menular, dan rentan dialami oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Dilansir dari Healthline, penyakit ini disebabkan oleh paparan dari berbagai virus, namun paling sering disebabkan oleh Coxsackie A16.

Kondisi ini ditandai dengan adanya lepuh atau luka di mulut, serta ruam di tangan dan kaki, dan termasuk kondisi ringan yang dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Infeksi virus ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan tangan yang tidak dicuci atau permukaan yang terkontaminasi dengan kotoran.

9. Fifth Disease (Erythema Infectiosum)

Ruam Kulit Bayi
Foto: Ruam Kulit Bayi (Thehealthmagazine.com)

Penyakit ini merupakan salah satu penyebab umum ruam pada bayi dan demam pada anak.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini disebabkan oleh virus parvovirus B19, dan sering kali disebut eritema infectiosum.

Penyakit ini dapat ditandai dengan munculnya ruam merah di pipi, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada bagian tubuh lainnya.

Selain ruam pada kulit, terdapat beberapa gejala lainnya, yakni:

Baca Juga: 3 Tanda Kulit Bayi Sensitif dan Cara Merawatnya

10. Meningitis

Adanya ruam pada kulit bayi bisa juga menjadi pertanda bahwa Si Kecil menderita meningitis.

Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang.

Selain ruam, terdapat beberapa gejala lainnya yang disebabkan oleh kondisi ini, yakni:

  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Leher bayi kaku
  • Gemetar tak terkendali
  • Tangan atau kaki terasa dingin
  • Kebingungan
  • Demam

11. Cacar Air

Cacar air merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster.

Cacar air biasanya ditandai dengan timbulnya ruam yang dapat berkembang dan membuat penderitanya merasa gatal, dan muncul bentol berisi cairan.

Selain permasalahan pada kulit, cacar air juga diikuti dengan demam, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan tubuh.

Cara Mengatasi dan Mencegah Ruam Kulit Bayi

Bayi Ganti Popok
Foto: Bayi Ganti Popok (Orami Photo Stock)

Meskipun ruam pada bayi sangat umum terjadi, namun terdapat beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk mencegah timbulnya ruam di kulit bayi.

Ini dia cara cegah ruam pada bayi yang dapat Moms coba.

1. Rutin Mengganti Popok

Saat Si Kecil mengalami ruam kulit, Moms wajib memperhatikannya lebih sering. Ganti popok Si Kecil secara rutin. Jangan menunggu hingga lebih dari setengah hari.

Membiarkan popok tetap dalam keadaan basah dan kotor dapat menjadi tempat berkumpulnya virus dan bakteri yang bisa mengakibatkan ruam kulit.

Pastikan Moms atau pengasuh membersihkan area genital dan selangkangan dengan tepat, ya.

Jaga kulit bayi senantiasa bersih dan kering agar timbul masalah kulit.

2. Mengganti Merek Popok

Tidak hanya karena jarang mengganti popok saja, namun ruang popok juga bisa disebabkan karena kulit Si Kecil yang terlalu sensitif terhadap merek popok tertentu.

3. Pilih Produk Perawatan Tubuh Khusus untuk Kulit Bayi

Gunakan sabun, sampo, dan pelembap yang dirancang khusus untuk kulit bayi yang sensitif.

Apabila Si Kecil menggunakan popok kain, mungkin bahan dari detergen yang dipakai bisa menjadi penyebabnya.

Gunakan detergen yang diformulasikan khusus untuk pakaian bayi agar ia terhindar dari masalah kulit seperti ruam.

4. Gunakan Popok yang Tidak Terlalu Ketat

Ganti Popok Bayi
Foto: Ganti Popok Bayi (Orami Photo Stock)

Hal inilah yang bisa menyebabkan ruam pada bayi terjadi. Pastikan Moms mengetahui ukuran popok Si Kecil dengan tepat, jangan sampai terlalu besar ataupun terlalu kecil.

5. Pilih Pakaian Bayi dengan Bahan yang Nyaman

Pakaian yang tidak menyerap keringat dapat membuat kulit bayi menjadi lembap dan yang bisa memicu masalah kulit.

Moms bisa memilih pakaian bayi yang terbuat dari 100% katun yang nyaman di kulit.

Pilih pakaian yang tepat sesuai cuaca untuk menghindari bayi merasa kepanasan.

Baca Juga: 6 Penyebab Bentol Berair pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya, Catat!

6. Perhatikan Asupan Makanan yang Mungkin Memicu Alergi

Coba perhatikan apakah ruam timbul setelah bayi mengonsumsi makanan tertentu?

Jika iya, Moms perlu menghindari memberikan makanan pemicu tersebut.

7. Perhatikan Kebersihan Tangan dan Tubuh Sebelum Menyentuh Bayi

Sebelum mengganti popok atau pakaian bayi, pastikan tangan Moms bersih dari kuman.

Selalu cuci tangan sebelum menyentuh bayi. Selain itu, jangan membiarkan orang asing atau siapa pun yang memiliki penyakit mencium Si Kecil.

8. Menggunakan Diaper Cream yang Aman untuk Kulit Bayi

Ruam pada bayi bisa terjadi pada bagian tubuh manapun, termasuk area popok. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mencegahnya dengan produk khusus.

Misalnya dengan menggunakan diaper cream yang aman untuk kulit bayi, sehingga bagian tubuh yang sering lembap tersebut tidak mengalami ruam.

Moms bisa mendapatkan produk diaper cream untuk bayi dan anak-anak dengan mudah di pasaran. Jangan lupa untuk selalu membaca kandungan dan aturan pakainya dalam kemasan, ya.

Baca Juga: 15+ Penyebab Bintik Merah pada Bayi, Tak Melulu Biang Keringat!

Itu dia Moms informasi terkait ruam pada bayi beserta cara mengatasinya.

Menjaga kesehatan kulit bayi memang sangat penting untuk Moms lakukan.

Jadi, berikanlah segala yang terbaik untuk Si Kecil agar mereka selalu merasa aman dan nyaman.

  • https://www.healthline.com/health/hand-foot-mouth-disease#treatment
  • https://www.skinsight.com/skin-conditions/infant/irritant-contact-dermatitis#:~:text=Irritant%20contact%20dermatitis%2C%20specifically%2C%20is,dermatitis%20will%20usually%20be%20fussy.
  • https://www.parents.com/baby/care/skin/skin-care-for-your-babys-face/
  • https://kidshealth.org/en/parents/cradle-cap.html
  • https://www.cdc.gov/parvovirusb19/fifth-disease.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC5574071/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/baby-rash
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323926#prevention
  • https://www.healthxchange.sg/children/baby-0-24-months/common-baby-skin-conditions-symptoms-causes

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb