25 Januari 2022

Desoximetasone Obat Gatal dan Ruam Kulit, Ketahui Aturan Pakainya

Membantu atasi eksim, alergi, hingga psoriasis

Desoximetasone adalah obat untuk berbagai masalah kulit, seperti peradangan, kemerahan, dan gatal.

Misalnya pada kasus psoriasis, eksim, alergi, dan dermatosis.

Obat ini termasuk dalam golongan obat kortikosteroid.

Cara kerjanya dengan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh, agar peradangan bisa teratasi.

Desoximetasone adalah obat keras yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.

Obat ini tersedia dalam bentuk topikal, yaitu krim atau salep.

Baca Juga: Penisilin, Antibiotik untuk Berbagai Macam Infeksi Bakteri

Manfaat Desoximetasone

eksim dishidrosis -  penyebab.jpg
Foto: eksim dishidrosis - penyebab.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti disinggung tadi, desoximetasone adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengobati berbagai penyakit kulit.

Termasuk eksim, dermatitis, alergi, dan ruam kulit.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi psoriasis.

Bahkan, menurut studi pada 2018 di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, desoximetasone juga dapat mengatasi psoriasis pada kulit kepala.

Studi lain pada 2017 di Journal of Drugs in Dermatology mengungkapkan bahwa desoximetasone juga bisa mengatasi gejala pruritus pada kasus dermatitis atopik.

Pruritus adalah nama medis untuk rasa gatal yang menimbulkan keinginan untuk menggaruk.

Baca Juga: Ketahui 3 Penyebab Eksim pada Bayi

Dosis dan Cara Penggunaan Desoximetasone

04 SALEP ANTIBIOTIK - sumber healthlinecom.jpg
Foto: 04 SALEP ANTIBIOTIK - sumber healthlinecom.jpg (Shutter Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Dosis desoximetasone dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usia dan kondisi yang dialami.

Ini merupakan obat keras, sehingga pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Namun, secara umum, dosis desoximetasone berdasarkan kondisi yang diobati adalah:

1. Untuk Mengatasi Psoriasis

Dewasa dan anak-anak: Oleskan 2 kali sehari pada area kulit yang bermasalah.

2. Untuk Mengatasi Dermatosis

Dewasa: Oleskan obat 2 kali sehari pada area kulit yang bermasalah.

Dalam menggunakan desoximetasone, pastikan untuk mengikuti anjuran dari dokter dan juga baca petunjuk pada kemasan obat.

Hindari menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Sebelum mengoleskan krim desoximetasone, jangan lupa cuci tangan dan keringkan dengan baik area kulit yang akan dioles obat.

Lalu, oleskan obat secara merata di area kulit yang mengalami masalah.

Hindari mengoleskan desoximetasone pada area kulit yang luka.

Selain itu, jangan oleskan obat ini di kulit wajah, ketiak, atau kemaluan.

Setelah dioleskan obat, jangan tutup bagian kulit tersebut, kecuali atas petunjuk dokter.

Jika krim desoximetasone mengenai mata, hidung, mulut, atau area selain yang diobati, segera cuci dengan air hingga bersih.

Agar hasilnya optimal, usahakan menggunakan desoximetasone di waktu yang sama setiap harinya.

Bila Moms lupa menggunakan desoximetasone, gunakan jika jeda dengan jadwal pemakaian berikutnya tidak terlalu dekat.

Namun jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Pastikan menyimpan desoximetasone di tempat yang sejuk dan kering.

Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan jangkauan anak-anak.

Baca Juga: Cari Tahu tentang Pantoprazole dari Fungsi, Dosis, hingga Efek Sampingnya

Peringatan sebelum Menggunakan Desoximetasone

iritasi-konsultasi dokter.jpg
Foto: iritasi-konsultasi dokter.jpg (Health3-0.com)

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang perlu diketahui dan diberitahukan pada dokter sebelum menggunakan desoximetasone, yaitu:

  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap desoximetasone, atau obat kortikosteroid seperti hydrocortisone dan prednisone.
  • Beri tahu dokter jika sedang menderita diabetes, gangguan sirkulasi darah, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Informasikan pada dokter jika pernah atau sedang menderita infeksi kulit, penyakit liver, atau gangguan kelenjar adrenal.
  • Informasikan pada dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lainnya, termasuk suplemen dan produk herbal.
  • Beri tahu dokter jika sedang hamil, berencana hamil, atau menyusui.
  • Beri tahu dokter jika berencana untuk menjalani operasi selama pengobatan dengan desoximetasone, termasuk operasi gigi.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan desoximetasone pada anak-anak.
  • Jika gejala yang dialami tak kunjung membaik dalam 2 minggu setelah menggunakan desoximetasone, segera hubungi dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan desoximetasone, segera hubungi dokter.

Baca Juga: Eritema Multiformis, Ruam Kulit karena Infeksi atau Obat-Obatan

Risiko Efek Samping Desoximetasone

penyebab kulit siku kering.jpg
Foto: penyebab kulit siku kering.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setiap obat memiliki risiko efek samping, termasuk desoximetasone.

Beberapa efek samping umum setelah menggunakan desoximetasone, yaitu sensasi perih, terbakar, dan gatal pada kulit.

Efek ini normal terjadi pada awal pemakaian.

Namun, jika efek tersebut tak kunjung membaik atau semakin memburuk, lakukan pemeriksaan ke dokter.

Pada beberapa orang, reaksi alergi obat atau efek samping yang serius juga dapat terjadi, berupa:

  • Ruam atau benjolan merah di sekitar mulut.
  • Stretch mark.
  • Wajah berjerawat.
  • Tumbuhnya bulu atau rambut di area tertentu.
  • Peradangan pada folikel rambut (folikulitis).
  • Perubahan warna kulit.
  • Kulit tipis.
  • Kulit kering.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang mengalami berbagai efek samping tersebut.

Selain itu, mungkin ada juga beberapa efek samping lain yang tidak disebutkan.

Baca Juga: Obat Amitriptyline: Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

Interaksi Obat Desoximetasone

pengobatan scabies kulit krim.jpg
Foto: pengobatan scabies kulit krim.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Interaksi obat bisa terjadi jika desoximetasone digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan lain.

Berikut ini beberapa bentuk interaksi yang dapat terjadi:

  • Penurunan efektivitas corticorelin, hyaluronidase, atau obat kanker ginjal aldesleukin, jika digunakan bersamaan dengan desoximetasone.
  • Peningkatan kadar gula darah jika desoximetasone digunakan bersamaan dengan ceritinib.
  • Peningkatan risiko efek samping dari deferasirox, jika obat ini digunakan bersama desoximetasone.

Nah, itulah pembahasan mengenai desoximetasone, obat untuk berbagai penyakit kulit.

Lebih lanjutnya, bisa tanyakan pada dokter yang menangani, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5955630/
  • https://jddonline.com/articles/efficacy-and-safety-of-desoximetasone-025-spray-in-adult-atopic-dermatitis-subjects-pilot-study-S1545961617P0919X/
  • http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Desoximetasone
  • https://www.drugs.com/mtm/desoximetasone-topical.html
  • https://www.healthline.com/health/desoximetasone-topical-cream
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/desoximetasone-topical-application-route/proper-use/drg-20073760

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.