18 Januari 2022

Obat Amitriptyline: Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

Tidak boleh digunakan sembarangan, ya, Moms!

Amitriptyline adalah obat antidepresan oral yang biasanya diresepkan dokter untuk mengatasi gejala depresi.

Namun, menurut ulasan pada 2017 di jurnal Medical Genetics Summaries, amitriptyline juga terkadang digunakan off-label.

Misalnya, gangguan kecemasan, dan gangguan obsesif-kompulsif, dan pencegahan nyeri neuropatik.

Amitriptyline termasuk dalam golongan obat antidepresan trisiklik.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, dan hanya bisa dibeli serta digunakan dengan resep dokter.

Baca Juga: Obat Herbal Agarillus Drop untuk Kesehatan Tubuh, Ini Dosis dan Risiko Efek Sampingnya

Manfaat Amitriptyline

Mencegah Depresi (opendoorstherapy.com).jpg
Foto: Mencegah Depresi (opendoorstherapy.com).jpg (opendoorstherapy.com)

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat utama amitriptyline adalah untuk mengobati gejala depresi.

Terutama depresi endogen, atau yang disebabkan oleh faktor genetik atau biologis, daripada depresi yang disebabkan oleh faktor eksternal.

Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan aksi norepinefrin dan serotonin.

Keduanya adalah neurotransmiter yang berperan dalam memodulasi rasa sakit dan suasana hati.

Secara khusus, amitriptyline mencegah penghentian aksi neurotransmitter ini dengan mencegah penyerapannya ke reseptor membran.

Terkadang, dokter meresepkan amitriptyline secara off-label untuk beberapa kondisi yang memerlukan manajemen jangka panjang yang konsisten.

Di antaranya, seperti:

Dosis Amitriptyline

Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 1
Foto: Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 1 (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Dosis amitriptyline pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung usia dan kondisi yang dialami.

Untuk mengetahui dosis yang tepat, konsultasi dengan dokter diperlukan.

Namun, secara umum, berikut ini dosis amitriptyline untuk mengatasi depresi, berdasarkan usia pasien:

  • Dewasa: dosis awal 25 mg, dosis perawatan 40-100 mg, dan dosis maksimal 150 mg per hari.
  • Anak-anak > 12 tahun: 10 mg, 3 kali sehari, atau 20 mg, 1 kali sehari sebelum tidur.
  • Lansia: 10–25 mg, 3 kali sehari atau 20 mg, 1 kali sehari sebelum tidur.

Baca Juga: Obat Nyeri Neuropyron V: Ketahui Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Efek Samping Amitriptyline

Sakit Kepala (ndtv.com).jpg
Foto: Sakit Kepala (ndtv.com).jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Amitriptyline dapat menyebabkan efek samping bila digunakan untuk pengobatan depresi atau untuk indikasi off-label.

Terkadang efek samping bersifat sementara dan bisa hilang setelah beberapa minggu.

Namun, pada beberapa kasus bisa juga terjadi hingga berbulan-bulan.

Meski begitu, tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini.

Beberapa efek samping umum yang dapat terjadi setelah menggunakan amitriptyline adalah:

  • Sakit kepala.
  • Pusing atau hipotensi ortostatik (tekanan darah rendah saat berdiri).
  • Peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan.
  • Mulut kering atau sariawan.
  • Berkurangnya gairah seks atau impotensi.
  • Mengantuk.

Menggunakan amitriptyline di malam hari dapat mengurangi kantuk.

Namun, beberapa orang terus merasa mengantuk di siang hari, bahkan setelah tidur semalaman.

Selain beberapa efek samping umum tadi, amitriptyline juga menyebabkan efek samping yang parah, seperti:

  • Pemikiran bunuh diri, terutama di kalangan remaja.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gangguan tidur.
  • Kecemasan.
  • Agitasi.
  • Kejang.
  • Glaukoma sudut tertutup akut.
  • Peningkatan risiko perdarahan.

Amitriptyline juga telah dikaitkan dengan efek samping parah yang jarang terjadi.

Di antaranya, seperti reaksi alergi anafilaktik (ruam kulit, bengkak, dan/atau kesulitan bernapas).

Menurut studi pada 2015 di jurnal Current Neuropharmacology, amitriptyline juga menyebabkan neuroleptik sindrom ganas.

Kondisi ini ditandai dengan demam, kekakuan otot, kebingungan, sembelit, peningkatan denyut jantung, dan berkeringat.

Baca Juga: Nifedipine (Obat Hipertensi): Fungsi, Dosis, Penggunaan, dan Efek Samping

Peringatan dan Kontraindikasi Amitriptyline

Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan
Foto: Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Amitriptyline dapat menyebabkan kantuk.

Sebaiknya jangan mengemudi atau menggunakan peralatan berbahaya selama menjalani pengobatan dengan obat ini.

Selain itu, amitriptyline tidak boleh digunakan jika:

  • Pernah memiliki reaksi buruk terhadap obat ini di masa lalu.
  • Sedang pulih dari serangan jantung.
  • Memiliki aritmia jantung atau perpanjangan QT pada elektrokardiogram (EKG).
  • Memiliki gangguan bipolar (obat meningkatkan risiko episode manik).

Dokter juga biasanya akan mempertimbangkan pro dan kontra dari obat ini sebelum meresepkannya, jika:

  • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Menderita glaukoma sudut lebar.
  • Memiliki riwayat percobaan bunuh diri.
  • Memiliki skizofrenia (karena efek potensial dari gejala yang memburuk).
  • Mengalami kejang berulang.
  • Berisiko terkena serangan jantung atau stroke.

Menghentikan penggunaan obat ini sekaligus dapat menyebabkan mual, sakit kepala, lekas marah, dan gangguan tidur.

Jika ingin berhenti menggunakan amitriptyline, penting untuk mendiskusikannya dengan dokter.

Alih-alih menghentikan sekaligus, biasanya dokter akan secara bertahap mengurangi dosis, sambil melakukan pemantauan.

Baca Juga: Atasi Demam dan Nyeri, Ketahui Dosis Mionalgin dan Efek Sampingnya

Interaksi Obat Amitiptyline

Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 3
Foto: Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil? 3 (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Amitriptyline dapat berinteraksi dengan beberapa obat resep.

Obat ini berbahaya bila dikombinasikan dengan obat antidepresan lain, seperti obat antidepresan trisiklik lainnya.

Jika ingin mengganti satu antidepresan dengan yang lain, dokter akan memberikan petunjuk terperinci.

Ini tentang cara mengurangi atau menghentikan obat yang sudah diminum sebelum memulai yang lain.

Baca Juga: Depresi Yang Tidak Diobati Sebabkan Sulit Hamil?

Beberapa obat umum yang dapat berinteraksi dengan amitriptyline meliputi:

  • Celexa (citalopram).
  • Cymbalta (duloxetine).
  • Desyrel (trazodon).
  • Flexeril (siklobenzaprin).
  • Lyrica (pregabalin).
  • Prozac (fluoksetin).
  • Synthroid (levotiroksin).
  • Topamax (topiramat).
  • Ultram (tramadol).
  • Xanax (alprazolam).
  • Zoloft (sertraline).

Itulah pembahasan mengenai obat amitriptyline, mulai dari manfaat, dosis, efek samping, hingga interaksinya dengan obat lain.

Lebih lanjutnya, Moms bisa tanyakan pada dokter, ya!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28520380/
  • http://www.eurekaselect.com/article/66762
  • https://www.verywellhealth.com/amitriptyline-drug-interactions-296754
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amitriptyline?mtype=generic

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.