2-3 tahun

2-3 TAHUN
13 Januari 2021

9+ Obat Gatal pada Kulit Anak yang Paling Efektif, Bisa Pakai Kompres Dingin!

Kenali apa penyebab gatalnya terlebih dahulu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Daftar isi artikel

Tengok beberapa obat gatal pada kulit anak sesuai penyebabnya, yuk!

Gatal-gatal adalah gejala dermatologis umum yang bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Penyebab gatal-gatal pada anak bisa beragam. Butuh dilakukan pemeriksaan kulit menyeluruh untuk menunjukkan penyebabnya.

Mengutip Independent Nurse, kondisi gatal-gatal ini dapat merangsang keinginan untuk menggaruk, dan selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan pada kulit sehingga bisa meningkatkan risiko infeksi sekunder.

Sementara, obat gatal pada kulit anak tergantung dari kondisi kulit yang dimiliki. Berikut cara mengobati gatal-gatal pada anak sesuai penyebabnya.

Baca Juga: Sebabkan Gatal dan Perih, Ikuti 5 Tips Menghindari Ruam Popok Pada Kulit Bayi

Obat Gatal pada Kulit Anak

Apa saja obat gatal pada kulit anak? Simak caranya di bawah ini ya Moms.

1. Mandikan Anak dengan Cara Tepat

cara mengobati gatal-gatal pada anak-5

Foto: Orami Stock Photos

Obat gatal pada kulit anak yang pertama adalah mandikan anak dengan cara tepat. Kulit yang sangat kering pada anak bisa sangat gatal. Mengutip Seattle Children's, gejala kulit kering pada anak termasuk kulit pecah, kering, atau kasar.

Biasanya di daerah tangan, kaki, dan bibir, atau bahkan seluruh permukaan tubuh.

Melansir American Academy of Dermatology, mengobati gatal-gatal pada anak akibat kulit kering bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Jangan gunakan air panas untuk mandi
  • Gunakan pembersih yang lembut
  • Batasi waktu mandi sekiar 5-10 menit
  • Gunakan pelembap setelah mandi
  • Balut kain dingin ke kulit kering yang gatal
  • Lembapkan bibir yang pecah-pecah

2. Oleskan Krim

web-artikel-tentang-parenting-2.jpg

Foto: verywellhealth.com

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah oleskan krim. Reaksi gatal karena dermatitis kontak bisa berupa peradangan yang membentuk ruam gatal kemerahan karena kontak dengan zat-zat tertentu.

Terdapat 2 jenis dermatitis kontak yaitu kontak iritan dan kontak alergi. Dermatitis kontak iritsn diakibatkan oleh zat-zat yang memicu iritasi yseperti urin, feses, sabun atau deterjen berbahan keras.

Sedangkan dermatits kontak alergi diakibatkan karena penggunaan bahan-bahan yang bisa memicu alergi di kulit orang-orang tertentu seperti pengggunaan anting-anting atau jam tangan.

Biasanya, gejala dermatitis kontak berupa adanya rasa gatal, terbakar, dan menyengat. Reaksi ini mungkin tidak terjadi langsung setelah kontak pertama kali, tetapi kadang-kadang berkembang setelah paparan berulang.

Mengutip Mayo Clinic, sebagai cara mengobati gatal-gatal pada anak karena dermatitis kontak, Moms bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Menghindari bahan iritan dan alergen
  • Membersihkan Kulit kulit
  • Oleskan krim atau gel pelindung sebelum kontak dengan zat yang memicu reaksi
  • Gunakan pelembap

Baca Juga: Kolinergik Urtikaria Pada Anak: Penyebab Gatal dan Ruam Saat Berolahraga

3. Obat Antihistamin

cara mengobati gatal-gatal pada anak-3.jpg

Foto: wtop.com

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah obat antihistamin. Jika Si Kecil memiliki bercak meninggi berwarna merah atau sewarna dengan kulit yang muncul dan menghilang dengan cepat di bagian tubuhnya, maka itu bisa jadi merupakan kondisi kulit urtikaria.

Mengutip American College of Allergy, Asthma & Immunology, urtikaria memengaruhi sekitar 20 persen orang selama hidup mereka.

Selain itu, urtikaria dapat terjadi sebagai respons alergi terhadap suatu obat (seringkali berupa antibiotik seperti penisilin), makanan (misalnya ikan, telur atau kacang-kacangan), sengatan lebah, atau kontak kulit dengan alergen.

Melansir Kids' Health, gatal-gatal pada anak karena urtikaria tidak membutuhkan perawatan dan akan hilang dengan sendirinya. Jika pemicu munculnyaa urtikaria dapat ditemukan secara pasti, maka perlu dihindari sebagai bagian dari perawatan.

Jika masih terasa gatal, dokter dapat merekomendasikan obat antihistamin untuk memblokir pelepasan histamin dalam aliran darah dan mengurangi rasa gatal. Beberapa obat ini juga dapat memberikan efek ngantuk sehingga membantu anak untuk tidur tanpa merasa tergangggu dengan gatal.

4. Krim Pelembap

cara mengobati gatal-gatal pada anak-2.jpg

Foto: insectcop.net

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah krim pelembap. Gigitan serangga menjadi salah satu penyebab gatal pada anak. Selain nyamuk, ada juga sejumlah gigitan serangga lainnya seperti kutu, tungau, atau bahkan lebah dan tawon yang juga menyuntikkan racun ke dalam kulit.

Gigitan serangga dapat menyebabkan gatal di beberapa lokasi, juga rasa sakit dan pembengkakan. Sengatan yang banyak dapat menyebabkan kelesuan, demam, dan kadang-kadang anafilaksis.

Melansir The Royal Children's Hospital Melbourne, cara mengobati gatal-gatal pada anak akibat serangga bisa dilakukan di rumah dengan langkah berikut ini:

  • Cuci kulit sekitar gigitan atau sengatan.
  • Gunakan krim pelembap tanpa parfum untuk membantu kurangi rasa gatal.
  • Pakai handuk basah atau dingin untuk membantu mengatasi rasa sakit dan bengkak.
  • Jika bagian lengan atau kaki digigit, minta Si Kecil beristirahat dengan anggota tubuh diangkat di atas jantung untuk mengurangi pembengkakan.
  • Berikan obat antihistamin jika anak terus menggaruk area yang gatal.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam pada Kulit Bayi

5. Mandi Air Dingin

cara mengobati gatal-gatal pada anak-1.jpg

Foto: metroparent.com

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah mandi air dingin. Mengutip The Pharmaceutical Journal, ruam pada anak-anak adalah kondisi yang umum, kebanyakan tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan, dan dapat menghilang tanpa perlu perawatan.

Namun, bila ruam disertai dengan demam tinggi, kesulitan bernapas, muntah atau kondisi kesehatan Si kecil menurun, itu mungkin menandakan sesuatu yang lebih serius.

Untuk ruam yang umum, ada beberapa bentuk pencegahan untuk mengobati gatal-gatal pada anak. Melansir Parents.com, berikut ini tipsnya:

  • Menggunakan antiseptik topikal atau pengobatan antibakteri jika ruam terjadi karena infeksi kulit oleh bakteri.
  • Memberikan antihistamin oral untuk mengurangi rasa gatal dan ruam, dan hindari krim antihistamin karena dapat mengiritasi kulit dan memperburuk ruam.
  • Mandi air dingin dengan oatmeal agar bisa mengurangi ruam yang gatal.
  • Setelah mandi, oleskan losion kalamin atau larutan soda kue ke ruam.
  • Untuk ruam gatal lokal, oleskan krim hidrokortison 1%. Namun harus dipastikan jika ruam bukan diakibatkan oleh jamur atau cacar air. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat ini.

Sekarang Moms sudah tahu bagaimana cara mengobati gatal-gatal pada anak. Jangan sampai salah ya Moms!

6. Oleskan Minyak Peppermint

obat gatal pada kulit anak

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah minyak peppermint. Mentol adalah minyak esensial yang ditemukan pada tanaman dari keluarga mint. Ini memiliki efek mendinginkan dan dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan gatal.

Coba oleskan minyak mentol ke area kulit yang gatal dua kali sehari selama 2 minggu. Pernah dilakukan penelitian dan mereka yang menggunakan minyak infus peppermint melaporkan penurunan keparahan gatal yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang menggunakan produk lain.

7. Kompres Es

obat gatal pada kulit anak

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah kompres es. American Academy of Dermatology menyarankan bahwa cara yang baik untuk meredakan kulit gatal adalah dengan mengoleskan kain basah yang dingin atau kompres es ke area yang terkena selama 5–10 menit.

Pendinginan membantu mengurangi peradangan yang mungkin menyebabkan rasa gatal.

Pilihan lainnya adalah menyimpan krim dan losion pelembap di lemari es. Ini akan memastikan mereka memiliki efek pendinginan langsung saat akan diaplikasikan ke kulit.

8. Terapi Bungkus Basah

obat gatal pada kulit anak

Foto: everydayhealth.com

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah terapi bungkus. Terapi bungkus basah (Wet Wrap Therapy) melibatkan penggunaan pembungkus kain yang dibasahi air yang terbuat dari kain kasa atau jaring bedah ke area kulit yang gatal.

Balutan ini merehidrasi dan menenangkan kulit sekaligus memberikan pelindung fisik yang melindungi dari goresan. Perawatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak.

WWT juga dapat membantu kulit menyerap obat-obatan, seperti steroid topikal. Sebelum mengaplikasikan pembungkus, gosok atau tepuk obat dengan lembut di area tersebut, dan ikuti dengan lapisan pelembap yang banyak.

National Eczema Association menyarankan langkah-langkah berikut untuk mengaplikasikan balutan basah:

  • Basahi sebagian kain kasa dengan air hangat sampai menjadi lembap.
  • Bungkus kain kasa di sekitar area kulit yang gatal.
  • Bungkus kain kasa kering di atas kain yang lembap.
  • Kenakan piyama katun yang lembut dengan hati-hati, berhati-hatilah agar tidak mengganggu perban.
  • Biarkan perban selama beberapa jam atau semalaman.

Anak dapat menggunakan WWT selama beberapa hari untuk mengendalikan rasa gatal jika kambuh. Jika rasa gatal tidak mereda, sebaiknya bicarakan dengan dokter atau dokter kulit tentang memperpanjang terapi atau mencoba pengobatan alternatif lainnya.

9. Oatmeal Koloid

obat gatal pada kulit anak

Foto: lookfantastic.com

Obat gatal pada kulit anak yang selanjutnya adalah oatmeal koloid. Oatmeal koloid adalah oatmeal yang digiling halus sehingga seseorang bisa larut dalam air.

Solusi yang dihasilkan membentuk penghalang pelindung pada permukaan kulit, yang membantu menyegel kelembapan. Oatmeal koloid dapat membantu meredakan kekeringan dan gatal-gatal.

Oatmeal koloid juga diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang keduanya membantu mengurangi iritasi kulit.

Oatmeal koloid banyak tersedia dalam bentuk krim dan losion. Sebagai alternatif, seseorang dapat menambahkan bubuk halus langsung ke air mandi.

Itulah beberapa pilihan obat gatal pada kulit anak. Tidak semua gatal perlu diobati dengan obat dokter. Beberapa juga ternyata bisa diobati dengan bahan alami.


Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Ayuwidia

Artikel Terkait