Jalan-jalan

29 September 2021

Keunikan Desa Penglipuran, Wisata Desa Adat 'Tersembunyi' di Bali

Ajak Si Kecil berlibur ke sini yuk, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Tak perlu pusing jika berlibur ke Bali, pasalnya sudah banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi, salah satunya yakni Desa Penglipuran.

Bali tak lagi identik dengan wisata alam pantai yang memanjakan mata. Ada sejumlah objek wisata yang tersembunyi dan tidak diketahui wisatawan, lho.

Yuk, ketahui fakta menarik di balik desa Penglipuran di pulau Bali satu ini, Moms!

Fakta Menarik Desa Penglipuran

Tak hanya sekadar desa, tempat ini dijadikan objek wisata oleh pemerintah karena keunikan di dalamnya.

Apa saja yang bisa kita ketahui dari tempat wisata di Bali ini? Berikut penjelasannya:

Lokasi Wisata

Lokasi Desa Penglipuran.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Penglipuran adalah salah satu desa adat yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.

Terkenal sebagai desa yang masih menjalankan tradisi dan budaya-budaya tradisional yang 'kental'.

Jarak dari pantai Kuta Bali ke desa adat ini menempuh jarak sekitar 54 kilometer. Artinya, membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit, Moms.

Bisa dengan mudah melalui jalan by pass Ngurah Rai menuju jalan by pass Ida Bagus Mantra.

Cukup mudah bepergian ke lokasi wisata ini. Jalanan yang tidak berkelok-kelok dan masih berada di pusat kota menjadi kelebihan desa ini.

Rute Lokasi dan Transportasi

Rute Desa Penglipuran.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Bicara soal objek wisata, tak akan jauh soal transportasi dan rute menuju lokasi tersebut.

Bagaimana rute yang ditempuh untuk menuju tempat ini? Kabar baiknya, transportasi sangat mudah dijangkau untuk mengunjungi desa Penglipuran.

Bisa dengan kendaraan roda 4, motor, ataupun menaiki sepeda. Tentunya, kendaraan ini hanya sebatas di luar desa adat nantinya.

Ketika menelusuri di dalamnya, pengunjung cukup berjalan kaki. Lalu, apakah di saat pandemi COVID-19 ini telah dibuka untuk umum?

Per tanggal 9 september 2021, wisata desa Penglipuran bisa dikunjungi dengan aturan yang berlaku, ya.

"Sudah dibuka, sesuai dengan surat edaran gubernur. Sudah mulai bergeliat. Rata-rata 100 orang per hari, kadang lebih," terang Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng, dikutip dari merdeka.com.

Komplek Pemukiman Warga

Desa Penglipuran Bali.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Keunikan pertama dari desa Penglipuran adalah model bangunannya, Moms.

Desa ini dipenuhi dengan bangunan ala rumah penduduk yang terbilang cukup sederhana.

Ini merupakan desa adat yang berisi komplek pemukiman warga yang ramah lingkungan.

Terlihat, bangunan masih memanfaatkan material bebatuan, daun pisang, serta pintu ukiran untuk mempercantik rumah.

Aneka tanaman dan pepohonan juga dibiarkan tumbuh dan membuat suasana perkampungan menjadi asri.

Baca Juga: Si Kecil Malas Bergerak? Ini 7+ Cara agar Anak Suka Olahraga

Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih

Desa Adat Bali.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Tak heran jika desa Penglipuran menjadi objek wisata Bali yang tersembunyi.

Melansir Indonesia.travel, area ini dinobatkan sebagai desa adat terbersih di dunia, lho! Terlihat dari kerapian dan kebersihan pada desa tradisional ini.

Desa adat Penglipuran mendapat beberapa penghargaan bergengsi seperti:

  • ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) pada tahun 2017
  • Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation

Berkat peniadaan alat transportasi di dalamnya, desa ini berhasil memenangkan penghargaan tersebut, Moms.

Masyarakat tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor apabila masuk ke dalam desa ini. Hal ini, agar desa tetap terlihat asri dan bebas dari polusi.

Berkonsep Tri Mandala

Konsep Desa Penglipuran.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Karena termasuk lokasi wisata yang dilestarikan, pembangunan desa ini tak sembarangan.

Desa Penglipuran mengadopsi konsep Tri Mandala, yakni tata ruang desa terbagi menjadi 3, antara lain:

  • Utama Mandala: tempat masyarakat beribadah
  • Madya Mandala: tempat pemukiman atau rumah tinggal penduduk
  • Nista Mandala: zona untuk pemakaman penduduk

Pembagian wilayah tersebut diurutkan dari wilayah paling utara hingga paling selatan.

Masyarakat lokal di sini masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur nenek moyang. Tentunya ini bersifat turun temurun dan perlu selalu dijaga.

Baca Juga: 9+ Fakta Gunung Sepikul, Wisata 'Tersembunyi' di Jawa Tengah

Rutin Mengadakan Ritual Keagamaan

Keunikan Desa Penglipuran Bali.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Layaknya desa adat lainnya, desa Penglipuran juga memiliki ritual keagamaan setiap tahunnya.

Salah satu tradisi besar yang dilakukan adalah Ngusaba, yakni penyambutan Hari Raya Nyepi.

Adapun ini dilakukan setiap 15 hari sekali oleh masyarakat setempat.

Nantinya, acara keagamaan akan dipadati oleh masyarakat yang beribadah ke Pura Penataran. Tentunya, tempat ibadah ini terletak di dalam desa adat.

Ritual ini terus dilakukan untuk menghormati para tetua adat yang diwariskan oleh para leluhur.

Komplek Pemukiman Diselimuti Bambu

Desa Penglipuran Fakta Menarik.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Hal menarik dan keunikan lainnya di desa Penglipuran Bangli adalah suasana asri di dalamnya.

Diketahui, tempat ini sengaja dibangun dan dikelilingi oleh pepohonan hutan bambu.

Kerimbunan hutan bambu menambah kesejukan suasana desat adat satu ini, lho.

Cocok untuk dijadikan tempat bersantai para wisatawan yang datang.

Bahkan, akhir-akhir ini hutan bambu tersebut menjadi spot foto hits untuk dipamerkan di sosial media. Ikonik sekali bukan?

Tersedia Guest House untuk Wisatawan

Keunikan Desa Penglipuran.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Lantas, apakah wisatawan dapat tinggal di desa Penglipuran satu ini, Moms?

Tentu saja bisa menginap di tempat guest house yang telah disediakan oleh penduduk setempat.

Ini akan menjadi pengalaman unik untuk para wisatawan merasakan suasana desa adat ala Bali.

Moms juga dapat berinteraksi dengan pengunjung lain untuk saling bertukar pengalaman.

Masyarakat lokal yang terbilang ramah, tentu membuat Moms tak ingin beranjak pergi dari penginapan satu ini, lho!

Untuk harga tiket penginapan tentu beragam tergantung jumlah kamar yang diinginkan.

Melansir desapenglipuran.com, harganya berkisar Rp500.000 permalam untuk satu rumahnya. Cukup terjangkau, bukan?

Harga Tiket Masuk Wisata

Harga Tiket Desa Penglipuran.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Nah, jika tertarik untuk mengunjungi lokasi wisata di Bali ini, perlu tahu aturan dan harga tiket masuknya.

Untuk dapat memasuki kawasan desa wisata Pengelipuran, pengunjung diwajibkan untuk membayar tiket masuk tempat wisata.

Lantas, berapakah harga tiket objek wisata ini? Berikut rinciannya yang dibedakan berdasarkan usia dan asal turis:

  • Tiket orang dewasa: Rp20.000 (lokal) dan Rp30.000 (asing)
  • Tiket anak-anak: Rp15.000 (lokal) dan Rp25.000 (asing)

Baca Juga: 11 Lokasi Wisata Banyuwangi, Mulai dari Pantai Hingga Taman Nasional

Moms, tentunya harga tiket masuk desa Penglipuran ini bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu.

Kuliner Khas Desa Adat

Kuliner Desa Penglipuran.jpg

Foto: sonorabali.com

Tidak lengkap rasanya mengunjungi desa adat ini tanpa mencicipi kuliner khasnya.

Nah, di desa Penglipuran terdapat kuliner wajib untuk dicoba, yakni minuman loloh cencem dan makanan tipat cantok.

Minuman ini terbuat dari daun cemcem yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, lho.

Rasanya yang manis dan kental membuat sejumlah orang ketagihan!

Kalau makanan tipat cantok, ini adalah makanan berat yang berisi ketupat dan aneka sayuran. Makanan ini dibumbui dengan bumbu kacang yang menyerupai gado-gado, Moms.

Penglipuran Village Festival

Penglipuran Bali.png

Foto: instagram/desa_adat_penglipuran

Nah, salah satu pengalaman unik untuk bisa dinikmati lainnya adalah Penglipuran Village Festival.

Ini merupakan festival budaya yang diselenggarakan setiap akhir tahun.

Tentunya termasuk dalam ajang memamerkan seni dan budaya khas Bali yang mempesona.

Acara yang dihelat cukup beragam, mulai dari parade pakaian adat Bali, Barong Ngelawang, parade seni budaya, dan berbagai lomba menarik.

Hal ini menjadi salah satu magnet yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun asing.

Semakin tidak sabar ingin mengunjungi desa Penglipuran yang berada di Bali ini ya, Moms? Semoga ini bisa menjadi wishlist destinasi wisata di tahun ini, ya!

  • https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/intip-yuk-daya-tarik-yang-ditawarkan-desa-penglipuran-bali
  • https://www.desapenglipuran.com/
  • https://www.merdeka.com/peristiwa/desa-penglipuran-kembali-dibuka-jumlah-wisatawan-capai-100-per-hari.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait