08 Agustus 2023

17 Puisi Kemerdekaan Indonesia yang Membakar Semangat!

Moms bisa juga ajarkan Si Kecil untuk membuat puisinya sendiri
17 Puisi Kemerdekaan Indonesia yang Membakar Semangat!

Puisi kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu puisi yang bisa dibacakan saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Salah satu kegiatan edukasi yang dapat membakar semangat dalam membela tanah air saat merayakan kemerdekaan adalah lomba membaca puisi.

Puisi kemerdekaan Indonesia mengandung unsur-unsur nasionalisme yang menunjukkan perjuangan bangsa Indonesia.

Sedang mencari contoh puisi kemerdekaan Indonesia?

Simak contoh puisi kemerdekaan Indonesia dalam artikel ini, ya.

Baca Juga: Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Contoh Puisi Kemerdekaan Indonesia

Contoh Puisi Kemerdekaan Indonesia (freepik.com/fabrikasimf)
Foto: Contoh Puisi Kemerdekaan Indonesia (freepik.com/fabrikasimf)

Terdapat deretan pilihan puisi kemerdekaan Indonesia, dari buku berjudul Surat dari Samudra: Antologi Puisi Anak oleh penulis-penulis terbaik di Jawa Tengah.

Puisi kemerdekaan Indonesia ini dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Berikut ragam puisi kemerdekaan Indonesia untuk inspirasi Moms dan Si Kecil:

1. Benderaku karya Gatot Supriyanto

Ini benderaku, dua warna
Telah digambar dengan tubuh memar pahlawan
Bahkan tubuh luluh
Dengan tangan terpotong-potong
Hati tercabik-cabik
Diaduk di tungku peperangan
Merahnya membasahi bumi pertiwi
Putihnya jadi cermin negeri

Ku ingin jadi angin
Bergabung kau, kau, kau hingga menggunung
Menjaga bendera tetap berkibar.

Baca Juga: Tugu Proklamasi: Sejarah Proses Pembangunan dan Monumen yang Ada di Dalamnya

2. Indonesia karya Nuraini

Indonesia, Ke mana hati kita tanam dalam-dalam
Dimana ruh kita simpan dalam dada
Dimana bangsa kau jinjing tinggi Indonesia
Ingatlah Budi Utomo dan para pemuda dalam ikramnya
Ingatlah Soepomo, Syahrir, Soekarno dalam ide juangnya

Mereka belum mati
Ruhnya masih bersemayam di setiap nurani anak-anak bangsa
Semangatnya masih menggema dalam dada
Masihkah kita bertanya
Sudahkah kita merdeka?

3. Anak Garuda karya Panggi Gus Yogantoro

ilustrasi puisi kemerdekaan Indonesia (freepik.com/billionphotos)
Foto: ilustrasi puisi kemerdekaan Indonesia (freepik.com/billionphotos)

Dari telur aku menetas
Dan ku belajar terbang mengitari angkasa luas negeri ini
Belajar mengenal keelokan negeri ini
Kepakkan sayap ku siap mengantarkan kemajuan untuk negeri ini

Cengkeraman kuatku akan mencengkeram kuat Pancasila
Cengkeraman kuatku akan mencengkeram kuat Bhineka Tunggal Ika

Kuku-kuku tajamku akan mengoyak orang yang merusak negeri ini
Paruh tajamku akan mematuk semua pengacau yang ada di negeri ini

Karena aku adalah anak garuda
Yang akan selalu meneruskan perjuangan garuda-garuda terdahulu
Yang akan menjaga dan mencintai selalu Indonesia.

4. Mengeja Merdeka karya Prawoto Susilo

Kata kakekku:

Kita harus mencintai negeri ini
Dengan sepenuh hati
Itu menjadi harga mati
Perjuangan para pahlawan dahulu
Berkorban tak peduli apa yang terjadi
Walau sampai mati

Untuk negeri kita cintai
Darah suci banyak jatuh di tanah pertiwi
Darah suci yang penuh arti

Untuk negeri ini
Untuk memberikan kemerdekaan yang hakiki

Pesan kakekku:

Kita jangan melupakan perjuangan pahlawan yang gugur di negeri ini
Karena jasa-jasanya sangat berarti
Yang telah memberikan kemerdekaan ini.

5. Garuda Pancasila karya Prawoto Susilo

Dari Sabang sampai Merauke
Ada Garuda Pancasila di jiwa mereka
Kesaktian Pancasila tidak diragukan lagi
Sebagai pedoman hidup bernegara

Walau berbeda-beda agama
Walau berbeda-beda suku
Walau berbeda-beda bahasa
Tetap Bhineka Tunggal Ika

Entah sampai kapan
Tak terbatas ruang dan waktu
Dari anak-anak sampai tua
Semua cinta Garuda Pancasila.

Baca Juga: Gedung Joang 45, Bangunan Bersejarah yang Menjadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

6. Bendera Merah Putih karya Prawoto Susilo

Bendera Merah Putih (freepik.com/rembolle)
Foto: Bendera Merah Putih (freepik.com/rembolle)

Berkibarlah Merah Putihku
Membentang luas ke langit biru
Merahmu cahaya semangatku
Putihmu pelita jiwaku

Tak akan ada yang berani menodaimu
Tak akan ada yang berani menghinamu
Tak akan ada yang berani menghancurkanmu
Karena seluruh nusantara ini menjagamu

Jiwa patriotku
Jiwa nasionalis kami semua
Bersatu padu
Tak terbatas ruang dan waktu
Untuk melindungimu.

Ku lihat patung pejuangBerdiri di tepi jalanYang satu terlukaYang lain memapahnya

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.