Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
09 November 2022

Bentuk Penis Kecil, Apakah Berdampak pada Kesuburan Pria?

Mitos atau fakta, ya, Moms?
Bentuk Penis Kecil, Apakah Berdampak pada Kesuburan Pria?

Ada anggapan yang bilang, pria dengan penis kecil memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah.

Apakah hal tersebut sesuai dengan fakta medis, atau hanya mitos saja?

Memang, ukuran penis kecil memang bisa mempengaruhi rasa percaya diri seorang pria.

Selain itu, pria dengan penis kecil juga dianggap kurang perkasa saat di atas ranjang.

Ada pula yang bilang, penis kecil pada pria turut mempengaruhi kesuburan.

Apakah hal-hal tersebut benar adanya, atau hanya sebatas mitos saja?

Yuk, cari tahu kebenarannya lewat ulasan di bawah ini!

Baca Juga: Simak 10 Alat Pembesar Penis yang Efektif

Penyebab Penis Kecil

Ilustrasi Ukuran Penis (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Ukuran Penis (Orami Photo Stocks)

Pada pria dewasa panjang penis normal saat tidak ereksi antara 3-4 inci atau 7,5-10 sentimeter, sementara saat ereksi antara 4-6 inci atau 10-15,25 sentimeter.

"Penyebab penis kecil adalah saat masa pertumbuhan sebelum akil balig level hormon testosteron tidak optimal," ungkap dr. Nugroho Setiawan, Sp.And, Dokter Spesialis Andrologi & Seksologi RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Jika level hormon testosteron selalu rendah pasti memiliki dampak dengan kesuburannya.

Adapun beberapa penyebab lainnya seseorang bisa memiliki penis kecil, antara lain:

1. Obesitas

Obesitas pada Anak (Orami Photo Stocks)

Foto: Obesitas pada Anak (Orami Photo Stocks)

Jika berat badan bertambah, terutama di sekitar perut bagian bawah, penis mungkin mulai terlihat lebih kecil.

Penyebab penis kecil ini karena lapisan lemak yang tebal mulai menyelimuti batang penis, Dads.

Saat melihatnya, penis mungkin akan tampak mengecil. Pada pria yang sangat gemuk atau obesitas, lemak dapat menutupi sebagian besar penis.

2. Dampak Prostatektomi

Ilustrasi Penis (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Penis (Orami Photo Stocks)

International Journal of Impotence Research menemukan hingga 70 persen pria mengalami penis kecil atau pemendekan pada penis mereka setelah kelenjar prostat yang bersifat kanker diangkat.

Prosedur ini disebut prostatektomi radikal.

Para ahli tidak yakin mengapa bisa menyebabkan penis kecil setelah pembedahan ini.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kontraksi otot abnormal pada selangkangan pria yang menarik penis lebih jauh ke dalam tubuhnya.

Kesulitan ereksi setelah operasi ini membuat jaringan ereksi kekurangan oksigen, yang menyebabkan menyusutnya sel-sel otot di jaringan ereksi spons.

Hal ini juga disebabkan karena bentuk jaringan parut yang kurang melar di sekitar jaringan ereksi.

Baca Juga: Benarkah Obat Kuat Alami Telur Bebek Bisa Atasi Disfungsi Seksual pada Pria?

3. Pertambahan Usia

Area Genital Pria (Orami Photo Stocks)

Foto: Area Genital Pria (Orami Photo Stocks)

Penyebab lainnya penis kecil adalah karena faktor usia, Dads.

Jika kita semakin tua, penis dan testikel mungkin menjadi sedikit lebih kecil.

Salah satu alasannya adalah karena penumpukan lemak di arteri sehingga mengurangi aliran darah ke penis.

Hal ini dapat menyebabkan melemahnya sel otot di dalam tabung spons jaringan ereksi di dalam penis.

Seiring waktu, jaringan parut dari luka kecil berulang pada penis saat berhubungan seks atau aktivitas olahraga dapat menyebabkan jaringan parut menumpuk.

Penumpukan ini terjadi pada selubung jaringan penis, yang sebelumnya lentur dan elastis.

Ini bisa mengurangi ukuran pada penis dan memicu penis kecil.

Kondisi Penis Kecil dan Jenisnya

Ilustrasi Kelainan pada Penis (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Kelainan pada Penis (Orami Photo Stocks)

Nah, seperti yang dikatakan sebelumnya, penis kecil terbagi tiga yakni micro penis, small penis, dan normal penis.

Berikut perbedaan dari ketiganya, seperti:

1. Mikropenis

Mikropenis adalah kondisi langka yang dapat terjadi sekitar 1,5 dari 10.000 anak laki-laki, atau 0,015 persen bayi laki-laki di Amerika Serikat.

Mengutip jurnal Reproductive Toxicology, mikropenis dan kelainan lahir lainnya dapat dikaitkan dengan faktor lingkungan, seperti paparan pestisida selama kehamilan.

Akibatnya, kondisi ini mungkin lebih umum terjadi pada populasi tertentu.

Gejala utama mikropenis adalah penis yang panjangnya kurang dari 1,9 cm saat bayi.

Panjang penis rata-rata (rata-rata) untuk bayi baru lahir adalah 3,5 cm.

Pada laki-laki dewasa, mikropenis didefinisikan sebagai penis kecil berukuran 9 cm atau kurang dari itu.

Mikropenis dapat menyertai masalah kesehatan lainnya karena gangguan hormonal atau kondisi bawaan lahir, yang dapat menyebabkan berbagai gejala.

Baca Juga: 14 Penyebab Gairah Seksual Pria Meningkat, Bisa Karena Makanan!

2. Small Penis

Ilustrasi Penis Sakit (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Penis Sakit (Orami Photo Stocks)

Penis kecil adalah salah satu kondisi umum yang terjadi pada pria.

Rata-rata penis kecil yang tidak ereksi berukuran 9,16 sentimeter. Serta anjang penis ereksi rata-rata adalah 13,12 cm (5,17 inci).

Inipun terbagi lagi pada beberapa jenis, seperti:

  • Buried penis. Penis yang terkubur disebabkan oleh penumpukan kulit yang berlebihan di sekitar penis. Penis mungkin terkubur, atau tersembunyi, di bawah perut, skrotum, atau bahkan paha. Dalam kebanyakan kasus, penis dapat berfungsi normal. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dengan gairah dan fungsi seksual serta buang air kecil.
  • Webbed penis. Penis berselaput terjadi ketika kulit skrotum menempel terlalu tinggi pada penis. Hal ini dapat mempengaruhi sudut di mana penis bersandar, menyebabkan penis tampak "berselaput" dan lebih pendek dari biasanya. Bedah plastik adalah pengobatan yang umum untuk kondisi ini.
  • Trapped penis. Penis yang terperangkap bisa terjadi akibat penyunatan yang tidak sembuh dengan benar. Dengan penis yang terperangkap, jaringan parut akibat penyunatan menyebabkan penis terperangkap di bawah kulit yang sembuh. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius dengan disfungsi saluran kemih, sehingga diperlukan terapi steroid atau pembedahan.

Ukuran penis hanyalah satu elemen kecil dalam menarik pasangan gairah seksual.

Selain itu, satu studi tahun 2006 menemukan bahwa hampir 85 persen wanita puas dengan ukuran penis pasangannya.

Baca Juga: Ketahui Apa Saja Ciri Vagina Kering dan Pengobatannya

3. Normal Penis

Secara umum, panjang penis yang normal adalah 7,6 - 10,2 cm (saat lemas/flacid) dan 12,7 - 17,8 cm saat sedang ereksi.

Cara mengukur panjang penis adalah dari penis atas hingga ujung kepala atau kelenjar penis.

Bagian atas penis adalah tempat terhubung ke tulang kemaluan.

Ujung kelenjar adalah bagian bundar di ujung penis. Kompres lemak di depan tulang kemaluan saat sedang mengukur. Selain itu, jangan menyertakan panjang tambahan yang terkait dengan kulup penis, ya.

Ukur lingkar di sekitar alas atau tengah poros.

Dampak pada Kesuburan

Ilustrasi Ereksi (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Ereksi (Orami Photo Stocks)

"Sejauh ini tidak ada penelitian pendukung lain yang meneliti teori ukuran penis dengan kesuburan pria, ungkap Daniel Kort, yang memiliki sertifikasi dewan ganda dalam bidang Kebidanan dan Ginekologi serta Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di Neway Fertility, New York City.

Salah satu penyebab ketidaksuburan adalah karena oligospermia.

"Oligospermia adalah kondisi jumlah sperma saat dilakukan analisis sperma dengan syarat terpenuhi minimal 2 kali pemeriksaan ditemukan konsentrasi sperma di bawah 15 juta per mililiternya," tambah dr. Nugroho.

Penyebab oligospermia bermacam-macam, bisa disebabkan karena level hormon testosteron yang rendah, kebiasaan berendam di air panas, pekerjaan dengan suhu ruangan yang panas.

Pemicunya juga bisa karena gangguan pertumbuhan skrotum, gaya hidup yang tidak sehat, dan lain sebagainya.

Pengobatannya disesuaikan penyebabnya dan keadaan ini dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

Baca Juga: Mengenal Vibrator, Sensasi Unik agar Berhubungan Seksual Tahan Lama

Itu dia serba-serbi penis kecil, dengan berbagai penyebabnya.

Jadi, sudah tahu faktanya, bukan? Mulai saat ini, jangan khawatir berlebihan lagi, ya, Dads!

  • https://www.nature.com/ijir
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0890623817302241