29 April 2020

5 Dampak Gangguan Elektrolit pada Anak

Apa yang terjadi pada tubuh anak saat kadar elektrolitnya tidak seimbang?

Menurut buku A Practice of Anesthesia for Infant and Children, gangguan elektrolit cukup umum terjadi pada anak, karena tubuhnya yang kecil memiliki rasio area permukaan dan volume yang besar serta mekanisme manajemen cairan tubuh yang belum matang.

Secara sederhana, gangguan elektrolit sendiri bisa didefinisikan sebagai kondisi di mana konsentrasi elektrolit dalam tubuh lebih rendah atau lebih tinggi dari yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sebagai salah satu elemen penting yang mendukung kelancaran fungsi vital tubuh, gangguan elektrolit bisa menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan Si Kecil.

Dampak Gangguan Elektrolit pada Anak

Yuk Moms, baca sampai selesai untuk tahu lebih banyak tentang gejala dan dampak gangguan elektrolit pada kesehatan anak.

1. Aritmia Jantung

5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 1.jpg
Foto: 5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 1.jpg

Foto: drmomeni-clinic.ir

Menurut sebuah studi yang dilansir National Institutes of Health, elektrolit seperti potasium, natrium, dan kalsium, berperan vital dalam aktivitas kelistrikan yang dibutuhkan untuk kerja jantung.

Saat terjadi gangguan elektrolit, sistem kelistrikan di jantung anak akan ikut terganggu sehingga memicu terjadinya aritmia atau detak jantung tidak beraturan. Pada beberapa kasus, aritmia bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga: 4 Jenis Gangguan Elektrolit pada Anak

2. Batu Ginjal

5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 2.jpg
Foto: 5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 2.jpg

Foto: clevelandclinic.org

Sebagai organ tubuh yang berfungsi mengatur keseimbangan kadar air dan elektrolit dalam tubuh, ginjal sangat sensitif terhadap perubahan keseimbangan elektrolit sekecil apapun.

Mengutip Emory Healthcare, gangguan elektrolit membuat kandungan garam dan elektrolit dalam air seni mengkristal dan lama kelamaan akhirnya akan menjadi batu ginjal.

Jika tak segera diatasi, batu ginjal bisa menyebabkan rasa nyeri, demam, bahkan merusak ginjal dan meningkatkan risiko kematian jika terjadi bersama dengan infeksi.

3. Gangguan Tekanan Darah

5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 3.jpg
Foto: 5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 3.jpg

Foto: usnews.com

Sodium, potasium, magnesium, dan kalsium adalah elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kestabilan tekanan darah.

Kadar elektrolit yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mengganggu tekanan darah sistolik dan diastolik.

Tekanan darah terlalu rendah membuat sel tubuh Si Kecil tidak mendapat cukup darah dan oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan optimal.

Sedangkan tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko penyakit ginjal, penyakit jantung, dan stroke saat ia dewasa nanti.

Baca Juga: Selain Minum Air Mineral, Ini Tips Agar Anak Tidak Dehidrasi

4. Sembelit

5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 4.jpg
Foto: 5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 4.jpg

Foto: health.harvard.edu

Gangguan elektrolit akibat kadar potasium rendah atau kalsium terlalu tinggi juga bisa menyebabkan sembelit pada anak lho, Moms.

Kadar potasium yang rendah membuat lebih banyak potasium yang keluar dari sel, sehingga membran sel jadi tidak peka terhadap sinyal untuk membuat usus berkontraksi dan menggerakkan feses.

5. Kebingungan dan Disorientasi

5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 5.jpg
Foto: 5 Dampak Gangguan Elektrolit Pada Anak 5.jpg

Foto: livescience.com

Menurut studi lain yang dilansir National Institutes of Health, salah satu gejala yang paling sering ditemui pada pasien penderita gangguan elektrolit di rumah sakit adalah kebingungan atau disorientasi.

Pada sebagian besar kasus, penyebabnya adalah hipokalsemia atau konsentrasi kalsium terlalu rendah dalam darah.

Namun jenis ketidakseimbangan elektrolit lain juga bisa mengganggu sinyal elektrokimia yang penting bagi fungsi otak, sehingga bisa menyebabkan kebingungan, disorientasi, atau bahkan hilang kesadaran.

Baca Juga: Penyebab Gangguan Elektrolit pada Tubuh Anak

Melihat berbagai dampaknya, gangguan elektrolit memang tidak bisa dianggap sepele ya, Moms.

Jadi biasakan Si Kecil untuk menjalankan pola makan seimbang dan cukup minum air agar kadar elektrolit tubuhnya selalu seimbang.

Jika melihat beberapa gejala gangguan elektrolit seperti sering haus, lemas, kebingungan, sembelit, sering buang kecil, mual, perubahan mood drastis, atau tidak nafsu makan terjadi secara bersamaan, segera periksakan Si Kecil ke dokter.

Bagaimana menurut Moms, apakah kebutuhan elektrolit Si Kecil sudah terpenuhi?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.