Selebriti

2 Juni 2021

Larissa Chou dan Alvin Faiz Akui Kondisi Mental Terganggu Pasca Cerai, Ini Dampak Buruk Pernikahan Dini

Larissa dan Alvin juga sama-sama saling sindir di media sosial
placeholder

Foto: instagram.com/alvin_411

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika pada awalnya Alvin Faiz dan Larissa Chou bungkam terkait alasan perceraiannya, kini Larissa memilih untuk buka suara dan membeberkan mengapa dirinya menggugat cerai anak sulung mendiang Ustadz Muhammad Arifin Ilham.

Hal ini terjadi karena Larissa mengaku mentalnya 'dihancurkan' oleh Alvin.

"Beberapa waktu ini aku diam menyendiri dan merenung, mana sempat seperti story menjadikan perceraian sebagai lelucon, mana sempat pamer sana sini mau jadi jomblo dan bangga..... seperti yang dia lakukan, tapi ternyata mental aku harus dihancurkan lagi... sama pria ini.

Padahal seharusnya laki-laki melindungi wanita, laki-laki yang seharusnya menjadi panutan, dan laki-laki yang seharusnya legowo dan meminta maaf dan mengakui kesalahan. Tak apa Rissa, ga semua laki-laki itu adalah pria sejati," ungkap Larissa.

Melalui beberapa unggahannya di akun media sosial Instagramnya tersebut, Larissa menuangkan kekecewaannya terhadap sang mantan suami hingga menyebutkan alasan perceraiannya.

Salah satunya karena Alvin pernah tidur dengan wanita lain pada tahun 2019.

Merasa tidak nyaman atas curhatan Larissa yang menguap ke publik, Alvin pun membalasnya dengan hal yang sama. Pada akun media sosial pribadinya, Alvin juga menuliskan bahwa dirinya depresi dan frustasi.

Namun, Alvin memilih untuk tidak terlalu mengumbar masalah pribadinya.

"Mustahil gw ga depresi dan frustasi akibat perpisahan ini, perlu gw tulis kalo gw depresi dan nangis berminggu-minggu? engga kan? ga perlu kan gw nunjukkin kesedihan gw? Bagi gw kesedihan gw ya untuk ranah pribadi gw aja, ga perlu gw upload di sosialmedia, harus nahan diri," ujar pria kelahiran 1999 tersebut.

Baca Juga: Anak Mendiang Ustaz Arifin Ilham Cerai Kala Menikah di Usia 17 Tahun, Apa Tantangan Menikah Muda?

Hingga pada akhirnya, keduanya pun menjadi saling sindir di media sosial dan terakhir, Alvin menggunggah video pendek bersama Yusuf, buah hatinya dari pernikahan bersama Larissa.

alvin unggah video bersama anaknya usai saling sindir dengan larissa.jpg

Foto: Instagram/alvin_411

"Abi berharap kamu kuat melewati semua ini. Gimanapun perasaan kamu kedepan ke abi, jangan pernah lupa bahwa abi selalu sayang sama kamu." tulis Alvin dalam cuplikan video.

Semenjak peristiwa saling sindir tersebut, Alvin dan Larissa ramai diperbincangkan bahkan nama keduanya menjadi trending dalam media sosial.

Netizen yang menyaksikan prahara rumah tangga Alvin dan Larissa berbondong-bondong memberikan komentar dan poin yang paling sering dibahas adalah mengenai pernikahan dini.

Mengingat Alvin dan Larissa menikah di usia muda, yaitu ketika Alvin berusia 17 tahun, sementara Larissa sudah berusia 20 tahun saat itu. Lalu, apa saja kah dampak pernikahan dini yang sebenarnya?

Simak selengkapnya.

Baca Juga: Alvin Faiz Unggah Foto Anak dan Curhat Pilu, Netizen Ramai Hujat Dirinya "Playing Victim"

Dampak Mental Pernikahan Dini

dampak mental menikah muda

Foto: Orami Photo Stock

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan ketika sang pengantin belum genap berusia 18 tahun.

Dari sisi psikologis, anak pada usia ini bisa saja belum siap atau matang secara pikiran dalam mengatasi beragam masalah rumah tangga sehingga berisiko mengalami gangguan kesehatan mental di kemudian hari.

Mengutip jurnal Pediatrics, peneliti menemukan bahwa anak perempuan di bawah 18 tahun yang menikah lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan bipolar.

Mereka juga lebih cenderung menjadi tergantung pada alkohol, obat-obatan dan nikotin.

"Dengan 41 persen peningkatan risiko gangguan mental, pernikahan anak harus dianggap sebagai trauma psikologis utama," Dr. Yann Le Strat, penulis utama studi tersebut, seperti yang dikutip dari The Huffington Post.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Society for Nutrition, Education & Health Action (SNEHA), Mumbai, banyak dari pengantin anak yang ditemukan sedang berjuang untuk mengatasi kecemasan, depresi, dan sulit menemukan sedikit simpati atau dukungan dalam rumah tangga mereka.

Sebuah studi sosiologis yang dilakukan oleh University of Calicut di antara 600 wanita yang menikah sebelum usia legal, menemukan bahwa kebanyakan dari mereka berkonflik dengan suami dan anggota rumah tangga lainnya.

Kondisi inilah yang mungkin menjadi penyebab munculnya gangguan kesehatan mental pada anak yang menikah usia dini.

Belum lagi, munculnya masalah keuangan, komunikasi, pengasuhan anak, kekerasan, dan beragam hal lainnya yang dapat memperparah kondisi.

Baca Juga: Seperti Alvin Faiz dan Larissa Chou, 7 Pasangan Artis Ini Bermula dari Ta'aruf dan Cerai

Dampak Fisik Pernikahan Dini

dampak fisik pernikahan dini

Foto: Orami Photo Stock

Sementara dalam hal fisik, pernikahan dini membawa dampak yang sangat besar, terutama pada wanita yang belum cukup usia.

Hal ini karena pernikahan dini memungkinkan mereka untuk mengalami kehamilan yang terlalu cepat, sebelum organ reproduksinya benar-benar siap.

Bahkan secara global, komplikasi kehamilan dan persalinan merupakan penyebab utama kematian pada anak perempuan usia 15-19 tahun, dengan perkiraan 70.000 anak perempuan meninggal setiap tahun akibat komplikasi terkait kehamilan dan persalinan.

Bayi yang lahir dari ibu remaja berusia antara 15-19 tahun juga memiliki risiko kematian bayi yang jauh lebih besar, dengan kelahiran mati dan kematian bayi baru lahir pada tingkat 50 persen lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan pada usia 20 tahun ke atas.

Tubuh seorang gadis muda belum cukup berkembang secara fisik untuk melahirkan.

Selain itu, melahirkan anak di usia dini dapat meningkatkan risiko keguguran, kesulitan selama persalinan, pendarahan pascapersalinan, dan fistula obstetrik, yang dapat terjadi ketika seorang ibu melahirkan sebelum tubuhnya siap secara fisik.

Itulah dampak pernikahan dini baik secara mental maupun fisik yang perlu diwaspadai.

Semoga dapat menjadi pertimbangan bagi pasangan muda yang ingin menikah, jangan sampai dampak tersebut terjadi di kemudian hari, ya.

  • https://pediatrics.aappublications.org/content/128/3/524
  • https://www.huffpost.com/entry/child-marriage-psychological-effects_n_941958
  • https://snehamumbai.org/2018/01/05/child-marriages-impact-on-mental-health/
  • https://www.equalitynow.org/long_term_impacts_child_marriage
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait