Trimester 1

1 Oktober 2021

Abortus Imminens, Kondisi Pendarahan Vagina sebelum Usia Kandungan 20 Minggu

Moms harus waspada jika mengalami gejalanya ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernah mendengar soal abortus imminens? Sebelum menjawab hal itu, Moms dan Dads tentu berpikiran adanya hubungan dengan aborsi. Tentu saja tidak karena abortus imminens lebih berhubungan dengan kondisi alami yang dapat membahayakan kesehatan Moms serta Si Kecil yang ada dalam kandungan.

Padahal, masa kehamilan merupakan anugerah bagi setiap wanita. Tapi, masalah kehamilan memang bisa terjadi kapan saja terutama di fase paling rentan yaitu trimester pertama yaitu bulan pertama hingga bulan ketiga kehamilan.

Apa itu Abortus Imminens?

abortus imminens

Foto: Orami Photo Stock

Lalu apa itu abortus imminens? Dilansir dari Journal of Science Direct, abortus imminens atau dikenal dengan threatened abortion atau threatened miscarriage, digunakan bila ada perdarahan vagina sebelum usia kehamilan 20 minggu. Biasanya disertai dengan sakit perut atau kram.

Setelah pemeriksaan vagina, serviks ditemukan tidak berdilatasi atau tidak ada pembukaan pada serviks. Namun menurut American Pregnancy Association, sekitar 50 persen dari wanita ini akan mengandung bayi mereka sampai cukup bulan.

Penyebab pasti dari ancaman aborsi biasanya tidak diketahui. Namun, ini lebih sering terjadi pada wanita yang pernah mengalami keguguran.

Baca Juga: Sama-sama Diawali dengan Flek, Ini Beda Darah Keguguran dan Mestruasi, Catat!

Penyebab Abortus Imminens

Penyebab Abortus Imminens

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini beberapa penyebab abortus imminens yang perlu diketahui oleh Moms dan Dads:

1. Janin Abnormal

Janin yang abnormal hampir selalu menjadi penyebab keguguran selama 3 bulan pertama kehamilan (trimester pertama). Masalah pada kromosom menyebabkan janin tidak normal dan ditemukan pada lebih dari separuh janin yang mengalami keguguran.

Risiko kromosom yang rusak meningkat seiring dengan bertambahnya usia wanita bisa juga menjadi penyebab abortus imminens.

2. Riwayat Keguguran

Keguguran selama bulan keempat hingga keenam kehamilan (trimester kedua) biasanya terkait dengan kelainan pada ibu daripada pada janin.

3. Penyakit Kronis

Penyakit kronis, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi yang parah, penyakit ginjal, lupus, dan kelenjar tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif, sering menjadi penyebab abortus imminens. Perawatan pranatal penting karena pemeriksaan untuk beberapa penyakit ini.

4. Produksi Hormon

Produksi hormon yang tidak memadai terkadang menjadi penyebab keguguran.

5. Infeksi Akut

Penyebab abortus imminens lainnya yaitu infeksi akut, termasuk campak Jerman, CMV (cytomegalovirus), mycoplasma (pneumonia atipikal) dan kuman tidak biasa lainnya juga dapat menyebabkan keguguran.

6. Kelainan pada Organ Wanita

Penyakit dan kelainan pada organ dalam wanita juga bisa menyebabkan keguguran seperti abortus imminens. Beberapa contohnya adalah kelainan rahim, fibroid, kelemahan pada mulut rahim (serviks), pertumbuhan plasenta yang tidak normal (disebut juga setelah melahirkan), dan sedang hamil anak kembar. (mis. kembar atau kembar tiga).

7. Peradangan

Setiap pembengkakan atau peradangan di bagian dalam rahim juga bisa memicu keguguran seperti abortus imminens.

8. Faktor Imunologi

Demam menggigil, kelelahan ekstrim, dan stres fisik, mental, dan emosional merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan abortus imminens.

9. Kehamilan Kembar

Apabila Moms mengalami hamil kembar dua, tiga dan selebihnya, maka berpeluang tinggi sebagai penyebab abortus imminens.

10. Jenis Darah

Jenis darah ibu dan janin dapat mengancam aborsi. Dalam kasus ibu dengan Rh negatif dan janin Rh positif, tubuh ibu akan membuat antibodi untuk menyerang janin.

11. Faktor Luar

Ada juga factor luar yang menjadi penyebab abortus imminens, seperti penggunaan alkohol, narkoba, asupan kafein yang lebih dari 200 miligram per hari, paparan obat atau bahan kimia tertentu, trauma perut hingga merokok.

Gejala Abortus Imminens

Gejala Abortus Imminens

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Sandwell and West Birmingham Hospital, Gejala abortus imminens yaitu:

1. Pendarahan Vagina

Bila Moms mengalami pendarahan vagina bisa berupa bercak ringan atau semburan perdarahan dengan gumpalan bisa jadi ini gejala abortus imminens.

Moms mungkin memperhatikan pendarahan saat pergi ke toilet sebagai noda merah muda, coklat atau merahdi atas kertas toilet.

Setelah berbaring selama beberapa waktu, Moms mungkin mengalami peningkatan pendarahan saat bangun; ini Ini karena darah menggenang di vagina saat Moms berbaring.

2. Nyeri dan Kram Rahim

Gejala abortus imminens juga bisa seperti nyeri tipe haid ringan walaupun tidak selalu ada. Nyeri dan kram ada di perut bagian bawah. Mereka mungkin berada di satu sisi, kedua sisi, atau di tengah. Rasa sakitnya bisa sampai ke punggung bawah, bokong, dan alat kelamin.

Setelah mengalami dua hal di atas, ada baiknya Moms memastikan ke dokter kandungan lewat pemindaian USG. Ini melibatkan

Abortus imminens didiagnosis dengan pemindaian ultrasound. Ini melibatkan probe yang dimasukkan ke dalam vagina Moms. Pemindaian akan menunjukkan gambar Si Kecil dan mendeteksi detak jantung bayi. Jika ada detak jantung, itu abortus imminens. Namun, jika tidak ada detak jantung, maka ini akan mengkonfirmasi keguguran.

Baca Juga: Mengenal Abortus Inkomplit, Kondisi Keguguran dengan Jaringan Konsepsi Belum Keluar Sempurna

Komplikasi Abortus Imminens

Komplikasi abortus imminens

Foto: Orami Photo Stock

Ada juga kemungkinan komplikasi abortus imminens yang bisa terjadi adalah:

1. Anemia

Komplikasi abortus imminens yaitu anemia saat hamil dari kehilangan darah sedang hingga berat, yang terkadang membutuhkan transfusi darah.

2. Infeksi

Infeksi juga bisa menjadi salah satu komplikasi abortus imminens sehingga Moms perlu penanganan dari dokter.

3. Keguguran

Hal yang sangat tidak diinginkan oleh setiap Moms dan Dads ketika komplikasi abortus imminens terjadi yaitu keguguran.

Dokter kandungan akan secara berhati-hati untuk memastikan bahwa gejala yang muncul bukan karena kehamilan ektopik, komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa.

Tanda Bahaya Abortus Imminens

Tanda Bahaya Abortus Imminens

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms sudah didiagnosis maka perlu mengetahui tanda bahaya abortus imminens untuk segera langsung ke rumah sakit, yakni:

1. Alami Pendarahan Hebat

Tanda bahaya abortus imminens yaitu apabila Moms yang tengah hamil mengalami pendarahan yang hebat. Memerlukan lebih dari satu pembalut tiap jamnya

2. Keluar Bentuk Seperti Tissue

Moms harus ke rumah sakit apabila merasa mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti tissue. Maka, tempatkan benda seperti tissue ini ke dalam wadah dan bawa ke rumah sakit.

3. Kram Parah Disertai Demam

Tanda bahaya abortus imminens lainnya yaitu Moms mengalami kram parah seperti periode menstruasi dan juga bila ditambah dengan demam.

4. Sakit Perut

Perdarahan atau sakit perut pada wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya (kehamilan tuba)

5. Muntah Tak Terkontrol

Terakhir, tanda bahaya abortus imminens yaitu Moms mengalami muntah yang sangat parah sehingga tidak dapat menahan apapun.

Baca Juga: Waspadai Abortus Insipiens, Keguguran yang Tak Dapat Dihindari

Perawatan untuk Abortus Imminens

Perawatan Abortus Imminens

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms telah didiagnosis dengan abortus imminens dan perlu menjalani tes ulang, maka dapat merawat diri sendiri dengan beberapa cara selama masa menunggu yang menyakitkan ini:

1. Pemberian Obat-obatan

Penghentian perdarahan dapat juga dibantu dengan pemberian obat-obatan. Obat yang diberikan dapat berupa golongan spasmolitik agar rahim tidak terus menerus berkontraksi. Obat-obatan tersebut walaupun secara statistik kegunaannya tidak terlalu bermakna, tetapi efek psikologis kepada pasien sangat bermanfaat.

2. Cari Kesibukan

Moms, boleh mencoba menemukan beberapa buku yang bagus, streaming beberapa film atau bercanda gurau dengan pasangan untuk mengisi celah di antara test.

3. Perawatan Hormon

Beberapa dokter meresepkan suplemen progesteron, yang menurut penelitian dapat membantu mencegah keguguran dalam beberapa kasus.

4. Istirahat Panggul

Jangan menyiram atau memasukkan apapun (termasuk tampon) ke dalam vagina Moms. Hindari hubungan seksual sampai gejala benar-benar hilang selama satu minggu.

5. Bed Rest

Beberapa dokter menyarankan istirahat di tempat tidur sementara Moms menunggu respon pasti. Meskipun istirahat itu sendiri tidak akan mencegah keguguran, aktivitas berlebihan dapat menambah stress. Ini juga berlaku untuk Moms yang terlalu memaksakan diri di gym.

Dalam kebanyakan kasus, gejala abortus imminens akan mereda, dan kehamilan Moms akan terus berlanjut. Terkadang, perawatan suportif dan penyesuaian gaya hidup mungkin disarankan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

6. Hindari Gerakan Fisik yang Berat

Pergerakan atau aktivitas fisik dapat merangsang terjadinya kontraksi otot-otot rahim. Setelah perdarahan berhenti, pasien dapat mencoba aktivitas fisik bertahap dari yang ringan seperti belajar duduk, berdiri kemudian berjalan perlahan-lahan sampai benar-benar tidak ada perdarahan selama 24 jam ke depan.

7. Terapi Suportif

Terapi suportif pada wanita hamil yang mengalami perdarahan juga perlu dilakukan oleh suami dan seluruh anggota keluarga. Hal ini bertujuan untuk mengurangi faktor stress pada ibu.

Pasien yang mengalami abortus imminens sebaiknya dirawat di rumah sakit selama 2 – 3 hari, setelah itu boleh pulang apabila perdarahan benar-benar berhenti. Pasien tidak boleh berhubungan seksual dahulu selama kurang lebih 2 minggu.

Baca Juga: Mengenal Abortus Komplit, Kondisi Keguguran dengan Jaringan Konsepsi Keluar secara Lengkap

Ketika terjadi abortus imminens, kondisi janin di dalam kandungan masih dalam keadaan baik sehingga kehamilan masih dapat terus dipertahankan. Apabila kondisi janin dalam keadaan berbahaya, maka perlu diambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan janin atau terpaksa dilakukan penghentian kehamilan.

Penghentian perdarahan dapat juga dibantu dengan pemberian obat-obatan. Obat yang diberikan dapat berupa golongan spasmolitik agar rahim tidak terus menerus berkontraksi. Obat-obatan tersebut walaupun secara statistik kegunaannya tidak terlalu bermakna, tetapi efek psikologis kepada pasien sangat bermanfaat.

Perdarahan pada abortus iminens yang terus dibiarkan tanpa penanganan tepat, dapat memicu terjadinya kelahiran bayi prematur atau abortus yang sesungguhnya, di mana janin dapat meninggal.

  • https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/imminent-abortion
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430747/
  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/types-of-miscarriage
  • https://progyny.com/education/female-infertility/types-miscarriage/
  • https://www.ejog.org/article/0028-2243(86)90120-6/pdf
  • https://www.tititudorancea.com/z/imminent_abortion.htm
  • http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/3418/1/KTI%20Full.pdf
  • https://isainsmedis.id/index.php/ism/article/viewFile/65/66
  • https://jurnal.aiska-university.ac.id/index.php/gaster/article/view/329
  • https://radiopaedia.org/articles/threatened-miscarriage
  • https://myhealth.alberta.ca/Health/aftercareinformation/pages/conditions.aspx?hwid=tw12294
  • https://medlineplus.gov/ency/article/000907.htm#:~:text=Small%20falls%2C%20injuries%20or%20stress,trimester%20will%20have%20a%20miscarriage.
  • https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=223394
  • https://www.emedicinehealth.com/threatened_miscarriage/article_em.htm
  • http://www.swbh.nhs.uk/wp-content/uploads/2012/07/Threatened-miscarriage-ML4609.pdf
  • https://www.verywellfamily.com/threatened-miscarriage-2371353
  • https://www.healthline.com/health/miscarriage-threatened#prevention
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/signs-of-miscarriage-916/
  • https://www.medscape.com/answers/266317-187488/what-is-a-threatened-abortion
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait