09 Mei 2023

Penyakit Ginjal: Gejala, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

Perhatikan tubuh untuk mencegah penyakit menjadi parah

Siapapun bisa terkena penyakit ginjal. Jika ginjal rusak, organ dan sistem organ lain pada tubuh juga bisa terpengaruh.

Menjaga kesehatan ginjal sama pentingnya dengan menjaga kesehatan organ lain dalam tubuh.

Apalagi, ginjal memiliki tugas yang besar yaitu sebagai organ yang membuang racun dalam darah dan mengendalikan kadar cairan tubuh.

Namun, gaya hidup dan kebiasaan yang kurang baik bisa menyebabkan ginjal mengalami kerusakan.

Dampaknya, kerja ginjal menjadi tidak optimal dan dapat terjadi gejala penyakit ginjal stadium awal.

Biasanya, penderita sakit ginjal merasakan ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal namun mengaitkannya dengan penyakit lain.

Akibatnya, penderitanya kerap tidak menyadari ciri-ciri ini hingga ginjalnya 90% tak berfungsi.

Lalu, apakah mungkin seseorang dapat mendeteksi gejala penyakit ginjal stadium awal untuk mencegah menjadi penyakit gagal ginjal yang parah?

Cari tahu penjelasannya berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: 7 Penyakit yang Ditandai Kulit Gatal, Salah Satunya Sakit Ginjal!

Ciri-Ciri Penyakit Ginjal Menurut Dokter

Menurut dr. Ni Made Hustrini, Sp. P. D, Subsp. G. H. (K) Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi RS Pondok Indah – Pondok Indah, penyakit ginjal dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Gangguan Ginjal Akut (GgGA atau Acute Kidney Injury/AKI)

Ilustrasi Ginjal
Foto: Ilustrasi Ginjal (Orami Photo Stock)

GgGA merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak dalam waktu 48 jam.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti adanya penurunan aliran darah ke ginjal (pre-renal), misalnya karena:

  • Infeksi berat atau sepsis
  • Penyakit hati lanjut
  • Gagal jantung
  • Dehidrasi, dan lain-lain.

Kondisi ini juga dapat terjadi akibat adanya cedera pada ginjal (renal), misalnya karena:

  • Penyakit peradangan ginjal (glomerulonefritis)
  • Pengaruh terapi obat-obatan seperti antibiotik dan anti nyeri
  • Infeksi
  • Racun, dan lain-lain.

Selain pre-renal dan renal, GgGA dapat disebabkan oleh sumbatan aliran urin, misalnya karena:

  • Pembesaran prostat
  • Batu ginjal dan batu saluran kemih
  • Trauma pada kandung kemih
  • Tumor, dan lain-lain.

2. Penyakit Ginjal Kronik (PGK atau Chronic Kidney Disease/CKD)

PGK merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal dan/atau kerusakan struktur ginjal yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari:

Umumnya PGK tidak bergejala. Pasien akan mulai menunjukkan gejala ketika terjadi penurunan fungsi ginjal yang berat. Misalnya:

  • Bengkak di wajah dan kedua kaki
  • Jumlah urin berkurang
  • Sering BAK di malam hari
  • Gatal-gatal
  • BAK berbusa atau berdarah
  • Tekanan darah meningkat
  • Hingga sesak napas.

Karena sebagian besar PGK tidak bergejala, maka banyak pasien yang datang ketika kondisinya sudah semakin parah.

Bengkak pada Kaki Berkaitan dengan Masalah Ginjal

Ilustrasi Kaki Bengkak
Foto: Ilustrasi Kaki Bengkak (Orami Photo Stock)

Menurut dr. Ni Made Hustrini, bengkak pada kaki bisa berkaitan dengan masalah pada ginjal, tetapi bisa juga tidak.

Kaki yang bengkak akibat masalah pada ginjal biasanya ditandai dengan bengkak pada kedua kaki yang disertai dengan kondisi perut yang membesar dan wajah yang bengkak.

Diagnosis Penyakit Ginjal

Diagnosis penyakit ginjal bisa dilakukan dengan banyak cara tergantung dari gejala yang dialami setiap pasien.

"Penegakan penyakit ginjal dinilai berdasarkan anamnesis atau wawancara riwayat penyakit dengan pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis penyakit dalam.

Bisa juga dengan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, USG atau CT scan, serta biopsi ginjal," kata dr. Ni Made Hustrini.

Gejala Penyakit Ginjal

Ilustrasi Ginjal
Foto: Ilustrasi Ginjal (Orami Photo Stocks)

Seperti yang disebutkan di atas, penderita sakit ginjal bisa saja tidak merasakan apapun di tahap awal, atau ada kemungkinan mengabaikan gejala yang dirasakan.

Bahkan, mereka bisa saja baru merasa ada gangguan ketika 90% fungsi ginjalnya telah rusak.

Padahal, ciri-ciri penyakit ginjal sudah "menyelimuti" tubuh sang penderita.

Perhatikan tubuh dan ketahui apakah ada tanda dan gejala penyakit ginjal stadium awal seperti hal-hal berikut ini:

1. Kerap Ingin Buang Air Kecil

Kenali ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal ketika Moms merasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari.

Ketika ginjal tak bisa menyaring dengan baik, frekuensi ingin buang air kecil akan meningkat.

2. Urin Berbusa dan Berdarah

Adanya busa dalam urine, bahkan Moms harus melakukan flush berkali-kali baru bisa benar-benar hilang.

Kondisi ini mengindikasikan ada kelebihan protein dalam urin.

Bentuknya serupa dengan busa yang terlihat ketika membuat telur orak-arik karena jenis proteinnya sama, yaitu albumin.

Terkadang, darah juga bisa terdeteksi pada urin.

3. Area Sekitar Mata Terus Membengkak

Saat ginjal tak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, artinya protein albumin bisa bocor ke luar jaringan.

Akibatnya, area di sekitar mata membengkak.

Ini bisa menjadi gejala penyakit ginjal stadium awal lainnya, di mana terjadi indikasi kebocoran protein yang seharusnya tersimpan di bagian-bagian tubuh kendor, seperti area mata.

4. Betis dan Kaki Membengkak

Ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal berikutnya adalah betis dan kaki membengkak, termasuk pergelangan kaki, akibat penumpukan sodium.

Baca Juga: Penyakit Ginjal pada Anak, Ini Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

5. Mudah Lelah dan Sulit Fokus

Hati-hati bila Moms merasa akhir-akhir ini mudah lelah dan sulit untuk fokus.

Kondisi ini bisa terjadi ketika ada penumpukan racun dan darah yang tidak jernih dalam tubuh.

Akibatnya, seseorang mudah merasa sakit, lemah, dan sulit fokus.

Gejala penyakit ginjal yang satu ini sangat bisa membuat aktivitas seseorang menjadi terganggu.

6. Sulit Tidur

Saat ginjal tak bisa menyaring racun dengan baik, racun akan tetap berada dalam darah dan tidak terbuang lewat urine.

Akibatnya, penderitanya akan merasa sulit tidur.

Karena gejala penyakit ginjal stadium awal yang satu ini, penderita bisa saja kurang mendapatkan jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuhnya.

7. Kulit Kering dan Gatal

Peran ginjal sangat penting, karena mereka bisa menghilangkan racun dan kelebihan cairan dalam tubuh.

Bahkan ginjal, juga menghasilkan sel darah merah dan memastikan asupan mineral dalam dosis yang tepat dalam darah.

Kulit yang gatal dan kering bisa jadi tanda bahwa mineral dalam darah sangat sedikit.

Ditambah lagi, nutrisi dalam darah juga kian terbatas.

8. Nafsu Makan Buruk

Memburuknya nafsu makan bisa terjadi karena berbagai penyakit.

Tetapi, penumpukan racun akibat ginjal yang tak berfungsi sempurna bisa jadi salah satu pemicunya.

Baca Juga: Bisa Menimbulkan Sakit yang Hebat, Ini Jenis dan Pengobatan Batu Ginjal

9. Otot Terasa Kram

Fungsi ginjal yang tidak maksimal bisa menyebabkan otot terasa kram.

Hal ini terjadi karena ada ketidakseimbangan elektrolit seperti rendahnya kalsium atau fosfor.

10. Napas Pendek

Memiliki napas pendek dapat dikaitkan dengan gejala penyakit ginjal stadium awal lainnya.

Pertama, cairan ekstra dalam tubuh bisa menumpuk di paru-paru, akibat ginjal yang rusak.

Kedua, anemia (kekurangan sel darah merah pembawa oksigen) bisa membuat tubuh kekurangan oksigen dan kehabisan napas.

Bila Moms punya ciri-ciri penyakit ginjal ini, segeralah konsultasikan ke dokter.

11. Tidak Nafsu Makan

Penumpukan limbah dalam darah, atau yang sering disebut dengan uremia, bisa membuat makanan terasa berbeda di lidah. Napas juga bisa berbau tak sedap.

Selain itu, ada perasaan tidak nafsu memakan daging, atau bahkan tidak memiliki nafsu makan apapun.

Hasilnya, berat badan menurun. Ini juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit ginjal stadium awal.

Baca Juga: Ginjal Bocor, Ketahui Penyebab dan Gejalanya!

12. Makanan Terasa Seperti Logam

Saat uremia terjadi, rasa makanan yang masuk ke dalam mulut akan terasa seperti logam.

Selain itu, uremia juga mampu menyebabkan bau napas.

Ini menjadi salah satu gejala penyakit ginjal stadium awal yang perlu diwaspadai.

Sebab, seiring berjalannya waktu, penderita penyakit ginjal mungkin akan merasa tidak selera mengonsumsi daging, atau bahkan mengalami penurunan berat badan akibat tidak nafsu makan.

13. Sakit Perut

Uremia yang dirasakan oleh penderita sakit ginjal juga bisa menyebabkan rasa mual dan muntah-muntah.

Hal ini bisa menurunkan nafsu makan, dan akhirnya menurunkan berat badan.

Mendeteksi gejala penyakit ginjal stadium awal bisa menjadi cara untuk mengambil langkah cepat dalam menyembuhkannya.

Karena apabila penyakit ginjal sudah mencapai tahap parah, prosedur cuci darah perlu dilakukan.

Intinya, penting untuk mendengarkan setiap alarm tubuh, sekecil apa pun itu, sebelum ginjal benar-benar gagal berfungsi.

Baca Juga: Mengenal Kanker Ginjal, Mulai dari Penyebab Hingga Pencegahannya

Komplikasi Penyakit Ginjal

Wanita Anemia
Foto: Wanita Anemia (Orami Photo Stock)

Apabila Moms menderita gagal ginjal kronis, kondisi tersebut dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh.

Bahkan, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika penyakit ini tidak segera ditangani.

Berikut ini beberapa diantaranya, dilansir dari Kidney Fund.

1. Asam Urat Tinggi

Gagal ginjal yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan asam urat hingga menyebabkan encok.

Hal ini terjadi mengingat asam urat disaring oleh ginjal dan ketika fungsi ginjal rusak, asam urat pun ikut meningkat.

2. Anemia

Komplikasi gagal ginjal kronis lainnya yakni penyakit anemia.

Anemia pada penyakit ini disebabkan kurangnya EPO (erythropoietin) yang membuat sumsum tulang memproduksi sel darah merah lebih sedikit.

Saat kekurangan sel darah merah, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Anemia akibat gagal ginjal juga terjadi karena kehilangan darah saat menjalani hemodialisis dan tidak mendapatkan cukup nutrisi.

3. Asidosis Metabolik

Asidosis terjadi ketika tubuh mengandung terlalu banyak pH asam dan bisa membahayakan nyawa jika tak segera diobati.

Kondisi ini terjadi pada pasien CKD karena ginjal tidak mampu menyaring darah dengan baik.

4. Gangguan Mineral dan Tulang

Bagi para pasien gagal ginjal kronis mungkin sering mengalami gangguan mineral dan tulang.

Pasalnya, peran ginjal yang tidak dapat menyeimbangkan kadar fosfat di tubuh bisa berbahaya bagi tulang.

Saat kelebihan mineral fosfor dan kekurangan vitamin D, tubuh mencoba memperbaiki masalah tersebut dengan melepaskan hormon paratiroid.

Pelepasan hormon tersebut akan menarik kalsium dari tulang dan menyeimbangkan zat yang ada di darah.

Namun, kehilangan kalsium ini ternyata berdampak pada kesehatan tulang.

5. Hiperkalemia

Hiperkalemia yaitu kondisi ketika tubuh memiliki terlalu banyak kalium dalam darah.

Kondisi ini bisa terjadi pada pasien gagal ginjal kronis mengingat organ tersebut tidak dapat menyaring kalium ekstra dalam darah.

Baca Juga: Tidak Hanya Minum Air Putih, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal

Cara Mengatasi Penyakit Ginjal

Cara Mengatasi Penyakit Ginjal
Foto: Cara Mengatasi Penyakit Ginjal (Orami Photo Stock)

Penyakit ginjal adalah penyakit yang tidak boleh dibiarkan karena bisa saja membahayakan jiwa.

Sebelum terjadi, ada baiknya Moms mengikuti cara mengatasi penyakit ginjal di bawah ini.

1. Selalu Kontrol Tekanan Darah

Langkah terpenting yang dapat Moms lakukan untuk mengobati penyakit ginjal adalah mengontrol tekanan darah.

Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal.

Moms dapat melindungi ginjal dengan menjaga tekanan darah.

Umumnya, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg.

2. Memenuhi Kadar Glukosa

Jika Moms menderita diabetes, untuk mencapai tujuan glukosa darah yaitu periksa kadar glukosa darah secara teratur.

Gunakan hasil untuk mengambil keputusan asupan makanan, aktivitas fisik, dan obat-obatan.

Mencapai angka kebutuhan kadar glukosa akan membantu melindungi ginjal Moms.

3. Rutin Periksa Kesehatan Ginjal

Lakukan tes yang disediakan rumah sakit untuk menguji penyakit ginjal. Hal ini juga dapat digunakan untuk melacak perubahan fungsi dan kerusakan ginjal.

Penyakit ginjal cenderung memburuk dari waktu ke waktu.

Setiap kali Moms diperiksa, tanyakan pada dokter bagaimana hasil tes dibandingkan dengan hasil terakhir.

4. Jangan Merokok

Merokok dapat merusak ginjal dan memperburuk kerusakan ginjal.

Jika Moms seorang perokok, bicarakan dengan dokter tentang strategi untuk berhenti merokok.

Baca Juga: 4 Tips Mencegah Batu Ginjal Menurut Dokter Gizi Klinis

Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Olahraga Lari
Foto: Olahraga Lari (Orami Photo Stock)

Sebagai salah satu organ penting, ginjal harus senantiasa dijaga kesehatannya agar tetap dapat berfungsi dengan baik.

Ada sejumlah cara mencegah dan merawat ginjal agar tetap sehat. Berikut ini tips yang bisa Moms lakukan.

1. Kelola Gula Darah

Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dan gagal ginjal. Hal itu hanya salah satu alasan untuk mengatur gula darah ya Moms.

2. Kelola Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serta gagal ginjal.

Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah ke seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah ginjal menjadi menebal.

3. Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Obesitas dapat meningkatkan risiko kondisi yang berhubungan dengan gagal ginjal, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

4. Diet Jantung Sehat

Diet jantung sehat, seperti rendah gula dan kolesterol dan tinggi serat, biji-bijian, serta buah-buahan dan sayuran dapat membantu mencegah penambahan berat badan.

Baca Juga: Tidak Hanya Minum Air Putih, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal

5. Kurangi Asupan Garam

Mengonsumsi makanan tinggi garam bisa memengaruhi fungsi ginjal dan jantung.

Makan terlalu banyak garam dikaitkan dengan tekanan darah tinggi yang menyebabkan risiko terkena penyakit ginjal.

6. Minum Air yang Cukup

Dehidrasi mengurangi aliran darah ke ginjal yang dapat merusaknya.

Mengutip National Library of Medicine, menyarakan untuk minum air sebanyak 2 liter per harinya.

7. Batasi Alkohol

Bukan hanya memberikan efek mabuk, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tubuh.

Mengutip National Library of Medicine, mengkonsumsi terlalu banyak alkohol juga berisiko terkena kanker dan membuat tekanan darah naik.

Alkohol meningkatkan tekanan darah. Kalori ekstra di dalamnya bisa membuat Moms bertambah gemuk dan menyebabkan kerusakan pada ginjal.

8. Jangan Merokok

Merokok mengurangi aliran darah ke ginjal. Kondisi ini merusak fungsi ginjal pada orang dengan atau tanpa penyakit ginjal.

Baca Juga: 5 Tanda Penyakit Ginjal Yang Mungkin Ada di Diri Kita

9. Batasi Obat Pereda Nyeri yang Dijual Bebas

Saat menggunakan pereda nyeri tanpa resep, seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan asetaminofen (Tylenol), ikuti petunjuk pada kemasannya.

Mengkonsumsi terlalu banyak obat pereda nyeri dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan umumnya harus dihindari jika Moms menderita penyakit ginjal.

10. Mengurangi Stres

Stres dan kecemasan dapat menurunkan tekanan darah yang baik untuk ginjal.

11. Olahraga Teratur

Dengan rutin berolahraga, banyak manfaat yang bisa Moms dapatkan.

Olahraga adalah gerakan yang membuat otot bekerja dan memaksa tubuh untuk membakar kalori.

Lakukan olahraga, seperti berenang, jalan kaki, dan lari.

Olahraga tersebut dapat membantu mengurangi stres, mengatasi diabetes, dan tekanan darah tinggi, serta menjaga berat badan yang sehat.

Alhasil, Moms akan terhindar dari resiko penyakit ginjal.

Baca Juga: Pentingnya Minum Air untuk Menghindari Batu Ginjal

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai penyakit ginjal hingga cara mencegahnya.

Jika Moms mengalami gejala di atas dan sudah mengatasinya, tetapi tidak kondisi tidak membaik.

Jangan ragu untuk segera periksa ke dokter, ya Moms!

  • https://www.healthline.com/health/kidney-health/how-to-prevent-kidney-failure#11-tips
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd/managing
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5218879/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19190158/
  • https://www.kidneyfund.org/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.