08 Mei 2018

Anemia Saat Kehamilan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan menurunkannya fungsi otak secara permanen pada bayi

Anemia merupakan sebuah kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Pada remaja putri, normalnya kadar Hb tidak kurang dari 12 mg/dL, pada ibu hamil baik di usia remaja maupun dewasa kadar Hb tidak kurang dari 11/,g/dL.

Hemoglobin sendiri merupaka suatu zat dalam darah merah atau eritrosit yang memiliki fungsi sebagai pengikat dan penghantar oksigen ke seluruh sel dalam jaringan tubuh.

Oksigen ini sangat diperlukan oleh jaringan tubuh seperti otot dan otak untuk menjalankan fungsinya. Kekurangan oksigen inilah yang akan menyebabkan kurangnya konsentrasi dan kebugaran. Jika mengalami anemia saat kehamilan, bagaimana cara mengatasinya? Mari kita simak ulasannya!

Anemia

Anemia merupakan sebuah penyakit yang muncul akibat kurangnya oksigen yang dibawa darah ke jaringan tubuh karena kadar Hb yang rendah.

Kurangnya oksigen pada otot dapat menyebabkan mudah letih hingga lesu, dengan kata lain seorang manusia menjadi tidak produktif. Dan kurangnya oksigen pada otak menyebabkan turunnya tingkat konsentrasi seseorang.

Gejala anemia biasa dikenal dengan istilah 5L: letih, lemah, lesu, lelah, dan lalai. Adapun gejala lain yang dapat terjadi adalah mudahnya sakit kepala, mata berkunang-kunang dan mudah mengantuk. Pada kasus yang lebih parah, anemia dapat menyebabkan muka mata bibir, kulit, kuku hingga telapak tangan menjadi pucat.

Anemia adalah penyakit yang dapat menyerang siapapun, namun pada umumnya penyakit ini menyerang lebih dari satu di antara lima perempuan usia di atas 15 tahun. Sedangkan satu dari tiga ibu hamil juga sangat berisiko akan penyakit ini.

Baca juga: Bayi Mama Pucat? Hati-Hati Terkena Anemia Defisiensi Besi!

Anemia Saat Kehamilan

shutterstock 190732466
Foto: shutterstock 190732466

Anemia saat kehamilan terutama ternyata memiliki banyak sekali dampak buruk, di mana tak hanya berdampak pada sang Ibu saja tetapi pada bayinya juga.

Pada bayi, anemia yang diderita pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi lahir prematur, kekurangan besi, menurunnya IQ, hingga risiko kematian. Sedangkan pada sang Ibu anemia dapat menyebaban anemia yang lebih parah hingga risiko kematian pula.

Perlu diingat, bahwa penurunan kecerdasan pada bayi akibat anemia pada umumnya bersifat permanen. Dengan kata lain, kemampuan berpikirnya akan terus rendah hingga dewasa.

Baca juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara mencegah Anemia

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

medications 1024x683 800x400
Foto: medications 1024x683 800x400

Ibu hamil memang tentu tak boleh sembarangan mengkonsumsi makanan hingga obat-obatan terutama pada trimester pertama, di mana pada trimester ini terjadi pembentukan organ-organ tubuh.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil yang menderita anemia? Amankah mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) yang memang digunakan sebagai obat anemia?

Rupanya ibu hamil aman mengonsumsi TTD atau Tablet Tambah Darah, karena di dalamnya terkandung asam folat. Di mana bila ibu hamil pada minggu-minggu pertama kekuragan asam folat, maka risiko Si Kecil lahir cacat akan meningkat.

Dengan kata lain, selain aman, TTD ini memang memiliki manfaat sebagai obat yang dapat memproduksi sel darah merah. Moms hanya perlu mengikuti bagaimana ketentuan yang benar dalam mengonsumsi obat tersebut sesuai dengan anjuran dokter.

Selain obat tambah darah, Moms juga tentunya membutuhkan makanan sehat yang mengandung zat besi guna mencegah dan mengatasi anemia.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.