
Pada prosedur medis tertentu, lidocaine dipakai sebagai obat anestesi atau bius untuk membuat area tubuh mati rasa.
Namun, penggunaan lodocaine tidak boleh sembarangan ya, Moms!
Cari tahu pemakaian yang tepat dan informasi lengkapnya di sini.
Foto: lidocaine (https://www.indiamart.com/sarvasyatrading/anesthetic.html)
Foto: Indiamart.com
Lidocaine adalah anestesi atau bius lokal yang berfungsi untuk membuat area tubuh tertentu mati rasa.
Itu sebabnya, obat lidocaine biasanya dipakai untuk mengurangi rasa sakit atau rasa tidak nyaman pada tubuh karena tindakan berikut:
Selain untuk tujuan tersebut, lidocaine kerap dipakai untuk mengatasi irama atau detak jantung tidak teratur yang kemungkinan merupakan gejala serangan jantung.
Pada kasus kontraksi yang tidak nyaman selama persalinan, injeksi atau suntikan lidocaine bisa diberikan ke dalam tulang belakang.
Ini biasanya disebut suntikan epidural.
Cara kerja obat ini dengan mencegah pengiriman sinyal rasa sakit yang dihantarkan dari saraf ke otak.
Dengan begitu, tubuh mampu tidak merasakan rasa sakit di bagian tertentu untuk sementara waktu.
Baca Juga: Begini Cara Meningkatkan Kemampuan Saraf Sensorik Bayi Moms Sesuai Umurnya
Foto: lidocaine
Foto: Orami Photo Stock
Lidocaine tersedia dalam beberapa sediaan.
Namun, di Indonesia, lidocaine hadir dalam bentuk injeksi atau suntikan.
Itulah mengapa, pemberian obat ini harus dibantu oleh dokter maupun petugas medis lainnya.
Obat ini bisa diberikan dalam beberapa cara, seperti:
Baca Juga: Botulisme pada Bayi: Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan
Berikut dosis pemberian lidocaine sesuai kondisi:
Dosis anestesi lidocaine diberikan sesuai dengan berat badan pasien dan tujuan dilakukannya operasi.
Rata-rata, dosis obat bius lidocaine, yakni maksimum 200 mg, menurut PIONAS BPOM.
Pemberian obat bius atau anestesi regional intravena dan blokade saraf perlu konsultasi dan pertimbangan dokter spesialis.
Pemberian suntikan lidocaine adalah di daerah saraf tulang belakang dengan dosis 250-300 mg sebagai larutan 1% untuk analgesik.
Biasanya dipakai untuk proses persalinan.
Baca Juga: 6 Jenis Operasi untuk Mengatasi Wasir
Pada orang dewasa, dosis obat terkait fibrasi ventrikel tanpa denyut atau takikardia ventrikel yang diberikan adalah 1-1,5 mg/kg.
Pemberian obat melalui injeksi diulang seperlunya dengan dosis maksimal 3 mg/kg.
Sementara untuk dosis pengobatan aritmia ventrikel pada pasien dengan kondisi yang lebih stabil, dosisnya yakni 50-100 mg.
Kemudian pada 25-50 mg/menit, pemberian dosis dapat diulang sekali atau dua kali hingga maksimal 200-300 mg dalam 1 jam.
Jika infus diberikan lebih dari 24 jam, pengurangan atau penyesuaian dosis mungkin diperlukan.
Dokter yang menangani Moms akan membantu menentukan takaran dosis yang tepat sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Kenali Aerosol dan Manfaatnya dalam Pengobatan Penyakit
Dosis obat yang diberikan di atas mungkin berbeda untuk kondisi tertentu.
Keadaan, berat badan pasien, dan respons tubuh terhadap pengobatan menjadi pertimbangan terkait pemberian dosis obat.
Agar tahu lebih jelas mengenai dosis obat lidocaine, konsultasikan dengan dokter yang menangani Moms, ya!
Untuk aturan pemberian obat terkait masalah irama jantung, lidocaine dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui infus intravena.
Berbeda lagi saat dipakai sebagai anestesi atau bius lokas, obat ini disuntikkan secara langsung melalui kulit ke area tubuh tertentu.
Bila Moms mendapat pengobatan karena detak jantung tidak teratur, Moms akan terus dipantau dengan bantuan alat elektrokardiograf (EKG).
Cara tersebut membantu dokter mengetahui perlu waktu berapa lama lagi untuk tetap memberikan injeksi lidocaine.
Dokter dan petugas medis lainnya akan melakukan pemantauan ketat terkait kondisi pernapasan, tekanan darah, kadar oksigen, maupun tanda vital lainnya selama menerima injeksi lidocaine.
Baca Juga: Ingin Tahu Cara Menghitung Tetesan Infus? Yuk, Ketahui Bersama!
Foto: lidocaine
Foto: Orami Photo Stock
Injeksi lidocaine berisiko menimbulkan efek samping yang dapat mengganggu respons.
Hindari mengemudi dan melakukan aktivitas yang butuh konsentrasi setelah menerima infus maupun suntikan obat ini.
Efek samping yang umum dari lidocaine termasuk:
Sampaikan kepada dokter dan petugas medis bila Moms mengalami efek samping berikut:
Baca Juga: 18 Obat Sariawan Anak, dari Obat di Apotek Hingga yang Alami
Begitu pula jika muncul tanda-tanda reaksi alergi, sampaikan segera pada dokter:
Foto: lidocaine (newatlas.com)
Foto: Orami Photo Stock
Moms tidak boleh menerima obat ini bila punya alergi terhadap obat ini dan kondisi berikut:
Baca Juga: Moms, Ini 8 Penyebab Tubuh Mudah Lelah dan Tips Mengatasinya
Sampaikan juga kepada dokter bila Moms pernah mengalami:
Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai obat ini, konsultasikan selebihnya dengan dokter ya, Moms!
Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.