17 September 2022

3 Penyebab Tremor dan Cara Mengatasinya, Umumnya Karena Masalah pada Kondisi Neurologis

Kondisi ini membuat anggota tubuh bergetar tak terkendali dan sulit untuk dihentikan

Apakah Moms sering atau pernah mengalami anggota tubuh bergetar tak terkendali dan sulit untuk dihentikan? Bisa jadi Moms terkena tremor.

Penyakit ini bisa terjadi di bagian tubuh mana pun lho, Moms. Seperti tangan, kaki, wajah, kepala, dan pita suara.

Tingkat keparahan tremor pada setiap orang pun berbeda-beda. Tak jarang, penyakit ini menyebabkan guncangan yang lebih nyata.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas Moms sehari-hari. Selain itu, jika tremor yang dirasakan berlangsung dalam waktu lama, akan berakibat fatal dan membahayakan bagi kesehatan.

Tentunya hal ini tidak ingin Moms alami. Oleh sebab itu, sebaiknya Moms mengenali lebih lanjut terkait pengertian, gejala, hingga pengobatan pada penyakit ini.

Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai pengertian tremor, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Mainan Anak Perempuan yang Bisa Jadi Ide Hadiah

Pengertian Tremor

Tangan Lansia
Foto: Tangan Lansia (Freepik.com/rawpixel-com)

Dalam jurnal yang dipublikasikan oleh Current Neuropharmacology, tremor adalah gerakan ritmis yang tidak disengaja dan tidak terkendali pada satu bagian atau satu anggota tubuh.

Getaran yang dirasakan dapat terjadi di bagian tubuh mana pun dan kapan pun. Biasanya, tremor diakibatkan dari permasalahan pada bagian otak yang mengontrol gerakan otot.

Meskipun penyakit ini bukan pertanda penyakit serius, namun dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa jadi gejala penyakit yang lebih berbahaya.

Oleh sebab itu, penyakit ini biasanya tidak membutuhkan pertolongan atau penanganan karena akan hilang dengan sendirinya.

Banyak orang salah mengira bahwa penyakit ini sama dengan kejang otot atau kedutan. Padahal, ketiganya bukanlah hal yang sama.

Kejang otot adalah kontraksi otot yang tidak disengaja. Sementara itu, kedutan otot adalah gerakan halus atau perlahan yang tidak terkendali dari bagian kecil otot besar dan umumnya terlihat di bawah kulit.

Baca Juga: Arti Kedutan Kelopak Mata Kanan Atas, Menurut Medis Hingga Primbon

Jenis-Jenis Tremor

Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis yakni resting tremor dan action tremor.

Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis penyakit ini menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke:

1. Resting Tremor

Resting tremor terjadi saat Moms duduk atau berbaring diam. Namun, ketika tubuh mulai bergerak, maka Moms akan melihat bahwa getarannya hilang. Resting tremor biasanya terjadi pada tangan atau jari-jari.

2. Action Tremor

Action tremor terjadi ketika anggota tubuh yang tremor tidak berhenti bergetar meskipun Moms sedang melakukan aktivitas. Penyakit jenis ini terbagi menjadi beberapa sub kategori yakni:

  • Intention tremor: terjadi selama gerakan ditargetkan, misalnya menyentuh hidung dengan jari.
  • Postural tremor: terjadi saat menahan posisi melawan gravitasi, seperti meregangkan lengan atau kaki.
  • Task-specific tremors: terjadi selama aktivitas tertentu, seperti menulis atau mengetik.
  • Tremor kinetik: terjadi selama menggerakan bagian tubuh tertentu, seperti menggerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
  • Tremor isometrik: terjadi selama kontraksi otot yang disengaja tanpa gerakan otot lainnya.

Baca Juga: Bayi Kejang saat Tidur, Apa Penyebabnya?

Penyebab Tremor

Merawat Lansia
Foto: Merawat Lansia (Freepik.com/freepik)

Biasanya, permasalahan pada otak menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini.

Namun, dalam beberapa kasus penyakit ini dapat disebabkan oleh kondisi neurologis, gangguan pergerakan, atau masalah kesehatan lainnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja penyebab penyakit ini, yuk simak penjelasan berikut ini, Moms.

1. Kondisi Neurologis

Dalam beberapa kasus, penyebab penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Tapi, umumnya penyakit ini disebabkan oleh kondisi neurologis.

Beberapa kondisi neurologis yang dapat menyebabkan tangan gemetar menurut Handbook of clinical neurology yakni:

  • Multiple Sclerosis (MS)

Menurut National MS Society Orang yang memiliki MS mengalami beberapa kali serangan penyakit ini.

Hal ini akan semakin berkembang ketika penyakit merusak area di jalur sistem saraf pusat atau di bagian yang mengontrol gerakan.

  • Stroke

Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah menghalangi arteri, mencegah darah mencapai otak.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jalur neurologis dan menyebabkan penyakit ini.

  • Cedera Otak Traumatis

Cedera fisik pada otak juga dapat merusak saraf yang berperan dalam mengkoordinasikan gerakan.

Tremor tangan dapat terjadi saat cedera memengaruhi saraf tertentu.

  • Penyakit Parkinson

Lebih dari 25 persen orang dengan penyakit Parkinson akan mengalami action tremor dan resting tremor yang terjadi pada satu atau kedua tangan.

Getaran tersebut biasanya dimulai di satu sisi tubuh, dan bisa menyebar ke sisi lain. Getaran akan lebih kuat apabila penderita mengalami stres atau terlalu emosi.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab dan Pertolongan Pertama Kejang pada Bayi, Jangan Panik ya, Moms!

2. Gangguan Gerak

Gangguan pergerakan juga menjadi salah satu penyebab umum seseorang mengalami penyakit ini pada area tangan.

Berikut ini jenis-jenis gangguan gerak yang menyebabkan penyakit ini pada bagian tangan.

  • Tremor Esensial

Tremor esensial adalah salah satu gangguan gerakan yang paling umum, dan penyebabnya tidak diketahui.

Getaran biasanya mempengaruhi kedua sisi tubuh, tetapi mungkin lebih terlihat di tangan. Penyakit jenis ini cenderung terjadi saat orang tersebut bergerak dan juga saat berdiri diam.

Faktor genetika mungkin bertanggung jawab untuk sekitar setengah dari kasus tremor esensial. Jenis ini tidak dianggap terkait dengan proses penyakit apa pun.

Namun, sebuah penelitian The Cerebellum menghubungkannya dengan degenerasi ringan di otak kecil, yang merupakan bagian otak yang mengontrol gerakan motorik.

  • Tremor Distonik

Pada penderita distonik, ketika otak mengirimkan pesan yang salah, mengakibatkan otot yang terlalu aktif, postur tubuh yang tidak normal, dan gerakan yang tidak diinginkan terus-menerus.

Orang dewasa dan paruh baya kemungkinan besar mengalami penyakit jenis distonik yang terjadi pada otot mana pun.

3. Masalah Kesehatan Lainnya

Masalah kesehatan berikut juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit ini:

  • Kondisi kejiwaan seperti depresi atau gangguan stres pascatrauma.
  • Kelainan degeneratif bawaan, misalnya ataksia herediter atau sindrom X rapuh.
  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Keracunan Merkuri.
  • Hipertiroidisme, atau tiroid yang terlalu aktif.
  • Gagal hati atau ginjal.
  • Kecemasan atau panik.
  • Pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya obat asma, amfetamin, kafein, kortikosteroid, dan obat yang digunakan untuk mengobati gangguan kejiwaan serta neurologis tertentu.

Baca Juga: Gangguan Pendengaran dan Efeknya untuk Kesehatan Otak, Begini Penjelasannya

Diagnosis Tremor

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai keluhan atau gejala yang dialami, riwayat penggunaan obat-obatan, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga.

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui:

  • Bagian dan sisi tubuh yang mengalami tremor.
  • Waktu terjadinya tremor apakah terjadi saat sedang beristirahat atau bergerak.

Selama pemeriksaan, dokter akan meminta Moms untuk menulis, memegang sebuah benda, menyentuh hidung dengan jari, menggambar spiral, dan lain-lain.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan saraf guna mendeteksi adanya gangguan pada sistem saraf.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah: untuk mendeteksi fungsi hormon tiroid serta kadar zat tertentu yang dapat menjadi penyebab penyakit ini.
  • Pemindaian dengan CT Scan atau MRI: untuk melihat kelainan pada otak.
  • EMG (elektromiogram): untuk mengukur aktivitas otot dan melihat respons otot terhadap rangsangan pada saraf.

Baca Juga: 5 Resep Ayam Kungpao Bercita Rasa Manis Gurih untuk Keluarga, Yuk Coba!

Cara Mengatasi Tremor

Pemeriksaan Medis
Foto: Pemeriksaan Medis (Freepik.com/pressfoto)

Pengobatan penyakit ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika penyebab tremor ialah hipertiroidisme, Moms tak perlu khawatir, karena biasanya akan membaik setelah pengobatan.

Sementara itu, jika penyakit ini merupakan efek samping dari pengobatan tertentu, umumnya akan segera hilang usai mengganti obat atau dosis. Berikut ini cara mengatasi tremor:

1. Obat-obatan

Ada beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati tremor itu sendiri. Dokter mungkin akan meresepkannya untuk Moms. Obat-obatan mungkin termasuk:

  • Beta-blocker

Biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau penyakit jantung. Namun, mereka telah terbukti mengurangi penyakit ini pada beberapa orang.

  • Obat penenang

Seperti alprazolam (Xanax), dapat meredakan tremor yang dipicu oleh kecemasan.

  • Obat anti-kejang

Diresepkan untuk Moms yang tidak dapat menggunakan beta-blocker atau yang memiliki tremor yang tidak dibantu oleh beta-blocker.

2. Suntikan Botox

Suntik botox juga dapat mengobati penyakit ini. Suntikan kimia ini sering diberikan kepada orang yang mengalami tremor yang memengaruhi wajah dan kepala.

Baca Juga: Masa Nifas Tidak Berhenti Usai 2 Bulan, Cari Tahu Penyebabnya di Sini!

3. Terapi Fisik

Terapi fisik dapat meningkatkan kontrol, fungsi, dan kekuatan otot sekaligus meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Ahli terapis okupasi dapat membantu orang yang hidup dengan penyakit ini untuk terus melakukan aktivitas sehari-hari.

Terapi fisik juga melibatkan peralatan, seperti:

  • Objek berat

Barang-barang di sekitar seperti piring, gelas, atau sendok garpu akan diganti dengan versi lebih berat. Dengan demikian, tentu akan lebih mudah digenggam serta digerakkan.

  • Alat khusus

Ada juga peralatan yang didesain khusus bagi penderita tremor. Khususnya alat yang sulit digenggam dan dikendalikan seperti pensil, alat berkebun, dan juga alat masak.

  • Beban di pergelangan tangan

Tambahan beban di pergelangan tangan akan membuat kendali menjadi lebih mudah. Ada banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

4. Teknik Psikologis

Jika kecemasan atau panik menyebabkan tremor, Moms dapat berlatih teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan agar perasaan lebih tenang dan rileks.

5. Operasi Stimulasi Otak

Operasi menjadi satu-satunya pilihan bagi Moms yang tidak membaik setelah terapi obat-obatan atau mengalami tremor parah, dokter akan merekomendasikan langkah operasi, seperti terapi stimulasi otak (DBS) atau talamotomi.

Selama operasi ini, dokter akan memasukkan probe listrik ke bagian otak Anda yang bertanggung jawab atas getaran.

Setelah probe terpasang, kawat masuk dari probe ke dada dan di bawah kulit. Dokter bedah menempatkan perangkat kecil di dada dan menempelkan kawat ke sana.

Perangkat ini mengirimkan sinyal ke probe untuk menghentikan otak menghasilkan getaran.

Baca Juga: Malam Pertama Tidak Bisa Masuk? Simak Penyebab dan Tips Mengatasinya

Nah Moms, itulah pengertian tremor, penyebab, jenis, hingga cara mengatasinya.

Sebaiknya segera konsultasikan hal ini ke tenaga medis atau dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang sesuai apabila tremor terjadi terus menerus dan berkala.

  • https://www.healthline.com/health/tremor#causes
  • https://www.nhs.uk/conditions/tremor-or-shaking-hands/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322195#prevention
  • https://doi.org/10.1016/B978-0-444-64189-2.00016-0
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3468879/
  • https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs12311-015-0692-6
  • https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Tremor-Fact-Sheet

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.