Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
15 Februari 2022

5 Tanda Moms Butuh Perawatan Suntik Botox

Perawatan suntik botox bisa dilakukan oleh orang dewasa muda maupun tua.
5 Tanda Moms Butuh Perawatan Suntik Botox

Suntik botox menggunakan obat yang terbuat dari racun bakteri Clostridium botulinum. Racun jenis ini sama dengan racun yang menyebabkan keracunan makanan dan mengancam jiwa, biasanya disebut botulisme.

Botox salah satu metode perawatan wajah untuk memudarkan kerutan dan memperbaiki penampilan. Selain wajah, dilansir dari Medlineplus, botox juga berfungsi mengatasi masalah ketiak, dystonia serviks, strabismus dan migrain kronis.

Suntikan botox bekerja dengan cara melemahkan otot-otot tertentu maupun menghalangi saraf tertentu.

Efek suntik botox sendiri akan bertahan sekitar 3 hingga 12 bulan, tergantung pada masalah ditangani.

Adapun efek samping suntik botox yang paling umum adalah rasa sakit, bengkak atau memar di tempat suntikan.

Moms juga bisa mengalami gejala seperti flu, sakit kepala dan perut buncit. Suntik botox di wajah juga bisa menyebabkan kelopak mata terkulai sesaat.

Karena itu, ibu hamil dan menyusui tidak disarankan melakukan perawatan suntik botox dengan alasan apapun.

Terlebih lagi, belakangan ini suntik botox semakin diminati oleh masyarakat. Apalagi Moms juga bisa mendapatkan suntik botox dengan mudah. Hal ini tentunya menjadi keuntungan jika Moms ingin mencoba suntik botox.

Namun, sebelum melakukan suntik botox Moms juga perlu mengetahui kapan waktu yang pas agar tidak salah perhitungan.

Sebab, suntik botox ini harus dilakukan berdasarkan kebutuhan medis dan kecantikan ya Moms!

Baca Juga: Perbedaan Filler dan Botox, Perawatan Kecantikan yang Selalu Populer

Kapan Waktu yang Tepat untuk Suntik Botox?

Banyak wanita dan pria mungkin kebingungan memilih waktu yang tepat untuk perawatan suntik botox.

Menurut American Society of Plastic Surgeons, lebih dari 7 juta prosedur botox tahun 2016, sebanyak 126.500 adalah orang dewasa di bawah usia 29 tahun.

Jadi, usia bukan satu syarat penting mengenai boleh dan tidaknya seseorang melakukan perawatan suntik botox. Moms boleh saja melakukan suntik botox bila sudah mengalami 5 tanda-tanda berikut ini.

1. Memiliki Kerutan dan Penipisan Kulit yang Dalam

tanda kita butuh suntik botox - 1 memiliki kerutan dan penipisan yang dalam.jpg

Foto: tanda kita butuh suntik botox - 1 memiliki kerutan dan penipisan yang dalam.jpg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Kebanyakan orang yang berusia akhir 30-an atau awal 40-an sudah mulai memiliki garis-garis halus di permukaan wajah yang tak diinginkan. Garis-garis halus ini bisa muncul sebagai tanda-tanda penuaan.

Menurut Tsippora Shainhouse, MD, dokter kulit yang berbasis di Beverly Hills, mengatakan suntik botox bisa membantu menyegarkan wajah dan menyamarkan garis-garis halus.

"Tapi prosedur ini lebih baik dilakukan saat mulai muncul garis-garis halus. Karena, kerutan yang dalam otomatis akan membuat kulit semakin tipis, sehingga neurotoksin saja tidak cukup," jelasnya.

Baca Juga: Benarkah Botox Bikin Bahagia? Begini Kata Ahli

2. Kerutan Terlihat saat Sedang Berekspresi

tanda kita butuh suntik botox - 2 kerutan dalam mulai terlihat saat wajah mencoba berekspresi.jpg

Foto: tanda kita butuh suntik botox - 2 kerutan dalam mulai terlihat saat wajah mencoba berekspresi.jpg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Kondisi ini disebut rhytids dinamis, artinya kerutan ini akan hilang ketika ekspresi wajah kembali normal.

Jika Moms memiliki rhytids statis atau kerutan yang tersisa di wajah setelah berekspresi, maka akan lebih sulit untuk merawat garis-garis halus.

"Dalam kasus ini, suntik botox mungkin tidak cukup untuk menghapus kerutan sepenuhnya, " kata Dr. Shainhouse.

Meski begitu, suntik botox masih bisa mengurangi kedalaman kerutan dan mencegah kerutan lebih dalam.

Caranya, meminimalkan kontraksi otot di area yang sudah muncul garis halus.

3. Mengatasi Asimetri Wajah

tanda kita butuh suntik botox - 3 mengatasi asimetri wajah.jpg

Foto: tanda kita butuh suntik botox - 3 mengatasi asimetri wajah.jpg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Jika satu alis mata berada lebih rendah dari yang lain atau satu sisi mulut terangkat ketika tersenyum atau berbicara, itu artinya wajah Moms tidak simetris. Moms bisa mengatasi asimetri wajah ini dengan suntik botox.

Bila prosedur suntik botox dilakukan dengan benar, maka hasilnya akan bertahan lebih lama untuk menyamarkan kerutan," kata S. Manjula Jegasothy, MD, ahli dermatologi.

Baca Juga: Mengenal Botox, Perawatan untuk Mengurangi Kerutan di Wajah

4. Mengecilkan atau Melunakkan Rahang

tanda kita butuh suntik botox - 4 mengecilkan atau melunakkan rahang - a.jpg

Foto: tanda kita butuh suntik botox - 4 mengecilkan atau melunakkan rahang - a.jpg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Pada beberapa orang, otot rahang yang digunakan untuk mengunyah bisa terlihat lebih penuh atau besar.

Dalam hal ini, suntik botox dapat membantu mengecilkan garis rahang.

Bahkan, perawatan suntik botox ini sangat efektif untuk melunakkan otot hingga memanjang dagu bila dilakukan dengan benar.

5. Mengecilkan Tonjolan Pipi saat Tersenyum

tanda kita butuh suntik botox - 5 mengecilkan tonjolan pipi.jpg

Foto: tanda kita butuh suntik botox - 5 mengecilkan tonjolan pipi.jpg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Beberapa orang mungkin memiliki tonjolan pipi yang terlihat jelas ketika tersenyum atau tertawa. Sebenarnya hal ini bukan masalah serius.

Tapi, Moms bisa mempercantik penampilan dengan mengecilkan tonjolan pipi melalui perawatan botox.

Perawatan ini bisa Moms rasakan hasilnya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Berapa Kali Suntik Botox Dilakukan?

suntik botox

Foto: suntik botox (Pexels)

Foto: Orami Photo Stock

Kebutuhan botox tentu berbeda setiap orangnya. Hal tersebut diukur berdasarkan tujuan penggunaan botox.

Biasanya, efek dari suntik botox akan bertahan selama 3-6 bulan. Selanjutnya Moms perlu melakukan suntik botox kembali.

Selain itu, umumnya suntik botox relatif aman. Sebab, tidak ada efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa setelah suntik botox, akan muncul rasa sakit, bengkak, atau memar.

Nah, itulah beberapa tanda yang bisa menjadi indikator dalam menentukan kapan waktunya melakukan suntik botox.

Moms bisa mulai dengan mengenali dan mengamati perubahan yang terjadi pada area kulit wajah. Dengan begitu, Moms juga bisa mengetahui tujuan dari suntik botox.

Suntik botox tentunya harus didasari atas kebutuhan kesehatan ya Moms. Jadi, jangan mudah terpengaruh atau hanya ikut-ikutan saja. Sebab, suntik botox ini harus dilakukan berdasarkan alasan medis dan kesehatan kulit.

Moms juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui lebih lanjut tentang efek samping suntik botox. Jangan lupa untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih fasilitas kesehatan yang melayani suntik botox.

Pastikan tempat suntik botox yang Moms pilih memiliki riwayat yang positif.