08 Juni 2020

Mengenal Botox, Perawatan untuk Mengurangi Kerutan di Wajah

Botox merupakan perawatan wajah yang populer, tapi memiliki efek samping

Botox adalah obat yang melemahkan atau melumpuhkan otot. Botox dapat membantu mengurangi kulit keriput dan mengobati beberapa kondisi otot dalam dosis kecil.

Botox adalah protein yang terbuat dari toksin botulinum, yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum. Protein inilah racun yang sama menyebabkan botulisme .

Meskipun botox adalah racun, dilansir dari Medical News Today, botox bisa digunakan untuk keperluan medis dan kosmetik. Asalkan, penggunaannya benar dan dalam dosis kecil.

Manfaat Botox

beda_filler_dan_botox.jpg
Foto: beda_filler_dan_botox.jpg

Foto: shutterstock.com

Suntik botox dikenal bermanfaat untuk mengurangi kulit keriput.

Padahal botox juga bisa membantu mengobati mata juling, kejang kelopak mata, keringat berlebih dan beberapa gangguan kandung kemih.

Karena, botox berasal dari bakteri Clostridium botulinum.

Bakteri ini sangat mudah ditemukan dalam tanah, danau, hutan dan dalam saluran usus mamalia serta ikan.

Umumnya, bakteri dan spora Clostridium botulinum yang terbentuk secara alami tidak berbahaya.

Masalah hanya muncul ketika spora berubah dan populasi sel meningkat.

Pada titik tertentu, bakteri mulai memproduksi toksin botulinum, neurotoksin mematikan yang bertanggung jawab untuk botulisme.

Baca Juga: Melakukan Botox Saat Hamil, Berbahaya Atau Tidak?

Beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa 1 gram (g) racun kristal dapat membunuh 1 juta orang dan beberapa kilogram dapat membunuh setiap manusia di bumi.

Namun, menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), botox aman dan memiliki sedikit efek samping ketika digunakan dalam perawatan.

Cara Kerja Botox

Mengenal Botox Perawatan yang Mengurangi Kerutan Pada Wajah - bagaimana cara kerjanya.jpg
Foto: Mengenal Botox Perawatan yang Mengurangi Kerutan Pada Wajah - bagaimana cara kerjanya.jpg (shutterstock)

Foto: shutterstock.com

Botox menargetkan sistem saraf, mengganggu proses pensinyalan saraf yang merangsang kontraksi otot.

Langkah inilah yang membuat obat menyebabkan kelumpuhan otot sementara.

Supaya otot berkontraksi, saraf akan melepaskan zat kimia yang disebut asetilkolin di tempat saraf bertemu sel-sel otot.

Asetilkolin ini menempel pada reseptor sel otot dan menyebabkan sel otot berkontraksi.

Sementara, suntik botox ini mencegah pelepasan asetilkolin untuk menghentikan sel-sel otot untuk berkontraksi.

Racun pada suntik botox berfungsi mengurangi kontraksi otot yang abnormal dan memungkinkan otot menjadi lebih lemas.

Baca Juga: Muncul Kerutan di Kulit? Gunakan Retinol, Bahan Skincare untuk Anti-aging

Berapa Lama Suntik Botox Bertahan?

Mengenal Botox Perawatan yang Mengurangi Kerutan Pada Wajah - berapa lama suntik botox bertahan.jpg
Foto: Mengenal Botox Perawatan yang Mengurangi Kerutan Pada Wajah - berapa lama suntik botox bertahan.jpg (shutterstock)

Foto: shutterstock.com

WebMD menjelaskan bahwa efek dari suntik botox akan bertahan tiga hingga enam bulan.

Ketika otot berangsur kembali, garis-garis halus dan kerutan mulai muncul kembali sehingga perlu perawatan lagi.

Garis-garis halus dan kerutan pada kulit sering terlihat tidak terlalu parah seiring waktu karena otot menyusut.

Baca Juga: 5 Cara Alami Menghilangkan Keriput di Sudut Mata

Efek Samping Suntik Botox

Mengenal Botox Perawatan yang Mengurangi Kerutan Pada Wajah - efek samping suntik botox.jpg
Foto: Mengenal Botox Perawatan yang Mengurangi Kerutan Pada Wajah - efek samping suntik botox.jpg (getty images)

Foto: Getty Images

Adapun efek samping suntik botox yaitu memar. Tapi, ada pula efek samping botox yang paling umum, seperti sakit kepala dalam 24 hingga 48 jam.

Sebagian kecil pasien juga mengalami kelopak mata terkulai (drooping). Kondisi ini biasanya berakhir dalam tiga minggu.

Drooping biasanya terjadi ketika botox bergerak, jadi jangan menggosok daerah yang dirawat selama 12 jam setelah injeksi atau berbaring selama tiga hingga empat jam.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.