Scroll untuk melanjutkan membaca

FASHION & BEAUTY
26 Januari 2023

Mengenal Retinol, Kandungan Skincare untuk Atasi Kerutan

Skincare yang mengandung retinol bagus digunakan untuk anti aging
Mengenal Retinol, Kandungan Skincare untuk Atasi Kerutan

Seiring bertambahnya usia, kulit wajah terus berubah bahkan bisa memunculkan tanda-tanda penuaan. Salah satu cara mengatasinya bisa menggunakan retinol.

Bagi Moms yang sangat mementingkan penampilan pasti merasa hal ini cukup mengganggu sehingga mencari beragam cara agar wajah tampak awet muda.

Nah, produk skincare berbahan ini sangat cocok untuk mengatasi masalah kulit, seperti garis-garis halus, kerutan, pori-pori besar, warna, dan tekstur kulit tidak merata.

Ini karena retinol berfungsi sebagai anti-aging yang dapat mencegah, bahkan mengatasi penuaan pada kulit wajah sehingga tampak awet muda.

Salah satu produk yang memiliki kandungan retinol di dalamnya adalah OLAY Regenerist Retinol 24 Night Moisturizer.

Tidak hanya mengandung retinol, moisturizer ini juga mengandung Niacinamide yang mampu membantu meremajakan kulit dan membuat wajah terlihat lebih halus dan bercahaya.

Selain itu, OLAY Regenerist Retinol 24 juga mampu membantu menghidrasi kulit wajah hingga 24 jam, serta membantu garis dan kerut wajah tampak berkurang dalam 28 hari.

Dengan penggunaan teratur di malam hari, kulit wajah pun dapat terlihat lebih muda dan tampak kencang.

Untuk lebih mengetahui tentang retinol, berikut penjelasan beserta manfaatnya, Moms.

Baca Juga: Mengenal Stearyl Alcohol, Jenis Alkohol yang Baik untuk Kulit

Apa Itu Retinol?

Apa Itu Retinol?

Foto: Apa Itu Retinol? (freepik.com)

Mengutip dari WebMD, retinol adalah zat yang terbuat dari vitamin A dan biasanya ditambahkan ke krim perawatan wajah.

Kandungan ini berfungsi untuk meningkatkan jumlah kolagen yang dibuat oleh tubuh dan dapat mengurangi garis-garis halus serta kerutan pada wajah.

Penggunaan kandungan ini juga meningkatkan warna kulit serta mengurangi bercak-bercak di wajah, seperti flek hitam.

Banyak dokter kulit meresepkan jenis retinol yang lebih kuat, seperti tretinoin, untuk memperlambat penuaan kulit, memperbaiki tekstur warna yang tidak teratur, dan membersihkan jerawat di wajah.

Namun, ketika menggunakan produk berbasis kandungan ini, lapisan atas kulit dapat menjadi kering dan bersisik.

Baca Juga: Kulit Dehidrasi, Apakah Berbeda dengan Kulit Kering?

Maka, waktu terbaik untuk menggunakan produk dari retinol adalah di malam hari.

Selain itu, penting juga bagi Moms untuk memakai pelembap dan tabir surya di keesokan paginya setelah menggunakan retinol di malam hari.

Perlu Moms ketahui bahwa, dibutuhkan 3 hingga 6 bulan penggunaan retinol secara rutin untuk memperbaiki kerutan yang terlihat jelas pada kulit wajah.

Sementara hasil terbaik dari penggunaan produk ini membutuhkan waktu 6 hingga 12 bulan.

Jadi, tidak bisa langsung bereaksi baik pada kulit sehingga membutuhkan waktu beberapa lama dan penggunaan yang rutin.

Berdasarkan studi dari Harvard Health Publishing, skincare yang mengandung bahan ini juga harus digunakan terus-menerus untuk mempertahankan manfaatnya di kulit wajah.

Kondisi Kulit yang Tak Boleh Menggunakan Retinol

Kondisi Kulit yang Tak Boleh Menggunakan Retinol

Foto: Kondisi Kulit yang Tak Boleh Menggunakan Retinol (Orami Photo Stock)

Mengutip Glamour Magazine, Dr. Murad, ahli dermatologi dan pendiri Murad Skincare, mengatakan:

"Retinol beraksi sebagai agen pengelupasan kulit/eksfoliasi, membantu produksi kolagen, dan memerangi radikal bebas."

Namun, Moms perlu mengetahui ada beberapa kondisi kulit yang sebaiknya menghindari dari penggunaan retinol sehingga zat ini tidak untuk semua orang.

"Anda tidak boleh menggunakan retinol bila memiliki kondisi kulit seperti rosacea, eksim, atau psoriasis.

Karena retinol dapat membuat lebih banyak peradangan, dan dapat memperburuk kondisi kulit yang sedang dialami," jelasnya.

Produk perawatan kulit yang mengandung retinol terbaik digunakan untuk usia lebih dari 30 tahun yang sudah memiliki garis-garis halus dan kerutan.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Niacinamide, Bahan Skincare untuk Atasi Eksim dan Jerawat

"Retino, atau vitamin A, terbaik digunakan pada usia 30+ dengan kulit yang mengalami garis-garis halus dan kerutan.

Namun, Anda dapat mulai menggunakan retinol lebih awal jika mau," jelas Daniel Isaacs, Direktur Perumusan & Pengembangan merek perawatan kulit profesional Medik8, mengutip Cosmopolitan.

Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan bahan ini di usia muda mungkin tidak memiliki efek yang sama banyaknya dengan memakai produk retinol di usia 30 tahun ke atas.

"Retinol dapat meningkatkan produksi kolagen untuk mencegah garis dan kerutan nanti.

Kombinasikan dengan sunscreen dan vitamin C yang tinggi di pagi hari, untuk memperbaiki kondisi kulit jadi lebih hebat," tambahnya lagi.

Ibu Hamil dan Menyusui Tak Boleh Menggunakan Retinol

Ibu Hamil dan Menyusui Tak Boleh Menggunakan Retinol

Foto: Ibu Hamil dan Menyusui Tak Boleh Menggunakan Retinol (stylist.co.uk)

Moms perlu tahu bahwa skincare yang mengandung retinol tidak disarankan untuk ibu hamil.

Hal ini karena penggunaan kandungan ini secara berlebihan dapat mengakibatkan kelainan wajah, kepala, tulang belakang, jantung, dan otak bayi.

“Jumlah retinol yang terserap kulit sebenarnya sedikit dan mungkin saja tidak masalah, tapi kita tidak mau mengambil risiko tersebut,” ujar Dr. Roni Munk, dermatolog dari MunkMD.

Dr. Munk selalu menyarankan pasien untuk berhenti memakai skincare yang mengandung retinol.

“Saya menyarankan untuk berhenti menggunakannya sampai bayi lahir. Lebih baik gunakan sunscreen, yang justru malah lebih ampuh sebagai perawatan pencegahan anti-aging,” jelasnya.

Baca Juga: 9 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil, Berisiko Bagi Janin

Tak hanya ibu hamil, penggunaan bahan ini juga tak disarankan untuk ibu menyusui.

Mengutip laman MamaSource, kebanyakan dokter menganjurkan agar para ibu menyusui menghindari produk ini, Moms.

Kandungan ini telah dikaitkan dengan cacat lahir tertentu dan mungkin juga tidak sehat untuk dikonsumsi bayi melalui ASI.

Ini karena apa yang Moms masukkan ke kulit dapat terserap ke dalam tubuh dan masuk ke dalam ASI.

Jadi, meskipun retinol adalah bahan yang ampuh untuk membersihkan dan menutrisi kulit, ada pilihan membersihkan kulit lain yang mungkin lebih aman untuk ibu menyusui. Berikut di antaranya:

  • Memilih produk pembersih yang lembut dan tidak komedogenik.
  • Hanya membersihkan wajah sesuai kebutuhan (tidak lebih dari dua kali sehari).
  • Mengurangi asupan gula.
  • Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah.
  • Meminimalkan tingkat stres.

Manfaat Retinol untuk Kecantikan

Manfaat Retinol untuk Kecantikan

Foto: Manfaat Retinol untuk Kecantikan (Today.com)

Manfaat retinol termasuk dapat mempercepat siklus regenerasi sel kulit yang dapat membuat kulit jadi lebih halus.

Zat ini juga dapat mengurangi hiperpigmentasi sehingga warna kulit jadi cerah dan merata.

"Retinol dapat meningkatkan produksi kolagen dan menyebabkan kulit lebih kencang, garis-garis halus dan kerutan pun juga berkurang," lanjut Daniel.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketika seseorang menggunakan kandungan ini, seharusnya sudah mulai melihat perbedaan setelah penggunaan 4 minggu.

Namun, perubahan kulit yang signifikan dapat memakan waktu hingga 3 bulan.

Moms tidak perlu khawatir jika memiliki jenis kulit kering, atau sensitif karena kandungan ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit.

"Semua jenis kulit biasanya mendapat manfaat dari penggunaan produk retinol. Bahkan kulit yang sensitif juga bisa merasakan manfaat dari vitamin A ini," terang Daniel.

Dengan mempercepat proses pembaruan sel kulit, produk ini membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Berikut ini beberapa manfaat lain dari skincare yang mengandung retinol:

1. Membantu Mengobati Jerawat

Jerawat adalah masalah kulit wajah yang sangat umum terjadi.

Salah satu upaya yang bisa Moms lakukan jika mengalaminya adalah menggunakan skincare yang mengandung retinol.

Sebab, kandungan ini dapat mengurangi pengelupasan kulit abnormal yang menyumbat pori-pori.

Alasan lain mengapa kandungan ini bisa mengatasi jerawat adalah karena bahan ini dapat memblokir molekul yang menyebabkan peradangan pada kulit.

Sebuah ulasan sistematis pada 2019 di American Journal of Clinical Dermatology menunjukkan bahwa retinoid topikal efektif dan aman mengobati jerawat.

Studi ini juga menunjukkan bahwa dosis retinoid topikal yang digunakan seseorang lebih penting daripada jenisnya..

Selain itu, para peneliti juga mencatat bahwa kombinasi retinoid dan agen antimikroba dapat meningkatkan kemanjuran pengobatan jerawat.

Orang dengan jerawat parah mungkin memerlukan retinoid yang lebih kuat daripada retinol (retinoid yang lebih lemah), seperti isotretinoin.

Baca Juga: Ini Bahaya Retinoid dan Retinol untuk Ibu Hamil, Hati-hati!

2. Mencegah Penuaan Dini

Penuaan kulit dapat terjadi karena faktor maupun faktor eksternal, seperti paparan sinar ultraviolet (UV), merokok, dan polusi.

Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya elastisitas pada kulit serta membuat lapisan epidermis kulit menahan lebih sedikit air.

Tanda-tanda penuaan kulit yang terlihat meliputi garis-garis halus, kerutan, dan kulit kendur.

Kulit yang menua karena kerusakan akibat sinar matahari juga menunjukkan bintik-bintik gelap pada kulit, yang dikenal sebagai bintik-bintik penuaan.

Nah, skincare yang mengandung kandungan ini dapat melindungi terhadap kerusakan kolagen dan merangsang pergantian sel dan produksi kolagen di kulit.

Selain itu, kandungan ini juga dapat memperkuat epidermis dan mengurangi jumlah air yang secara pasif menguap dari kulit.

Hal ini dapat membuat kulit tampak lebih kencang dan kenyal, serta memperlambat tanda-tanda penuaan.

Sebuah penelitian kecil pada 2017 di International Journal of Cosmetic Science menemukan hal serupa.

Penggunaan retinol topikal atau dalam bentuk skincare dengan kekuatan 0,4% menghasilkan peningkatan ketebalan epidermis dan aliran darah ke area kulit yang dirawat.

Para peneliti juga mencatat adanya peningkatan ekspresi kolagen dan elastin.

Ini menunjukkan bahwa kandungan ini dapat meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit secara keseluruhan.

Baca juga: 4 Cara Membuat Wajah Glowing secara Alami, Moms Harus Coba!

Manfaat Retinol

Foto: Manfaat Retinol (Freepik.com/cookie-studio)

3. Memperbaiki Tampilan Kulit

Skincare yang mengandung kandungan ini dapat memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata dan tekstur kulit.

Hal ini karena kandungan ini memiliki efek terhadap pergantian sel dan produksi kolagen, serta dapat mencerahkan kulit.

Menurut studi kecil pada 2020 di jurnal Skin Pharmacology and Physiology mencoba membuktikan hal ini.

Para peserta penelitian yang menggunakan serum retinol 0,3-0,5% selama 8 minggu, diketahui mengalami penurunan hiperpigmentasi dan tekstur kulit tidak rata.

Namun, American Academy of Dermatology (AAD) mencatat bahwa orang dengan kulit gelap harus berhati-hati saat menggunakan kandungan ini, Moms.

Sebab, ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit, yang dapat memicu hiperpigmentasi.

AAD juga merekomendasikan untuk menggunakan retinol secara perlahan dan memantau efeknya.

4. Manfaat Lainnya

Selain tiga hal tadi, menggunakan skincare yang mengandung retinol juga memiliki manfaat lain, seperti:

  • Mengobati keratosis pilaris

Keratosis pilaris adalah kondisi yang menyebabkan kulit menjadi kasar dan bergelombang.

  • Melindungi kulit

Kandungan ini juga memperkuat dan menebalkan epidermis, yang dapat melindungi kulit dari stresor eksternal seperti polusi dan radikal bebas.

  • Meminimalkan bekas luka dan pori-pori

Retinol juga dapat memperbaiki tampilan bekas jerawat, dan mengecilkan pori-pori.

Tips Menggunakan Retinol

Tips Menggunakan Retinol

Foto: Tips Menggunakan Retinol (Orami Photo Stock)

Setelah mengetahui dengan jelas apa itu retinol dan manfaatnya bagi kecantikan, Moms mungkin tertarik untuk menambahkan produk ini ke dalam perawatan kulit wajah sehari-hari.

Sebelum itu, sebaiknya Moms mengetahui tips penggunaan produk ini yang tepat sehingga efeknya dapat terasa lebih maksimal.

Melansir laman Allure, Erin Gilbert, dokter kulit yang berbasis di New York City, menyarankan penggunaan kandungan ini sebaiknya dimulai secara perlahan, yaitu dengan memilih produk retinol yang kadarnya rendah terlebih dahulu.

Kemudian, kandungan ini juga sebaiknya jangan langsung digunakan setiap hari. Moms membutuhkan waktu agar kulit wajah bisa beradaptasi dan tidak iritasi nantinya.

Moms dapat mulai menggunakan kandungan ini dari jumlah yang kecil, seperti hanya dengan sebesar kacang polong, selama 2 atau 3 malam dalam seminggu.

Ini bertujuan agar kulit dapat membangun toleransi terhadap bahan aktif sehingga menjadi lebih terbiasa dari waktu ke waktu.

Jika semuanya baik-baik saja setelah sekitar dua minggu, dan kulit tidak mengalami kekeringan, kemerahan, atau pengelupasan, penggunaan retinol dapat kembali dilanjutkan.

Moms dapat meningkatkan frekuensi penggunaan retinol secara bertahap, yaitu setiap 2 malam selama 1 atau 2 minggu, lalu baru boleh digunakan setiap malam.

Selain itu, jangan melewatkan pelembap jika Moms memutuskan untuk menggunakan kandungan ini, ya.

Mengingat penggunaan kandungan ini dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan bersisik bahkan bisa mengelupas.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Freckles, Melasma, dan Flek Hitam

Hindari beberapa kandungan aktif lainnya di dalam skincare karena bisa saja memicu iritasi.

Lalu yang terpenting, Moms perlu bersabar karena penggunaan produk ini membutuhkan waktu untuk bekerja secara maksimal.

Risiko Efek Samping Retinol

Risiko Efek Samping Skincare yang Mengandung Retinol

Foto: Risiko Efek Samping Skincare yang Mengandung Retinol (Hindustantimes.com)

Meskipun skincare yang mengandung retinol dianggap aman, bukan berarti tidak ada risiko efek sampingnya.

Orang yang menggunakan kandungan ini umumnya mengalami kulit kering dan teriritasi, terutama setelah menggunakan produk baru.

Efek samping lain mungkin termasuk kemerahan, gatal, dan kulit mengelupas.

Efek samping ini bersifat sementara dan kemungkinan akan membaik dalam beberapa minggu karena kulit menjadi terbiasa dengan produk tersebut.

Namun, jika Moms terus mengalami iritasi kulit, hentikan penggunaan, dan pertimbangkan untuk mencari produk lain dengan kandungan yang lebih rendah.

Menggunakan kandungan ini 30 menit setelah mencuci wajah juga dapat mengurangi iritasi kulit.

Solusi lain yang bisa dicoba adalah mengurangi penggunaan setiap hari.

Kemudian, secara bertahap meningkatkan toleransi kulit terhadap retinol sebelum beralih ke penggunaan sehari-hari.

Baca juga: Simak Rekomendasi Serum untuk Kulit Berjerawat yang Bisa Moms Coba

Risiko efek samping mungkin juga lebih besar jika Moms menggunakan lebih dari satu skincare yang mengandung kandungan ini secara bersamaan.

Jadi, jangan lupa baca label produk dengan cermat, terutama jika menggunakan kombinasi produk anti penuaan dan jerawat, yang kemungkinan besar mengandung retinol.

Selain itu, paparan kandungan ini juga dapat memperburuk eksim pada kulit.

Karenanya, penggunaan skincare yang mengandung kandungan ini sebaiknya dihindari jika sedang memiliki ruam eksim yang aktif.

Jika ingin lebih aman, Moms dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis kulit sebelum menggunakan skincare yang mengandung retinol.

Itulah informasi seputar retinol, manfaat, dan tips penggunaannya. Semoga bermanfaat untuk Moms, ya.

(ADV)

  • https://www.webmd.com/beauty/features/retinoids-for-aging-skin#1
  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/do-retinoids-really-reduce-wrinkles
  • https://www.cosmopolitan.com/uk/beauty-hair/a14781579/what-is-retinol/
  • https://www.glamourmagazine.co.uk/gallery/retinol-sensitive-skin
  • https://www.mamasource.com/is-retinol-safe-to-use-while-breastfeeding/
  • https://www.allure.com/story/retinols-sensitive-skin