16 Mei 2024

9 Cara Merawat Kuku agar Cantik, Bisa dengan Bahan Alami!

Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang bisa menunjang penampilan

Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang bisa menjadi indikator kesehatan. Kuku juga dapat menjadi penunjang penampilan Moms, sehingga penting untuk mengetahui cara merawat kuku agar selalu sehat dan kokoh.

Cara Merawat Kuku agar Selalu Sehat

Memotong Kuku
Foto: Memotong Kuku (Orami Photo Stock)

Kuku terdiri dari lapisan protein yang disebut keratin. Bagian tubuh ini tumbuh dari pangkal kuku dan berada di bawah kutikula.

Dalam studi yang diterbikan oleh Institute for Quality and Efficiency in Health Care menjelaskan, kuku jari terbuat dari sel kulit dan disebut pelengkap kulit.

Tanda kuku sehat adalah halus dan tidak memiliki lubang atau lekukan. Warnanya pun seragam dan bebas dari noda atau perubahan warna.

Studi di Indian Dermatology Online Journal menjelaskan perubahan bentuk dan warna kuku dapat menjadi tanda kelainan dermatologis.

Jadi, sangat penting untuk memperhatikan bentuk dan juga warna kuku.

Cara merawat kuku agar tetap kuat dan indah adalah mengubah gaya hidup bukan membeli alat pemotong kuku yang mahal.

Yuk, Moms ikutin cara merawat kuku berikut ini.

Baca juga: Penyakit Paronikia, Infeksi di Kuku Akibat Sering Gigit Kuku

1. Jaga Kuku agar Selalu Lembap

Karena kuku terbuat dari sel yang kulit sehingga penting untuk selalu menjaganya agar selalu lembap.

Walaupun kuku kering dan rapuh dapat disebabkan oleh faktor lain, tetapi tidak ada salahnya untuk selalu menjaga kuku agar selalu lembap agar tampilannya selalu indah.

Cara merawat kuku agar selalu lembap tidak sulit, lho. Moms hanya perlu mengoleskan losion pelembap ke bagian kuku.

Atau, Moms juga dapat memberikan serum atau losion khusus kuku yang saat ini sudah banyak dijual.

2. Jangan Potong Kutikula

Memotong atau menghilangkan kutikula merupakan salah satu kebiasaan yang sering Moms lakukan saat memotong kuku.

Ahli kulit dan kuku mengatakan, kutikula merupakan segel alami pelindung kulit.

Kutikula yang rusak dapat meningkatkan kuku rentan terkena infeksi.

Namun demikian, kutikula yang tidak dirawat juga tidak baik untuk kesehatan kuku. Karena saat kutikula kering akan mempengaruhi pertumbuhan kuku.

Jadi, penting merawat kutikula agar selalu lembap menggunakan krim atau minyak khusus.

3. Hindari Kontak dengan Air Terlalu Lama

Moms memang harus rajin mencuci tangan dengan air dan sabun. Namun, pastikan jangan terlalu lama merendam kuku di dalam air.

Paparan air berlebih dapat membuat tekanan yang signifikan pada sel-sel kuku rapuh atau disebut onikosit.

Hal inilah yang dapat menyebabkan kerapuhan, pengelupasan, dan kerusakan.

Para ahli menyebut, merendam kuku sebelum manikur merupakan tindakan yang buruk. Karena langkah tersebut dapat membuat kuku lebih rentan terkena infeksi.

Selain itu, saat melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan air seperti mencuci baju atau piring sebaiknya menggunakan sarung tangan ya, Moms.

Baca juga: Tanda di Kuku Ini Ternyata Gejala Kanker Melanoma!

4. Jangan Terlalu Dalam Memotong Kuku

Manikur
Foto: Manikur (Freepik.com/freepik)

Tidak memotong kuku terlalu dalam atau menggunakan kuku untuk mencungkil, merupakan salah satu cara merawat kuku yang dianjurkan oleh para ahli.

Karena kebiasaan memotong kuku hingga dalam dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam kuku.

Moms juga harus mengubah kebiasaan menggunakan kuku untuk melakukan berbagai hal, misalnya mengupas stiker atau mencungkil kaleng.

Kebiasaan ini dapat mengupas lapisan dan pelat kuku sehingga kuku menjadi lemah.

5. Jangan Mengigit Kuku

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara merawat kuku adalah mengubah kebiasaan sehari-hari, salah satunya adalah menggigit kuku.

Mengigit terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan pada bantalan kuku.

Selain itu, memasukan kuku ke dalam mulut dapat menyebabkan infeksi pada kuku dan juga tubuh.

Perlu diketahui Moms, tangan merupakan salah satu sumber virus dan bakteri yang dapat masuk ke dalam tubuh, lho.

6. Hindari Penggunaan Aseton

Mengecat kuku dapat menunjang penampilan. Namun, jika hal ini sering dilakukan juga bisa menjadi masalah untuk kuku Moms.

Penggunaan aseton untuk menghapus cat pada kuku dapat merusak lapisan luar, sehingga kuku menjadi rapuh dan mudah rusak.

Jadi, penting untuk Moms untuk memiliki penghapus cat kuku yang bebas dari aseton. Karena ini merupakan cara merawat kuku yang dianjurkan oleh para ahli.

Baca juga: 8 Olahraga Tangan di Rumah dan Manfaatnya

7. Hindari Mencabut Kuku di Rumah

Moms mungkin pernah mengalami kondisi kuku yang tersangkut dan mencoba untuk mencabutnya.

Hal ini tentu akan mengeluarkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan dapat menimbulkan pembengkakan pada kuku jari.

Jika mengalami hal tersebut, sebaiknya jangan pernah melakukannya sendiri ya Moms.

Karena, selain menimbulkan rasa sakit, kuku yang membengkak juga bisa membuatnya mudah terinfeksi virus atau bakteri.

Sebaiknya potong kuku dengan hati-hati, sehingga Moms tidak mengalami kondisi menyakitkan tersebut.

8. Konsultasi dengan Dokter Jika Ada Masalah

Cara merawat kuku yang paling penting adalah menjaganya agar selalu memiliki warna dan bentuk yang normal. Jangan abaikan jika hal tersebut terjadi.

Moms sebaiknya jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter ketika mengalami perubahan warna atau bentuk pada kuku.

Karena bisa jadi, perubahan tersebit merupakan tanda terjadinya penyakit lain.

Baca juga: Sering Disepelekan, Ternyata Ini Lho Penyebab Kuku Cantengan

9. Rawat Kuku dengan Bahan Alami

Moms juga bisa merawat kuku dengan beragam bahan alami untuk menjaga kesehatan dan kecantikannya.

Namun, pastikan dilakukan dalam keadaan kuku tidak sedang ada masalah kesehatan.

Bahan Alami untuk Merawat Kuku

Kuku Cantik
Foto: Kuku Cantik (Freepik.com/freepik)

Berikut cara merawat kuku dengan bahan alami yang dapat Moms gunakan jika ingin kuku lebih sehat dan indah.

1. Bawang Putih

Cara merawat kuku di rumah, bisa menggunakan bawang putih. Karena, tanaman hortikultura satu ini kaya akan selenium, yang membantu meningkatkan pertumbuhan kuku.

Moms hanya perlu menggosok kuku dengan irisan bawang putih ke semua bagian kuku.

Jika tidak terlalu suka dengan aromanya, Moms dapat mengolahnya dengan minyak zaitun.

2. Madu

Cara merawat kuku selanjutnya bisa menggunakan madu.

Bahan ini membantu melawan pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga membantu menjaga kuku dan kutikula tetap sehat dan kenyal.

Moms dapat membuat masker kuku dari campuran lemon dan juga madu. Kemudian gunakan secara rutin untuk mendapat hasil yang memuaskan.

Jangan lupa untuk memijat dengan lembut saat mengaplikasikan ramuan tersebut ya.

3. Minyak Kelapa

Minyak Kelapa
Foto: Minyak Kelapa (Orami Photo Stocks)

Minyak kelapa sangat melembabkan dan membantu memperkuat kuku serta melembutkan kutikula.

Selain itu, ia memiliki sifat antijamur yang merupakan kabar baik jika Moms rentan terhadap infeksi kuku.

Untuk perawatan bergizi, hangatkan minyak kelapa selama 20 detik di microwave dan pijat ke kutikula sebelum tidur.

Untuk menutup perawatan, kenakan sepasang sarung tangan katun tipis semalaman.

4. Cuka Sari Apel

Moms yang memiliki masalah infeksi jamur di kuku dapat mencoba cuka sari apel untuk pengobatan.

Beberapa penelitian menyebutkan, cuka sari apel memiliki sifat antijamur yang bagus untuk pengobatan.

Cuka apel bersifat asam, yang bekerja dengan menetralkan lingkungan basa yang mendorong pertumbuhan jamur.

Disarankan untuk merendam cuka sari apel dua kali sehari.

Isi bak kaki atau mangkuk besar dengan cuka sari apel dan air hangat dengan perbandingan yang sama.

Rendam kaki Moms setidaknya selama 20 menit, sebelum mengeringkan dengan handuk bersih.

Ingat Moms, cara ini hanya untuk pengobatan bukan untuk perawatan sehari-hari ya. Karena tidak disarankan untuk merendam kuku terlalu lama di dalam air.

5. Sari Lemon

Sari lemon dapat membantu mencerahkan kuku dan menghilangkan noda.

Selain itu kandungan vitamin C yang ada di dalamnya juga dapat mendorong pertumbuhan yang lebih kuat.

Usapkan perasan air lemon menggunakan kapas ke setiap kuku dan biarkan mengering.

Moms juga bisa menggunakan irisan lemon langsung di kuku. Lakukan ini dua kali seminggu, diikuti dengan pelembab.

Baca juga: 9 Tips Mengatasi Gigitan Kutu Kasur, Catat!

Ciri Kuku Tidak Sehat

Kuku Rapuh
Foto: Kuku Rapuh (Orami Photo Stock)

Setelah memahami cara merawat kuku yang benar, ketahui juga ciri kuku tidak sehat. Bentuk kuku akan berubah seiring bertambahnya usia.

Biasanya bentuknya akan lebih menonjol dan membentang dari kutikula hingga ke ujung kuku.

Selain itu, garis atau bintik putih juga bisa menonjol karena cedera. Namun, hal ini dapat hilang dengan sendirinya.

Kendati demikian, Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter jika mendapati ciri kuku seperti berikut.

  1. Warna kuku berubah menjadi lebih gelap atau timbul garis gelap di bawah kuku.
  2. Perubahan bentuk, seperti melengkung.
  3. Kuku menipis atau menebal.
  4. Terjadi pemisahan kuku dari kulit yang ada di sekitarnya atau terlihat mengambang.
  5. Bengkak atau nyeri di sekitar kuku.
  6. Kuku gagal tumbuh.

Jika mengalami kondisi seperti itu, biasanya mengindikasikan penyakit lain di dalam tubuh.

Sebaiknya Moms segera berkonsultasi dengan dokter sehingga mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Demikian penjelasan cara merawat kuku agar sehat dan menggunakan bahan alami. Semoga kuku Moms selalu sehat dan cantik, ya!

  • https://www.hollandandbarrett.com/the-health-hub/natural-beauty/nail-health/5-home-remedies-for-nail-growth/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4375768/
  • ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513133/
  • https://www.cosmopolitan.com/style-beauty/beauty/advice/a4168/things-you-should-never-do-to-your-nails/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954
  • https://www.teenvogue.com/story/how-to-care-for-nails-nail-care-tips
  • https://www.realsimple.com/beauty-fashion/skincare/hands-feet/healthy-nail-care-tips

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.