21 Februari 2023

Cantengan Bikin Nyeri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Paling sering terjadi karena penggunaan sepatu yang sempit

Kuku cantengan atau kuku jempol yang tumbuh ke dalam bisa menganggu aktivitas.

Meski kecil, bengkak dan rasa sakit yang ditimbulkan biasanya membuat Moms dan Dads kesulitan untuk mengenakan sepatu.

Banyak orang yang merasa heran mengapa bisa mengalami kuku cantengan.

Sebenarnya, apa sih penyebab kuku cantengan? Yuk, simak ulasannya di bawah ini Moms!

Kenali Gejala Kuku Cantengan

Kenali Gejala Kuku Cantengan
Foto: Kenali Gejala Kuku Cantengan (podiatryhotline.com)

Gejala kuku kaki cantengan bisa sangat menyakitkan. Awalnya, kulit di sebelah kuku terasa lunak, bengkak, atau keras. Kuku akan sakit sebagai respons terhadap tekanan.

American Academy of Orthopaedic Surgeons memaparkan, kulit di area kuku yang cantengan juga mengalami peradangan.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan keluarnya darah dan nanah berwarna putih atau kuning.

Kemerahan, nyeri, dan bengkak di sudut kuku bisa terjadi dan infeksi juga dapat terjadi belakangan.

”Ketika kuku tumbuh dan menembus kulit, itu menyebabkan respons peradangan yang mengarah pada kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit, ” jelas Dr. Adigun.

Guna mencegah cantengan, cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memotong ujung kuku yang sedikit melengkung dan membiarkan kuku lebih panjang dari kulit.

Namun, dianjurkan untuk segera ditangani. Mengabaikan kondisi ini bisa membuat gejalanya lebih parah.

Baca Juga: Kebiasaan Menggigit Kuku Berhubungan dengan Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya!

Penyebab Kuku Cantengan

Kuku cantengan terjadi baik pada pria maupun wanita. Menurut National Health Services (NHS), kuku yang tumbuh ke dalam ini lebih sering terjadi pada orang dengan kaki yang mudah berkeringat, seperti remaja.

Orang yang lebih tua mungkin juga berisiko lebih tinggi karena kuku kaki menebal seiring bertambahnya usia.

Ternyata, penyebab kondisi ini tidak hanya satu faktor, ada beberapa hal yang dapat jadi penyebab kuku cantengan. Berikut daftarnya!

1. Sepatu Terlalu Sempit

Penyebab Kuku Cantengan
Foto: Penyebab Kuku Cantengan (vix.com)

Penyebab kuku cantengan yang pertama adalah sepatu atau kaus kaki yang terlalu sempit.

Penggunaan sepatu dan kaus kaki yang kesempitan dibandingkan dengan ukuran kaki bisa menyebabkan kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam.

Sepatu bisa terlalu sempit bisa dikarenakan ukurannya yang kecil, desain bagian ujung yang sempit, atau bagian ujung yang rata.

”Sepatu yang tidak pas adalah penyebab paling umum terjadinya cantengan," Chris G. Adigun, MD, dermatologist dan spesialis kuku di Dermatology & Laser Center of Chapel Hill.

2. Memotong Kuku Terlalu Pendek

Penyebab Kuku Cantengan
Foto: Penyebab Kuku Cantengan (patientpop.com)

Penyebab kuku cantengan yang selanjutnya adalah memotong kuku terlalu pendek.

Memotong ujung kuku terlalu pendek dapat mendorong kulit di sekitarnya untuk melipat kuku.

Hal tersebut membuat kuku tumbuh ke dalam kulit.

3. Cedera Kuku Jempol

Penyebab Kuku Cantengan
Foto: Penyebab Kuku Cantengan (Orami Photo Stock)

Penyebab kuku cantengan yang selanjutnya adalah cedera kuku jempol.

Tidak sengaja menjatuhkan sesuatu pada ujung jari kaki, menendang sesuatu yang keras, dan kecelakaan lain dapat menyebabkan kuku jari kaki tumbuh ke dalam.

Hal ini kerap sering terjadi pada anak-anak karena aktivitas bermain yang tinggi. Tak menutup kemungkinan Si Kecil cedera saat bermain yang menyebabkan kaki cantengan.

4. Pertumbuhan Kuku Melengkung ke dalam Kulit

Penyebab Kuku Cantengan
Foto: Penyebab Kuku Cantengan (via webmd.com)

Penyebab kuku cantengan yang selanjutnya adalah kuku tumbuh ke dalam kulit.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kuku akan tumbuh ke jaringan lunak, menyebabkan peradangan dan kemungkinan infeksi.

Hal tersebut juga bisa dikarenakan faktor keturunan.

Batas kuku pada jari kaki beberapa orang secara signifikan melengkung ke dalam, dengan demikian, kuku memiliki kecenderungan untuk tumbuh ke dalam.

"Dalam situasi ini, orang tersebut dihadapkan dengan batas kuku yang lembut dan akan tumbuh ke dalam," kata Mark Hinkes, dokter podiatrik di Veterans Affairs Medical Center, Nashville, Tennessee.

Baca Juga: Hati-Hati, Kuku Bayi Juga Bisa Cantengan, Lho!

5. Kebersihan Kaki atau Keringat Berlebih

Penyebab Kuku Cantengan
Foto: Penyebab Kuku Cantengan (getdoc.com)

Penyebab kuku cantengan yang selanjutnya adalah kebersihan kaki kurang atau keringat berlebih.

Jika kulit di jari kaki dan kaki lembab dan hangat, lebih berisiko mengalami cantengan.

Begitu pula infeksi jamur pada kaki dapat meningkatkan risiko cantengan.

Cara Mengobati Kuku Cantengan

Untuk mencegah infeksi, penting untuk merawat kuku yang cantengan.

Kasus ringan mungkin memerlukan perawatan ringan dengan pengobatan rumahan.

Kasus yang serius mungkin memerlukan intervensi bedah.

Berikut adalah 10 cara mengobati kuku cantengan yang bisa dilakukan di rumah:

1. Rendam dalam Air Hangat

Merendam kaki yang cantengan dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri.

Moms dapat merendam kaki dalam air sabun hangat 3 kali sehari selama 20 menit.

Sabun adalah pilihan yang tepat dalam mencegah infeksi dan mematikan bakteri pada kaki cantengan.

Dengan menambahkan garam ke dalam air juga dapat meredakan nyeri akibat cantengan.

2. Rendam dalam Cuka Apel

Cara Mengobati Kuku Cantengan
Foto: Cara Mengobati Kuku Cantengan (Shutterstock)

Cuka apel adalah obat tradisional untuk hampir semua pengobatan, termasuk kuku cantengan.

Diyakini cuka apel memiliki kemampuan antiseptik, anti-inflamasi, dan pereda nyeri, meskipun masih membutuhkan studi ilmiah.

Untuk mencoba obat cantengan ini, siapkan satu baskom berisi air hangat yang dikombinasikan dengan 1/4 cangkir cuka apel. Rendam kaki hingga 20 menit setiap hari.

Keringkan kaki secara menyeluruh setelah direndam.

Baca Juga: 10 Manfaat Buah Kiwi untuk Kesehatan, Simak!

3. Bungkus dengan Kapas

Mayo Clinic merekomendasikan untuk menyelipkan sedikit kapas atau benang gigi di bawah kuku cantengan untuk mendorong pertumbuhan kuku yang tepat.

Menurut American College of Foot and Ankle Surgeons, menempatkan kapas di bawah kuku agak meningkatkan rasa sakit, namun dapat menekan laju bakteri berbahaya berkembang biak.

Merendam kapas atau benang dalam alkohol sebelum aplikasi dapat membantu mengurangi risiko ini.

4. Salep Antibiotik

Cara Mengobati Kuku Cantengan
Foto: Cara Mengobati Kuku Cantengan (Orami Photo Stocks)

Menggunakan salep atau krim antibiotik yang dijual bebas dapat mempercepat penyembuhan dan membantu mengurangi risiko infeksi dari cantengan.

Oleskan salep ke kuku kaki yang cantengan mengikuti petunjuk, setiap tiga kali sehari.

Salep cantengan termasuk Neosporin, Polysporin, dan Bactroban. Pastikan untuk membalut kuku kaki setelah aplikasi salep cantengan.

5. Obat Pereda Nyeri

Obat minum Acetaminophen (Tylenol) dapat membantu meredakan nyeri cantengan.

Jika ada pembengkakan, ibuprofen atau parasetamol mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Beberapa efek samping ibuprofen yang umum termasuk sakit perut, sakit perut, dan diare.

Minumlah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti yang diarahkan oleh dokter.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kaki Sering Sakit dan Pegal, dan Cara Mengobatinya

6. Menggunakan Pelindung Kaki

Cara Mengobati Kuku Cantengan
Foto: Cara Mengobati Kuku Cantengan (Orami Photo Stock)

Pelindung jari kaki memberikan bantalan untuk kuku kaki yang cantengan.

Pelindung jari kaki tersedia sebagai cincin yang dipasang di sekitar area yang terkena atau sebagai penutup seluruh jari kaki.

Biasanya ia dipakai dengan gel obat untuk membantu melembutkan kuku kaki agar mudah dipotong.

Gunakan perawatan sesuai petunjuk sampai kuku kaki cantengan pulih.

7. Pertimbangkan Pencabutan Kuku

Jika kuku kaki cantengan tidak membaik dengan pengobatan rumahan, mungkin diperlukan pengangkatan sebagian atau seluruh kuku.

Dengan menggunakan anestesi lokal, dokter dapat mengangkat bagian tepi kuku, dasar kuku, atau bagian tengah.

Mengutip Cleveland Clinic, pada kasus yang parah dan berulang, seluruh kuku yang cantengan harus dicabut.

Ini adalah upaya terakhir, dan solusi yang berpotensi menyakitkan yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

Ini juga meningkatkan risiko kuku kaki cacat saat tumbuh kembali.

Baca Juga: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Cantengan Pada Anak

8. Cobalah Penyangga Kaki

Toe brace menjadi salah satu cara mengobati cantengan. Ia biasanya terbuat dari bahan komposit tipis dan direkatkan ke bagian atas jari kaki yang cantengan.

Alat ini dimaksudkan untuk membantu melindungi cantengan dari kuku yang tajam. Ini bisa didapatkan di apotek dan secara online.

Moms perlu mengetahui apabila cantengan mengalami infeksi berkepanjangan, sebab ini perlu perawatan lebih serius.

Beberapa tanda infeksi antara lain:

  • Kemerahan meningkat
  • Sakit berdenyut-denyut
  • Pembengkakan
  • Nanah
  • Kehangatan di jari kaki yang terkena dan area sekitarnya
  • Bau busuk

Beberapa antibiotik yang digunakan untuk mengobati kuku cantengan adalah ampisilin, amoksisilin, dan vankomisin.

Apakah Cantengan Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Cantengan
Foto: Cantengan (hips.hearstapps.com)

Mengutip Performance Foot Care NYC, cantengan dapat sembuh dengan sendirinya saat kuku kembali tumbuh.

Namun, cantengan yang parah atau terinfeksi, memerlukan perawatan medis profesional.

Jadi, penting untuk mempelajari tanda-tanda infeksi cantengan, agar Moms tahu kapan saatnya diobati dan pergi ke dokter..

Nah Moms, itulah beberapa penyebab dan cara mengobati kuku cantengan yang kadang tidak kita sadari. Apakah Moms pernah mengalami kuku cantengan?

  • https://health.clevelandclinic.org/how-you-can-prevent-and-treat-painful-ingrown-toenails/
  • https://www.foothealthfacts.org/conditions/ingrown-toenail
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ingrown-toenails/diagnosis-treatment/drc-20355908
  • https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/ingrown-toenail
  • https://www.nhs.uk/conditions/ingrown-toenail/
  • https://www.performancefootcarenyc.com/blog/will-my-ingrown-toenail-heal-on-its-own

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb