Newborn

9 September 2021

8 Cara Mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Posisi tidur hingga temperatur yang tepat dapat mengurangi risiko kematian bayi mendadak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) menyebabkan bayi yang baru lahir meninggal dalam tidur mereka, seringkali tanpa peringatan terlebih dahulu.

Dilansir dari National Sleep Foundation, sindrom kematian bayi mendadak adalah penyebab utama kematian bayi usia 1 bulan sampai 1 tahun, dan pada kebanyakan kasus, bayi dinyatakan sehat sebelum kematian mereka.

Risiko SIDS meningkat pada usia 2-3 bulan dan lebih banyak terjadi kepada bayi laki-laki dibanding bayi perempuan.

Namun, Moms tetap perlu memantau kemungkinan bayi berisiko mengalami kematian bayi mendadak hingga usianya mencapai 1 tahun.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, Berikut Posisi Tidur Bayi yang Tepat

Mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak

Berikut ini beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk mencegah kematian bayi mendadak.

1. Posisi Tidur

1 Posisi Tidur.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada satu tahun pertama bayi, posisikan bayi tidur telentang saat tidur siang maupun tidur malam, untuk mencegah kematian bayi mendadak.

Posisi terlentang memudahkan bayi untuk bernapas, dibandingkan jika tidur tengkurap atau menyamping.

Meski tidur tengkurap dapat meningkatkan kemungkinan sindrom kematian bayi mendadak, namun jika Si Kecil sudah bisa berguling sendiri, maka Moms bisa mengurangi rasa khawatir.

“Setelah bayi bisa berguling sendiri, otaknya cukup matang untuk tersadar bahwa saluran pernapasannya dalam bahaya,” ungkap dokter anak di Children's National Medical Center, Washington, D.C., sekaligus anggota American Academy of Pediatrics's SIDS Task Force, Rachel Moon, M.D., seperti dikutip dari laman Parents.

Baca Juga: Apakah Bayi Benar-Benar Membutuhkan Baby Monitor untuk Hindari SIDS?

2. Kosongkan Tempat Tidur

2 Kosongkan Tempat Tidur.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tunggu hingga bayi berusia 1 tahun jika ingin meletakkan selimut dan bantal di tempat tidur bayi.

Karena selimut, bantal, hingga boneka yang diletakkan di sekitar bayi saat tidur, dapat menghambat pernapasan bayi dan mencegah sindrom kematian bayi mendadak.

Jika Moms khawatir bayi kedinginan karena tidak diberi selimut, maka Moms dapat membedong bayi atau menggunakan kantung tidur (sleep sack).

Pastikan Moms membedong bayi dengan cara yang tepat dan tidak terlalu ketat.

3. Temperatur Tepat

3 Temperatur Tepat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

U.S. National Library of Medicine mengingatkan untuk memastikan suhu kamar tetap nyaman agar tubuh bayi tidak panas.

“Jika bayi berkeringat atau jika dada bayi terasa panas saat disentuh, maka pakaian mereka terlalu tebal,” ungkap dokter anak Raj Rambhatla, MD, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

Dikutip dari Parents, bayi yang kepanasan lalu tertidur pulas akan lebih sulit untuk terbangun saat berada dalam bahaya. Untuk itu, kenakan pakaian yang nyaman bagi bayi sesuai cuaca saat itu.

Baca Juga: Mengenal Gray Baby Syndrome, Sindrom yang Bisa Sebabkan Kematian pada Bayi

4. Beri Empeng

4 Beri Empeng.png

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Pediatrics menyarankan untuk memberikan bayi empeng di malam hari dan siang hari selama satu tahun pertama kehidupan bayi.

Tidak ada informasi jelas mengapa pemberian empeng dapat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak.

“Kami belum tahu kenapa, tapi mungkin menghisap empeng akan membuat lidah bayi lebih ke depan, yang akan lebih membuka jalan napas bayi,” ungkap Dr. Moon.

Perhatikan juga, jika bayi menyusui eksklusif, maka tahan dahulu untuk memberikannya empeng sampai setidaknya bayi berusia 1 bulan dan sudah dapat menyusui dengan baik.

5. ASI Eksklusif

5 ASI Eksklusif.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih mudah terbangun dari tidurnya dibandingan yang mendapatkan susu formula.

Hal inilah yang mungkin menjadi alasan bayi dengan ASI eksklusif lebih sedikit berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak.

Moms yang sedang menyusui juga cenderung tidak merokok sehingga paparan bayi terhadap asap semakin kecil dan risiko kematian bayi mendadak pun juga berkurang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Journal of American Academy of Pediatrics, dikatakan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko SIDS hingga 50%.

Baca Juga: Posisi Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar, Moms Wajib Mengetahuinya!

6. Hati-hati saat Tidur Bersama Bayi

Tidur Bersama Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Tahu kah Moms bahwa, tidur bersama bayi merupakan salah satu aktivitas yang memiliki risiko tinggi dalam menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak?

Hal ini karena saat Moms tidur bersama di tempat tidur, bayi bisa tercekik oleh bantal atau selimut yang longgar.

Pasokan udaranya juga mungkin terputus jika Moms atau pasangan secara tidak sengaja berguling ke arahnya. Selain itu, Si Kecil bisa tercekik jika kepalanya terjepit di antara kepala ranjang dan kasur.

Oleh karena itu, tidur bersama bayi sebenarnya tidak disarankan. Namun, masih banyak ibu di luar sana yang melakukan hal ini dengan alasan bayi akan lebih nyaman. Padahal sebenarnya, belum tentu aman.

Tidak hanya di tempat tidur, tidur bersama bayi di sofa atau kursi berlengan juga sama bahayanya. Jadi, Moms perlu berhati-hati.

Sebaiknya, segera baringkan Si Kecil di keranjang bayi atau tempat tidurnya sendiri setelah disusui. Jika Moms merasa lelah, jangan menyusui bayi sambil duduk di kursi atau sofa hingga tertidur.

Hindari juga untuk tidur bersama bayi apabila Moms menggunakan obat-obatan yang memengaruhi tidur karena ini sangat berbahaya.

7. Jangan Merokok di Sekitar Bayi

top image bahaya asap rokok bagi ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Perlu diketahui, jika Moms merokok maka sebaiknya berhenti lah merokok sebelum memutuskan untuk hamil.

Hal ini karena bayi yang lahir dari ibu yang merokok selama kehamilan meninggal karena SIDS 3 kali lebih sering daripada bayi yang lahir dari bukan perokok.

Merokok saat Moms hamil adalah faktor risiko utama sindrom kematian bayi mendadak, dan perokok pasif di sekitar bayi juga meningkatkan kemungkinan SIDS yang lebih besar.

Menurut CDC, banyak bayi yang meninggal karena SIDS memiliki kadar nikotin yang lebih tinggi di paru-paru mereka serta cotinine, penanda biologis yang menunjukkan paparan asap rokok.

Jadi, jangan biarkan siapa pun merokok di sekitar Si Kecil ya, Moms.

Baca Juga: Posisi Bayi Tidur Miring Berbahaya untuk Kesehatan, Ini Risikonya

8. Imunisasi Bayi dengan Lengkap

imunisasi bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian yang dikutip dari Web MD menunjukkan bahwa bayi yang telah diimunisasi sesuai dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics dan CDC memiliki risiko SIDS 50% lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang tidak diimunisasi lengkap.

Hal ini juga dibenarkan oleh studi Journal of Vaccine, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa efek vaksin yang sehat mungkin menjadikan imunisasi bersifat protektif (melindungi) sehingga imunisasi harus menjadi bagian dari kampanye pencegahan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Jadi, pastikan bahwa Si Kecil tidak melewati jadwal imunisasi yang telah direkomendasikan oleh dokter spesialis anak, Moms.

Itulah beberapa cara mencegah sindrom kematian bayi mendadak. Dengan pencegahan yang tepat, Moms pun dapat lebih tenang saat bayi tertidur pulas di tempat tidurnya.

  • https://www.sleepfoundation.org/articles/sudden-infant-death-syndrome-and-sleep
  • https://www.parents.com/baby/health/sids/new-ways-to-reduce-the-risk-of-sids/
  • https://medlineplus.gov/suddeninfantdeathsyndrome.html
  • https://health.clevelandclinic.org/sudden-infant-death-syndrome-7-ways-to-reduce-your-babys-risk/
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/140/5/e20171324
  • https://www.webmd.com/parenting/sids-prevention#1
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264410X07002800
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait