31 Mei 2022

Nephrolit: Obat Herbal untuk Mengatasi Batu Ginjal, Ketahui Dosisnya!

Bisa atasi infeksi saluran kemih juga

Nephrolit adalah obat herbal yang memiliki kegunaan sebagai peluruh batu ginjal.

Obat ini termasuk obat bebas, yang artinya bisa dibeli dan digunakan tanpa memerlukan resep dokter.

Meski tergolong obat bebas, penting untuk mengetahui manfaat, dosis, dan efek samping obat ini. Yuk simak!

Baca juga: Komposisi, Dosis dan Efek Samping Sanadryl Expectorant dan DMP

Manfaat dan Kegunaan Nephrolit

Mengobati Batu Ginjal (post.healthline.com).jpg
Foto: Mengobati Batu Ginjal (post.healthline.com).jpg (post.healthline.com)

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat dan kegunaan utama dari obat herbal Nephrolit adalah untuk mengatasi batu ginjal.

Selain itu, obat ini juga diklaim dapat membantu mengatasi batu saluran kemih, melancarkan buang air kecil, dan mengobati infeksi saluran kemih.

Tiap kapsul Nephrolit mengandung zat aktif sebagai berikut:

  • Ekstrak Orthosiphon stamineus 18 mg
  • Ekstrak Strobilanthus crispus 16 mg
  • Ekstrak Sonchus arvensis 24 mg
  • Ekstrak Phyllantus niruri 2,4 mg
  • Ekstrak Plantago mayor 100 mg
  • Vitamin B6 5 mg
  • Asam folat 200 mcg

Berikut ini sekilas manfaat dari masing-masing ekstrak herbal yang terkandung dalam Nephrolit:

1. Orthosiphon Stamineus (Kumis Kucing)

Orthosiphon stamineus atau dikenal juga dengan sebutan Kumis Kucing, merupakan tanaman penting dalam pengobatan tradisional.

Studi pada 2012 di Journal of Medicinal Food, mengungkapkan bahwa tanaman ini memiliki kandungan fitokimia yang penting.

Peneliti menemukan bahwa tanaman herbal ini menunjukkan aktivitas diuretik, hipourikemik, renal protective, antioksidan, antiinflamasi, dan hepatoprotektif.

Tak hanya itu, ekstrak tanaman ini juga memiliki sifat gastroprotektif, antihipertensi, antidiabetes, antihiperlipidemia, dan antimikroba.

2. Strobilanthus Crispus (Kecibeling, Keji Beling)

Tanaman keji beling atau Strobilanthus crispus adalah tanaman herbal yang biasa digunakan untuk mengobati diabetes.

Tanaman ini juga memiliki sifat antsifilis, antioksidan, diuretik, antimikroba, dan laksatif.

Sifat diuretik tanaman ini dapat membantu melarutkan batu ginjal dan saluran kemih, yang terbentuk dari garam kalsium oksalat.

3. Sonchus Arvensis (Daun Tempuyung)

Sonchus arvensis atau daun tempuyung mengandung kalium, flavonoid, taraksasterol, inositor, dan zat penting lainnya.

Tanaman ini telah lama dikenal sebagai diuretik, sehingga dapat membantu meluruhkan batu ginjal.

4. Phyllanthus Niruri (Meniran)

Bahan herbal lainnya yang juga terkandung dalam Nephrolit adalah Phyllanthus niruri atau meniran.

Bahan ini telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk batu ginjal.

Efektivitasnya pun telah diuji di berbagai penelitian. Salah satunya pada 2018 yang diterbitkan di International Brazilian Journal of Urology.

Pennelitian ini melibatkan 56 orang penderita batu ginjal yang diberi ekstrak Phyllanthus niruri.

Setelah 12 minggu, pemeriksaan ultrasound dilakukan untuk mengevaluasi efek obat herbal ini dalam mengurangi batu ginjal.

Hasilnya, peneliti menemukan adanya penurunan oksalat dan asam urat (produk limbah yang keluar dari tubuh melalui urine).

Ketika kadar oksalat atau asam urat menjadi terlalu tinggi, ini dapat menyebabkan perkembangan batu ginjal.

Baca juga: Deretan Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan yang Moms Wajib Tahu!

5. Plantago Mayor (Daun Sendok)

Plantago mayor atau ekstrak daun sendok yang terkandung dalam obat Nephrolit telah lama dikenal sebagai obat tradisional.

Bahan ini dapat membantu penyembuhan luka, mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan memiliki aktivitas antiulcerogenik.

Dosis dan Cara Penggunaan Nephrolit

bolehkah minum obat dengan air dingin hero
Foto: bolehkah minum obat dengan air dingin hero

Foto: Orami Photo Stock

Nephrolit adalah obat herbal yang dijual bebas, sehingga tidak perlu resep dokter untuk mendapatkannya.

Dosis Nephrolit secara umum adalah 1 kapsul, diminum sebanyak 4 kali dalam sehari.

Lebih jelasnya, dosis juga bisa dilihat pada label kemasan obat ini. Telan kapsul Nephrolit secara utuh, dengan bantuan air putih.

Sebaiknya minum obat ini bersamaan dengan atau setelah makan.

Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, kecuali sudah berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

Risiko Efek Samping Nephrolit

sakit perut
Foto: sakit perut (Freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Pada dasarnya setiap obat memiliki risiko efek samping. Namun, karena Nephrolit terbuat dari bahan herbal yang alami, risiko efek samping mungkin lebih minim.

Hingga saat ini belum diketahui ada efek samping serius yang terjadi akibat obat ini

Dapat dikatakan bahwa Nephrolit relatif aman, asalkan diminum sesuai dosis dan aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

Meski begitu, bukan berarti risiko efek samping tidak ada.

Mungkin ada beberapa efek samping ringan, seperti diare atau sakit perut.

Jika Moms merasakan gejala yang kurang menyenangkan setelah menggunakan obat ini, sebaiknya hentikan penggunaan obat.

Gunakan obat ini kembali jika penggunaannya dinilai aman oleh dokter.

Meski relatif aman, obat ini belum terbukti aman untuk anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui.

Jadi, sebaiknya hindari penggunaan Nephrolit tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Namun, obat ini belum terbukti aman untuk anak-anak atau menyusui atau ibu hamil.

Perhatian dan Peringatan

5 Alasan Perlunya Konsultasi Dengan Dokter Kesuburan.jpg
Foto: 5 Alasan Perlunya Konsultasi Dengan Dokter Kesuburan.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Memang benar bahwa Nephrolit adalah obat herbal yang lebih jarang menimbulkan efek samping dibanding obat lain.

Namun, penting untuk tetap menggunakan obat ini dengan hati-hati dan sesuai aturan.

Baca juga: 12 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, Salah Satunya Optimalkan Kesehatan Jantung

Sebelum mengonsumsi Nephrolit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Jangan gunakan Nephrolit jika memiliki alergi atau hipersensitif terhadap salah satu bahan yang terkandung dalam obat ini.
  • Jangan gunakan Nephrolit jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti gagal hati, gagal ginjal akut, dehidrasi, asma, dan asidosis metabolik.
  • Gunakan obat ini dengan hati-hati jika memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan.
  • Penggunaan Nephrolit pada ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
  • Pastikan untuk minum air minimal 2 liter per hari selama menjalani pengobatan dengan obat ini.
  • Hindari penggunaan Nephrolit untuk jangka panjang. Jika keluhan tidak juga mereda, segera hubungi dokter untuk mendapat tindakan lebih lanjut.
  • Penggunaan Nephrolit bersama dengan obat antikoagulan, urikosurik, sulfonamida, atau alkalinozer mungkin menimbulkan interaksi obat.
  • Konsultasikan pada dokter jika sedang menjalani pengobatan dengan obat-obatan lain.

Itulah pembahasan mengenai Nephrolit, obat herbal untuk mengatasi batu ginjal. Semoga bermanfaat!

  • https://doi.org/10.1089/jmf.2011.1973
  • https://doi.org/10.1590/S1677-5538.IBJU.2017.0521
  • https://www.verywellhealth.com/chanca-piedra-4799790
  • https://www.healthline.com/nutrition/chanca-piedra
  • https://www.healthline.com/health/food-nutrition/phyllanthus-niruri

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.