Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
19 Oktober 2022

Gagal Ginjal Akut Menyerang 192 Anak Indonesia, Waspada Penggunaan Paracetamol

Kasus ini terjadi sepanjang tahun 2022
Gagal Ginjal Akut Menyerang 192 Anak Indonesia, Waspada Penggunaan Paracetamol

Foto: Freepik

Kabar mengejutkan disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat ratusan anak di Indonesia terkena gagal ginjal akut.

Sebagian besar dari jumlah tersebut termasuk ke dalam kondisi yang akut atau kritis.

Bahkan, hingga kini kasusnya bertambah menjadi 192 kasus.

Kasus ini ditemukan di 20 provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Aceh.

Total 192 kasus ini, datanya didapat dari anggota dan bukan real time, ya Moms.

Sementara itu, IDAI menyampaikan bahwa kasus ini merupakan kasus yang hanya terjadi sepanjang tahun 2022.

Lebih jelasnya, tren ini meningkat pada bulan September 2022 dan menurun sebulan setelahnya.

Bahkan, menyedihkannya sebagian besar korban masih berusia balita.

Kejadian misterius ini mungkin menjadi momok menakutkan bagi Moms dan Dads yang memiliki balita di rumah.

Untuk itu, cari tahu informasi lebih lanjut mengenai gagal ginjal akut pada anak, gejala, dan cara pencegahannya yang bisa Moms lakukan.

Baca Juga: 5 Cara Menyimpan Cabai agar Awet dan Tidak Cepat Busuk, Bukan Cuma Disimpan di Kulkas Saja

Fakta Gagal Ginjal Akut pada Anak

Ilustrasi Gagal Ginjal

Foto: Ilustrasi Gagal Ginjal (Orami Photo Stocks)

Berikut ini beberapa informasi yang bisa Moms dan Dads ketahui mengenai gagal ginjal akut pada anak.

1. Terjadi Sepanjang Tahun 2022

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa kasus 192 anak di Indonesia yang terkena gagal ginjal akut ini terjadi sepanjang tahun 2022.

Paling banyak tersebar di DKI Jakarta dengan total mencapai 50 kasus.

Jika dilihat dari data yang IDAI sebar, kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia terjadi di 14 provinsi, yaitu:

  • Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Banten
  • Bali
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Selatan
  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Jambi
  • Kepulauan Riau
  • Papua Barat
  • NTT

2. Terjadi pada Balita

Selain itu, IDAI juga mengonfirmasi bahwa rata-rata pasien yang berada di kondisi ini berusia di bawah 5 tahun atau balita.

Namun, selain balita terdapat pasien lainnya yang berusia di atas 5 tahun seperti di Jakarta yang terdapat pasien berusia 8 tahun.

Tak hanya itu, terdapat pula pasien yang berusia belasan tahun.

3. Memiliki Gejala yang Sama

Dalam kasus ini beberapa gejala terlihat seragam terjadi pada pasien, seperti demam, batuk, pilek, diare, dan muntah.

Sebagian besar ini anak-anak tidak merasakan sakit perut. Namun, mereka dilaporkan mengalami penurunan intensitas buang air kecil.

Bahkan, dalam satu hari mereka hanya buang air kecil satu kali atau bahkan tidak sama sekali.

Baca Juga: Profil Windah Basudara yang Berhasil Menggalang Dana Rp300 Juta untuk Okky Boy!

4. Dugaan Paracetamol yang Menjadi Pemicu

Beberapa menyebutkan bawah penggunaan obat-obatan khususnya paracetamol, menjadi pemicu gagal ginjal akut.

Anak-anak diduga mengalami gagal ginjal akut setelah mengonsumsi obat batuk yang mengandung paracetamol.

Namun, Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI, Eka Laksmi Hidayati, menegaskan kasus di Indonesia tidak berhubungan dengan konsumsi obat-obatan.

"Kami tidak mendapatkan data atau kesimpulan bahwa ini berhubungan dengan obat tertentu sehingga kami tidak memberikan rekomendasi atau anjuran menghindari obat," kata Eka dalam konferensi pers bersama IDAI, Selasa 11 Oktober 2022.

5. BPOM RI Larang 2 Bahan di Obat Sirop

Setelah banyak desas-desus bahwa obat batuk yang mengandung paracetamol diduga menjadi pemicu gagal ginjal akut.

BPOM kini melarang 2 bahan di obat sirop, yakni dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).

Kedua bahan tersebut menjadi pemicu puluhan kasus masalah ginjal akut misterius di Gambia, Afrika Barat, hingga 70 anak meninggal dunia per Sabtu, 15 Oktober 2022.

Namun, BPOM RI juga menegaskan bahwa 4 produk obat batuk pemicu gagal ginjal akut misterius di Gambia tidak terdaftar di Indonesia.

6. Obat Batuk di Gambia Tidak Ada di Indonesia

BPOM RI juga memastikan bahwa obat batuk yang mengandung parecatamol pemicu gagal ginjal di Gambia tidak ada di Indonesia.

BPOM memastikan pihaknya sudah melakukan pengawasan obat yang beredar di pasaran secara komprehensif.

7. Hindari Penggunaan Paracetamol Cair

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pemerintah untuk menghentikan sementara penggunaan paracetamol sirop khususnya pada anak-anak.

Penghentian ini bertujuan agar pemerintah bisa mencari tahu penyebab gagal ginjal akut.

Mengingat, beberapa kasus gagal ginjal akut misterius di Gambia diduga karena mengonsumsi obat sirop yang terkontaminasi dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).

8. Klarifikasi IDAI

Setelah sebelumnya beredar pemberitaan bahwa IDAI menghentikan sementara penggunaan paracetamol cair untuk anak, IDAI langsung memberikan klarifikasi.

“Mohon maaf tidak seperti itu beritanya, saya cerita kasus di Yogyakarta itu ada kakak adik. Kakaknya yang minum paracetamol sirop, dia enggak apa-apa.

Adiknya yang enggak minum obat apa-apa, dia kena AKI dan meninggal,” ujar Piprim Basarah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) dalam konferensi pers daring, Selasa, 18 Oktober 2022.

Piprim menambahkan bahwa kasus gagal ginjal akut ini tidak bisa dikatakan gara-gara paracetamol sirop dan kebenarannya belum dipastikan.

"Makanya hati-hati kita menyimpulkan. Walaupun saya menyebut sebagai kewaspadaan dini, enggak bisa kemudian diartikan dilarang,” tambahnya.

9. Masih Belum Diketahui Penyebabnya

Penyebab gagal ginjal akut ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya, ya Moms.

Meski ada kecurigaan dari obat paracetamol, kasus ini belum bisa dipastikan dari obat tersebut. Artinya, belum ada kesimpulan penyebab tunggalnya.

Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak

Gagal Ginjal Misterius

Foto: Gagal Ginjal Misterius (Freepik)

Terkadang kondisi gagal ginjal pada anak tidak menunjukkan tanda atau gejala yang siginfikan.

Bahkan, pada kondisi gagal ginjal ringan, seringkali tidak terdeteksi kecuali dokter melakukan pengujian atau tes.

Namun, meskipun demikian, terdapat beberapa gejala umum yang terjadi jika Si Kecil terkena gagal ginjal, seperti:

  • Intensitas urine menurun
  • Retensi cairan, menyebabkan pembengkakan tubuh
  • Energi berkurang
  • Pucat yang disebabkan oleh anemia (kekurangan sel darah merah)

Gejala tambahan yang tidak spesifik dapat mencakup:

  • Nafsu makan buruk
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Pertumbuhan terhambat
  • Infeksi saluran kemih
  • Inkontinensia (ketidakmampuan menahan kencing)
  • Demam
  • Ruam
  • Diare berdarah

Cara Pencegahan Gagal Ginjal Akut pada Anak

Ilustrasi Olahraga Bersama Anak

Foto: Ilustrasi Olahraga Bersama Anak (Orami Photo Stock)

Meski gagal ginjal yang terdapat di Indonesia masih misterius, Moms dan Dads masih bisa melakukan langkah pencegahan gagal ginjal pada Si Kecil.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms dan Dads lakukan.

1. Ajak Si Kecil Olahraga

Cara pertama untuk membuat ginjal lebih sehat adalah dengan mengajak Si Kecil untuk berolahraga atau aktivitas fisik dengan teratur.

Melakukan kegiatan ini dapat membantu anak merasa lebih baik, meningkatkan, serta menjaga kesehatannya.

Aktivitas fisik membantu menjaga banyak bagian tubuh anak tetap sehat, termasuk tulang, otot, jantung, dan ginjal mereka.

2. Kurangi Asupan Gula

Cara kedua untuk menjaga kesehatan ginjal Si Kecil adalah dengan mengurangi asupan gula.

Karena terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko diabetes seiring bertambahnya usia anak-anak.

Lalu, kondisi gula darah tinggi juga dapat membuat ginjal mereka bekerja lebih ekstra.

Perlu diketahui bahwa diabetes adalah penyebab utama gagal ginjal pada orang dewasa.

3. Pastikan Anak Minum Air Putih

Memastikan Si Kecil meminum air putih yang cukup ternyata menjadi salah satu langkah pencegahan gagal ginjal.

Ganti minuman manis dengan air putih setiap harinya.

Air putih penting untuk kesehatan ginjal dan membantu ginjal membuang limbah dari darah dalam bentuk urine.

Air juga membantu darah mengalir dengan bebas melalui ginjal dan seluruh tubuh.

Baca Juga: 10 Tanda Overthinking, Termasuk Terlalu Sering Mengkhawatirkan Masa Depan dan Menyesali Masa Lalu

4. Mengurangi Garam

Selain mengurangi asupan gula, Moms juga mulai sekarang harus mengurangi terlalu banyak penggunaan garam.

Natrium memang dibutuhkan agar tubuh berfungsi, tetapi terlalu banyak natrium bisa berbahaya.

Hal ini karena natrium dalam garam jika terlalu banyak dikonsumsi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak air.

5. Perhatikan Obat

Jika Si Kecil perlu mengonsumsi obat tertentu, Moms pernting untuk mematuhi jadwal pengobatan mereka.

Selain itu, Moms dan Dads juga jangan terlalu sering menggunakan obat nyeri tertentu karena dapat berbahaya bagi ginjal anak.

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Langkah pencegahan gagal ginjal yang terkahir adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Kegiatan ini dialukan untuk mencari kemungkinan masalah dalam tubuh Si Kecil sedini mungkin.

Jika Si Kecil menujukkan beberapa gejala yang disebutkan, ada baiknya bagi Moms untuk segera membawanya ke layanan kesehatan.

Baca Juga: Ketahui Dosis, Fungsi, Hingga Efek Samping Ambroxol di Sini!

Nah, itulah informasi mengenai 131 anak di Indonesia terkena gagal ginjal akut.

Serta gejala dan cara pencegahan gagal ginjal pada anak yang bisa Moms ketahui. Semoga bermanfaat, ya Moms!

  • https://www.kidney.org/atoz/content/better-kidney-health-kids-seven-golden-rules
  • https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/conditions/kidney-failure-children/