Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
11 Oktober 2022

Ketahui Dosis, Fungsi, Hingga Efek Samping Ambroxol di Sini!

Hindari minum Ambroxol melebihi dosis yang dianjurkan ya, Moms!
Ketahui Dosis, Fungsi, Hingga Efek Samping Ambroxol di Sini!

Berencana beli obat Ambroxol karena Moms, Dads, atau Si Kecil mengalami batuk? Sudah tahukah Moms fungsi atau manfaatnya?

Ketika menderita batuk kering, Moms akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan dahak yang keluar dari hidung atau tenggorokan.

Batuk sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membuat saluran pernapasan tetap bersih.

Ini akan membantu tubuh membersihkan diri dari virus yang menyerang selaput lendir.

Tujuan dari pengobatan batuk kering yang mengiritasi yaitu untuk menekan batu karena batuk kering rasanya akan sangat melelahkan.

Sementara dalam kasus batuk berdahak, yang penting adalah meningkatkan pengeluaran dan mengencerkan lender sehingga tidak mengganggu pernapasan.

Obat ini dijual dalam bentuk tetes, tablet hisap, sirup, atau, paling sering dalam bentuk tablet larut.

Ini tergantung kebutuhan Moms atau anggota keluarga lain yang sedang menderita sakit batuk.

Dalam laman websitenya,Kimia Farma menjelaskan bahwa ambroxol adalah obat untuk mengatasi batuk dan influenza.

Obat ini tersedia dalam 2 jenis, yakni sirup dan tablet. Tiap 5 ml obat berbentuk sirup, mengandung ambroxol HCL 15 mg dengan setiap kemasan botol berisi 60 ml.

Untuk kemasan tablet, tiap butirnya mengandung ambroxol 30 mg. Tersedia dalam kemasan dus berisi 10 strip dengan 10 tablet di setiap stripnya.

Baca Juga: Ini Perbedaan Batuk Alergi dan Batuk Flu pada Balita

Manfaat Obat Ambroxol

ambroxol

Foto: ambroxol (Orami Photo Stock)

Ambroxol adalah obat yang bermanfaat untuk mengatasi batuk berdahak, serta gangguan saluran pernapasan akut dan kronis.

Terlebih lagi untuk masalah bronkitis kronis dan bronkitis asmatik, obat ambroxol bisa jadi pilihan.

Ambroxol tergolong obat mukolitik, yakni obat untuk batuk berdahak yang memang fungsinya menghancurkan dan mengeluarkan dahak di tenggorokan.

Jadi, jika Moms, Dads, atau Si Kecil sedang mengalami batuk berdahak yang biasanya ditandai dengan tenggorokan gatal dan berlendir, obat ini bisa jadi salah satu pilihan.

Ambroxol digunakan untuk kondisi di mana ada banyak lendir kental di saluran napas. Ini termasuk dalam kelompok obat yang disebut mukolitik.

Ambroxol bekerja dengan mengencerkan lendir di saluran napas sehingga membuat lendir kurang lengket dan juga memfasilitasi pembuangan lendir dari saluran udara.

Obat ini juga sering digunakan sebagai pereda nyeri untuk sakit tenggorokan karena memiliki efek mati rasa lokal.

Obat ini mulai bekerja sekitar 30 menit setelah diminum.

Pemecahan serat mukopolisakarida asam membuat dahak lebih tipis dan kurang kental dan karenanya lebih mudah dikeluarkan dengan batuk.

Meskipun volume dahak akhirnya menurun, viskositasnya tetap rendah selama pengobatan dipertahankan.

Selain itu, menurut hasil studi Pakistan Journal of Medical Sciences, untuk pasien bronkitis asma, penambahan ambroxol ke pengobatan konvensional dapat meningkatkan efek terapeutik.

Ini juga akan mempersingkat waktu hilangnya tanda dan gejala klinis, lalu mendorong pemulihan pasien lebih cepat.

Sehingga nantinya layak diterapkan secara klinis untuk pasien dengan penyakit bronchitis asma tersebut.

Selain menjadi obat untuk mengatasi batuk kering, obat ini juga digunakan untuk beberapa penyakit lain, di antaranya:

  • Emfisema dengan Bronkitis Pneumoconiosis. Ambroxol digunakan untuk meredakan keadaan sesak napas, batuk terus menerus, dan radang saluran pernapasan paru-paru dengan membuat dahak menjadi encer dan tidak kental serta cepat keluar saat batuk.
  • Trakeobronkitis/bronchitis. Obat ini digunakan untuk pengobatan simtomatik trakeobronkitis, infeksi yang menyebabkan radang saluran napas trakea (tenggorokan) dan paru-paru. Kandungan ambroxol dapat membebaskan Moms dari batuk yang berlebihan dan dahak yang kental.
  • Eksaserbasi Bronkitis Akut. Dalam kasus bronkitis eksaserbasi akut, obat ini harus diberikan dengan antibiotik yang diperlukan karena membantu pengeluaran lendir, membantu meredakan batuk, masalah dengan pengenceran, dan gejala lainnya.

Saat pasien COVID-19 membludak beberapa waktu lalu, ambroxon juga diberikan sebagai obat pendamping untuk mengurangi gejala penyakit tersebut.

Banyaknya pasien isoman dengan gejala ringan yang merasa kesulitan untuk mendapatkan obat selama proses penyembuhan.

Membuat pemerintah meluncurkan program pemberian paket obat COVID-19.

Pemberian ini menyasar pasien yang tergolong miskin dan harus isoman dan mengalami gejala ringan.

Bersama dengan obat-obatan lain, obat ini juga diberikan pada pasien dengan gejala ringan yang mengalami demam dan batuk kering.

Baca Juga: Kenapa Bangun Tidur Kepala Pusing, Ya?

Dosis Obat Ambroxol

Ambroxol-Kaplet.png

Foto: Ambroxol-Kaplet.png (Orami Photo Stock)

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat ambroxol memiliki kandungan berupa ambroxol hydrochloride atau disingkat ambroxol HCL.

Ada 2 bentuk sediaan obat batuk ambroxol, yakni sirup (cair) dan kaplet. Berikut dosis minum ambroxol sesuai bentuk sediaannya:

1. Ambroxol Sirop

Dalam setiap 5 ml (1 sendok takar) ambroxol sirop mengandung ambroxol HCL 15 mg.

Ukuran obat batuk berdahak sirup ini 60 ml dalam satu botol plastik.

Berikut aturan dan dosis minum ambroxol sirop sesuai usia:

  • Anak-anak di bawah 2 tahun: Takaran minum 2,5 ml (1/2 sendok takar) dengan frekuensi minum 2 kali sehari.
  • Anak-anak 2-6 tahun: Takaran minum 2,5 ml (1/2 sendok takar) dengan frekuensi minum 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: Takaran minum 5 ml (1 sendok takar) dengan frekuensi minum 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak lebih dari 12 tahun dan dewasa: Takaran minum 10 ml (2 sendok takar) dengan frekuensi minum 3 kali sehari.

2. Ambroxol Kaplet

Dalam setiap kaplet ambroxol, mengandung ambroxol HCL 30 mg. Ambroxol kaplet ini tersedia dalam 1 strip dengan isi 10 kaplet.

Berikut aturan dan dosis minum ambroxol kaplet sesuai usia:

  • Anak-anak 6-12 tahun: Takaran minum 1/2 kaplet dengan frekuensi minum 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak Lebih dari 12 tahun dan dewasa: Takaran minum 1 kaplet dengan frekuensi minum 2-3 kali sehari.

Perlu diperhatikan Moms, untuk tidak minum obat ini melebihi aturan atau dosis minum yang sudah dianjurkan.

Sementara, jika Moms melewatkan dosis karena lupa minum obat, segera minum saat ingat.

Namun, bila sudah mendekati waktunya minum dosis selanjutnya, lewati dosis yang terlupa dan mulai ulang sesuai jadwal minum obat selanjutnya.

Hindari menambahkan dosis untuk mengganti dosis obat yang terlupa ya, Moms!

Baca Juga: 3 Makanan Yang Harus Dihindari Balita Penderita Asma

Perhatikan Ini Sebelum Minum Ambroxol

ambroxol

Foto: ambroxol (Orami Photo Stock)

Ada beberapa kondisi yang perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum minum obat untuk mengatasi batuk berdahak ini:

  • Gejala pneumonia atau infeksi paru-paru lainnya, seperti susah bernapas saat tidur, lendir kuning atau hijau kental, demam tinggi.
  • Gejala sistem kekebalan tubuh rendah, misalnya HIV dan minum obat-obatan tertentu.
  • Memiliki tukak lambung yang serius, masalah hati, hingga gangguan pada ginjal.
  • Alergi dengan ambroxol, bromhexine, maupun bahan lain yang terkandung dalam obat.

Obat batuk ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama trimester pertama kehamilan dan saat menyusui.

Sementara untuk trimester kedua dan ketiga kehamilan, Moms sebaiknya konsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan dulu sebelum minum obat ini, ya.

Meski termasuk obat yang diperjualbelikan dengan bebas, Moms juga harus memperhatikan petunjuk penyimpanannya ya.

Sebisa mungkin jauhkan obat ini dari jangkauan dan pandangan anak-anak, untuk meminimalisir risiko tertelan secara tidak sengaja.

Selain itu, simpan obat di tempat kering yang sejuk di bawah 30°C. Ini untuk memastikan bahwa kandungan obat tetap terjaga agar efek obat lebih maksimal.

Beri tahu dokter segera jika mengalami gejala alergi seperti lesi kulit, ruam, gatal, kesulitan bernapas atau pembengkakan mata, atau efek samping serius akibat obat ini.

Lakukan hal yang sama jika kondisi kesehatan malah memburuk atau tidak membaik sama sekali setelah 14 hari penggunaan obat.

Baca Juga: Tak Hanya Menyegarkan Tenggorokan, Ini 7 Manfaat Lemon Tea untuk Kesehatan

Efek Samping Ambroxol

ambroxol

Foto: ambroxol (Orami Photo Stock)

Meski tidak selalu, ambroxol berisiko menimbulkan efek samping setelah minum.

Sebelum menggunakan obat ini, Moms harus meminta persetujuan dulu dari dokter jika memiliki salah satu dari kondisi atau gejala berikut:

  • Gejala yang menunjukkan pneumonia atau infeksi paru-paru lainnya seperti kesulitan bernapas saat istirahat, lendir kental berwarna kuning atau hijau, lendir bernoda darah, demam tinggi dengan suhu lebih dari 38°C, nyeri dada.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah karena kondisi kesehatan lainnya misalnya HIV, atau sedang menggunakan obat-obatan lain seperti obat kemoterapi, pengobatan sistem kekebalan tubuh.
  • Kondisi paru-paru yang ada seperti gangguan paru obstruktif kronis atau asma parah yang tidak terkontrol.
  • Memiliki ulserasi lambung yang parah, masalah hati atau ginjal.

Kemungkinan efek samping ambroxol baik yang ringan maupun cukup parah, yakni:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Masalah pencernaan
  • Infeksi
  • Alergi
  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Lemas
  • Mulut kering
  • Sakit perut
  • Mati rasa di mulut dan tenggorokan
  • Gangguan rasa di mulut

Obat ini harus dihindari jika Moms atau anggota keluarga lain memiliki riwayat alergi terhadap ambroxol atau bromhexine, atau bahan lain yang tercantum dalam produk.

Beberapa tablet ambroxol mungkin mengandung laktosa sebagai bahan tidak aktif.

Maka dari itu, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki intoleransi galaktosa herediter, defisiensi laktase (enzim untuk mencerna laktosa), atau masalah dengan penyerapan galaktosa.

Ambroxol tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama trimester pertama kehamilan.

Karena ambroxol juga dapat diekskresikan dalam ASI, jadi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat menyusui.

Efek samping yang umum terjadi adalah mual atau muntah, diare, gangguan pencernaan, mulas atau kembung, sakit perut, mulut kering. atau tenggorokan kering.

Baca Juga: Obat Pilek (Paratusin): Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Tidak ada kontraindikasi yang pasti, tetapi pada pasien dengan tukak lambung harus diperhatikan saat memutuskan untuk mengkonsumsinya.

Kadang-kadang, terdapat juga efek samping gastrointestinal saat mengonsumsi obat ini, tetapi biasanya hanya gejala ringan.

Pastikan untuk memberi tahu dokter atau apoteker jika sedang mengonsumsi, baru saja mengonsumsi, atau berencana mengonsumsi obat lain, suplemen nutrisi, atau produk herbal.

​Saat ini, tidak ada interaksi serius atau pelarangan dalam penggunaan obat secara bersamaan.

Namun, beri tahu dokter jika mengonsumsi antibiotik apa pun karena ambroxol dapat meningkatkan jumlah penetrasi antibiotik.

Meski ambroxol dapat membantu mengatasi batuk, jangan lupa untuk mengonsumsinya dengan teratur, minum air yang banyak, dan istirahat yang cukup ya Moms.

  • https://www.healthhub.sg/a-z/medications/18/Ambroxol-Tablets
  • https://www.drugs.com/ambroxol.html
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol?mtype=generic
  • https://www.medicoverhospitals.in/medicine/ambroxol
  • https://imfarmindfarmasi.com/product/tablet-5/
  • https://imfarmindfarmasi.com/product/ambroxol-hci-kaplet/
  • https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/ma8946ja6v8h0tesnmgqaerdr0/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/1/ambroxol
  • https://www.kimiafarma.co.id/en/detail/ambroxol-hcl
  • https://www.healthhub.sg/a-z/medications/18/Ambroxol-Tablets
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7150415/
  • https://www.drugs.com/ambroxol.html
  • https://blog.wecare.id/2021/07/mengenal-obat-ambroxol-untuk-pasien-covid-19/