Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
26 Juni 2022

3 Jenis Narkoba Berdasarkan Pengaruhnya pada Tubuh

Jangan disalahgunakan, ya!
3 Jenis Narkoba Berdasarkan Pengaruhnya pada Tubuh

Tergantung jenis narkoba yang dipakai, masing-masing dapat memengaruhi tubuh dengan cara berbeda.

Dampaknya tergantung pada dosis dan bagaimana cara menggunakannya.

Seseorang yang menyalahgunakan narkoba akan terlihat berbeda dari segi fisik dan mentalnya.

Mereka cenderung kehilangan minat bergaul dan menghindari aktivitas yang sebelumnya disukai.

Pemakai juga terlihat mengabaikan kerapihan dan perawatan diri, lebih suka menyendiri, cepat tersinggung, dan menghindari tanggung jawab.

Berikut ini penjelasan 3 jenis narkoba berdasarkan pengaruhnya pada tubuh!

Baca Juga: Simak 5 Cara Menghindari Narkoba agar Anak dan Keluarga Terhindar dari Bahaya

Jenis Narkoba yang Memengaruhi Tubuh

13 Dampak Penggunaan Narkoba, Mulai dari Halusinasi hingga Kematian, Waspada!

Foto: 13 Dampak Penggunaan Narkoba, Mulai dari Halusinasi hingga Kematian, Waspada!

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari Australian Government Department of Health, terdapat 3 jenis narkoba yang dikategorikan berdasarkan pengaruhnya terhadap tubuh:

  • Depresan

Obat jenis ini dapat memperlambat fungsi sistem saraf pusat penggunanya.

  • Halusinogen

Obat jenis ini dapat memengaruhi indera dan mengubah cara melihat, mendengar, merasakan, atau mencium penggunanya.

  • Stimulan

Obat jenis ini dapat mempercepat kinerja fungsi sistem saraf pusat penggunanya.

Jenis narkoba tersebut mempengaruhi tubuh dalam banyak cara.

Jika ketagihan, seseorang dapat jatuh ke dalam lebih dari satu jenis.

Berikut ini penjelasan masing-masing dari jenis narkoba tersebut:

1. Depresan

Depresan bekerja dengan memperlambat pengantaran pesan antara otak dan tubuh.

Obat jenis ini akan membuat penggunanya merasa rileks dan tidak tertekan.

Depresan memengaruhi beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Cara kerja otak untuk konsentrasi
  • Memengaruhi koordinasi gerak tubuh
  • Menurunkan kemampuan seseorang untuk menanggapi apa yang terjadi di sekitarnya

Dalam dosis kecil, depresan membuat seseorang merasa rileks, tenang, dan tidak terlalu tertekan.

Pemakaian dalam dosis yang lebih besar dapat menyebabkan kantuk, muntah, mual, tidak sadarkan diri, bahkan kehilangan nyawa.

Contoh depresan meliputi:

  • Alkohol

Kandungan di dalamnya menyebabkan penurunan gairah penggunanya.

  • Benzodiazepin

Kandungan di dalamnya dapat meningkatkan aktivitas otak yang berfungsi untuk mengurangi keaktifan sel saraf otak.

  • Ganja

Kandungan di dalamnya bekerja dengan menekan sistem sistem saraf pusat, sehingga pengguna merasa rileks.

  • GHB (Gamma Hidroksi Butirat)

Kandungan di dalamnya memberikan efek euforia, peningkatan gairah seks, rileks, halusinasi, bahkan koma.

  • Ketamin

Kandungan di dalamnya memiliki efek antidepresan dalam hitungan jam dan bertahan cukup lama hingga 1 minggu.

  • Opioid (heroin, morfin, kodein)

Ketiganya adalah obat penahan rasa sakit, yang disalahgunakan untuk menciptakan rasa senang.

2. Halusinogen

Halusinogen adalah jenis narkoba yang menciptakan halusinasi.

Indera terdistorsi, sehingga cara melihat, mendengar, mencium, dan merasakan sesuatu akan berbeda.

Misalnya, pengguna mungkin melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada, atau memiliki pikiran dan perasaan yang tidak biasa.

Penggunaan dalam dosis kecil dapat menyebabkan perasaan melayang, mati rasa, kebingungan, disorientasi, atau pusing.

Dalam dosis yang lebih besar, obat menyebabkan halusinasi, kehilangan memori, kesusahan, kecemasan, peningkatan denyut jantung, paranoia, panik, dan agresi.

Contoh halusinogen meliputi:

  • Ganja

Kandungan di dalamnya bekerja dengan menekan sistem sistem saraf pusat, sehingga pengguna merasa rileks.

  • Ketamin

Kandungan di dalamnya memiliki efek antidepresan dalam hitungan jam dan bertahan cukup lama hingga 1 minggu.

  • LSD (Lysergic Acid Diethylamide)

Kandungan di dalamnya dapat mengubah suasana hati dan memengaruhi mental seseorang.

  • Psilocybin (magic mushroom)

Kandungan di dalamnya dapat menyebabkan mual, muntah, panik, melebarnya pupil, atau kilas balik memori.

  • PCP (fensiklidin)

Kandungan di dalamnya menyebabkan hal-hal yang berada dalam pikiran menjadi tampak nyata atau halusinasi.

Baca Juga: Ketahui 8 Bahaya Mengonsumsi Sabu

3. Stimulan

Obat ini bekerja dengan mempercepat penyampaian pesan antara otak dan tubuh. Hal tersebut akan menyebabkan:

  • Peningkatan detak jantung
  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan suhu tubuh
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Agitasi, yaitu munculnya perasaan gelisah, jengkel, dan marah yang memicu reaksi seperti meremas tangan tanpa henti
  • Gangguan tidur
  • Merasa lebih terjaga, waspada, percaya diri, atau energik.

Dalam penggunaan dosis yang lebih besar, stimulan dapat menyebabkan kecemasan, panik, kejang, kram perut, dan paranoia.

Contoh stimulan meliputi:

  • Amfetamin

Kandungan di dalamnya meningkatkan aktivitas dopamine dan noradrenalin dalam otak, sehingga pemakai lebih fokus dalam beraktivitas.

  • Kafein

Kandungan di dalamnya bekerja seperti jenis obat penenang lainnya, yaitu menstimulasi kerja otak.

  • Kokain

Kandungannya bekerja dengan menstimulasi otak dan menciptakan perasaan senang, dan perubahan cara berpikir, kesadaran, juga perilaku.

  • Ekstasi

Kandungan di dalamnya memicu perasaan senang dan membuat penggunanya merasa dekat dengan sekitarnya.

  • Nikotin

Kandungan di dalamnya bekerja sebagai stimulan yang dapat merangsang otak melepas hormon dopamin.

Baca Juga: 13 Dampak Penggunaan Narkoba, Mulai dari Halusinasi hingga Kematian, Waspada!

Hal yang Meningkatkan Efek Samping Penggunaan Narkoba

Melansir dari Better Health, berikut ini beberapa hal yang meningkatkan efek samping penggunaan narkoba:

  • Jenis dan kekuatan obat yang digunakan
  • Bagaimana cara obat dibuat
  • Karakteristik fisik pemakai, termasuk tinggi badan, berat badan, usia, lemak tubuh, dan metabolisme
  • Seberapa banyak dosis yang digunakan
  • Seberapa sering dan berapa lama menggunakan narkoba
  • Bagaimana obat digunakan, yaitu inhalasi, injeksi atau oral
  • Bagaimana kesehatan mental, suasana hati, dan lingkungan pengguna
  • Apakah penggunaan dicampur dengan obat-obatan lain atau alkohol

Baca Juga: 5 Cara Menasehati Pecandu Narkoba yang Bisa Orang Tua Lakukan

Kerugian Fisik dari Penggunaan Narkoba

Kecelakaan Rumah Tusuk Sate (thewisdomdaily.com).jpg

Foto: Kecelakaan Rumah Tusuk Sate (thewisdomdaily.com).jpg (thewisdomdaily.com)

Foto: thewisdomdaily.com

Penggunaan narkoba dapat mempengaruhi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Beberapa efek samping bisa serius, dan mungkin tidak dapat diubah.

Berikut ini beberapa kerugian fisik dari penggunaan narkoba:

  • Berisiko tinggi mengalami kecelakaan.
  • Rentan terhadap serangan seksual atau terlibat dalam hubungan seks tanpa kondom, yang berujung pada infeksi menular seksual.
  • Merasa kesulitan untuk tidur, berpikir, bernalar, mengingat, dan memecahkan masalah.

Baca Juga: Waspada Jenis Narkoba Terbaru Berikut Ini!

Penggunaan narkoba juga dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang, seperti:

  • Membahayakan organ dan sistem dalam tubuh, seperti tenggorokan, perut, paru-paru, hati, pankreas, jantung, otak, dan saraf.
  • Memicu kanker, seperti kanker paru-paru.
  • Penyakit menular dari peralatan suntik yang dipakai bersamaan.
  • Membahayakan janin dalam kandungan.
  • Memicu kerontokan rambut yang berujung pada kebotakan.
  • Pertumbuhan rambut pada wajah wanita, seperti kumis, jambang, dan jenggot.
  • Masalah rahang dan gigi karena mengatupkan dan menggertakkan gigi, seperti bau mulut, gigi berlubang dan penyakit gusi.
  • Perubahan suasana hati dan perilaku yang tidak menentu.
  • Psikosis, yaitu kondisi yang terjadi saat seseorang sulit membedakan khayalan dan kenyataan.
  • Peningkatan risiko penyakit mental, depresi, bunuh diri, dan kematian.

Kecanduan narkoba, adalah penyakit yang mempengaruhi otak dan perilaku seseorang.

Kecanduan narkoba dapat dimulai dengan percobaan penggunaan dalam situasi sosial.

Jika sudah terbiasa, intensitas dan dosis penggunaannya menjadi lebih sering.

Seiring berjalannya waktu, pengguna mungkin memerlukan dosis yang lebih besar agar dapat dirasakan tubuh.

Ketika tubuh sudah terbiasa dalam dosis yang tinggi, pengguna kesulitan untuk menghentikan penggunaannya.

Pengguna mungkin memerlukan bantuan dari dokter, keluarga, teman, kelompok pendukung, atau program perawatan yang terorganisir untuk mengatasi kecanduan.

Sebelum terlambat, sebaiknya jauhi narkoba jenis apapun, ya!

  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/How-drugs-affect-your-body
  • https://www.health.gov.au/health-topics/drugs/about-drugs/types-of-drugs