29 April 2020

5 Makanan untuk Perkembangan dan Fungsi Sistem Saraf Balita

Penuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang penting untuk sistem saraf balita

Untuk bisa berkembang dan berfungsi secara optimal, sistem saraf balita butuh asupan gizi dan nutrisi penting dari pola makan yang sehat.

Seperti dijelaskan oleh Joseph Uwiragiye dari Nutrition Department of University Teaching Hospital Kigali, sistem saraf balita berperan penting dalam kecerdasan dan daya ingat, sikap dan perilaku, berbagai fungsi organ tubuh, serta gerakan fisik.

Supaya tidak kekurangan vitamin dan mineral penting, mulai perbanyak asupan makanan yang penting bagi perkembangan dan fungsi sistem saraf balita berikut ini ya, Moms.

Makanan untuk Perkembangan dan Fungsi Sistem Saraf Balita

Yuk simak apa saja makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Akan Memperkuat Gigi Balita Dan Menjaga Senyumnya Tetap Bersinar

1. Makanan Mengandung Asam Lemak Esensial

Manfaat Omega-3
Foto: Manfaat Omega-3

Foto: Mindovermunch.com

Makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita yang pertama adalah makanan yang mengandung asam lemak esensial.

Asam lemak esensial adalah asam lemak tak jenuh yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan hanya bisa didapatkan dari makanan.

Sebuah studi yang dimuat jurnal Behavioural Neuroscience menyebutkan kalau asam lemak esensial turunan omega-3 yaitu docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentanoic acid (EPA) paling bermanfaat bagi sistem saraf manusia.

Nah, jenis makanan mengandung EPA dan DHA yang bisa Moms tambahkan ke dalam menu makan Si Kecil di antaranya adalah rumput laut, tiram, udang, telur, ikan salmon, dan ikan sarden.

2. Makanan Mengandung Tiamin

Kacang-Kacangan
Foto: Kacang-Kacangan (Hindustantimes.com)

Foto: Successav.com

Makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita yang selanjutnya adalah makanan yang mengandung tiamin.

Selain memiliki peran sangat vital bagi perkembangan dan fungsi sistem saraf balita, vitamin B1 atau tiamin juga dibutuhkan tubuh untuk sintesis neurotransmitter, kelancaran aliran elektrolit pada otot dan sel saraf, serta menjaga kesehatan mental.

Mengutip dokumen dari National Health Services, kekurangan vitamin B1 bisa menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, daya ingat lemah, perubahan kepribadian, kerusakan sistem saraf dan otak permanen, ataupun kehilangan pendengaran.

Supaya Si Kecil mendapatkan cukup asupan tiamin, berikan makanan seperti daging sapi, hati sapi, susu bubuk, kacang-kacangan, biji-bijian, oat, jeruk, kembang kol, kentang, kale, dan asparagues.

Baca Juga: 7 Makanan Mengandung Serat yang Baik Untuk Balita

3. Makanan Mengandung Vitamin B12

daging ayam vs daging bebek, mana yang lebih sehat 5
Foto: daging ayam vs daging bebek, mana yang lebih sehat 5

Foto: Drweil.com

Makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita yang selanjutnya adalah makanan yang mengandung vitamin B12.

Mengutip peneliti genetik dan farmakologi Viatcheslav Wlasoff, PhD, vitamin B12 adalah vitamin esensial bagi fungsi serta perkembangan otak dan sistem saraf yang normal.

Vitamin B12 atau kobalamin juga berperan penting dalam sintesis dan perawatan myelin atau lapisan pelindung saraf, sehingga sinyal saraf bisa dikirimkan dengan cepat dan efektif.

Contoh makanan sumber vitamin B12 yang baik untuk diberikan pada balita di antaranya adalah daging dan hati sapi, daging ayam, ikan dan kerang, telur, produk olahan susu rendah lemak, serta sereal dan susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin B12.

4. Makanan Mengandung Asam Folat

jeruk - rd.com.jpg
Foto: jeruk - rd.com.jpg

Foto: Edrugstore.com

Makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita yang selanjutnya adalah makanan yang mengandung asam folat.

Sudah tahu kan Moms, kalau asam folat berperan sangat penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf sejak Si Kecil masih dalam kandungan?

Dikutip dari Psychology Today, folat juga dibutuhkan oleh sistem saraf untuk pembentukan myelin, menguatkan sinyal perbaikan dan regenerasi otak, serta produksi hormon serotonin, dopamin, norefinefrin, dan melatonin.

Supaya sistem saraf balita bisa berkembang dan berfungsi dengan sempurna, Moms perlu memberikan makanan kaya akan asam folat seperti brokoli, bayam, kacang polong, alpukat, pepaya, jeruk, hati sapi, dan hati ayam.

Baca Juga: Moms, Waspadai 4 Makanan Pemicu Alergi Pada Balita Ini

5. Makanan Mengandung Potassium

manfaat pisang untuk kesehatan hero
Foto: manfaat pisang untuk kesehatan hero

Foto: 30dayfitness.app

Makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita yang selanjutnya adalah makanan yang mengandung potassium.

Menurut Periodic Paralysis International, asupan potassium penting untuk mendukung kelancaran aliran sinyal saraf dan kesehatan sistem saraf balita secara umum.

Untuk memenuhi asupan potassium yang dibutuhkan tubuh balita, Moms bisa memberikan makanan seperti pisang, kismis, brokoli, bayam, kentang, ubi, jamur, ketimun, labu, dan terong.

Itulah beberapa jenis makanan untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf balita. Jangan lupa Moms, perkembangan dan kesehatan sistem saraf balita juga perlu didukung dengan kebiasaan sarapan sehat, minum cukup air putih, cukup tidur, dan bergerak aktif.

Bagaimana Moms, sudahkah memberikan berbagai makanan di atas untuk buah hati kesayangan di rumah?

(WA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.