Kesehatan

10 Mei 2021

Overthinking: Kenali Tanda-tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Overthinking tidak dapat dibiarkan, melainkan harus segera diatasi. Ini caranya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Sering mengalami overthinking? Hati-hati, Moms, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup apabila tidak segera diatasi. Memang, mempertimbangkan banyak hal sebenarnya wajar dilakukan seseorang.

Namun, bagaimana jadinya ketika terlalu banyak yang dipikirkan sehingga sulit untuk menentukan pilihan? Hal ini bisa menjadi salah satu tanda dari overthinking, lho!

Dilansir dari Psychology Today, overthinking atau terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan tekanan emosional yang serius.

Jika dibiarkan terus-menerus, maka hal tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Seseorang yang overthinking juga cenderung mengabaikan intuisi dan terlalu memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu akan benar-benar terjadi.

“Jika Anda cenderung mengabaikan insting dan membuat daftar pro dan kontra yang panjang, maka itu bisa menjadi tanda overthinking. Seseorang yang overthinking juga cenderung sulit untuk membuat keputusan,” ungkap psikolog Dr. Helen Odessky.

Lantas, sebenarnya apa yang menjadi tanda-tanda overthinking, serta bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Parental Burnout, Lelah dan Stres Jangka Panjang pada Orang Tua

Tanda-tanda Overthinking

Tanda-tanda Overthinking

Foto: Orami Photo Stock

Overthinking dapat diartikan terlalu banyak berpikir. Seseorang yang overthinking terlalu banyak merenungkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Namun, overthinking berbeda dengan refleksi diri, ya, Moms.

Refleksi diri masih menempatkan perspektif tentang diri sendiri terhadap situasi yang terjadi. Ketika seseorang melakukan refleksi diri, mereka jug akan memiliki tujuan yang pasti.

Namun, ketika overthinking, tidak ada solusi yang bisa diambil saat menghadapi tantangan. Hal ini bisa membuat seseorang menjadi frustasi.

Selain itu, overthinking dapat ditunjukkan oleh beberapa tanda. Mungkin saja, saat ini Moms tidak menyadarinya. Maka dari itu, perhatikan beberapa tanda overthinking yang harus Moms waspadai, yaitu:

  • Tidak dapat berhenti merasa khawatir.
  • Sering khawatir terhadap hal-hal yang tidak dapat dikendalikan.
  • Selalu mengingat kesalahan yang sudah lewat.
  • Sering mengingat kembali momen memalukan, berulang kali.
  • Terlalu banyak berandai-andai pada kejadian yang tidak pernah terjadi.
  • Mengalami kesulitan tidur setiap harinya.
  • Tidak mampu berhenti memikirkan perkataan orang lain.
  • Menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan makna tersembunyi di balik perkataan orang atau peristiwa yang terjadi.
  • Tidak menyukai orang lain yang mengatakan sesuatu atau bertindak dengan cara yang tidak Moms sukai.
  • Menghabiskan banyak waktu baik untuk memikirkan peristiwa masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.

Itulah tanda-tanda overthinking yang harus Moms waspadai. Lantas, sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab overthinking? Simak ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: 16 Ciri-ciri Orang Depresi yang Harus Diwaspadai

Penyebab Overthinking yang Perlu Dipahami

Penyebab Overthinking yang Perlu Dipahami.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ada dua penyebab utama seseorang overthinking, yaitu tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Nah, adapun penyebab lainnya, seperti rendah diri atau meragukan diri sendiri juga bisa menjadi penyebabnya.

Pada dasarnya, memang setiap orang tidak bisa menghindar dari stres. Ada yang namanya stres yang baik dan buruk. Stres baik sebenarnya baik untuk meningkatkan kualitas hidup ke depannya.

Dilansir dari Psychology Today, ada beberapa tahapan stres yang perlu diwaspadai, seperti:

  1. Stres Akut. Ini adalah reaksi langsung tubuh terhadap tantangan atau peristiwa tertentu. Seseorang yang mengalami jenis stres akut mungkin membuat jantung berdebar kencang dan tekanan darah mungkin naik. Perasaan ini mungkin memicu migrain atau bahkan nyeri dada.
  2. Stres Akut Episodik. Ketika stres akut sering terjadi, maka jenis stres ini disebut stres akut episodik. Orang yang tampaknya selalu mengalami krisis cenderung mengalami stres akut episodik. Mereka sering mudah marah dan cemas. Nah, overthinking dapat terjadi saat Moms mengalami stres akut episodik.
  3. Stres Kronis. Stres kronis adalah tekanan berat yang melelahkan seseorang selama bertahun-tahun. Stres kronis berkontribusi pada penyakit kronis yang bisa berakibat fatal.

Mengetahui penyebab overthinking, tentunya Moms juga ingin tahu cara mengatasinya. Ada beberapa cara mengatasi overthinking yang bisa Moms lakukan. Simak ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: Burnout Akibat Terlalu Lelah Bekerja, Kenali Gejalanya!

Cara Mengatasi Overthinking

Overthinking yang tidak ditangani dengan baik bisa mengganggu produktivitas dan kualitas hidup Moms. Ada baiknya, Moms mengetahui cara mengatasi overthinking dengan baik. Berikut ini penjelasannya.

1. Cara Mengatasi Overthinking yang Berlebihan

Cara Mengatasi Overthinking yang Berlebihan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Langkah pertama sebagai cara mengatasi overthinking yang berlebihan adalah mengetahui pemicunya. Mungkin ada pemikiran atau masalah tertentu yang lebih cenderung menjadi pemicu overthinking.

Misalkan, Moms mungkin sering merasa cemas dan berpikir tentang masa depan anak yang akhirnya menjadi pemikiran berlebihan.

Ketika Moms sudah mengetahui pemicunya, maka akan lebih mudah mengatasinya.

Moms akan sadar pemicu overthinking dan pikiran teralihkan untuk bisa menanggulanginya. Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengakhiri pemikiran berlebihan.

Saat Moms menyadari diri mengulang peristiwa dalam pikiran berulang kali, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan, akui bahwa pikiran menjadi tidak produktif.

Setelah mengetahui pemicunya, Moms bisa fokus pada solusi untuk menyelesaikan masalah yang sedang menjadi pikiran. Sebab, memikirkan masalah secara terus-menerus tidak akan membantu, namun mencari solusinya sangat membantu. Penting untuk mengatur fokus pada solusi, bukan pada masalah yang sedang dihadapi.

Tanyakan pada diri sendiri langkah apa yang dapat diambil untuk belajar dari kesalahan atau menghindari masalah di masa depan.

Tentunya untuk berpikir fokus, baik tubuh dan pikiran Moms harus benar-benar rileks. Jangan paksakan diri untuk menyelesaikan masalah atau membuat keputusan dalam waktu yang singkat.

Moms membutuhkan waktu untuk mengistirahatkan pikiran. Lebih baik lagi, Moms bisa berdiskusi dengan pasangan atau orang-orang terdekat apabila memungkinkan.

Jika cara menghilangkan overthinking yang berlebihan di atas sudah dicoba dan Moms masih belum menemukan ‘kedamaian’ dalam pikiran, sebaiknya berhati-hati.

Moms dapat meminta bantuan kepada anggota keluarga, pasangan, atau mereka yang Moms percayai. Apabila tidak kunjung menemui solusi, Moms harus menemui psikolog untuk mendapatkan saran yang lebih tepat.

Ada beberapa tanda bahwa Moms harus segera ke psikolog untuk meminta bantuan, yaitu:

  • Emosi yang dirasakan semakin intens dan tidak dapat dikendalikan. Emosi ini bisa berupa rasa marah atau sedih yang begitu meluap-luap setiap mengalami masalah. Hal ini akan berujung pada rasa lelah, baik fisik maupin psikis.
  • Sering menarik diri apabila diajak untuk terlibat dalam kehidupan sosial. Padahal sebelumnya, Moms senang untuk bertemu atau berkumpul dengan teman serta kerabat lainnya.
  • Mengalami sakit fisik yang tidak jelas penyebabnya. Studi dalam Malaysian Journal of Medical Sciences menyebutkan, faktor genetik dan psikologis seseorang, pengalaman, dan faktor lingkungan, semuanya berkontribusi pada respons terhadap rasa sakit.
  • Kehilangan semangat dan energi positif untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya Moms sukai.
  • Produktivitas kerja menurun, atau mengalami begitu banyak kritik yang terkait dengan pekerjaan.
  • Penambahan atau penurunan berat badan yang terjadi tiba-tiba, tanpa diketahui penyebabnya.

Jika Moms mengalami tanda-tanda tersebut, jangan pernah merasa malu atau ragu untuk pergi meminta bantuan ke psikolog. Sama halnya dengan kesehatan fisik, tentunya kesehatan mental juga harus dijaga dengan baik.

Baca Juga: Ini Doa Ketenangan Hati untuk Menghapus Kegelisahan, Yuk Panjatkan!

2. Cara Mengatasi Overthinking dalam Islam

1Cara Mengatasi Overthinking dalam Islam.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pendekatan secara spiritual juga bermanfaat untuk mengatasi overthinking. Pada dasarnya, setiap manusia sudah dibekali dengan akal pikirannya masing-masing.

Namun, tantangan hidup memang terkadang tidak bisa menghindari Moms dari stres. Hati-hati, tingkat stres yang tinggi dan tidak mampu dikelola dengan baik bisa membuat overthinking.

Jika Moms mengalami overthinking, ingatlah bahwa masih ada Allah yang begitu dekat dengan kita dan tidak akan membiarkan hamba-Nya menderita. Mungkin ini menjadi waktu terbaik untuk Moms semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Cara mengatasi overthinking dalam Islam bisa dengan menjalani salat dengan teratur dan tepat pada waktunya. Sebab, salat ini sebenarnya bukan kebutuhan bagi Allah, melainkan manusia yang membutuhkannya.

Kita akan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, termasuk segala pemicu overthinking. Selanjutnya, Moms dapat berdoa kepada Allah agar diberikan ketenangan pikiran dan dihindarkan dari pemicu overthinking.

Moms juga dapat memohon agar diberikan kemampuan untuk melihat hikmah di balik segala sesuatu yang terjadi. Dengan begitu, hati akan lebih lega dan pikiran juga lebih terbuka.

Doa yang bisa Moms panjatkan untuk diberikan ketenangan pikiran, yaitu:

Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqa-ika wa tardha bi qadha-ika wataqna’u bi ‘atha-ika

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridho dengan kecukupan-Mu, dan merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

Cara mengatasi overthinking dalam Islam juga bisa dengan membantu memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Ternyata, meringankan penderitaan seseorang secara tidak langsung akan mengurangi tingkat kecemasan yang Moms alami.

Moms juga akan lebih bersyukur dengan apa yang sudah dipunya. Sebab, masih banyak orang-orang yang lebih susah dan membutuhkan pertolongan di luar sana.

3. Cara Mengatasi Overthinking sebelum Tidur

Cara Mengatasi Overthinking sebelum Tidur.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seringnya, overthinking muncul menjelang waktu tidur. Kondisi ini membuat Moms menjadi sulit tidur dan akhirnya besok paginya merasa tidak semangat.

Namun, tenang saja, Moms. Ada cara mengatasi overthinking yang bisa dilakukan secara rutin sebelum tidur. Moms bisa mempraktekkan mindfulness sebelum tidur.

Waktu ini untuk merefleksikan kembali hal apa saja yang sudah Moms lakukan dan segala hal yang sudah dilalui dalam satu hari.

Ada beberapa cara yang mengatasi overthinking yang bisa Moms lakukan sebelum tidur, yaitu:

  • Dikutip dari laman Psych Central, coba tuliskan kekhawatiran Moms pada hari ini dalam sebuah jurnal harian. Tanyakan pada diri sendiri, hal-hal apa saja yang muncul di benak saat berbaring di tempat tidur pada malam hari. Cara ini efektif untuk menemukan sumber kekhawatiran yang membuat overthinking.
  • Kemudian, tulis juga hal-hal positif apa yang akan Moms lakukan esok hari. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat dan mengalihkan pikiran Moms ke arah yang lebih baik. Waktu yang diperlukan untuk menulis ini hanya sekitar 10 menit saja.
  • Ciptakan lingkungan yang tepat untuk tidur. Artinya, jaga pencahayaan kamar tetap redup, usahakan kamar tetap tenang, dengan suhu yang nyaman. Kondisi ini akan membantu Moms untuk rileks dan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.
  • Ikuti cara-cara di atas untuk mengatasi overthinking sebelum tidur. Selain itu, ada baiknya Moms mempunyai waktu tidur dan bangun tidur yang sama setiap harinya. Hindari juga menggunakan gadget saat mau tidur.

Itulah penjelasan tentang overthinking, penyebab, dan cara mengatasinya. Tenang saja, Moms. Mengalami overthinking bukan hal yang harus ditakuti, melainkan setiap orang dapat mengalaminya.

Baca Juga: 8 Tanda Moms Butuh Psikolog, Simak Berikut Ini!

Hal yang harus Moms lakukan, yaitu mencari cara yang tepat untuk mengatasinya dengan baik. Selain itu, pahami cara mengelola stres dengan baik agar terhindar dari overthinking. Selamat mencoba, ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4795524/
  • https://psychcentral.com/lib/12-ways-to-shut-off-your-brain-before-bedtime
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/open-gently/201812/the-three-types-stress
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201602/6-tips-stop-overthinking
  • https://www.forbes.com/sites/amymorin/2020/04/20/10-signs-youre-overthinking-and-what-to-do-about-it/?sh=3b1aee6e2bb8
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait