17 Maret 2022

Mengenal Imposter Syndrome, Sindrom Tidak Percaya Diri akan Kemampuannya

Apa itu imposter syndrome?

Moms mungkin pernah merasa tidak percaya diri dalam hidup. Hal ini mungkin bisa menjadi salah satu tanda jika Moms terkena imposter syndrome.

Istilah imposter syndrome pertama kali digunakan oleh psikolog Suzanna Imes dan Pauline Rose Clance pada tahun 1970-an, lho Moms!

Singkatnya imposter syndrome merupakan sindrom orang palsu atau ketidakpercayaan diri seseorang akan kemampuannya sendiri.

Menjadi salah satu gangguan yang tidak banyak diketahui oleh orang. Membuat informasi mengenai imposter syndrome penting untuk diketahui.

Yuk, Mom simak penjelasan lengkap mengenai imposter syndrome di sini!

Baca juga: Mengenal Sindrom Inflamasi Multisistem, Penyakit yang Menyerang Anak Pasca COVID-19

Apa Itu Imposter Syndrome?

apa itu imposter syndrome?
Foto: apa itu imposter syndrome?

Foto: freepik.com

Secara umum, imposter syndrome adalah perasaan seseorang yang merasa tidak percaya diri atau tidak kompeten dalam sebuah pekerjaan, pendidikan atau prestasi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of General Internal Medicine menjelaskan 82% orang di dunia mengalami imposter syndrome dalam hidupnya.

Penelitian lain menunjukan bahwa, fenomena ini paling sering dialami oleh wanita sukses dan berprestasi.

Namun, tidak menutup kemungkinan imposter syndrome bisa dialami oleh siapa pun, tanpa memandang status sosial, latar belakang pekerjaan, dan tingkat keahlian tertentu.

Konsep imposter syndrome ini awalnya dipekenalkan untuk wanita berprestasi yang merasa tidak percaya diri.

Baca juga: Penyebab Down Syndrome dan Cara Deteksi Dini Sejak dalam Kandungan

Tanda-Tanda Imposter Syndrome

4 Tips Mengatasi Rasa Cemas saat Hamil di Tengah Pandemi.jpg
Foto: 4 Tips Mengatasi Rasa Cemas saat Hamil di Tengah Pandemi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ini menjadi salah satu sindrom umum yang mungkin dapat diidap siapa saja, Moms bisa mengetahui sindrom ini melalui beberapa tanda, seperti:

  • Ketidakmampuan untuk menilai kompetensi dan keterampilan secara realistis
  • Menghubungkan kesuksesan dengan faktor eksternal
  • Menilai kinerja
  • Takut tidak sesuai ekspektasi
  • Menilai negatif kesuksesan sendiri
  • Keraguan diri
  • Menetapkan tujuan yang sangat menantang dan merasa kecewa ketika gagal

Bagi sebagian orang, imposter syndrome berpengaruh terhadap perasaan motivasi dalam diri. Ini biasanya datang dalam bentuk kecemasan terus-menerus.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Asperger, Sindrom yang Memiliki Kemampuan Intelektual Tinggi

Penyebab Imposter Syndrome

Penyebab Imposter Syndrome
Foto: Penyebab Imposter Syndrome

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab imposter syndrome. Misalnya keluarga yang sudah mengkritik berlebihan saat gagal melakukan sesuatu.

Atau sebaliknya, seperti keluarga yang terlalu banyak memuji saat Moms memiliki pencapaian baru.

Moms juga perlu tahu, sesuatu hal yang baru juga bisa menjadi pemicu sindrom ini hadir. Seperti saat memulai perkuliahan dan dikelilingi oleh orang-orang ambisius dan sangat pintar.

Selain itu, imposter syndrome juga bisa disebabkan oleh gangguan mental seseorang.

Misalnya, Moms yang memiliki anxiety disorder atau depresi mungkin akan lebih mudah mengalami hal ini.

Baca juga: Gejala dan Penyebab ARDS, Sindrom Gangguan Pernapasan Akut

Jenis Imposter Syndrome

jenis imposter syndrome
Foto: jenis imposter syndrome

Foto: freepik.com

Menurut buku “The Secret Thoughts of Successful Women: Why Capable People Suffer from the Impostor Syndrome and How to Thrive in Spite of It” ada 5 tipe utama imposter.

1. The Perfectionist

Tipe The Perfectionist ini seringkali merasa bahwa dirinya harus berhasil sempurna dalam setiap aspek kehidupan.

Karena berpacu akan kesempurnaan, membuat hal ini terkadang tidak realistis sehingga dapat mempengaruhi standar hidup seseorang.

Alih-alih mengakui kerja keras yang selama ini dilakukan, Moms justru akan mengkritik diri sendiri karena sebuah kesalahan kecil dan merasa gagal ketika melakukan sesuatu.

Seseorang yang memiliki tipe The Perfectionist cenderung lebih senang menghindar dibandingkan mencoba hal baru. Karena Moms takut hasil dari pekerjaan tersebut tidak sempurna.

2. The Natural Genius

The natural genius adalah tipe orang yang beranggapan ingin selalu berhasil dalam segala hal.

Namun, saat mengalami kegagalan, dunianya serasa hancur dan dirinya akan terpuruk berlebihan.

Jadi, mulai saat ini Moms harus mulai menanamkan pada diri sendiri bahwa tidak ada sesuatu yang mudah didapat.

Kegagalan saat memulai sesuatu adalah hal yang wajar dan tidak perlu malu dengan hal tersebut. Karena Moms bisa mencoba di lain waktu.

3. Soloist

Moms mungkin tipe orang yang dapat menangani semua hal sendiri.

Namun, saat suatu hal tidak bisa diselesaikan secara mandiri, Moms akan terpuruk dan menganggap diri sendiri tidak layak.

Ingat Moms, meminta atau menerima bantuan seseorang bukanlah sebuah kegagalan. Karena setiap orang memiliki kekurangan dan itu adalah sebuah hal yang wajar.

Baca juga: Sindrom Waardenburg: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

4. The Expert

The Expert adalah tipe orang yang menganggap bahwa pekerjaan akan sukses jika sudah mempelajari sebelumnya.

Moms mungkin akan menghabiskan banyak waktu untuk membaca hingga melupakan tugas utama.

Namun saat tidak mendapatkan jawaban, Moms akan merasa terpuruk dan menganggap telah gagal.

Padahal, hal tersebut adalah biasa dan Moms hanya perlu pelan-pelan mencari ulang.

5. Superhero

Tipe ini berhubungan dengan kemampuan untuk berhasil dalam berbagai peran, baik sebagai siswa, karyawan, teman atau orang tua.

Kegagalan dalam menjalankan peran tersebut akan membuat Moms terpuruk dan merasa tidak mampu dalam berbagai hal.

Moms perlu ingat, kalau setiap orang memiliki batas energi dalam menghadapi apapun.

Jadi, saat tidak bisa mengontrol apapun, Moms tidak perlu merasa bersalah dan hilangkan pikiran-pikiran negatif, ya.

Baca juga: Kenali FOMO, Sindrom Fear of Missing Out yang Bisa Berbahaya

Cara Mengidentifikasi Imposter Syndrome

Tanda Gangguan Mental pada Wanita-2.jpg
Foto: Tanda Gangguan Mental pada Wanita-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Diperkirakan 70% orang pernah mengalami imposter syndrome atau sindrom penipu setidaknya satu kali dalam hidup mereka.

Tetapi, mungkin kebanyakan orang tidak menyadari akan kehadiran sindrom tersebut pada dirinya.

Jika Moms berpikir memiliki imposter syndrome, tanyakan pada diri dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah kamu menderita bahkan kesalahan terkecil atau kekurangan dalam pekerjaan kamu ?
  • Apakah kamu menghubungkan kesuksesan kamu dengan keberuntungan atau faktor luar?
  • Apakah kamu sangat sensitif bahkan terhadap kritik yang membangun?
  • Apakah kamu merasa bahwa kamu pasti akan ketahuan sebagai penipu?
  • Apakah kamu meremehkan keahlian kamu sendiri, bahkan di bidang di mana kamu benar-benar lebih terampil daripada yang lain?

Lalu jika Moms menemukan kecemasan atau keragu-raguan atas pertanyaan-pertanyaan di atas, Moms disarankan untuk mendapatkan bantuan dari terapis.

Pikiran negatif, keraguan diri, dan kecemasan diri sering menjadi ciri sindrom penipu yang berdampak pada banyak bidang kehidupan, lho.

Baca Juga: Sindrom Edward pada Bayi, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Cara Mengatasi Imposter Syndrome

cara mengatasi imposter syndrome
Foto: cara mengatasi imposter syndrome (eatthis.com)

Foto: freepik.com

Jika Moms merasa mengalami imposter syndrome, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasinya.

Karena jika selalu merasa gagal dan tidak puas dalam sebuah pekerjaan bisa mengganggu keseharian Moms.

1. Memahami Perasaan Pribadi

Cara mengatasi imposter syndrome yang pertama adalah memahami perasan sendiri. Dengan mempercayai perasaan sendiri dipercaya dapat mengurangi rasa cemas.

Jika Moms terlalu sering mengalami perasaan tidak enak atau terpuruk, sebaiknya berbicara dengan teman atau mentor yang bisa dipercaya.

Berbicara dengan seseorang bisa mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh Moms.

Selain itu, berbicara dengan orang lain juga bisa membuat Moms tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalah tersebut.

2. Membangun Koneksi

Sebaiknya, Moms mulai membangun koneksi dengan lingkungan sekitar, seperti di sekolah, kampus atau tempat kerja untuk saling mendukung satu sama lain.

Ingat, Moms tidak bisa mendapatkan segalanya sendirian. Kelompok pertemanan mungkin akan membimbing Moms untuk menjadi yang lebih baik.

Selain itu, Moms juga bisa menceritakan masalah yang dihadapi, sehingga Moms merasa tidak sendirian.

Hal ini mungkin juga menciptakan kesempatan untuk berbagi strategi dalam mengatasi tantangan dan perasaan yang akan dihadapi kedepannya.

Baca juga: 8 Cara Mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

3. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Salah satu penyebab imposter syndrome adalah membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Moms sebaiknya berhenti melakukan hal ini, karena tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama.

Selain itu, Moms juga perlu ingat kalau orang lain mungkin terlihat indah di luar belum tentu indah di dalamnya.

Alih-alih merasa terintimidasi dengan kesuksesan orang lain, sebaiknya Moms mulai mencari cara untuk mengembangkan kemampuan diri sendiri.

Baca juga: Gejala dan Penanganan Multisystem Inflammatory Syndrome, Yuk Cari Tahu!

Demikian penjelasan informasi mengenai imposter syndrome. Jika merasakan salah satu tanda yang dijelaskan, Moms disarankan untuk berkunjung ke terapis, ya!

  • https://www.healthline.com/health/mental-health/imposter-syndrome#causes
  • https://www.verywellmind.com/imposter-syndrome-and-social-anxiety-disorder-4156469
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7174434/
  • https://impostorsyndrome.com/10-steps-overcome-impostor/
  • https://www.webmd.com/balance/what-is-imposter-syndrome

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.