29 Desember 2018

Balita Masih Minum ASI, Berbahayakah?

Sudah umur lebih dari 2 tahun namun anak masih minum ASI. Apakah aman untuk kesehatannya?

Apakah balita Moms masih minum ASI? Bagi beberapa Moms mengalami hal yang demikian. Namun, apakah hal itu baik bagi Si Kecil?

Seperti yang diketahui bahwa ASI eksklusif diwajibkan hingga anak berusia 6 bulan. Setelah itu anak mulai diajarkan untuk konsumsi makanan mulai dari yang lunak hingga dia bisa mandiri untuk mengonsumsi makanan padat.

Tapi bagi sebagian Moms yang melakukan ASI eksklusif merasa tidak tega melepaskan anak dari kebiasaan tersebut. Pada akhirnya kebiasaan ini diteruskan hingga anak tumbuh besar. Apakah hal itu tepat untuk dilakukan?

Adakah Manfaat ASI Bagi Anak Berusia 2 Tahun Ke Atas?

balita masih asi
Foto: balita masih asi

Air Susu Ibu (ASI) memang memiliki sejuta manfaat kesehatan baik bagi anak maupun mamanya sendiri. Sesuai anjuran pemberian ASI disarankan hingga anak berusia 2 tahun.

Di atas usia tersebut, mama harus menyapih anaknya. Sebenarnya banyaknya ASI mengikuti kebutuhan anak yang bersangkutan. Semakin sering frekuensi minum ASI, maka produksi ASI juga akan meningkat.

Menurut beberapa penelitian, ASI yang dikonsumsi oleh anak usia di atas 2 tahun tidak lagi mengandung gizi dan kalori yang cukup untuk kebutuhan dari pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Baca Juga : Sudah Besar Masih Menetek, Bagaimana Menghentikannya Ya?

Dampak Buruk Pemberian ASI Untuk Anak Di Atas 2 Tahun

balita masih menyusui 2
Foto: balita masih menyusui 2

Oleh karena itu, kebiasaan tersebut harus dihentikan karena berefek tidak baik bagi anak. Selain itu, balita minum ASI membuat Si Kecil jadi ketergantungan yang membuatnya cenderung tidak mandiri, bersikap manja, dan selalu ingin nempel dengan ibunya. Jadi, Moms harus bersikap tegas untuk kebaikan anak Moms sendiri.

Selain itu, penelitian lain mengungkapkan bahwa anak yang menyusui di atas 2 tahun memiliki risiko dalam permasalahan gigi seperti gigi berlubang atau bentuk lain dari kerusakan gigi yang lain.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan di Porto Alegre, Brazil dengan sampel berjumlah 458 keluarga  yang berpenghasilan rendah. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa anak-anak yang diberi ASI selama lebih dari 2 tahun memiliki risiko tinggi pada kerusakan gigi.

Menurut William Bowen, seorang peneliti dari Center for Oral Biology at the University of Rochester Medical Center, NewYork, mengungkapkan bahwa ketika anak menyusu terlalu lama membuat gigi serta mulutnya juga menempel dalam waktu yang lama.

Hal ini berakibat terhalangnya produksi air liur. Adapun air liur berperan penting untuk menghilangkan bakteri penyebab kerusakan gigi di dalam mulut.

Oleh karena itu, diharapkan Moms bisa berpikir lebih panjang mengenai segala efek yang timbul bagi pertumbuhan dan perkembangan anak jika mengonsumsi ASI secara terus menerus.  Bukankah Moms selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya?

(PIA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.