03 April 2018

Belajar dari Kasus First Travel, Ini 3 Ciri Penipuan Umrah yang Patut Diwaspadai

Jangan mudah terpikat dengan harga yang murah

Tahun lalu, Indonesia dihebohkan dengan kasus penipuan besar-besaran yang dilakukan agen perjalanan umrah First Travel. Agen perjalanan milik pasangan Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan itu telah menipu mentah-mentah 58.682 calon jamaah umrah.

Dari puluhan ribu calon jamaah umrah itu, Andika dan Anniesa berhasil mengantongi Rp 848.700.100.000. Menurut data kepolisian, jumlah calon jemaah dalam kurun waktu tersebut berjumlah 72.682, namun baru 14.000 orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Aksi penipuan Andika dan Anniesa terungkap saat terjadi kegagalan pemberangkatan calon Jemaah urmoh pada 28 Maret lalu. Saat itu, jemaah diinapkan di hotel yang letaknya tidak jauh dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Hal tersebut membuat Kementerian Agama bergerak. Kemengag meminta klarifikasi kepada First Travel dan melakukan mediasi dengan jamaah. Dari situ, aksi penipuan First Travel satu per satu terungkap.

Belum selesai kasus First Travel, muncul lagi kasus baru. Kali ini melibatkan Abu Tours. Saat ini telah banyak perusahaan perjalanan umrah yang menawarkan promo umrah murah. Akan tetapi, masyarakat harus jeli dan ‎teliti sebelum membeli promo umrah tersebut. Jangan sampai masyarakat salah membeli dan menyesal telah ditipu oleh perusahaan penyedia perjalanan umrah. Berikut ciri-ciri penipuan umrah yang harus diwaspadai!

Baca juga: Kontroversi Foto Syahrini di Holocaust, Ini 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Traveling

1. Memberikan promo umrah dengan harga yang tidak masuk akal

Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi ‎Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Rinto Raharjo mengatakan, perusahaan travel diperbolehkan memberikan harga promo tetapi harus masuk akal.

Menurut Rinto, jika tidak masuk akal, perusahaan travel tersebut harus dihindari. Ia mencontohkan harga promo yang tidak masuk akal adalah sebesar Rp 14 juta.

“‎Minimal umrah itu Rp 18 juta-Rp 19 juta, itu juga saat low season. Kalau harga Rp 14 juta, harga tiketnya saja Rp 13 juta, belum makan, belum hotel, belum pengantar. Jadi kalau ada promo dengan harga segitu sudah pasti kebohongan,” ujar Rinto seperti dilansir Kompas.com.

2. Ada masa tunggu perjalanan umrah

Rinto menerangkan, perjalanan umrah pada prinsipnya tidak memiliki masa tunggu seperti halnya perjalanan haji. Jika masyarakat telah membayar lunas biaya umrah, maka bisa langsung diberangkatkan.

“Kalau umrah itu pada dasarnya cash and carry, Jadi bohong besar, kalau bayar dulu tapi berangkatnya nanti. Itu enggak mungkin,” lanjutnya. ‎

Baca juga: Selain Rabbit Town, 5 Tempat Wisata Ini Juga Lagi Hits di Bandung

3. Tidak punya izin perjalanan umrah

Rinto menambahkan, perusahaan travel umrah harus mempunyai izin perjalanan umrah dari Kementerian Agama. Jika tidak mempunyai izin, maka sudah dipastikan bahwa perusahaan travel tersebut penipu.

Menurut dia, masyarakat bisa melihat informasi perizinan dari laman Kementerian Agama, atau bisa menanyakan perizinan dari asosiasi-asosiasi perjalanan umrah. “Jadi jangan terlalu percaya oleh omongan orang. Harus teliti,” jelasnya.

Selalu hati-hati dan waspada ya, Moms!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.