18 Juli 2019

Benarkah Seks Dapat Redakan Sakit Kepala?

Apa hubungannya seks dengan sakit kepala?

Mungkin Moms pernah mendengar orang yang mengatakan bahwa berhubungan intim dapat meredakan sakit kepala. Apakah memang benar bisa terjadi?

Ternyata sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cephalalgia mengungkapkan bahwa melakukan seks dapat menghilangkan sakit kepala baik sakit kepala biasa maupun migrain. Yuk simak ulasannya!

Seks untuk Mengurangi Sakit Kepala

seks sakit kepala (2)
Foto: seks sakit kepala (2)

Para peneliti dari University of Munster Jerman melakukan survey terhadap 800 pasien migrain dan 200 pasien yang menderita sakit kepala biasa.

Setiap peserta disurvei mengenai pengaruh aktivitas seksual terhadap gejala sakit kepala yang muncul.

Hasilnya sebanyak 60 persen pasien migrain mengatakan bahwa melakukan seks dapat mengurangi rasa sakitnya.

Sementara pada pasien sakit kepala, sebanyak 37 persen mengaku bahwa bercinta meredakan sakit kepala. Lantas, mengapa berhubungan intim dapat meredakan sakit kepala?

Tubuh melepaskan berbagai hormon saat melakukan seks seperti dopamine, endorfin, dan serotonin.

Menurut Donald Penzien, Ph.D., direktur Head and Pain Clinic di Universitas dari Mississippi Medical Center, dan seorang profesor di departemen psikologi, hal ini dapat menginduksi kenikmatan dan menghilangkan rasa sakit.

Meskipun ini bukan berarti dapat langsung menghilangkan sakit kepala, Penzien mengungkapkan bahwa cara ini bisa menjadi dorongan bagi pasangan untuk rutin melakukan seks terutama yang punya keluhan soal sakit kepala.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Bercinta Agar Hubungan Lebih Harmonis

Beberapa Orang Mengalami Sakit Kepala Saat Bercinta

seks sakit kepala (1)
Foto: seks sakit kepala (1)

Namun, bagi sebagian orang berhubungan intim justru dapat menyebabkan sakit kepala. Sebab, ada sakit kepala yang muncul akibat aktivitas berat seperti aktivitas seksual.

Jenis sakit kepala coital yang cukup langka ini biasanya muncul saat melakukan aktivitas seksual termasuk masturbasi baik pada perempuan maupun laki-laki.

Sakit kepala coital mungkin berlangsung hingga 24 jam dan sangat sering terjadi pria.

Meskipun ringan, jika terlalu sering terjadi maka perlu adanya pemeriksaan mengenai penyebabnya sebab dapat mengancam jiwa.

Berbagai tes seperti CT scan dan MRI bisa mendeteksi masalah bila mengalami sakit kepala jenis ini.

Nah, Moms juga perlu mengetahui ada tiga pola kejadian untuk jenis sakit kepala coital ini.

Pola pertama adalah terjadi tiba-tiba dan sangat umum terjadi pada penderita sakit kepala coital.

Kondisi ini terjadi sebelum, selama, dan setelah orgasme. Biasanya berdenyut di awal dan memuncak beberapa menit setelahnya.

Pola kedua terjadi pada 25 persen kejadian sakit kepala coital.

Biasanya rasa nyeri mulai terjadi di awal orgasme lalu meningkat sampai terjadinya orgasme.

Orang yang mengalaminya akan merasa nyeri di bagian belakang kepala.

Pola terakhir biasanya terjadi di akhir berhubungan intim.

Saat seseorang berdiri setelah melakukan seks kemudian baru merasa nyeri di bagian bawah belakang kepala.

Pola ketiga ini bisa disertai dengan mual dan muntah.

Memang sakit kepala bisa berkurang dengan berhubungan intim.

Namun, ada jenis sakit kepala yang justru disebabkan karena aktivitas seksual.

Kalau Moms apakah pernah merasakan manfaat dari bercinta dapat meredakan sakit kepala?

(GSA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.