25 Juni 2020

Bisakah Hamil Setelah Menopause? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ternyata wanita masih bisa hamil hingga memasuki masa pascamenopause

Menopause adalah tanda wanita tidak lagi mengalami periode menstruasi bulanan. Kondisi ini terjadi karena hormon yang memicu ovulasi dan kehamilan tidak sekuat dulu.

Kondisi ini juga memengaruhi keputusan wanita dalam merencanakan dan mengendalikan kehamilan. Banyak wanita menganggap mereka telah memasuki masa menopause ketika mereka pertama kali memiliki gejala.

Tetapi dilansir oleh Cleveland Clinic, wanita masih bisa hamil hingga tahap pascamenopause. Karena, ada dua tahap proses yang berbeda, yaitu perimenopause dan postmenopause.

Perimenopause merupakan masa transisi menopause, yakni waktu sebelum menopause dan tubuh mulai mengalami perubahan jelang menopause.

Sedangkan, pascamenopause terjadi setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi selama 12 bulan atau setelah menopause. Pada tahap ini kadar hormon tidak lagi berada di kisaran yang sesuai untuk ovulasi dan kehamilan.

Baca Juga: Ini 5 Posisi Bercinta Untuk Program Hamil yang Dinilai Efektif

Kehamilan Bisa Terjadi Selama Perimenopause

hamil pasca menopause 1 (pixabay).jpg
Foto: hamil pasca menopause 1 (pixabay).jpg (pixabay.com)

Foto: pixabay.com

Seiring berjalannya waktu, jumlah sel telur wanita mulai berkurang bersamaan dengan bertambahnya usia. Telur yang lebih tua memiliki kemungkinan peningkatan kelainan kromosom.

Artinya, peluang wanita hamil akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia karena kondisi telur mereka.

Meskipun Moms mengalami hot flashes dan menstruasi tidak teratur, ovulasi pada wanita perimenopause masih bisa terjadi. Terutama jika telur yang kondisinya layak dilepaskan dan dibuahi, sehingga akan terjadi pembuahan.

Seorang wanita bisa dikatakan tidak bisa hamil alami lagi jika masa ovulasinya berhenti secara permanen.

Adapun tanda-tanda ovulasi, seperti nyeri payudara, keputihan, atau menggunakan strip tes ovulasi yang bisa membantu wanita mengalami ovulasi. Cara ini juga bisa bermanfaat untuk mencegah kehamilan, jika Moms sudah tidak ingin memiliki anak.

Meski begitu ada banyak wanita yang ingin hamil selama perimenopause. Beberapa alasannya termasuk mengalami kesulitan untuk hamil sebelumnya, faktor gaya hidup atau tidak siap untuk merawat anak sebelumnya.

Baca Juga: Moms, Simak 8 Cara Alami Mengatasi Gejala Menopause Ini, Yuk

Program Fertilitas in Vitro Setelah Menopause

hamil pasca menopause 2 (pixabay).jpg
Foto: hamil pasca menopause 2 (pixabay).jpg (pixabay.com)

Foto: pixabay.com

Kualitas telur wanita yang sudah menopause memang menurun, Tetapi dilansir oleh Journal of Assisted Reproduction and Genetics, Moms masih bisa hamil hingga pascamenopasue dengan menjalani program IVF.

Moms juga memerlukan terapi hormon guna mempersiapkan tubuh untuk implantasi dan melahirkan bayi.

Jika dibandingkan dengan wanita premenopause, wanita pascamenopause adalah lebih mungkin mengalami komplikasi kecil dan berat selama kehamilan setelah IVF.

Namun, hal ini juga tergantung pada kondisi kesehatan Moms secara keseluruhan. Program IVF setelah menopause juga bukan satu-satunya cara agar bisa hamil setelah menopause.

Cara Mencegah Kehamilan Setelah Menopause

hamil pasca menopause 3 (pixabay).jpg
Foto: hamil pasca menopause 3 (pixabay).jpg (pixabay.com)

Foto: pixabay.com

Moms harus terus menggunakan bentuk KB yang efektif untuk mencegah kehamilan setelah menopause. Karena pil KB tidak dianjurkan pada wanita yang usianya lebih dari 40 tahun.

Biasanya dilansir oleh babymed.com, dokter mungkin akan menyarankan menggunakan diafragma, IUD, atau opsi permanen seperti ligasi tuba.

Jika Anda memutuskan ingin memiliki bayi dan sudah mengalami menopause, ada beberapa pilihan program hamil untuk dipertimbangkan.

Program donor telur yang lebih mudah mungkin akan membantu mewujudkan keinginan Moms memiliki anak. Tetapi, cara ini juga berisiko lebih tinggi pada janin seiring bertamabahnya usia .

Adapun risiko untuk wanita yang lebih tua dan hamil, termasuk mengembangkan infeksi, embolisme, pendarahan, stroke dan kejang. Bahkan cara ini juga berisiko pada bayi di dalam perut.

Baca Juga: 4 Olahraga yang Cocok Dilakukan Saat Menopause

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.