12 Juni 2019

Bukan Mengeluh dan Menyalahkan Orang Tua seperti Angela Gilsha, Ini Cara yang Bisa Dilakukan Penumpang saat Bayi Menangis di Pesawat

Dukungan penumpang lain juga dibutuhkan lho Moms

Beberapa waktu yang lalu, publik dihebohkan dengan Instagram Angela Gilsha yang tengah emosi karena tangisan bayi di pesawat. Mantan kekasih Giorgiona Abraham itu mengatakan kalau dirinya lebih setuju hewan peliharaan boleh masuk pesawat dibandingkan bayi.

Sontak unggahan gadis 24 tahun itu menuai kecaman dari warganet. Bahkan, beberapa artis pun ikut mengungkapkan pendapat mereka buka suara. Ringgo Agus dan Babe Cabita misalnya. Sebagai ayah, dua artis pernah menghadapi anak bayi mereka menangis sepanjang perjalanan di pesawat.

Sebagai orang tua, mereka bukan tidak mau membuat bayi mereka tenang. Namun, ada beberapa kondisi bayi yang tidak bisa diperkirakan yang membuat anak mereka menangis. Mereka lantas meminta maaf jika tangisan bayi mereka telah mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Membawa bayi naik kendaraan umum, apalagi dalam waktu yang panjang memang cukup menantang. Terlebih dengan pesawat. Kondisi tekanan udara di pesawat bisa membuat bayi merasa kesakitan di bagian telinga.

Orang tua bayi pun pasti sudah melakukan berbagai cara untuk menenangkan anaknya itu. Namun, kondisi bayi tidak bisa diperkirakan dan tidak selalu mudah untuk ditangani membuat bayi tetap menangis.

Sebagai penumpang, alih-alih mengeluh dan menyalahkan orang tua, kita sebaiknya membantu untuk menenangkan bayi dan orang tuanya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penumpang saat bayi menangis di pesawat. Apa saja ya? Yuk kita cari tahu di bawah ini!

Baca Juga: Nyaman Membawa Bayi Naik Pesawat dengan Cara Ini

1. Pahami Kondisi yang Dirasakan Bayi

crying-baby-plane.jpeg
Foto: crying-baby-plane.jpeg

Foto: Sittercity.com

Mollie Grow, M.D., seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Seattle mengatakan terkurung di lingkungan asing yang penuh kuman dan orang asing bukanlah hal yang ideal untuk bayi dan balita.

Akan tetapi, yang paling menjadi masalah ketika naik pesawat adalah bayi belum punya kemampuan untuk menghilangkan ketidaknyamanan pada telinga mereka.

Dr Grow mengatakan bayi tidak dapat menetralisir telinga mereka terhadap perubahan tekanan udara yang terjadi saat lepas landas dan mendarat. Oleh karena itu, sangat penting mengajarkan Si Kecil menguap, menelan, atau menggerakkan telinga mereka.

Karena hal itu pula saat lepas landas dan mendarat, bayi, balita, dan bahkan anak-anak sangat dianjurkan tengah minum atau makan sesuatu, sehingga akan membuat nyaman dirinya, terutama bagian telinganya.

Nah, cara yang bisa dilakukan penumpang saat bayi menangis di pesawat yang pertama adalah memahami kondisi bayi dan coba menawarkan makanan kecil atau minuman. Dengan makanan atau minuman yang ditawarkan penumpang lain untuk si bayi mungkin akan membuat telinganya lebih nyaman.

Moms juga bisa menyiapkan earmuff untuk melindungi pendengaran sekaligus membuat telinga Si Kecil lebih nyaman.

2. Beri Waktu

jetblue-flybabies-hed-2016.png
Foto: jetblue-flybabies-hed-2016.png

Foto: Adweek.com

Cara yang bisa dilakukan penumpang saat bayi menangis di pesawat yang selanjutnya adalah dengan memberinya waktu. Banyak penumpang yang langsung bereaksi berlebihan saat ada bayi menangis di pesawat. Padahal, memberinya waktu untuk beradaptasi akan jauh lebih membantu si bayi untuk tenang.

Dengan tidak bereaksi berlebihan, bayi dan orang tua bayi menjadi lebih tidak panik dan lebih bisa mengendalikan diri. Dengan begitu, bayi jadi lebih cepat beradaptasi.

Dr Grow menyebutkan kalau Moms telah mencoba berbagai hal dan Si Kecil tetap menangis, maka berikan waktu pada Si Kecil untuk beradaptasi. Pasalnya, Si Kecil bisa saja sudah terlalu lelah terstimulasi berbagai hal.

Dr Grow mengatakan mungkin ini waktunya Si Kecil menyelesaikan masalahnya sendiri. Di saat seperti inilah, tentu dukungan penumpang lain di berikan kepada orang tua karena telah berusaha menenangkan dan tetap tenang, bukan hanya Si Kecil.

Jika Moms panik karena penumpang lain merasa tidak nyaman dan berakhir dengan memarahi Si Kecil, tangisnya malah akan semakin pecah. Jadi, sebaiknya Moms tenang dulu agar Si Kecil pun menjadi tenang.

Baca Juga: Naik Pesawat dengan Bayi atau Balita, Perhatikan 9 Hal Ini

3. Membantu Mengalihkan Perhatian

IMG_flying_with_infant_on_lap.jpg
Foto: IMG_flying_with_infant_on_lap.jpg

Foto: Postoffice.co.uk

Cara yang bisa dilakukan penumpang saat bayi menangis di pesawat yang selanjutnya adalah dengan membantu mengalihkan perhatiannya. Penumpang lain bisa meminjamkan benda-benda yang mungkin bisa jadi mainan bayi. Dengan mainan, bayi akan teralihkan perhatiannya dan menjadi tenang.

Penumpang lain yang kebetulan duduk berdekatan dengan bayi bisa mengajaknya bermain. Menunjukkan wajah lucu atau mengelitikinya mungkin akan membuat bayi berhenti menangis.

Moms pun tentu harus menyiapkan amunisi untuk Si Kecil sebelum naik pesawat. Bukan hanya cemilan kesukaannya, namun juga mainan favorit atau pun buku favoritnya.

Moms bisa membacakan dongeng, lebih baik kalau Si Kecil bisa tidur, namun kalau tidak setidaknya ada rencana cadangan seperti mainan lainnya.

Moms bisa mengajak Si Kecil mewarnai atau bermain puzzle yang membuat Si Kecil sibuk dan tidak fokus pada rasa tidak nyaman atau cepat bosan.

Beberapa pesawat juga sudah dilengkapi dengan TV di setiap tempat duduknya. Mereka juga menyediakan berbagai pilihan video dan film anak-anak. Perhatian Si Kecil mungkin bisa dialihkan dengan menonton tayangan tersebut.

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menangis di Pesawat

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan penumpang saat bayi menangis di pesawat. Ingat ya, mengeluh atau bereaksi berlebihan tidak akan membantu membuat bayi berhenti menangis.

Selain berusaha menenangkan di pesawat, persiapan orang tua juga sangat penting saat membawa Si Kecil naik pesawat. Pakaikan Si Kecil pakaian yang nyaman dan usahakan dia tidak kedinginan.

Ditambah lagi, usahakan Si Kecil dalam kondisi prima dan tidak tengah sakit apalagi flu yang akan membuatnya tidak nyaman.

(TPW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.