02 Februari 2022

5 Cara Mengasah Kemampuan Perspektif Anak, Ajari Yuk Moms!

Yuk, mulai ajarkan anak melihat dari sudut pandang berbeda

Moms, ada begitu banyak manfaat dari mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak bagi pembentukan kepribadian serta kesuksesannya di masa depan, lho.

Manfaat ini juga termasuk bagi kemampuan berempati, toleransi, inisiatif, pengendalian diri, dan memecahkan masalah.

Sebenarnya, cerdas saja tidak cukup untuk pertumbuhan anak.

Kemampuan berpikir kritis juga merupakan pencapaian yang sangat penting dalam tahap perkembangan Si Kecil.

Ketika mereka dapat berpikir menggunakan perspektif yang baik, anak dapat membedakan informasi yang benar dan yang tidak, menganalisis dan membandingkan berbagai jenis informasi.

Karenanya, sebagai orang tua penting untuk mengasah perspektif anak sejak dini.

Ada banyak cara yang bisa Moms ajarkan. Apa saja? Yuk simak deretannya di bawah ini!

Baca Juga: 7+ Keutamaan dan Hadis Menutup Aurat, Yuk Amalkan Agar Terhindar dari Godaan Setan!

Apa itu Perspektif?

perspektif
Foto: perspektif

Foto: Orami Photo Stock

Perspektif adalah kemampuan untuk melihat situasi atau konsep dari sudut pandang orang lain.

Sedikit berbeda dengan empati yang mengedepankan kepekaan emosional, pengambilan perspektif lebih dominan menggunakan kemampuan berpikir.

Berdasarkan teori Jean Piaget, psikolog perkembangan anak, waktu terbaik untuk mulai mengenalkan dan mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak adalah di usia 5-9 tahun.

Pada usia tersebut, anak mulai menyadari kalau orang lain memiliki perasaan dan pemikiran yang berbeda dengannya.

Sebuah penelitian Journal of Biomedical Informatics, menunjukkan bahwa perspektif anak mengacu pada pengalaman, persepsi, dan pemahaman anak sendiri tentang situasi tertentu.

Pada prinsipnya, mengasah perspektif anak dapat dilakukan ketika anak diberi kesempatan untuk membuat pilihan, merencanakan waktu mereka, dan membuat sesuatu dari nol

Baca Juga: Konsumsi Multivitamin Bantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Moms dan Si Kecil di Tahun 2022

Cara Mengasah Perspektif Anak

Yuk Moms, cari tahu lebih banyak tentang cara mengajarkan anak melihat dari sudut pandang lain.

1. Perkaya Kosa Kata Tentang Perasaan

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 1.jpg
Foto: 4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 1.jpg

Foto: Freepik.com

Saat masih balita, Moms pasti sudah mengajarkan buah hati mengenal berbagai macam perasaan dasar seperti sedih, bahagia, dan marah.

Untuk mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak, Moms perlu kembali memperkaya kosa kata dan pemahamannya tentang perasaan yang lebih kompleks, seperti terkejut, kecewa, iri, kagum, bangga, khawatir, dan semacamnya.

Melansir Journal of Education and Educational Development, kemampuan bahasa yang baik mendukung perkembangan kemampuan pengambilan perspektif anak.

2. Berdiskusi Tentang Karakter Dalam Buku

Walau sudah masuk sekolah, rutinitas membaca buku bersama anak memang sebaiknya terus dilanjutkan.

Selain untuk mendukung perkembangan bahasa, Moms juga bisa berdiskusi tentang karakter dalam buku untuk mengasah pengambilan perspektif anak.

Saat membaca buku, ajak Si Kecil berdiskusi dengan memberikan pertanyaan, seperti:

  • “Bagaimana perasaanmu kalau mengalami hal seperti itu?,”
  • “Kenapa tokoh tersebut merasa sedih/marah/kecewa?,”
  • “Kira-kira, apa alasan dia melakukan hal itu?”

Jika rutin dilakukan, cara mengasah perspektif anak ini akan membantu anak menghubungkan reaksi atau tindakan seseorang dengan emosi tertentu.

Baca Juga: 7 Macam Rasi Bintang dan Penjelasannya, Moms Sudah Tahu?

3. Bermain Peran

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 3.jpg
Foto: 4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 3.jpg

Foto: Life1071.com

Menempatkan diri di posisi orang lain juga bisa membantu Si Kecil memahami kalau setiap orang memiliki sudut pandang berbeda, sehingga akan bereaksi, bertindak, dan bersikap berbeda pula.

Misalnya, Moms bisa mengajak Si Kecil memposisikan diri sebagai Dads yang baru pulang ke rumah setelah seharian bekerja di luar rumah.

Setelah itu tanya pendapat Si Kecil, kira-kira apa yang ingin ia lakukan saat pulang ke rumah atau bagaimana perasaannya jika harus langsung menghadapi anak yang rewel?

Di lain waktu, Si Kecil juga bisa berperan sebagai anak lain di sekolah.

Kemudian tanyakan apa yang akan ia rasakan kalau diejek atau dibohongi, atau apa yang akan ia rasakan kalau ada yang membantu membereskan bukunya yang terjatuh dari tas.

4. Latih Kemampuan Memecahkan Masalah

Kemampuan pengambilan perspektif belum lengkap tanpa problem-solving atau kemampuan memecahkan masalah.

Sekali lagi, observasi, bermain peran, dan berdiskusi tentang skenario bisa sangat membantu.

Misalnya saat ia berkunjung ke rumah kakek nenek, lalu melihat nenek yang sedang sibuk merapikan rumah atau kakek yang sedang berkebun di bawah terik matahari.

Ajak Si Kecil untuk memperhatikan dan menempatkan diri sebagai kakek dan nenek, lalu bayangkan apa yang akan membuatnya merasa lebih nyaman atau senang.

Tidak apa kalau Si Kecil masih belum tanggap, Moms bisa memancingnya dengan pertanyaan, seperti:

  • “Menurutmu, apa pekerjaan nenek lebih ringan kalau mainan dan buku langsung ditaruh lagi di tempatnya setelah tidak dipakai?”
  • “Apa menurutmu pakai topi bisa membuat kakek tidak kepanasan?”

5. Beri Waktu untuk Merespon

4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 2.jpg
Foto: 4 Cara Mengasah Kemampuan Pengambilan Perspektif Anak 2.jpg

Foto: Freepik.com

Moms pasti pernah merasa "gemas" ketika Si Kecil tidak kunjung menjawab pertanyaan.

Padahal pertanyaan tersebut sangat mudah untuk dijawab.

Namun, Moms jangan terburu-buru membantu menjawabnya dan bahlan mendesaknya.

Biarkan Si Kecil berlatih untuk mempertimbangkan kembali dan melihat beberapa perspektif dari jawaban tersebut.

Dengan begitu, ia terbiasa berpikir panjang, kritis, dan tidak reaktif saat dihadapkan pada situasi yang mendesak.

Baca Juga: Mengenal Fibromyalgia, Kondisi Nyeri yang Menyebar ke Seluruh Tubuh

Mengasah kemampuan pengambilan perspektif anak memang tidak semudah membalikkan tangan, sehingga tetap butuh pendampingan dan contoh nyata secara konsisten dari Moms dan Dads.

Selain penting untuk membantu Si Kecil tumbuh menjadi pribadi positif di masa depan, kemampuan pengambilan perspektif yang baik juga akan sangat mendukung kelancaran akademis, pergaulan, karier, dan berbagai aspek kehidupan anak lain di masa mendatang.

Apa Moms sudah pernah mencoba cara lain untuk mengajarkan Si Kecil melihat dari sudut pandang yang berbeda?

  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1532046416300132#b0180
  • https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1216758.pdf
  • https://www.speechandlanguagekids.com/how-to-teach-perspective-talking-to-children/
  • https://www.fortheloveofteachers.com/teaching-children-perspective/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb