Karier & Keuangan

11 Juli 2021

Begini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tetap Stabil, Catat!

Ternyata ada trik cara mengatur keuangan rumah tangga, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Saat lajang, Moms mungkin akan lebih banyak menghabiskan uang untuk self rewarding, karena lebih telah menghasilkan uang dari jerih payah sendiri. Tapi, Moms harus segera memiliki cara mengatur keuangan rumah tangga sendiri. Apalagi jika berniat akan memiliki anak dalam waktu dekat.

Saat bisa lebih bijak mengeluarkan uang, Moms tidak harus pusing mengaturnya. Caranya,Moms bisa mulai membicarakannya dengan Dads terkait keperluan pribadi, kebutuhan rumah tangga dan perencanaan masa depan. Karena itu, Moms harus mencari tahu cara mengatur keuangan rumah tangga yang dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga.

Baca Juga: Tips Keuangan Wanita Di Usia 30 – 40 Tahun

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pengantin Baru

1 merencanakankeuangan

Foto: Carribean360

Journal of Marriage and Family menganalisis bahwa saat membandingkan pengelolaan uang perempuan dan laki-laki, hasilnya menunjukkan bahwa pengelolaan perempuan mungkin lebih baik daripada laki-laki.

Meski begitu, hal tersebut masih bisa didiskusikan dengan pasangan. Bagi para pengantin baru, ada beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga yang bisa ditiru. Dirangkum dari beberapa sumber, di antaranya adalah:

1. Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Versi Perencana Keuangan Eko Endarto

  • 50% dari pendapatan bersih untuk konsumsi,
  • 10% untuk investasi dan tabungan,
  • 10% untuk asuransi jiwa dan kesehatan,
  • 30% untuk membayar utang,
  • Jika istri juga bekerja, buat kesepakatan. Misalnya, pengeluaran sehari-hari menggunakan uang istri, sedangkan untuk investasi dan membayar cicilan rumah memakai gaji suami, atau sebaliknya.
  • Sebelum memulai berinvestasi, keluarga sebaiknya memiliki cadangan uang senilai 3-6 kali dari pengeluaran bulanan agar kehidupan berumah tangga terjamin.

2. Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Versi Penasihat Keuangan Asal Amerika Mark La Spisa

  • 80% dari pendapatan bersih untuk pengeluaran,
  • 20% untuk tabungan, terdiri dari 10% untuk dana cadangan dan 10% untuk hari tua,

Jika pengeluaran lebih dari 80%:

  • Tabung 3% dari pendapatan,
  • Kurangi pengeluaran yang dirasa kurang perlu (misalnya gym, langganan TV berbayar, makan di luar, dan sebagainya). Cara ini bisa membuat persentase untuk tabungan bisa naik menjadi 7% sebulan,
  • Pelan-pelan, naikkan lagi porsi tabungan menjadi 10%,

Jika punya utang:

  • Usahakan pengeluaran hanya 70% dari pendapatan,
  • Gunakan 30%-nya untuk tabungan dan utang,
  • Pastikan tidak menambah utang lagi.

Jika ada saudara atau teman yang memerlukan uang:

  • Apakah Moms perlu membantu mereka tergantung dari apakah Moms memiliki kelebihan materi yang bisa diberikan atau dipinjamkan, tingkat kepelikan masalahnya, dan frekuensinya. Misalnya, saudara atau teman tersebut sering mengalami masalah keuangan atau mendadak sakit parah?
  • Selalu rundingkan hal ini dengan pasangan.

Baca Juga: Agar Pasangan Tak Meributkan Masalah Keuangan

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga -2

Foto: OramiPhoto Stock

Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa pasangan menikah yang mengelola keuangan mereka bersama lebih cenderung melaporkan bahwa mereka berada dalam hubungan yang bahagia dan stabil.

Ini tentunya dibutuhkan, terutama bila ada pasangan yang sebelum menikah terlihat boros. Sebenarnya, kunci untuk mengurangi pengeluaran adalah dengan mengurangi sedikit di setiap area, dibandingkan mengambil sebagian besar dari anggaran sekaligus.

Berikut ini beberapa cara sederhana namun efektif untuk mengurangi pengeluaran yang bisa menjadi cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros.

1. Masukkan Bonus ke Tabungan

Tidak ada perasaan yang lebih baik daripada mendapatkan bonus selain dari gaji bulanan. Yang pertama kali terpikirkan mungkin untuk keinginan memperbaiki mobil atau menambah jajaran skincare. Tapi percayalah, hal tersebut bukan opsi terbaik.

Alih-alih langsung membelanjakan dan berpotensi kehilangannya untuk kedua kalinya, segera setorkan bonus tersebut ke rekening tabungan. Hal yang sama jika mendapatkan pengembalian pajak, bonus akhir tahun atau untuk kenaikan gaji tahunan.

2. Membuat Makanan di Rumah

Mungkin sulit menambahkan energi untuk membuat makanan setelah seharian bekerja. Namun, ini adalah trik lain untuk tidak mengeluarkan uang secara berlebihan dan mulai berhemat untuk meningkatkan nominal tabungan.

Mulailah dengan kebiasaan memasak bekal setidaknya dua kali seminggu. Jika sering makan di luar, perlahan tingkatkan hingga tiga atau empat kali seminggu. Jika itu tidak realistis, luangkan waktu pada hari Minggu untuk menyiapkan makan malam ringan selama seminggu.

Dengan cara ini, Moms atau Dads akan memiliki makanan yang siap untuk disantap dengan sedikit diolah ketika pulang kerja. Hal yang sama berlaku untuk kopi. Membeli kopi setiap hari bisa tampak seperti pengeluaran yang kecil, tetapi itu benar-benar akan menguras dompet dalam jangka panjang.

3. Buat Daftar Belanja Sebelum ke Toko

Jika Moms pernah pergi ke supermarket atau pasar tanpa daftar belanjaan atau saat lapar, Moms mungkin akan tergoda untuk membeli lebih banyak makanan daripada biasanya. Inilah pentingnya untuk selalu membuat daftar belanjaan sebelum berbelanja.

Rencanakan apa yang diperlukan untuk seminggu atau bahkan keperluan sebulan sebelum pergi ke toko. Ini bukan cuma akan memastikan Moms tidak melupakan apa pun, tetapi juga untuk menghindari mengambil barang-barang tambahan yang tidak diperlukan.

4. Tetapkan Batas Belanja

Biasakan untuk menghindari membeli barang secara impulsif. Bekali diri dengan membawa daftar belanjaan sebagai acuan untuk berbelanja saat akan pergi ke supermarket pada minggu atau bulan selanjutnya.

Setelah memilih barang yang ditentukan, Moms bisa menetapkan berapa batas belanja yang diperlukan setiap bulannya. Meski akan ada perubahan di setiap waktu belanja, namun biasanya perubahannya tidak terlalu signifikan karena telah memiliki batasan di setiap pos kebutuhan.

5. Declutter Lemari

Hal yang sebenarnya harus dilakukan saat berbelanja adalah mengeluarkan yang sudah tidak terpakai. Misalnya saat berbelanja pakaian, maka harus mengeluarkan pakaian sama dengan jumlah pakaian yang telah dibeli.

Moms juga bisa menjualnya jika kondisi pakaian atau sepatu masih layak pakai. Selain akan mengurangi isi lemari, juga akan memberikan keuntungan lain saat pakaian tersebut terjual. Bukan hanya untuk pakaian, hal ini juga berlaku untuk barang lain seperti sepatu, buku, hingga peralatan dapur.

6. Batalkan Tagihan untuk Hiburan

Sangat mudah untuk melupakan tagihan bulanan yang berulang. Meski dirasa murah, namun jika ditotalkan per tahun itu adalah angka yang luar biasa. Misalnya saat memutuskan untuk tidak lagi berlanggakan tv kabel.

Bayangkan, pengeluaran tersebut akan menjadi tambahan tabungan dalam setahun. Moms dan Dads juga bisa mencari hiburan lain, misalnya mengunjungi perpustakaan saat senggang. Menghilangkan pengeluaran ekstra yang jarang digunakan dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam keuangan.

7. Lakukan Proyek DIY

Alih-alih pergi keluar untuk membeli masker baru, cari barang-barang di rumah dan buat sendiri masker DIY. Banyak proyek DIY yang bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah ada di rumah. Ini juga bisa dilakukan sebagai salah satu cara menghemat pengeluaran.

Moms bisa menemukan resep makanan dengan mudah untuk membuat bekal ke kantor, melihat trik cara pembersihan rumah, dan cara lain untuk memanfaatkan barang-barang yang telah dimiliki di sekitar rumah secara maksimal.

8. Gunakan Aplikasi Keuangan

Jika dulu Moms sering melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara manual menggunakan buku, kini sudah tersedia aplikasi keuangan di yang ada smartphone. Tinggal pilih dan download, itu bisa membantu dalam memantau transaksi keuangan rumah tangga.

Beberapa aplikasi dapat membantu Moms melacak pengeluaran harian, mingguan, atau bulanan untuk melihat di bagian mana Moms perlu mengurangi dan menambahkan anggaran berdasarkan kebutuhan dan tujuan pemilahan keuangan rumah tangga.

Baca Juga: Persiapan Keuangan Sebelum Menikah

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Penghasilan Minim

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga -3

Foto: Orami Photo Stock

Journal of Financial Counseling and Planning mencatat, 15% dari kepuasan pernikahan ditentukan oleh faktor keuangan. Meski dengan sampel sedikit, namun ini harus menjadi catatan lain dalam mengatur keuangan.

Ada juga cara mengatur keuangan rumah tangga dengan penghasilan minim, yakni:

1. Pahami Situasi Keuangan

Sebelum dapat mulai mengelola uang dengan lebih baik, Moms perlu mengetahui berapa banyak yang dimiliki. "Saya tidak berpikir Anda dapat bergerak maju tanpa mengetahui di mana Anda berada," kata David Curry, perencana keuangan bersertifikat dan salah satu pendiri East Paces Group, perusahaan penasihat investasi di Atlanta.

Langkah paling dasar untuk memahami situasi keuangan saat ini adalah dengan mencatat semua pendapatan dan pengeluaran rutin. "Banyak orang terkejut ketika mereka meletakkan pena di atas kertas," kata Wendy Terrill, konsultan perencanaan pensiun dan pendiri dan CEO perusahaan perencanaan keuangan Assurance & Guarantee di Graham, North Carolina.

2. Tetapkan Prioritas dan Tujuan Keuangan

Setelah menetapkan situasi keuangan, saatnya untuk menentukan prioritas dan tujuan perencanaan keuangan. Misalnya, jika menghabiskan akhir pekan bersama keluarga adalah prioritas, membayar layanan tv kabel bukan lagi sebuah pilihan.

Menentukan apa yang ingin dicapai dengan uang yang dimiliki dapat membuat proses pembuatan anggaran yang layak menjadi jauh lebih mudah, meskipun saat ini pendapatan keluarga minim. Inijuga akan membuat Moms lebih bijak saat mengeluarkan uang.

3. Buat Anggaran dan Konsisten

Menulis anggaran yang menunjukkan bagaimana pendapatan akan dibelanjakan setiap bulan tidak selalu sulit bagi banyak orang. Namun, konsisten saat melakukannya bisa menjadi tantangan. "Itu adalah bagian tersulit," kata Wendy.

Moms mungkin tidak bisa disiplin saat melakukan pembelian impulsif, atau mereka mungkin merasa terbebani karena terikat dengan tujuan tersebut. Namun, hadiah untuk konsisten adalah memiliki uang tunai yang tersedia untuk dibelanjakan pada barang-barang yang paling penting.

4. Siapkan Dana Darurat

Bagian dari cara mengelola uang dengan lebih baik adalah dengan menyisihkan uang tunai untuk kejadian tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau mobil rusak. "Setiap orang membutuhkan pot (uang) darurat untuk pengeluaran tiga sampai enam bulan," kata David.

Cara terbaik untuk menghasilkannya adalah dengan memasukkan dana darurat ke dalam anggaran. Wendy merekomendasikan untuk menyisihkan setidaknya 10% dari pendapatan untuk tabungan darurat ini setiap bulannya.

5. Lunasi Utang

Memiliki utang dapat menghalangi pencapaian tujuan keuangan, dan tidak mencicilnya adalah seperti menabung kerugian yang besar. "Saya tidak ingin klien saya menanggung utang apa pun kecuali hipotek," kata Wendy.

Karena sebagian besar utang menimbulkan bunga, menjadi bebas utang bisa menjadi proses yang panjang jika hanya melakukan pembayaran minimum. Sebisa mungkin, terlepas dari kartu kredit dan beralih untuk mengelola uang sendiri untuk menghindari utang.

6. Jadwalkan Laporan Kemajuan Reguler

Dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan sukses merupakan proses yang berkelanjutan. "Sering kali, klien berpikir mereka melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi bagaimana Anda menilai?" kata David.

Menjadwalkan laporan regular sepanjang tahun akan mengevaluasi situasi keuangan. Moms harus selalu mengetahui pendapatan, tabungan, pengeluaran, dan kekayaan bersihdalam rumah tangga. Keempatnya dapat menjadi indikator sukses tidaknya pengelolaan keuangan.

Di luar keempat angka tersebut, gunakan check-in ini untuk menentukan kemajuan apa yang telah dicapai menuju tujuan keuangan, dan apakah ada item anggaran yang perlu disesuaikan untuk memiliki perbaikan di masa depan.

Berberapa cara mengatur keungan rumah tangga tersebut dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan kondisi keluarga Moms dan Dads ya.

  • https://money.usnews.com/money/personal-finance/articles/steps-to-manage-your-money
  • https://www.researchgate.net/publication/237293652_Financial_Management_Financial_Problems_And_Marital_Satisfaction_Among_Recently_Married_University_Students
  • https://news.azpm.org/p/news-articles/2018/12/19/143161-study-managing-money-together-can-lead-to-a-happier-marriage/
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s11199-018-0986-5
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1741-3737.2007.00449.x
  • https://www.thebalance.com/how-to-trim-unnecessary-spending-4129673
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait