Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
14 Juni 2022

Antibiotik Cefadroxil Monohydrate: Manfaat, Dosis Aturan Pakai hingga Harganya

Hal-hal yang perlu diketahui dari antibiotik cefadroxil monohydrate
Antibiotik Cefadroxil Monohydrate: Manfaat, Dosis Aturan Pakai hingga Harganya

Salah satu antibiotik yang merupakan turunan sefalosporin dan bentuk hydrate dari cefadroxil adalah cefadroxil monohydrate.

Umumnya, antibiotik digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan bukan virus.

Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai penggunaan dan dosis obat ini sebagai antibiotik generik, Moms!

Baca juga: Bactoderm (Salep Antibiotik): Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Cara Kerja Cefadroxil Monohydrate

kapsul-cedrafoxil.jpg

Foto: kapsul-cedrafoxil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cefadroxil monohydrate tergolong antibiotik dengan aktivitas spektrum luas, yang artinya efektif mengatasi infeksi bakteri gram positif maupun negatif.

Cefadroxil merupakan antibiotik generasi pertama yang dibuat semisintetik, dengan efek pelepasan yang panjang dan larut dalam air.

Cara kerjanya adalah dengan mengikat protein tertentu dalam dinding sel bakteri, sehingga membuat tahap sintesis sel bakteri terhambat.

Dalam medis, cefadroxil monohydrate biasanya dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri.

Merek antibiotik ini sering digunakan untuk orang yang memiliki riwayat alergi terhadap penisilin.

Penisilin adalah kandungan obat lain yang juga antibiotik untuk mengobati beberapa penyakit akibat bakteri.

Baca Juga: Pahami Aturan Pakai Grantusif, Obat Batuk Alergi yang Bisa Dibeli di Apotek

Manfaat Cefadroxil Monohydate

Ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan memicu peradangan pada tubuh.

Lebih jelasnya, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa diobati dengan cefadroxil monohydrate:

1. Sistitis (Radang Kandung Kemih)

Diet Vegetarian dan ISK - infeksi saluran kemih - istockphoto.jpg

Foto: Diet Vegetarian dan ISK - infeksi saluran kemih - istockphoto.jpg (istockphoto)

Foto: Orami Photo Stock

Sistitis adalah kondisi ketika kandung kemih mengalami peradangan akibat infeksi bakteri.

Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang sama dengan infeksi saluran kemih (ISK), yaitu E. coli, P. mirabilis, dan Klebsiella.

Pada beberapa kasus yang jarang, sistitis juga dapat terjadi akibat beberapa hal di bawah ini:

  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Terapi radiasi
  • Zat iritan
  • Produk pembersih wanita
  • Jelly spermisida

Penggunaan kateter dalam jangka panjang juga bisa jadi penyebab penyakit radang pada kandung kemih.

2. Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak

Belerang membantu meredakan gatal dan infeksi kulit

Foto: Belerang membantu meredakan gatal dan infeksi kulit

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat cefadroxil sebagai golongan selasfoporin juga bisa bantu atasi infeksi kulit atau jaringan lunak.

Umumnya, infeksi ini terjadi pada kulit dan struktur pendukung lainnya.

Penyebab infeksi kulit ini biasanya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang resisten dengan methicillin dan streptococcus beta-hemolitik.

Pada kasus infeksi dengan tingkat keparahan sedang, cefadroxil monohydrate minum bisa diberikan.

Sebab, antibiotik ini bekerja dengan spesifikasi spektrum luas atau dikenal antibiotik generik.

Baca juga: Manfaat Daun Andong untuk Kesehatan, Ampuh Obati Wasir

3. Faringitis dan Tonsilitis

Hero Radang Tenggorokan pada Ibu dan Anak.jpg

Foto: Hero Radang Tenggorokan pada Ibu dan Anak.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Selain manfaat cefadroxil antibiotik untuk batuk, ini pun juga sering dipakai mengobati radang tenggorokan dan amandel.

Faringitis adalah nama lain dari radang tenggorokan, sedangkan tonsilitis disebut juga radang amandel.

Kedua penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Streptokokus beta-hemolitik Grup A).

Dokter umum biasanya meresepkan cefadroxil monohydrate sebagai pengobatan untuk meredakan batuk.

Selain itu, ini pun guna mengurangi perkembangan bakteri yang resisten terhadap obat, serta menjaga efektivitasnya.

4. Perawatan Gigi

Sakit Gigi saat Hamil

Foto: Sakit Gigi saat Hamil (mydr.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Menurut National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information, cefadroxil sebagai antibiotik generik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.

Jadi, obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus.

Pada beberapa kasus, obat ini juga sering digunakan sebelum prosedur perawatan gigi.

Biasanya, prosedur dalam perawatan gigi menggunakan penisilin untuk meredakan rasa ngilu.

Namun, cefadroxil sebagai antibiotik generik pun bisa jadi alternatif bagi mereka yang alergi terhadap penisilin.

5. Endokarditis

Takikardia - jenis - freepik.jpg

Foto: Takikardia - jenis - freepik.jpg (freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Cefadroxil pun bermanfaat untuk mengobati penyakit endokarditis.

Endokarditis adalah peradangan yang terjadi di jantung dan biasanya diakibatkan oleh:

  • Kerusakan katup jantung
  • Riwayat operasi cangkok jantung
  • Menderita kelainan jantung

Diketahui, kondisi ini hanya dialami oleh 3-10 dari setiap 100.000 orang. Selain konsumsi antibiotik generik, penderita endokarditis perlu menjalani perawatan lanjutan lainnya.

Baca Juga: 6 Manfaat Kabocha, Labu yang Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Mencegah Kanker

Dosis Cefadroxil Monohydrate

cefadroxil monohydrate

Foto: cefadroxil monohydrate (renuerx.com)

Foto: renuerx.com

Di pasaran, antibiotik cefadroxil tersedia dalam bentuk oral (diminum) seperti sirup, tablet atau kapsul. Untuk beberapa kasus pun hadir dalam bentuk suntikan atau injeksi.

Cefadroxil monohydrate bisa digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak.

Menurut studi yang dipublikasikan di Journal of International Medical Research, obat ini memiliki efektivitas hingga 95% untuk mengatasi infeksi bakteri pada anak.

Studi ini dilihat setelah mengonsumsi antibiotik cefadroxil setelah 3 hari pengobatan.

Untuk orang dewasa, dosis obat ini berdasarkan kondisi yang dialami adalah:

  • Faringitis dan tonsilitis: 1 gram per hari, bisa dibagi menjadi dua dosis.
  • Infeksi saluran kemih: 1 atau 2 gram per hari, bisa dalam satu atau dua dosis terbagi.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 gram per hari, bisa dalam satu atau dua dosis terbagi.

Sementara itu, dosis antibiotik cefadroxil monohydrate untuk anak-anak adalah 30 mg/kg berat badan.

Obat harus diminum setiap hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam.

Terlepas itu, dosis cefadroxil monohydrate bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahan kondisi.

Baca juga: Obat Dekongestan: Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Aturan Minum

Cara Penggunaan Cefadroxil Monohydrate

cefadroxil monohydrate

Foto: cefadroxil monohydrate (freepik.com)

Foto: freepik.com

Sebaiknya, setiap orang tetap mengikuti anjuran minum obat dari dokter yang merawat.

Cefadroxil monohydrate biasanya dapat diminum dengan atau tanpa makanan.

Moms bisa minum obat ini bersamaan dengan makanan, jika memiliki masalah pencernaan.

Bila bentuk obat yang diberikan adalah sirup atau cair, pastikan untuk mengocok botol terlebih dahulu sebelum diminum.

Takar dosis obat dengan hati-hati dan gunakan sendok yang disediakan dalam kemasan obat.

Hindari menggunakan sendok makan karena dikhawatirkan dosisnya tidak tepat.

Jika obat yang didapat berbentuk sirup kering, larutkan terlebih dahulu dengan menggunakan air hangat, lalu kocok hingga merata.

Setelah itu, takar obat sesuai dosis yang sudah ditentukan dokter. Sebaiknya, minum cefadroxil monohydrate di waktu yang sama setiap hari.

Tujuannya untuk memudahkan Moms mengingat, dan bisa mendapatkan efek yang optimal.

Pastikan untuk meminum obat ini hingga habis, meski gejala sudah mereda. Hal ini bertujuan untuk menghindari resistensi bakteri.

Bila kondisi tak kunjung membaik atau justru memburuk, segera periksakan diri lagi ke dokter.

Baca Juga: Ketahui Kondisi Sugar Rush pada Anak serta Dampak Buruknya bagi Kesehatan Si Kecil

Efek Samping Cefadroxril Monohydrate

sakit perut

Foto: sakit perut (Freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Setiap obat biasanya memilih efek samping yang berbeda pada setiap individu.

Cefadroxil monohydrate adalah obat yang aman digunakan, selama mengikuti dosis dan anjuran dari dokter.

Meski jarang, tetap ada risiko efek samping yang bisa terjadi akibat penggunakan efek samping ini, seperti:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Selera makan menurun
  • Mata dan kulit menguning
  • Urine berwarna gelap
  • Sakit tenggorokan tak kunjung sembuh
  • Demam
  • Mudah memar atau berdarah
  • Susah buang air kecil
  • Perubahan suasana hati

Waspada reaksi alergi yang serius dapat terjadi seperti ruam, gatal, atau bengkak di wajah, lidah, dan tenggorokan.

Jika Moms mengalami gejala efek samping setelah mengonsumsi cefadroxil antibiotik untuk batuk, segera hentikan konsumsi obat.

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami efek samping obat di atas dan tidak mereda.

Baca juga: Turunkan Kolesterol dengan Obat Atorvastatin Calcium, Simak Dosisnya!

Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan

Foto: Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan cefadroxil monohydrate.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum konsumsi antibiotik generik ini, antara lain:

1. Informasikan Riwayat Alergi Obat

Sebelum menggunakan obat ini, pastikan untuk memberi tahu dokter atau apoteker tentang riwayat alergi yang dimiliki.

Terutama jika ada alergi terhadap obat penisilin atau sefalosporin.

Selain itu, beritahukan juga riwayat kondisi kesehatan yang pernah dialami. Terutama jika pernah mengalami penyakit ginjal atau penyakit usus seperti kolitis.

2. Tunda Minum Obat Apabila Ada Jadwal Vaksinasi

Sebaiknya tunda terlebih dahulu jika memiliki rencana vaksinasi, terutama vaksin tifoid.

Sebab, cefadroxil monohydrate dapat membuat vaksin yang mengandung bakteri hidup yang dilemahkan, menjadi tidak optimal.

Nantinya, dokter akan mencari alternatif obat lain yang bisa dikonsumsi apabila sedang dalam program vaksinasi.

3. Waspada Penderita Diabetes

Waspada Diabetes Saat Hamil, Ketahui Risikonya 2.jpg

Foto: Waspada Diabetes Saat Hamil, Ketahui Risikonya 2.jpg (https://capecodhealth.org/)

Foto: Orami Photo Stock

Cefadroxil sebagai antibiotik umumnya ada sediaan sirup yang diberi tambahan gula.

Bila memiliki riwayat penyakit diabetes, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut hal ini dengan dokter.

Biasanya dokter akan mengganti dengan bentuk sediaan lain, atau menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula.

Baca Juga: Obat Mual Vesperum, Ketahui Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya di sini

4. Perhatikan Kondisi Ibu Hamil dan Menyusui

Karena sering juga digunakan sebelum prosedur gigi, beri tahu dokter tentang semua produk yang digunakan sebelum mengonsumsi cefadroxil mohohydrate.

Ini termasuk obat resep, obat non resep, dan produk herbal yang sedang dikonsumsi saat itu juga.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika Moms sedang hamil atau menyusui.

Sebab, pada kondisi hamil, cefadroxil monohydrate hanya boleh digunakan jika manfaat yang didapat lebih besar dari risiko yang mungkin terjadi.

Perlu diketahui bahwa cefadroxil monohydrate dapat terserap dalam ASI.

Meski hingga saat ini belum ada laporan bahaya obat ini bagi bayi yang disusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.

5. Perhatikan Kandungan Obat Lain

Hindari konsumsi obat diare atau opioid jika mengalami gejala efek samping berupa gangguan pencernaan.

Sebab, obat ini dapat memperburuk gejala yang dialami.

Penggunaan cefadroxil monohydrate secara berulang atau dalam jangka panjang dapat menyebabkan sariawan atau infeksi jamur.

Jadi, obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam periode waktu yang lama.

Baca juga: Ketahui Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing

Harga Cefadroxil Monohydrate

Harga cefadroxil monohydrate cukup bervariasi, tergantung bentuk sediaan dan merek dagangnya.

Untuk merek generiknya, cefadroxil monohydrate tablet 500mg dijual dengan kisaran harga Rp3.290-Rp6.800 per tablet.

Sementara itu, cefadroxil Dry Syrup 60ml, sediaan sirup kering 125mg/5ml, dijual dengan harga sekitar Rp25.915 per botol.

Untuk merek dagang atau paten, sediaan kapsul dan tablet 500mg dijual dengan harga sekitar Rp2.158-Rp13.324 per kapsul atau tablet.

Sementara itu, untuk sediaan sirup kering, dijual dengan harga sekitar Rp67.948-Rp124.105 per botolnya.

Sekian pembahasan mengenai cefadroxil monohydrate. Semoga informasi tersebut bisa membantu ya, Moms.

Bila ada yang belum jelas tentang penggunaan obat ini, Moms bisa tanyakan pada dokter atau apoteker yang menangani.

  • https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Cefadroxil-monohydrate
  • https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/030006058100900209?journalCode=imra
  • https://www.drugs.com/mtm/cefadroxil.html
  • http://pionas.pom.go.id/monografi/sefadroksil
  • https://undermedication.com/duricef-cefadroxil-monohydrate/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1756/cefadroxil-oral/details
  • https://www.everydayhealth.com/drugs/cefadroxil