19 Juni 2021

Kenali Ciri-ciri Kucing Stres, dan Penyebab yang Memicunya

Memahami karakter kucing akan sangat membantu meminimalisir pemicu kucing stres

Mungkin Moms pernah mendengar kucing di rumah mendesis, menggeram, atau suara miawnya terdengar sedih? Bisa jadi, itu tanda kucing stres. Lalu, seperti apa ciri-ciri kucing stres?

Sama seperti seseorang yang stres, hewan pun bisa stres termasuk kucing. Meskipun mereka tidak kesal karena hal yang sama dengan kita, kucing kita dapat mengalami stres kronis, yang tidak baik untuk mereka.

Kondisi kucing stres berdampak negatif pada fisik dan mentalnya. Kondisi itu juga akan berdampak pada hubungan mereka dengan hewan peliharaan lain dan juga manusia.

Beberapa sistem fisiologis dalam tubuh kucing mengatur stres, terutama sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) dan sistem saraf simpatis, yang keduanya telah berevolusi untuk menangani stres jangka pendek 'normal' yang terkait dengan gaya hidup yang dialami kucing.  

Sistem ini mengontrol pelepasan hormon yang mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan, yang sering disebut sebagai respons melawan atau lari karena stres akut.

Namun, sistem tersebut kurang beradaptasi dengan baik untuk mengatasi stres kronis atau jangka panjang.

Stres ini adalah jenis stres yang memainkan peran penting dalam perkembangan masalah perilaku dan penyakit terkait stres pada kucing.

Baca Juga: Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil? Ini Kata Ahli

Penyebab Kucing Stress

Dikutip dari The Spuce Cats, dokter hewan dari Long Island, New York, dr. Lauren Smith mengatakan bahwa kucing merupakan hewan yang tidak bisa menghadapi perubahan dengan baik.

Terjadinya ciri-ciri kucing stres bisa terjadi dengan adanya perubahan kecil di lingkungannya sendiri. Seperti pindah rumah atau hadirnya hewan lain ke dalam rumah, kedua hal tersebut dapat membuat kucing stres dan menimbulkan efek yang buruk.

Berikut adalah ciri-ciri kucing stress dan beberapa penyebab yang dapat menimbulkan gangguan kecemasan pada kucing, yaitu:

1. Kunjungan ke Dokter Hewan

kucing stres
Foto: kucing stres (petguide.com)

Foto: petguide.com

Banyak kucing stres dan ketakutan selama melakukan kunjungan dokter hewan.

Saat mengunjungi dokter hewan, sebaiknya tutup pet cargo dengan selimut tipis untuk membantu menutupi langkah-langkah perjalanan sampai Moms berada di kantor dokter hewan.

2. Hadirnya Anggota Keluarga Baru

Ciri-ciri kucing stres juga bisa terjadi ketika berhadapan dengan anggota keluarga baru. Moms bisa membantu kucing menghindari stres dengan memahami hal itu dan merencanakan langkah ke depan yang akan diambil.

Tentunya, pendatang baru harus mengizinkan kucing untuk menyesuaikan diri dengan kecepatannya sendiri dan menghindari upaya untuk mempercepat hubungan.

3. Pindah ke Tempat Tinggal Baru

kucing stres
Foto: kucing stres (furrytips.com)

Foto: furrytips.com

Kehidupan kucing Moms juga akan terganggu ketika pindah rumah. Ini juga menjadi pemicu dari ciri-ciri kucing stres.

Selama perpindahan lokal, ada baiknya kucing tetap tertutup di ruangan terpisah dengan, mainan, kotak pasir, makanan, dan tempat tidur favorit, sementara bagian rumah lainnya dipindahkan.

Bawa kucing dan semua barang miliknya ke rumah atau apartemen baru dan letakan di “ruang aman”, sementara Moms membongkar dan mengatur ulang sisa rumah tangga.

Menemukan barangnya sendiri di sekitar akan membantu kucing memahami bahwa ini adalah rumah baru keluarganya.

Perpindahan jarak jauh lebih baik ditangani dengan bantuan. Minta satu orang pergi ke kediaman baru dan siapkan ‘kamar aman’ kucing. Sementara satu orang lainnya lebih baik bila dapat menemani kucing di dalam pet cargo agar potensi stres dapat diminimalisir.

Baca Juga: 5 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Untuk Bayi

4. Perubahan Rutinitas

Rutinitas atau jadwal baru juga bisa menjadi penyebab dan menimbulkan ciri-ciri kucing stres. Moms bisa mengajarinya rutinitas baru, seminggu sebelum memulai pekerjaan baru sengan membiasakan jam keluar rumah yang sesuai.

Mulailah berangkat setiap hari dan tingkatkan periode waktunya secara perlahan. Saat kembali, luangkan waktu untuk bermain dengan kucing Moms menggunakan beberapa mainan favoritnya.

5. Pesta dan Keributan

kucing stres
Foto: kucing stres (cats.lovetoknow.com)

Foto: cats.lovetoknow.com

Liburan jadi sangat menegangkan bagi kucing. Mereka akan berfokus pada kembang api, seperti hari kemerdekaan.

Pesta besar dengan bel pintu yang terus berbunyi, diiringi musik keras, obrolan, dan tawa, bisanya juga kerap akan membuat kucing stres.

6. Pemandangan di Luar Jendela

Kucing stres bisa menyerang secara agresif makhluk terdekat, mulai dari kucing lain hingga manusia.

Kondisi dari ciri-ciri kucing stres dapat terjadi ketika kucing melihat kucing liar, tikus, atau hewan lain berjalan-jalan di halaman dari jendela, dan frustasi tidak bisa mempertahankan daerahnya.

Baca Juga: Rayakan International Cat Day, Ini 5 Jenis Ras Kucing Peliharaan yang Lucu dan Super Gemas!

Ciri-ciri Kucing Stres

kucing stres
Foto: kucing stres (petcoach.co)

Foto: petcoach.co

Ciri-ciri kucing stres bisa terlihat dalam banyak hal. Oleh karena itu, Moms bisa mulai mengamati perilaku kucing di rumah. Jika mengalami perubahan, bisa jadi kucing memang sedang mengalami stres.

International Pet Care mengkategorikan dua jenis stres pada kucing, yaitu:

1. Ciri-ciri Kucing Stres Akut

Ciri-ciri kucing stres akut disebabkan adanya satu kejadian atau ancaman tidak terduga dan tandanya relatif mudah dikenali. 

  • Tidak mau bergerak
  • Tubuhnya berjongkok seperti merangkak dan gemetar
  • Napas cepat
  • Kaki ditekuk
  • Ekor dekat dengan tubuh
  • Kepala lebih rendah dari tubuh dan diam
  • Mata terbuka penuh
  • Pupik melebar sepenuhnya
  • Telinga diratakan sepenuhnya dengan kepala
  • Kumis terbalik
  • Suara miaw sedih
  • Mengoceh
  • Menggeram
  • Mendesis
  • Gemetar
  • Meneteskan air liur.

Tidak hanya beberapa hal tersebut, kucing stres juga kerap buang air kecil atau buang air besar tidak disengaja dan agresif saat didekati.

2. Ciri-ciri Kucing Stres Kronis

Ciri-ciri kucing stres kronis lebih sulit dikenali karena dapat berkembang dalam jangka waktu yang lama dan tanda-tandanya mungkin lebih halus. Kondisi itu lebih mungkin mempengaruhi pola perilaku dan rutinitas, seperti:

  • Makan berlebihan (tergantung tipe kepribadian)
  • Peningkatan istirahat atau tidur 'pura-pura
  • Bersembunyi
  • Peningkatan ketergantungan atau penarikan sosial (tergantung pada tipe kepribadian)
  • Agresif terhadap orang / kucing
  • Kewaspadaan ekstrim dan respon kejut yang meningkat (melompat dengan suara sekecil apapun)
  • Kurangnya aktivitas bermain
  • Perubahan pola perilaku umum, misalnya menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, terlepas dari perubahan musim yang normal
  • Buang air kecil atau buang air besar yang tidak tepat
  • Penyemprotan air seni di dalam ruangan
  • Perawatan berlebihan (menjilati bulu)
  • Menggosok wajah, menggaruk pada permukaan wajah berlebihan
  • Agresif berulang (ke target yang bukan sumber ancaman asli)
  • Perilaku ambivalen (mendekati / menarik, sinyal yang bertentangan terjadi hampir secara bersamaan)

Meski begitu, Soft Paws, menjelaskan bahwa banyak ciri-ciri kucing stres yang juga sebenarnya menunjukkan berbagai kondisi medis, hingga sulit untuk memilahnya.

Jika Moms melihat ada perubahan perilaku pada kucing di rumah, ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu untuk menyingkirkan penyebab medis sebelum menetapkan stres sebagai diagnosis.

Baca Juga: Manfaat Sehat Memiliki Hewan Peliharaan

Cara Mengatasi Kucing Stress

Setelah menentukan perubahan perilaku karena ciri-ciri kucing stres, Moms bisa mencoba melakukan pengobatan di rumah, tergantung dari penyebab stresnya.

Berikut adalah beberapa cara umum untuk memerangi kucing stres di rumah;

1. Sediakan Lebih dari Satu Kotak Pasir

kucing stres
Foto: kucing stres (thesprucepets.com)

Foto: thesprucepets.com

Aturan praktis yang baik adalah Moms harus menyediakan kotak pasir sebanyak kucing di rumah, ditambah satu. Setidaknya harus ada satu kotak di setiap lantai rumah yang dapat diakses kucing.

2. Sediakan Mangkuk Makanan dan Minuman yang Cukup

Sebaiknya pisahkan kucing dengan kucing lainnya saat memberi makan, sehingga mereka memiliki akses penuh ke porsi makanan mereka tanpa harus melindunginya dari kucing lain.

Untuk air minum, alat minum otomatis seperti air mancur akan cukup membantu mereka nyaman.

3. Sediakan Banyak Tiang Garukan

Beberapa kucing suka menggaruk secara vertikal, beberapa secara horizontal, dan beberapa menyukai variasi. Pastikan Moms memiliki banyak tiang penggaruk yang kokoh di semua area rumah.

Sediakan garukan dengan berbagai bentuk yang sesuai sehingga setiap kucing selalu dapat menemukan sesuatu untuk digaruk.

4. Menjaga Suara

Jaga suara agar kucing tidak stres.jpg
Foto: Jaga suara agar kucing tidak stres.jpg (catniptimes.com)

Foto: catniptimes.com

Jika sedang merenovasi atau mengadakan pesta, pertimbangkan untuk membuat "ruang aman" untuk kucing. Moms bisa mengisi ruangan dengan semua kebutuhan mereka untuk tetap bahagia dan tenang.

Usahakan ruangan ini berada di tempat paling sunyi di rumah atau sejauh mungkin dari kebisingan.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Ciri, Harga, dan Cara Merawat Kucing Persia

5. Temani Bermain

Menghilangkan stres juga bisa dilakukan dengan menyediakan waktu bermain interaktif dengan kucing. Bermain bersama atau sekedar mengeluskan akan membantu mengatasi kucing stres. 

6. Gunakan Feliway

kucing stres
Foto: kucing stres (gingercathouse.co.uk)

Foto: gingercathouse.co.uk

Feliway adalah alat penenang yang ampuh untuk kucing. Gunakan diffuser dan semprotan sesuai kebutuhan untuk menjaga suasana tetap tenang bagi kucing di rumah.

Baca Juga: Ketahui Ciri Fisik, Harga, dan Cara Merawat Kucing Anggora

7. Putar Musik

Musik klasik terbukti bisa menyebuhkan kucing stres dan membuatnya lebih rileks. Moms bisa memutarnya di rumah untuk membantu menenangkan suasana.

Jika perlu, Moms bisa membuat ruang aman seperti yang dijelaskan di atas. Setelah itu, putar musik klasik di dalamnya agar dapat membantu meredam kebisingan dan meredakan kucing stres.

8. Meresepkan Obat Anti Cemas

Beberapa kucing membutuhkan obat anticemas untuk membantunya memutus siklus stres. Obat-obatan ini memiliki potensi efek samping dan harus diberi dosis dengan hati-hati.

Dokter hewan Moms bisa membantu menentukan apakah kucing di rumah memerlukannya atau tidak. Yang perlu diingat, jangan pernah memberi kucing Moms obat apa pun tanpa persetujuan dokter hewan.

Itulah beberapa serba - serbi kucing stres yang mungkin terjadi pada si Manis di rumah Moms. Karena terlalu banyak pemicunya, mengerti karakter kucing Moms rupana dapat membantu mengatasi kucing stres.

Sumber:

  • https://www.thesprucepets.com/stress-in-cats-552164
  • https://icatcare.org/advice/stress-in-cats/
  • https://www.softpaws.com/causes-signs-and-treatment-of-stress-in-cats/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb