18 September 2018

Deteksi Awal Masalah Infertilitas, Jangan Takut Datang ke Klinik IVF

Konsultasi di klinik bayi tabung tidak harus selalu ikut program bayi tabung


Bayi tabung kerap jadi pilihan terakhir para pasangan yang telah menikah lama tapi belum juga dikaruniai momongan. Jarang sekali pasangan yang baru 1-2 tahun menikah dan belum dikaruniai momongan berkonsultasi di klinik ini. 

Hal ini diakui oleh Sekretaris Jenderal PERFITRI dr. Ivan Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG. Dia mengatakan, kebanyakan yang datang ke klinik bayi tabung adalah pasangan yang sudah cukup lama menikah.

“Umumnya mereka berkeliling dari dokter satu ke dokter lain dulu sebelum akhirnya datang ke klinik bayi tabung,” katanya pada media briefing bertajuk Memahami Proses Bayi Tabung (IVF) Sebagai Pilihan Terapi Masalah Kesuburan di Doubletree by Hilton, Jakarta, Kamis (30/8).

Banyak Pasien Terlambat Memutuskan untuk Bayi Tabung

shutterstock 174194102
Foto: shutterstock 174194102

Ketika usianya 38 tahun, dia baru berpikir untuk datang ke klinik bayi tabung. Pasien tersebut ternyata memang ada indikasi bayi tabung sejak awal.

“Bisa dibayangkan sudah berapa uang yang dia habiskan. Lebih dari itu, sudah berapa lama waktu yang terbuang. Dengan usia segitu, angka keberhasilannya juga rendah,” tutur dokter yang berpraktik di RS Bunda Jakarta itu.

Baca Juga : Ingin Ikut Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Harus Kita Pahami

Deteksi Awal Masalah Infertilitas sangat Penting

shutterstock 273639962
Foto: shutterstock 273639962

Berkaca dari pengalaman salah satu pasiennya itu, dr Ivan menegaskan bahwa melakukan deteksi awal masalah infertilitas itu penting. Selain bisa menghemat biaya dan waktu, mendeteksi masalah infertilitas sejak dini juga bisa meningkatkan angka keberhasilan program kehamilan.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah berobat ke tempat yang tepat dan pada waktu yang tidak dibuang-buang,” terang dia.

Dia menegaskan, jangan takut untuk datang ke klinik bayi tabung. Meskipun judulnya klinik bayi tabung, tidak semua pasien yang berobat ke sana memerlukan bayi tabung.

“Anda ke klinik bayi tabung itu bukan berarti harus bayi tabung. Anda akan dianalisis dan dievaluasi apakah perlu atau tidak melakukan program bayi tabung,” jelas dr Ivan.

Dia melanjutkan, kepada pasien yang setelah dianalisis dan dievaluasi ternyata tidak harus melakukan program bayi tabung, dokter akan memberikan rekomendasi tidak perlu. Dokter tidak lantas memaksa pasien untuk mengikuti program bayi tabung jika memang tidak perlu.

“Tetapi, kalau pada indikasi awal sudah harus bayi tabung, ya jangan di tunda-tunda lagi,” kata dia.

Dia mengingatkan kepada pasangan yang telah dua tahun menikah tetapi belum kunjung hamil untuk mulai melakukan evaluasi, salah satunya dengan mendatangi klinik bayi tabung, untuk mendeteksi masalah infertilitas yang mungkin dialami.

Nah, Moms, ternyata klinik bayi tabung bukan hanya untuk pasangan yang akan mengikuti program bayi tabung lho. Pasangan juga bisa datang ke klinik ini untuk mendeteksi awal masalah infertilitas. Jadi, tidak perlu takut lagi ya.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.