14 November 2018

GoApotik dan KitaBisa.com Kerja Sama Donasikan Obat secara Online

Donasi jadi tepat sasaran dan tepat guna

Donasi identik dengan memberikan sejumlah uang. Namun, pemberian donasi berupa uang ternyata tidak selalu efektif.

Head of GoApotik Mohamad Salahuddin mengatakan, terkadang, untuk kasus-kasus tertentu, penerima donasi lebih membutuhkan obat ketimbang uang tunai. Tidak jarang, obat yang mereka butuhkan cukup sulit ditemukan di pasaran.

Berangkat dari kondisi tersebut, GoApotik dan KitaBisa.com, platform penggalangan dana online, menjalin kerja sama untuk memberikan donasi berupa obat agar donasi lebih tepat sasaran dan tepat guna.

“GoApotik menggabungkan 2 unsur ini, yaitu donasi dan keperluan utama pasien untuk obat-obatan dan alat kesehatan,” jelas pria yang akrab disapa Dide itu pada peluncuran program bertajuk #KitaPercayaBerbagi di Kaskus Playground, Selasa (13/11).

CEO KitaBisa.com M. Alfatih Timur optimis program tersebut akan berjalan dengan baik mengingat berbagai program donasi yang ada di KitaBisa.com juga berjalan dengan sukses.

Di samping itu, Timmy, sapaan Alfatih, mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia menurut World Giving Index.

Dia melanjutkan, KitaBisa.com akan bertugas untuk memilih penerima donasi obat. KitaBisa.com juga melakukan validasi penyakit dan obat-obatan yang dibutuhkan.

Setelah semuanya lengkap, penerima donasi terpilih akan muncul di aplikasi GoApotik dan para pemberi donasi bisa langsung berdonasi kepada mereka.

Baca Juga: Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Ketahui Dulu Faktanya!

Proses Pemberian Donasi Mudah Dilakukan

Langkah pemberian donasinya pun terbilang mudah. Para pemberi donasi cukup buka situs atau aplikasi GoApotik, pilih penerima donasi, tentukan salah satu paket donasi yang tersedia dengan range mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 700.000, dan paket akan langsung dikirimkan ke pasien.

Para pemberi donasi bisa melihat secara real time semua proses, mulai dari proses donasi, hingga barang dikirim dari apotek sampai ke penerima donasi.

"Semua bisa dilihat di handphone, barang sudah sampai di mana, apakah masih di apotek atau sudah sampai ke pasien atau belum, jadi akan lebih personal," ujar Dide.

Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Meminum Obat Kedaluwarsa

Memudahkan Pengobatan yang Susah Dijangkau

Chilfi Furqon, ayah Rafi Ramadhan Furqon yang merupakan salah satu penerima donasi, menyambut baik program tersebut.

Menurutnya, anak semata wayangnya yang lahir dengan kondisi ekstrofi kloaka (tanpa anus dan usus besar) dan ekstrofi bladder (kandung kemih berada di luar dan tidak tertutup) butuh obat dan peralatan perawatan yang cukup sulit didapatkan di Indonesia.

Terkadang, Chilfi memang mengambil obat dan peralatan perawatan di RS Dharmais. Namun, persediaannya tidak selalu ada. Chilfi pun mencari alternatif lain.

“Saya biasanya nitip sama teman yang sedang ke Australia. Sekali nitip bisa untuk persediaan 6 bulan. Di sana bisa lebih murah karena ada komunitas dan dapat subsidi dari pemerintah,” tutur Chilfi.

Dengan adanya program #KitaPercayaBerbagi, Chilfi dan Rafi akan sangat terbantu.

Mereka tidak perlu lagi kebingungan untuk membeli peralatan dan obat yang dibutuhkan karena donasi yang diberikan sudah berupa obat dan peralatan yang mereka butuhkan.

“Ini wadah baru di dunia digital, yaitu pasien bisa langsung memperoleh obat yang dibutuhkan secara online. Ini akan sangat membantu pasien yang tidak memiliki waktu dan tidak sempat pergi ke apotek,” jelas Chilfi.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.