19 Januari 2019

Hati-Hati, Ini 6 Hal Terburuk yang Bisa Terjadi Pada Pelakor

Jangan pernah bermain api!


Kata pelakor akhir-akhir ini sangat akrab di telinga Moms pastinya. Singkatan dari Perebut Laki Orang ini adalah julukan bagi wanita yang dianggap menjadi perusak sebuah hubungan.

Memang, tidak ada hubungan yang sempurna dan jauh dari konflik. Tapi apakah Moms membiarkan pasangan Anda begitu saja, jika Anda mendapati dirinya “main belakang” dengan wanita lain? Tentu tidak.

Moms harus mengambil tindakan tegas jika hal ini suatu hari atau sedang terjadi dengan Anda. Bila perlu Moms ingatkan mengenai risiko pelakor yang bisa membahayakan dirinya, agar wanita tersebut dapat merenungi segala kesalahannya.

Hal apa saja itu? Berikut diantaranya.

1. Sulit Memiliki Teman Sesama Wanita

Seseorang yang suka merebut pasangan orang lain, cenderung memiliki sifat egois yang tinggi.

Buktinya, dirinya tidak mempertimbangkan lebih dalam saat ingin memulai hubungan dengan pasangan orang. Ia hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri tanpa tahu kerugian yang diderita orang lain.

Biasanya sifat ini akan berdampak pada kehidupan sosial wanita tersebut. Apalagi jika ingin mencari seorang sahabat sesama wanita, biasanya wanita lain akan beranggapan bahwa bisa jadi pelakor ini akan merebut pasangannya juga.

2. Dikucilkan

shutterstock 589683482 (1)
Foto: shutterstock 589683482 (1)

Status pelakor memang sangat memalukan, apalagi orang yang diselingkuhi ternyata orang terdekat.

Kalau sudah ketahuan, siap-siap sang pelakor untuk menerima sanksi sosial yang berupa perlakuan yang menyudutkan, atau bahkan dikucilkan. Karena wanita tersebut akan di cap orang sekitar sebagai wanita yang tidak tahu malu.

Baca Juga : Ternyata Ini 5 Zodiak yang Paling Mungkin Selingkuh, Setuju?

3. Kehilangan Kepercayaan

Jika seorang wanita pelakor ketahuan berselingkuh dengan rekan kerja, bisa saja ia akan menerima ganjaran moral berupa kehilangan kepercayaan.

Bukan tidak mungkin dirinya akan kehilangan pekerjaan, karena image wanita tersebut sudah tercoreng sebagai pelakor.

4. Teror

Saat seorang pelakor merebut pasangan orang, apalagi yang sudah menikah dan mempunyai anak, korbannya bukan lagi pasangan sah lelaki tersebut tapi juga anak-anaknya.

Ditambah jika perselingkuhan tersebut berujung sampai perceraian. Bukan tidak mungkin akan ada ‘barisan sakit hati’ yang ingin menggencarkan gerakan balas dendam.

Mulai dari keluarga mantan istri, sampai anak-anak yang tidak menerima perceraian yang diakibatkan wanita pelakor, maka hidup pelakor tersebut tidak akan tenang karena banyak perlakuan yang akan tidak menyenangkan secara terus menerus. Bisa dibilang hampir mirip dengan sebuah perlakuan meneror.

5. Krisis Percaya Diri

shutterstock 763133416
Foto: shutterstock 763133416

Saat seorang wanita pelakor tidak memiliki sisi kepercayaan lagi dari orang=orang terdekat, yang terjadi adalah krisis percaya diri.

Self esteem sang wanita pelakor akan melemah. Ini akan berdampak pada karir dan produktivitasnya sehari-hari. Bahkan menjadi tidak bersemangat mencapai tujuan hidup.

6. Depresi

Berbagai sanksi akan diterima sang pelakor apalagi di zaman sosial media seperti sekarang banyak hal yang bisa dilakukan untuk memviralkan sebuah gerakan balas dendam.

Ketika banyak hujatan, tekanan, serta caci maki dari dunia maya sampai dunia nyata. Bisa dipastikan pelakor tersebut akan merasa depresi, sedih, takut, dan putus asa bercampur menjadi satu.

Saat dirinya tidak tahu kemana harus menumpahkan segala emosinya, bukan hal yang tidak mungkin akan mengambil jalan pintas yaitu mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Hal buruk itulah yang bis terjadi pada pelakor. Oleh karena itu, jangan sampai diri kita terlibat perselingkuhan ya.

(LMF)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.