28 Desember 2017

Hati-Hati Mencap Anak Negatif

Pembentukan karakter anak dimulai dari komunikasi sehari-hari dengan orang tua

Pembentukan karakter anak dimulai dari komunikasi sehari-hari. Kita sering mendengar bahwa orang tua dilarang mengucapkan kata-kata negatif seperti pemalas, bodoh, lamban, nakal pada anak.

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah si kecil. Bila ibu sering berkata “Anak saya memang pemalu.” Maka anak akan menelan mentah-mentah label tersebut dan akan melekat pada benak mereka.

Sering kali Moms menyalahkan televisi atau lingkungannya karena mempengaruhi anak berperilaku buruk. Namun Moms lupa bahwa pola asuh yang diterapkan pada mereka juga vital. Ubahlah kebiasaan Moms untuk cepat mengucapkan label kata negatif karena akan menyakitkan hati anak.

Perkataan itu akan terus terpatri pada anak. Dampaknya pada saat anak dewasa memiliki potensi untuk mengalami gangguaan tingkah laku dan julukan-julukan itu akan membuat mereka minder.

Anak-anak lebih dikendalikan oleh emosinya daripada dengan pemikiran logis dan rasional. Sehingga tidak jarang apa yang Moms larang disalahartikan dengan pemikiran bahwa Moms tidak menyayangi mereka. Untuk itu Moms perlu berhati-hati memilih kata untuk menyampaikan kata-kata saat Moms marah pada mereka.

Itulah sebabnya bila Moms menggunakan kata-kata kasar, anak cenderung untuk tidak mendengarkan larangan Moms. Sebaiknya bicarakan dengan baik alasan mengapa Moms melarang hal tersebut. Bicarakan dengan tenang agar anak mengerti konsekuensi dari kesalahannya tersebut.

Perlu orang tua ketahui, ada 3 kebutuhan emosional anak yang penting dalam masa tumbuh kembangnya. Bila kebutuhan emosional anak terpenuhi, maka anak akan lebih mudah didekati dan diarahkan. 3 kebutuhan itu antara lain :

Kebutuhan untuk rasa aman

Label negatif yang Moms ucapkan pada anak membuat anak marah dan menyimpan kekesalan dalam hati. Selain itu anak merasa tidak aman dan tidak nyaman berada di rumah.

Kebutuhan akan pengakuan dari sekelilingnya, diterima & dicintai

Ucapan kata bodoh akan membuat anak merasa tidak diterima dan tidak istimewa untuk dicintai. Sebaliknya, kata-kata pujian dan motivasi sangat penting untuk membangun kepercayaan diri anak. Penting pula bagi Moms untuk mengungkapkan kasih sayang Moms pada mereka agar mereka mengetahui bahwa orang tuanya tidak berhenti mencintai mereka.

Kebutuhan untuk mengontrol

Jika memungkinkan, ijinkanlah anak untuk melakukan sesuatu dengan diberi kepercayaan. Kesalahan yang terjadi adalah normal karena itu adalah proses belajar yang akan sangat berguna baginya kelak.

(HEI)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.