27 Oktober 2018

Hindari Kesalahan Ini Saat Chatting dengan Si Dia

Jangan sampai Anda jadi malu sendiri, ya

Perkembangan teknologi mengubah gaya komunikasi jadi lebih cepat dan ringkas, salah satunya melalui aplikasi chatting. Bagi Anda yang sedang berbunga-bunga karena sosok baru dalam hidup Anda, bisa dipastikan Anda dan smartphone sudah seperti sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Ya, itu karena Anda dan si dia sedang sering-seringnya mengobrol lewat aplikasi chatting. Namun, meskipun mudah dan cepat, jangan sepelekan remeh-temeh chatting. Hal yang tidak Anda sadari ternyata bisa mengancam prospek Anda dengannya, lho! Tidak percaya? Yuk, simak empat kesalahan yang harus Anda jauhi berikut ini.

Mengirimkan Pesan Satu Paragraf

Chatting seharusnya singkat saja, jangan dijadikan ajang menulis cerita pendek tentang hari Anda. Dia akan lelah membacanya dan ujung-ujungnya hanya akan dipindai saja, tidak benar-benar dibaca. Simpan kisah menarik Anda untuk percakapan langsung apabila Anda bertemu dengannya.

Terlalu Banyak Pakai Emoji

Kata-kata dan ekspresi Anda tidak bisa digantikan dengan emoji yang sifatnya hanya melengkapi. Apabila Anda ingin mengungkapkan perasaan senang, sedih, atau simpati Anda padanya, usahakan untuk merangkai kata-kata yang jauh lebih tulus dibandingkan lima emoji wajah menangis. Lagipula, emoji juga cenderung mudah disalahartikan dalam chat.

Membalas Sekata Demi Sekata

Jika membalas dengan satu paragraf tidak disarankan, begitu juga dengan balasan satu kata. Kalau Anda pelit berkata-kata dalam chat, dia akan menganggap Anda tidak tertarik, justru terganggu olehnya. Chatting bisa menjadi wadah untuk Anda berdua saling mengenal lebih dalam, lho. Jadi jangan terlalu perhitungan dengan balasan yang Anda berikan.

Mengejar-ngejar Balasannya Seharian

Ingat, Anda sedang berusaha memahami dan menjadi bagian dalam hidupnya, bukan menagih utang. Tak perlu mengejar-ngejar dirinya di chat dengan tak henti menanyakan, “Kamu di mana? Sedang apa? Sudah selesai meeting-nya? Terima pesan dariku, tidak? Kok cuma di-read?”. Kesannya Anda memaksa dia untuk merespon sehingga dia jadi merasa terbebani. Jika dia memang tertarik pada Anda, dia tidak akan membiarkan Anda berdua putus komunikasi begitu saja, kok. Anda cukup mengirimkan pesan, “Kabari lagi kalau sudah tidak sibuk, ya” atau “Bagaimana seharian tadi, lancar tidak?” dan dia pun sudah bisa menangkap maksud Anda.

--IA

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.